NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirahasiakan, Bukan Dilupakan

Keesokan malam, mobil yang ditumpangi Anthony dan Oca memasuki halaman mansion keluarga Valtierre, lalu berhenti tepat di depan pintu utama.

Seorang pelayan yang sejak tadi menunggu di depan rumah segera menghampiri begitu Anthony turun dari mobil. Oca ikut turun sambil merapikan ujung cardigan yang dia pakai.

"Selamat malam, Tuan Anthony. Nona Francesca," sapa pelayan itu ramah.

Anthony hanya mengangguk, lalu melangkah lebih dulu memasuki mansion. Oca berjalan di sampingnya sambil sesekali mengedarkan pandangan ke sekeliling. Meski sudah beberapa kali datang, suasana rumah itu masih membuatnya sedikit canggung.

Baru beberapa langkah masuk ke ruang tamu, terdengar suara yang sudah sangat mereka kenal.

"Akhirnya datang juga."

Anthony dan Oca langsung menoleh ke arah sumber suara. Sang kakek tampak duduk santai di sofa sambil tersenyum hangat menyambut kedatangan mereka.

"Maaf sudah membuat Kakek menunggu," ucap Anthony.

"Tidak. Kakek memang sengaja menunggu kalian." Tatapannya bergantian mengarah pada Anthony dan Oca sebelum kembali tersenyum. "Ayo, makan malam dulu. Bi Inah dari tadi terus mengingatkan Kakek. Katanya kalau kalian tidak segera datang, semua makanannya keburu dingin.”

Oca terkekeh pelan mendengar ucapan itu, sementara Anthony hanya membalas dengan senyum tipis.

Mereka bertiga kemudian berjalan menuju ruang makan. Di atas meja panjang sudah tersaji berbagai hidangan yang masih mengepulkan uap hangat. Aroma masakan yang menggugah selera langsung begitu mereka masuk.

Tak lama kemudian, Bi Inah keluar dari dapur sambil membawa semangkuk sup.

"Untung saja Tuan Muda dan Nona datang tepat waktu," katanya sambil tersenyum. "Kalau lima menit lagi belum datang, saya sudah mau panaskan semuanya lagi.”

Kakek langsung tertawa kecil. "Nah, kan. Dari tadi Kakek sudah dimarahi terus gara-gara membela kalian.”

Bi Inah hanya menggeleng sambil tersenyum tipis sebelum kembali ke dapur.

Kakek menarik kursinya lebih dulu, disusul Anthony dan Oca. Ketiganya mulai menikmati hidangan yang tersaji di atas meja. Sesekali hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu pelan.

Kakek bahkan mengambilkan lauk untuk Oca hingga gadis itu beberapa kali mengucapkan terima kasih. Melihat itu, senyum di wajah lelaki tua tersebut semakin lebar.

"Francesca, bagaimana sekolahmu?" tanyanya sambil menyendok sup ke mangkuknya.

Oca menelan makanan lebih dulu sebelum menjawab. "Baik, Kek.”

"Baguslah. Yang penting sekarang fokus belajar. Nilai yang kurang masih bisa diperbaiki, tapi kesehatan jangan sampai diabaikan."

"Iya, Kek." Oca membalas sambil tersenyum.

Makan malam kembali berlanjut. Sang kakek menceritakan beberapa kejadian lucu yang pernah dilakukan Anthony semasa kecil hingga membuat Oca kali tertawa. Anthony hanya menggeleng pelan mendengar cerita itu, seolah sudah terbiasa mendengar sang kakek membongkar masa lalunya.

Di tengah obrolan hangat itu, sang kakek tiba-tiba meletakkan sendoknya. Tatapannya bergantian mengarah pada Anthony dan Oca, disusul senyum jahil.

"Ngomong-ngomong, kapan Kakek bisa menggendong cicit?"

Oca yang sedang minum langsung tersedak.

"Uhuk... uhuk..."

Tanpa berkata apa-apa, Anthony segera menggeser segelas air ke hadapan Oca.

"Pelan-pelan.”

Oca buru-buru meraih gelas itu lalu meneguk air beberapa kali hingga batuknya mereda. Wajahnya sudah lebih dulu memerah karena malu. Ia melirik kakek sambil menghela napas pelan.

"Kakek ini... kok sudah bahas soal cucu." keluhnya pelan.

Kakek justru terkekeh melihat reaksi itu. "Kakek cuma bercanda."

"Kurasa masih terlalu cepat, Kek. Oca masih harus menyelesaikan sekolahnya, sementara aku juga masih fokus dengan pekerjaanku."

"Aku juga masih mau lulus sekolah dulu, Kek," tambah Oca.

"Baiklah, berarti Kakek memang harus sedikit lebih sabar." Ia kembali menyuap makanannya, lalu menoleh ke arah Oca. "Oh iya, Francesca. Sebentar lagi kamu ujian kelulusan, kan?"

"Iya, Kek." Oca mengangguk pelan. "Bulan depan mulai ujian. Sekarang di sekolah lagi banyak latihan soal buat persiapan kelulusan."

"Bagus." Sang kakek tersenyum puas. "Kalau begitu, fokus selesaikan sekolahmu dulu. Jangan sampai hal lain bikin kamu kehilangan fokus."

"Aku mengerti, Kek.”

Makan malam kembali berlanjut. Setelah selesai, Oca berdiri dari kursinya. "Permisi, Kek. Aku ke toilet sebentar."

"Silakan.”

Oca melangkah meninggalkan ruang makan. Begitu sosoknya menghilang di balik lorong, suasana yang tadi dipenuhi obrolan hangat perlahan berubah hening.

Kakek menyeruput teh hangatnya lebih dulu sebelum mengalihkan pandangan ke arah Anthony.

"Kakek lihat berita tentang kamu sama Emma.”

Anthony tidak terlihat terkejut. Ia sudah menduga pembicaraan itu akan muncul cepat atau lambat.

"Itu cuma bagian dari promosi film."

"Kakek tahu." Lelaki tua itu mengangguk pelan.

"Dunia hiburan memang seperti itu. Kakek juga tidak pernah mempermasalahkan pekerjaanmu."

Anthony tetap diam, menunggu kakeknya melanjutkan.

"Tapi jangan lupa..." nada suaranya berubah lebih serius. "Di balik semua pemberitaan itu, sekarang kamu sudah punya istri."

Anthony menarik napas pelan. "Kontrakku memang melarang skandal hubungan. Karena itu pernikahan ini harus tetap dirahasiakan."

"Dan Kakek menyetujui keputusan itu," sahut lelaki tua itu, tatapannya tetap tertuju pada cucunya. "Selama itu memang yang terbaik untuk kariermu, Kakek nggak akan ikut campur.”

Ia berhenti sejenak, memberi waktu agar setiap ucapannya benar-benar dipahami.

"Tapi ingat satu hal, Anthony." Anthony mengangkat pandangannya. "Dirahasiakan bukan berarti dilupakan."

Ruangan kembali sunyi.

"Francesca memang tidak pernah menuntut apa pun darimu," lanjutnya pelan. "Tapi mulai hari kalian mengucapkan janji pernikahan, dia sudah menjadi tanggung jawabmu."

Anthony tidak langsung menjawab. Bayangan Oca yang pulang terlambat kemarin sore tiba-tiba kembali terlintas di benaknya. Wajah gadis itu terlihat lelah, tetapi tetap berusaha bersikap biasa di hadapannya.

Anthony terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Aku mengerti, Kek.”

Langkah kaki Oca terdengar dari arah lorong. Anthony mengangkat pandangannya, sementara kakek sudah kembali menikmati teh di hadapannya, seolah percakapan barusan tidak pernah terjadi.

Oca kembali duduk di kursinya tanpa mengetahui apa yang baru saja dibicarakan.

1
MayAyunda
mampir kak
Lavicaysm
🥰
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!