NovelToon NovelToon
RAHASIA WINTER

RAHASIA WINTER

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:163.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Winter melakukan kesalahan fatal! Ia menabrak orang dan kabur begitu saja. Ia merasa dirinya adalah orang paling egois dan jahat di dunia ini. Tapi ia terlalu takut untuk mengaku.

Suatu hari, ia bertemu Daffin Prakasa, sosok cowok populer dikampus yang juga merupakan kakak kandung dari gadis yang ditabraknya.Tanpa diduga ia malah jatuh cinta pada pria itu.

Seiring berjalannya waktu, keduanya makin dekat. Namun ancaman demi ancaman mulai menghampiri hidup Winter. Yang membuat Winter harus memilih, mengakui kesalahannya atau menjauh dari kehidupan Daffin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Winter duduk di kursi taman kecil yang biasanya selalu ia lewati tiap akan pulang ke rumahnya. Gadis itu menghembuskan napas panjang dan merenung. Hari ini ia di tegur habis-habisan oleh dosen, terkait perbuatan yang dia lakukan terhadap Bian. Ia bahkan di hukum.

Bahkan ada Bian di sana. Dan Winter disuruh minta maaf pada pria itu. Mau tak mau Winter akhirnya minta maaf.  Huh! Winter kesal saat mengingat cara Bian menatapnya tadi. Pria itu seperti menelanjanginya dengan tatapan mesumnya. Winter tidak tahan. Dasar laki-laki buaya. Winter tidak akan pernah berhubungan dengan orang-orang seperti itu.

"Dia pikir dia tampan apa? Hah! Muka kayak kuda gitu," umpat Winter saking kesalnya. Dia heran kenapa laki-laki mesum seperti Bian bisa gonta-ganti pacar bahkan bisa lebih dari tiga dalam sehari. Dan herannya, para wanita itu mau saja dengannya. Apa karena dia kaya? Memiliki cukup kuasa di kampus ini? Atau selera kebanyakan perempuan sekarang sudah berubah? Mereka lebih menyukai pria mesum_kah di jaman ini?

Winter membuyarkan lamunannya. Kenapa dia jadi memikirkan pria tidak penting itu sih. Ia lalu melirik ke jam tangannya yang kini menunjukkan pukul lima sore.

"Ah, aku lupa!" serunya. Ia baru diterima kerja partime di sebuah cafe dekat sini. Demi membantu biaya perawatan adik Daffin, Winter rela melakukan pekerjaan yang belum pernah ia coba sebelumnya. Tidak apa-apa, sekalian belajar hidup mandiri. Lalu gadis itu berdiri dan menahan taksi yang biasanya lewat jalan itu.

Nama cafe tempatnya akan mulai bekerja adalah King's Cup. Pertama kali gadis itu masuk, seorang perempuan berseragam yang bertuliskan King's Cup menyapanya dengan ramah. Dipikirnya Winter adalah pelanggan. Namun ketika Winter bilang dia adalah pekerja yang diterima kerja di sini, raut wajah gadis itu yang tadinya ramah berubah seketika. Ya ampun, tidak tulus sekali.

Untungnya ada satu gadis yang lain yang datang menghampirinya dengan tersenyum ramah. Lebih ramah dari gadis didepan pintu masuk tadi. Dan tentunya Winter bisa melihat ketulusan di mata gadis itu.

"Kamu yang namanya Winter?" tanya perempuan yang mungkin lebih tua beberapa tahun darinya.

"Iya," sahut Winter dengan senyum cerah.

"Kalau begitu ayo ikut aku ke dalam. Aku akan membawamu menemui bos kami." kata gadis itu kemudian berjalan lebih dulu. Winter mengekor dibelakang. Ternyata Cafe ini tergolong sangat besar kalau masuk ke dalam. Ada banyak pelanggan juga. Terutama para anak muda. Pasti bisnisnya berjalan lancar. Suasananya pun nyaman dan sejuk. Sudah begitu letaknya tidak jauh dari daerah perumahan Winter. Ia bisa ke sini dengan jalan kaki.

"Masuklah, aku sudah melapor ke bos." ujar gadis tadi dan mempersilahkan Winter masuk. Winter tersenyum padanya lalu masuk.

Didepan sana ia melihat ada dua laki-laki. Yang satunya tengah duduk, yang satunya lagi berdiri berhadapan dengan laki-laki yang sedang duduk tersebut. Pasti laki-laki yang duduk itu adalah bosnya. Tapi pandangan Winter malah lebih fokus ke pria yang tengah berdiri membelakanginya itu.

Winter mengerutkan kening. Sosok pria tersebut sangat familiar dari belakang. Seperti Daffin. Tidak, sepertinya itu memang Daffin. Ya. Ia bisa kenal Daffin hanya dengan melihat pria itu dari belakang. Tapi, apa yang Daffin lakukan di sini? Winter terus berpikir keras.

"Hei, mendekatlah. Kau terlalu jauh." seruan dari sih laki-laki kira-kira berumur tiga puluh tahun itu menyadarkan Winter. Gadis itu menyengir lalu melangkah maju. Berdiri sejajar dengan pria yang ia yakini Daffin itu. Benar, memang Daffin. Pria itu tak menoleh sedikitpun ke arahnya. Tapi Winter bisa melihatnya dengan sangat jelas sekarang. Masih ada perasaan bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Daffin bisa berada di tempat ini.

"Kamu Winter kan?"

pertanyaan sih bos pemilik Cafe tersebut berhasil membuat Daffin yang sejak tadi tidak mempedulikan kehadiran orang lain di ruangan tersebut menoleh. Nama Winter sungguh berhasil mengalihkan perhatiannya. Sama halnya dengan Winter, Daffin juga kaget bertemu dengan gadis itu di sini. Ia juga bertanya-tanya kenapa Winter ada di sini. Mereka sungguh berjodoh. Daffin tertawa dalam hati, tapi ekspresinya tetap cuek.

"Hei, kau punya mulut kan?" sih  laki-laki pemilik restoran tersebut berkata lagi dengan penuh kesabaran. Namanya Dirga Gumalang. Dia pria yang baik tapi tegas. Apalagi kalau sedang kerja.

"I ... Iya kak, eh... Pak? Bos?" sahut Winter dengan cepat. Namun ia mengalami kebingungan harus memanggil Dirga dengan sebutan apa. Karena dimatanya pria itu masih terlihat seperti anak muda. Kalau panggil bapak kesannya terlalu tua, kakak? Sepertinya pria itu akan keberatan. Bos? Mungkin saja itu yang paling cocok.

"Untukmu pengecualian. Karena kamu yang termuda di sini dan kebetulan usiamu sama dengan adikku, panggil aku kakak saja." kata Dirga. Aneh juga rasanya gadis yang berumur seperti adiknya memanggilnya pak atau bos. Terlalu aneh ditelinganya.

"Baiklah," Dirga menarik napas dan menatap dua makhluk didepannya bergantian lalu melanjutkan ucapannya.

"Kalian berdua adalah pekerja baru di sini. Kau," pandanganya berhenti ke Daffin.

"Kau lebih tua dua tahun darinya. Kalau dia melakukan kesalahan saat bekerja, ajari dia. Dan kamu Winter," Dirga melirik Winter.

"Aku sudah menjelaskan padanya tadi, nanti dia yang menjelaskan padamu apa pekerjaanmu." katanya. Winter mengangguk.

"Ya sudah kalau begitu. Kalian boleh keluar sekarang."

Winter dan Daffin pun berbalik keluar. Belum ada satupun di antara keduanya yang memulai pembicaraan. Winter hanya mengekori Daffin dari belakang dengan wajah menunduk. Bahkan ia tidak sadar saat Daffin berhenti melangkah dan menubruk punggung pria itu.

"Auww..." ringisnya sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit akibat menubruk Daffin tadi.

"Kalau jalan jangan nunduk, untung tidak sampai jatuh. Kamu harus jadi wanita yang pintar menjaga diri, jangan lemah. Jangan sampai orang lain akan menindasmu." bukannya bersimpati padanya, Daffin malah mengomel.

Winter memaksakan seulas senyum. Heran deh. Tumben sekali pria itu bicara panjang lebar begini. Tapi arah pembicaraannya juga tidak jelas. Winter tidak mengerti. Apa maksudnya? Apa pria itu lagi ada masalah sampai-sampai yang kena bomnya kebetulan adalah dia karena dirinyalah yang sedang berada dekat dengan pria itu sekarang ini.

"Ganti bajumu dengan seragam kerja di sana, aku akan mengganti pakaianku di ruangan sebelah. Kalau sudah selesai tunggu aku di sini." kata Daffin sambil menunjuk-nunjuk dengan tangannya. Winter hanya mengangguk seperti orang bodoh. Ia masih bingung dengan semua yang telah dia lewati hari ini. Tapi dirinya senang bisa melihat Daffin hari ini, tanpa perlu mengikutinya diam-diam.

"Masuk sana." ucap Daffin lagi lalu mendorong tubuh Winter ke dalam ruang ganti wanita. Ia tidak peduli sekalipun ada beberapa pekerja lain yang kebetulan melewati tempat itu dan menatap keduanya dengan raut wajah kepo.

1
Ari Nuryanti
memang jodohmu bang
Ari Nuryanti
lhooooo pite kihhhh
Ari Nuryanti
mampir aq thorrrrr
sr
konfliknya terlalu beratt🙂
Dewi Anggraeni
Kenapa gak ada lanjutannya thor ... Diketerangan ditulis End...
Husniati
kok gk lanjut.
Syifa Fauziah
author tanggung jawab inii.. ko gak ada kelanjutan nya.. masih menunggu update cerita winter nih kak
Vie
ih... padahal ceritanya seru lih.. kenapa ga diterusin kak.... gak kalah seru juga sama cerita2 yang lainya.... aku penasaran la njutanya, padahal bakalan seru skali kalau dilanjutin. nanti akhir ceritanya winter sama siapa, kan aku penasaran banget. ya mjngkin ini awal2 kak autorhnya berkarya, jadi masih diawal2 berkarya... mungkin belum seramai sekarang yang bacanya... apalagi cerita2 yang on going banyak sekali yang minat baca... aku selalu suka cerita kakak ini, makanya aku bacanya jadi mundur ke karya2 lama nya yang lain, karena yang lama belum selesai semua ku baca...
Ayiek Sundoro
ayuuk doonk dilanjutin uda bikin penasaran banget lhoo
Ayiek Sundoro
Bagus banget isi & alur ceritanya jd kenapa ga dilanjutin Mae... ini masih blm keluar konflik utamanya, ayuk dooonk Mae semangaat lanjutin 🥰🥰🥰🌹🌹🌹
Rosny Didin Toba: lanjuttt
total 1 replies
Erniati Zega
Kecewa
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
up dong thor
Apthiana Devi
Luar biasa
uchie
sepertinya thornya binggung sm ceritanya hahaha mknya gak up2..hahahaa
As Ri
Lumayan
Dwija
yah gantung juga yaa ga da kelanjutan nya
Rita
hmmm
Rita
maaf keinginan mu tdk terkabul mlh terbalik
Rita
diketawain pula gondok ngga tuh
Rita
dah disimpan mukamu winter😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!