Malam itu telah terjadi kecelakaan hebat yang menyebabkan Kakak ku meninggal.
Dengan pupil mata yang mulai membesar, aku menghampiri kakakku yang tergeletak di jalan.
Aku melihatnya, melihat darah keluar menyembur dari mulut kakak.
Aku berteriak dengan sangat keras,
"KAKKKK, Tolong.... Tolong.... SIAPAPUN TOLONG KAKAK KU"
Sembari memukul kepalaku dengan tangan yang berlumur darah Mobil Ambulance tiba sangat cepat.
Dengan kaki gemetar aku masuk kedalam mobil. Tetapi, saat berada didalam mobil menuju rumah sakit kakakku menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku berharap hari itu aku tidak ada ditempat. Aku berharap ini semua tidak pernah terjadi!!
AKU MEMBENCI DIRIKU SENDIRI!
Aku pun bertunangan dengan anak laki-laki dari seorang bapak yang telah menabrak kakak ku.
Tetapi anak laki-laki itu membenciku.
Aku tak tahu kehidupan ku kedepannya seperti apa!
Apakah semuanya akan baik-baik saja atau aku akan menderita seumur hidupku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Bee Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Menuju Lembaran Baru
Kringggg kringggg kringgg
Aku mematikan alarm yang berdering. Aku berdiri sembari menguap beberapa kali, kemudian membuka jendela kamar dan merapikan kasur.
Aku menghirup udara segar yang masuk dari jendela.
"Pagi yang indah" Lirihku
Aku melihat handphone sebentar sebelum mandi. Ada satu notif pesan yang masuk tadi malam.
Pesan dari Mama
*Luangkan waktu minggu depan, temui keluarga calon suami kamu di tempat ini (alamat) pukul 09.15 pagi*
Aku tersenyum membaca pesan dari Mama. Aku membalas pesan dari Mama
Isi balasan pesanku
*Apa Mama dan Papa juga akan datang?*
Setelah membalas pesan dari Mama aku bergegas mandi untuk berangkat kesekolah.
Setelah berpakaian rapi aku keluar hendak sarapan.
"Pagi Buk" sapaku
"Pagi sayang" sapa balik buk Tina sembari mengoseng tempe balado
Aku mengambil roti bantal yang didalam kulkas, menaburkan seres diatasnya.
"Ibuk aku mau roti bakarnya untuk ku bawa kesekolah"
Buk Tina mengambil kotak bekal dan memasukkan 5 lapis roti bakar kedalamnya.
"Segini cukup?" tanya buk Tina
Aku mengangguk
"Cukup buk, cukup"
Aku membaca beberapa artikel dari web sekolah sembari memakan roti. Buk Tina menuangkan susu kedalam gelas dan memberikannya kepadaku.
"Buk, Pak Koko udah berangkat kerja?" tanyaku
"Hmm, kamu gak tahu Lulu?" tanya balik buk Tina
"Kenapa buk?" tanyaku lagi
"Pak Koko keluar kota, katanya ada kerjaan diluar. Jadi, dia udah berangkat kemarin sore" jawab buk Tina
"Ohhh, pak Koko gak ada bilang ke aku kalau mau keluar kota" tuturku
"Cuma sebentar, katanya 2 minggu lagi pulang. Ibuk nitip oleh-oleh kemarin sekalian juga buat kamu" ucap buk Tina
Aku tersenyum mengacungkan kedua jempolku pada buk Tina.
"Nah, makan lagi rotinya" ucap Buk Tina
Selesai sarapan, aku menyalami buk Tina berpamitan hendak kesekolah.
"Semangat sayang disemester ini (buk Tina mengeluarkan dompetnya dan memberikanku uang 20.000an lima lembar). Nah, sebagai hadiah kenaikan kelas" ucap buk Tina
"Makasih ibuk" Aku memeluk buk Tina
Akupun berangkat sekolah.
******
Hari ini ada upacara pembukaan untuk siswa-siswi baru kelas X. Aku berjalan menuju kelas, melewati taman.
Aku melihat raut wajah mereka tampak berseri-seri. Memasuki lembaran baru di SMA membuat mereka terlihat bersemangat.
Sampai dikelas aku duduk dikursiku. Berhubung pembagian kelas baru akan dibagi nanti setelah upacara, jadi kami masih memasuki kelas XI.
Suasana kelas sangat ribut,
Anak perempuan lainnya sibuk berfoto bersama didepan kelas. Mereka mengajakku berfoto juga tapi aku lebih memilih tidur dikelas.
Waktu untuk upacara masih ada sekitar 30 menit. Aku memanfaatkan waktu tersebut untuk tidur.
Tiba-tiba aku merasakan aura buruk mendekatiku.
"Lulu" teriak Nano
Aku terbangun, memarahi Nano yang mengejutkanku.
"Ngapain?" Teriakku balik
Anak-anak cowok lainnya terdiam mendengar aku berteriak. Aku menutupi mukaku dengan tangan sembari duduk kembali karena malu.
Nano tertawa
Aku menatap sinis Nano,
Bara mendekat kearah kami,
"Lu ngapain Nano?" memukul kepala Nano
"Gua gak ngapa-ngapain" ketus Nano
"Terus kenapa Lulu teriak?" tanya Bara
"Gua cuma manggil dia doang Bar, (Bara masih menatap sinis Nano) dengannnn sedikiit nada tinggi" Gugup Nano
Aku yang masih merasa sedikit malu, bertanya kembali kepada Nano.
"Mau apa?" tanya sinisku
Nano duduk mendekatiku sambil tersenyum mencurigakan.
"Apa?" takutku
"Lu bawa roti bakar buatan buk Tinakan?" senyum Nano
Aku menghela nafas, kemudian tertawa kesal.
"Lulu, jangan tertawa kayak gitu. Seram tahu gak" Panik Nano
Bara menyeret bangku dan duduk tepat dibelakangku. Aku menatap Bara, Bara ikut tersenyum.
"Mana?" tanya Bara
"Apanya yang mana?" tanya balikku
"Roti bakarnya, Aku juga mau" Ucap Bara
Melihat sikap Bara aku semakin kesal. Mereka berdua terus menatapku.
"Kayaknya kita bakalan dekat karena roti bakar" tuturku
Nano mengangguk sembari mengangkat alisnya.
Aku terpaksa mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasku.
"Aku cuma bawa lima lapis. Ambil satu-satu aja" Ucapku
"Buat aku tiga lapis" tawar Nano
Aku menutup kembali kotak bekal itu. Bara memegang tanganku mengambil kotak bekal, kemudian berkata
"Buat aku satu lapis cukup"
Aku dan Nano menatap Bara,
"Curang banget lu Bar" teriak Nano
Tanpa rasa bersalah Bara memakannya didepan kami. Aku mengambil kembali kotak bekalnya. Mengambil satu lapis roti dan memakannya juga.
Tanpa sadar kakiku ikut bergoyang
"Hmmm, Rasanya enak banget" tuturku
Nano semakin kesal dan merebut kotak bekalnya. Bara tersenyum melihat sikapku yang kegirangan karena selapis roti. Bara berdiri kemudian mengelus kepalaku dan pergi meninggalkan kami.
Nano menghabiskan satu persatu lapis roti. Aku merebut kembali kotak bekalnya. Disaat kami memperebutkan roti bakar.
Tiba-tiba Bintang masuk kedalam kelas,
"Ada yang bertengkar" Teriak Bintang
Anak-anak lain berlarian keluar untuk melihatnya.
Aku dan Nano sontak berhenti dan ikut keluar melihat siapa yang bertengkar.
Nano memasukkan semua sisa roti bakar kedalam mulutnya. kemudian keluar.
Mereka saling tarik menarik rambut satu sama lain.
"Lepasinnn"
"Lu duluan yang lepasinnn"
Bara melerai pertengkaran mereka
"Kalian berdua ngapain?" Teriak Bara.
Mereka berhenti bertengkar setelah mendengar teriakan Bara.
Aku mendekat ketengah pertengkaran. Aku melihat yang bertengkar Tamya dan,
"Letty" ucapku
Letty melihatku dan berlari memelukku.
"Kakakkkk" Manja Letty.
"Kamu kenal perempuan ini Lulu?" Tamya menatap sinisku.
"kenapa?" tanyaku
"Suruh dia buat ngejaga sikapnya sama senior. Baru kelas satu aja udah belagu" Ketus Tamya
Letty merapikan rambutnya, kemudian berkata
"Kenapa Lu? Gak suka? Mau berantem lagi? Gua ladenin" Tutur keras Letty
Tamya terlihat semakin marah, dan ingin menampar Letty.
"Perempuan sialann"
Tangan Tamya melayang keatas hendak menampar Letty. Bara menggenggam kasar tangan Tamya.
"Cukup Tamya, Gak malu dilihatin banyak orang?" Ketus Bara
"Rasain lu" Ledek Letty
"Kamu juga cukup Letty" Marah Bara
Letty terdiam dan kembali bersembunyi dipelukanku.
Bara menatap sekeliling,
"Bubarrr bubarrr semuanya bubarrr" Teriak Bintang
Alea ikut membantu membubarkan mereka
"Kalian pikir ini pertunjukkan topeng monyet" Teriak Alea
Setelah semuanya bubar yang tersisa hanya anak-anak dari kelas kami. Bara menyuruh kami semua masuk kedalam kelas untuk menyelesaikan masalah didalam.
Letty duduk meringkuk didekatku.
"Jadi kenapa?" tanya Bara
"Dia duluan kak" tunjuk Letty kepada Tamya
"Siapa yang lu tunjuk-tunjuk?" kesal Tamya
"Lu yang gua tunjuk, kenapa?" ketus Letty
Tamya hendak melabrak Letty kembali, tapi dicegat oleh Bara.
"kalau kalian begini gak akan kelar masalahnya" teriak Bara
"Letty kamu jaga sikap kamu, jangan kekanak-kanakan" ucap Bara
Tamya terlihat bingung karena Bara seolah mengenal Letty. Alea berbisik ketelinga Tamya,
"Dia siapanya Bara?" tanya Alea
Tamya menggeleng
Tiba-tiba Letty berdiri dan berjalan kearah Nano, Letty menangis memeluk Nano. Anak-anak lain semakin terlihat bingung karena sikap Letty yang sepertinya mengenal Bara dan Nano.
"Anak kecil" tutur Bintang
Suara tangisan Letty semakin keras, ditambah kelas yang hening membuat isakan tangisan Letty terdengar keras.
******
masih setia nunggu lanjutan nya 🤭
kecewa sih kalo bara udah nikah /Speechless/
judulnya :
~ Destiny With You /Proud/
~You are My Soulmate? /Slight/