NovelToon NovelToon
Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:362.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gadis Scorpio

Pertemuan kembali dengan tidak sengaja antara Ririn dengan Raka, membuat mereka terikat dalam sebuah pernikahan. Karena kesalahannya di masa lalu membuat Ririn terpaksa menerima pernikahan ini.

Ternyata ada seseorang yang selama ini sengaja memanfaatkan Ririn untuk menghancurkan Raka.

Apakah Ririn akan melindungi suami yang telah memaksanya menikah dengan sebuah ancaman atau Ririn lebih memilih bekerja sama untuk menghancurkan Raka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raka Cemburu

Sudah seminggu sejak pulang dari rumah Tuan Bagaskara perasaan Ririn menjadi tidak tenang. Dia terus memikirkan kata kata tuan Bagaskara.

"Apa ada yang kurang darinya ? Dia juga cantik seperti dirimu. Mengapa Raka menolaknya dan lebih memilih mu ?"

Ririn mencerna setiap perkataan Tuan Bagaskara.

"Apa karena ini tuan ingin menghancurkan Raka dengan menggunakan saya ?"

Tuan Bagaskara sengaja menyuruh Ririn masuk ke gedung utama Wiratama Grup untuk memasang alat peretas di komputer milik Raka. Karena Tuan Bagaskara tau jika Ririn adalah satu satunya wanita yang pernah dekat dengan Raka.

Tapi sayangnya Raka sedang ke luar negeri. Ririn malah bertemu dengan David dan dia tidak mengetahui jika perusahaan itu milik Raka.

Karena Ririn sudah ketahuan akhirnya Tuan Bagaskara membayar seseorang untuk di salahkan.

Tuan Bagaskara masih memerlukan Ririn untuk melaksanakan balas dendamnya. Tapi, Ririn menghilangkan diri dan bersembunyi. Bersembunyi karena dia sadar dia sudah berbuat salah pada perusahaan Wiratama.

"Kamu memang gadis yang pintar. Tak salah pilihan saya. Kamu bahkan bisa membuat Raka menikahi mu."

"Tidak. Pernikahan saya tidak ada hubungannya dengan ini. Jangan libatkan saya lagi dalam masalah pribadi tuan."

"Tanpa saya melibatkan kamu sekali pun, kamu bahkan sudah ikut terlibat. Karena kamu menikah dengannya. Seharusnya dia menikah dengan putri saya." Tuan Bagaskara memandang kepada sebuah gambar besar yang ada di depannya.

Huh

Ririn menarik nafas berat. Dia merasa menyesal sekarang akibat keserakahannya di masa lalu. Menyesal karena telah menerima tawaran kerja dari Tuan Bagaskara.

Awalnya Ririn hanya disuruh untuk datang ke sebuah perusahaan mengantarkan sebuah barang dengan imbalan yang cukup fantastis.

Setelah menerima tawaran itu barulah diterangkan secara detail tugas yang diberikan. Merasakan ada sesuatu yang salah Ririn ingin menolaknya. Tapi dia tidak bisa mundur lagi karena mereka mengancam akan membunuh kedua orang tuanya.

Sekarang Ririn baru mengerti mengapa Tuan Bagaskara menawarkan pekerjaan itu padanya. Hanya karena dia pernah dekat dengan Raka.

Huh dekat apanya ??

Beberapa bulan bertemu Raka, mereka hanya beberapa kali berbicara layaknya orang berteman. Selebihnya hanya Ririn yang mengoceh seperti berbicara dengan patung bernyawa yang tampan. Entah itu didengarkan atau tidak oleh Raka yang sangat cuek.

Apa hubungan Raka dengan anak tuan Bagaskara ? Mereka pacaran kah atau sudah tunangan ? Lalu di mana sekarang gadis itu ?

Ririn bertanya tanya sendiri, merasa penasaran dengan hubungan Raka dengan putri tuan Bagaskara.

Deringan telpon menyadarkan Ririn dari pikirannya. Dilihatnya sebuah nomor baru. Ririn menjadi was was untuk mengangkatnya takut itu dari tuan Bagaskara atau orang suruhannya. Ririn segera mematikan handphone nya.

Tidak lama kemudian pintu kamar diketuk.

"Ada apa, Bi ?" Ririn bertanya setelah membuka pintu dan melihat Bi Ani

"Ini nona, tuan ingin bicara." Bi Ani menyodorkan handphone kepada Ririn.

Ririn segera meraih dan meletakkan di telinganya

"Halo, . . "

"Mengapa tidak mengangkat panggilan ku ?" Raka bertanya dengan nada sedikit kesal.

Oh, jadi itu telpon darinya.

"Maaf. Hp ku batrenya habis, aku lupa mengecasnya." Ririn berbohong, tak ingin Raka marah karena tidak mengangkat panggilannya.

"Bersiaplah sekarang, sebentar lagi aku akan menjemputmu." titah Raka

"Kita mau . . . " belum selesai Ririn bertanya Raka sudah mematikan teleponnya.

Dia marah

"Ini Bi. Terima kasih." Ririn mengembalikan handphone kepada Bi Ani.

Bi Ani mengangguk kemudian pergi dari kamar Ririn.

Tak ingin menambah kemarahan Raka, Ririn segera bersiap sebelum mobil Raka sampai di rumah. Tidak lupa juga dia menyimpan nomor Raka di handphone sebelum Raka menyadari tidak ada namanya di sana.

Sudah duduk dalam ruangan private sebuah restoran mewah, di iringi dengan alunan musik menambah kesan suasana Romantis.

Ada apa dengannya ? Bukannya tadi dia marah ? Tapi mengapa membawaku ke sini ?

Bingungkan Ririn jadinya melihat sikap Raka yang susah di tebak. Baru kemarin dia bersikap lembut dan hangat. Sekarang menjadi dingin.

"Terima kasih sudah mengajak ku kesini." Ucap Ririn dengan senyuman manisnya. Berusaha untuk mencairkan suasana.

Raka melihat sebentar ke arah Ririn, kemudian melanjutkan makannya lagi. Perasaannya masih kesal mengingat David pernah makan siang dengan istrinya.

Cemburu ? ya, Raka memang sedang cemburu.

Sayang sekali suasana yang romantis seperti ini, tapi mereka hanya makan dalam diam. Sedangkan Ririn berpikir bagaimana cara agar membuat Raka tidak marah lagi.

Sudah di ajak bicara tapi Raka tidak menanggapi.

Auch

Ririn mendesis kesakitan sambil menutup mulutnya.

"Kenapa ?" Raka mulai panik

Nah, tuh kan !

Ririn menggeleng, tangannya masih menutupi mulut.

Raka berdiri mendekat mengambil tangan Ririn yang menutupi mulutnya.

"Sini, biar aku lihat ?" tanya Raka lembut. Menyodorkan segelas air dan Ririn meminumnya.

"Terima kasih. Ini tidak apa apa." meletakkan gelas kembali di atas meja.

Raka mengamati bibir Ririn yang sedikit berbekas gigitan. Ririn sengaja mengigit bibirnya sendiri hingga sedikit sakit untuk menarik perhatian Raka. Dan akhirnya berhasil.

"Hati hati." Raka mengusap usap bibir Ririn

"Jangan sampai ini kenapa-napa, aku akan selalu membutuhkan ini." lanjutnya.

Raka berkata lembut dengan makna yang sangat mendalam. Membuat Ririn menelan ludah karena mengerti akan maksud perkataan itu.

Setelah makan siang Raka langsung pulang ke rumah dan tidak kembali lagi ke kantor.

Malas melihat wajah David, meskipun sekarang sudah tidak kesal lagi karena sudah melakukan apa yang pernah David lakukan bersama Ririn. Tapi tetap saja masih ada rasa cemburu kepada David.

*

*

Malam harinya, Ririn merasa aneh melihat Raka. Sejak pulang ke rumah siang tadi Raka betah berlama-lama di kamar. Biasanya juga dia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerja. Dan baru masuk ke kamar setelah larut malam saat Ririn sudah tidur.

"Kamu sakit ?" Tanya Ririn melihat Raka duduk bersandar di tempat tidur.

"Tidak." Raka sudah meletakkan handphonenya di atas meja. Matanya memperhatikan Ririn yang baru keluar dari kamar mandi mencuci mukanya.

Ririn menjadi gugup karena diperhatikan. Biasanya dia sendiri di kamar ini ketika mau tidur.

"Kemarilah." Raka menepuk ruang kosong di sebelahnya.

Ririn bertambah gugup, berjalan menuju sisi lain tempat tidur dan duduk di sebelah Raka.

Raka mengambil tangan Ririn dan menciumnya.

"Ini sudah tujuh hari, bukan ?!"

Deg

Jantung Ririn seperti mau terbang mendengar pertanyaan Raka.

Dia mengingatnya. Aku harus jawab apa ?

Ririn tau kemana arah pembicaraan Raka. Seminggu yang lalu dia masih bisa mengelak dengan alasan yang tepat. Saat Raka meminta melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan.

Ririn yang belum siap untuk melakukan hal itu merasa beruntung karena baru beberapa jam yang lalu mendapatkan tamu bulanannya.

Raka tidak percaya dengan alasan penolakan Ririn sehingga dia ingin membuktikan sendiri. Ririn sangat tidak menyangka jika Raka benar benar nekat memeriksa Ririn di bawah sana. Untungnya Ririn sedang tidak berbohong.

Raka sangat kecewa karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Membuat suasana hatinya sangat buruk.

"Ana" Raka memanggil lagi melihat Ririn terdiam.

"Eh, I-iya." Ririn gugup menjawabnya ketika mendapati Raka yang sedang menatapnya dengan penuh damba.

.

.

.

.

.

Bersambung . . .

1
Jessica
Luar biasa
Risna Wati
jangaaaan nolak Rin
dosaaa lhoo
Risna Wati
selalu suka dengan kerya2 author
gak berbelit
cap cus gas poool
Aneke Laoh
Luar biasa
who am I
kisah seorang suami yang dipisahkan dari istrinya karena istrinya diculik oleh musuh suaminya, dan saat mereka bertemu kembali, si istri lebih memilih meninggalkan suaminya hanya karena kesalahpahaman
who am I
cara mencoba rasa lain dengan cara sweet romance 😍
Dwpu
bagus
Vrgniaamlnyatkde
kenapa sih ceritanya sampai sini ajahh?kenapa nggak panjang aja,sampai berapa gitu??😓
LENY
RIRIN TERLALU KERAS KEPALA GAK MAU DENGAR PENJELASAN RAKA. JD GEMESS
LENY
KETERLALUAN RAKA MENGHAJAR ARYA. ARYA SDH BNYK MEMBANTU.
LENY
RIRIN GAK SELESAI DENGER RAKA NGOMONG WADUH
LENY
WAH BENER2 GILA BAGAS PANTES ANAKNYA EMILY JG GILA
LENY
RIRIN HRS NYA BILANG SAMA RAKA TUAN BAGASKARA DALANGNYA . ORANG TUAMU PASTI DILINDUNGI RAKA KL KSMU TERUS TERANG
LENY
BUKAN SALAH RAKA PAK BAGASKARA CINTA GAK BISA DIPAKSA. ANAKMU EMILY YG CINTA SENDIRI RAKA ANGGAP ADIK. EH MALAH BAGASKARA DENDAM
LENY
Masih bingung menebak bebak ceritanya
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
SAYANGNYA MREKA HNY PNY SATU ANAK DOANK, SI ARKAN ANAK TUNGGAL.. YG KMUDIAN MNIKAHI ADIRA ANAK ABI DN NIA..
Dwi Ayu Candra
ceritanya seru tp yg like kok dikit ya
Parents Muhammad rampe
sampai saat ini saya belum mengerti alur ceritanya tapi ceritanya menarik 👍😊
Asri Yunianti
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!