NovelToon NovelToon
Keira Kaureen

Keira Kaureen

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:56.6k
Nilai: 5
Nama Author: lyn98

no deskripsi

langsung baca aja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lyn98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Nevano menatap keira yang sedang berdiri disamping ranjang sembari netranya tertuju pada dokter tengah membalut luka pada lengan kanannya akibat tertembak ketika dipesta tadi.

Setelah peristiwa penembakan tersebut Gadis itu segera membawanya menuju rumah sakit meninggalkan pesta pertunangan yang berantakan, bahkan melupakan orang tua, kakaknya, dan juga tunangannya daniel, yang nevano tidak tau keberadaannya

Lelaki itu memang tidak pantas menjadi tunangan bahkan suami Keira, seharusnya Daniel menjaga dan melindungi calon istrinya, membawa Keira ke tempat yang aman bukan pergi begitu saja menyelamatkan diri meninggalkan keira dalam masalah

pendapat nevano tentang Daniel salah, semestinya dia tidak menyakini bahwasanya Daniel adalah lelaki tepat yang akan melindungi Keira disaat masa sulit. bahkan nevano sudah merelakan Keira dan tidak ingin lagi menganggu hubungan mereka, berusaha menjaga jarak, Akibatnya hampir saja dia kehilangan orang dia sayang kesekian kalinya. Sudah cukup orang tua dan kakaknya, nevan tidak ingin lagi merasakan kehilangan

"pak nevan untuk sementara lukanya jangan sampai basah, hindari juga melakukan pekerjaan yang berat yang berpotensi bisa berpengaruh pada jahitannya, dan jahitannya bisa dibuka sekitar satu sampai dua Minggu, bapak bisa kembali kesini atau rumah sakit dan klinik terdekat untuk melepasnya"

"baik dok terimakasih"

Dokter keluar meninggalkan ruangan hingga menyisakan mereka berdua didalam. Keira duduk disamping ranjang, menghela napas dalam sesaat "terimakasih udah lindungin gue" sudut matanya berkerut dengan tatapan bersalah "gue salah Van, gue minta maaf seharusnya dari awal gue dengarin apa yang Lo bilang untuk ngga berurusan dengan arka" jedanya sejenak "gue ngga tau kalau mereka sangat berbahaya, ternyata benar ada hal hal yang ngga perlu kita urusin dan ikut campur, salah satunya ini"

"kamu bisa langsung tau kalau kekacauan tadi mereka penyebabnya aku pikir kamu ngga tau kei" nevano menegakan tubuhnya "aku punya firasat buruk itulah kenapa aku mengajak Teo untuk ikut ke pesta, dan keyakinan ku semakin kuat saat melihat ada seseorang yang gerak geriknya mencurigakan, tapi ternyata tidak satu orang namun dua"

Ingatan keira kembali memikirkan peristiwa beberapa jam yang lalu, menyaksikan tubuh nevano yang berdarah dan gedung pesta yang batal, melihat orang orang yang sibuk menyelamatkan diri "besok persidangannya, jaksa menelfonku tadi sebelum pesta dimulai" gumamnya pelan, lalu membuang muka menatap jendela yang terbuka "Van, gue mau berhenti, kasih alamat rumah arka sebelum persidangan gue mau mampir dan meminta maaf, atau apapun mungkin gue bisa membuat pernyataan berbeda,basalkan mereka tidak menyakiti orang orang terdekat gue lagi"

"tidak kei, justru kamu harus melanjutkan ini, meminta maaf ataupun membuat pernyataan yang berubah malah kamu yang dilaporkan karena membuat pernyataan salah, membuat nama baik keluarga arka jelek, lalu meminta maaf tidak menjamin keselamatanmu terjaga dari ancaman keluarga arka"

Keira menggeleng kan kepala, raut wajahnya tampak ketakutan membayangkan satu persatu orang terdekatnya terluka, kenapa Keira tidak menduga hal ini, seharusnya dari awal dia memikirkan matang matang langkah apa yang akan dia ambil "ngga Van, gue ngga bisa, gue takut, gue ngga mau orang orang terdekat gue terluka, hari ini Lo, mungkin saja besok besok Freya bahkan papa" garis bibirnya melengkung kebawah dengan tatapan mata tampak sayu

Nevano menarik tangan Keira menggenggamnya erat, menatap gadis itu dalam "keira, kamu ngga perlu takut, aku ada disini, aku akan melindungi kamu dari arka dan ayahnya, yang perlu kamu lakukan sekarang bertahan, kita sudah berada ditengah jalan, kamu mau kita mengakhirinya begitu saja, padahal ini kesempatan yang bagus untuk menangkap mereka. Mana Keira yang aku kenal, ambisius, nasionalisme, tegas, kuat"

"sikap itu akan hilang jika itu menyangkut orang terdekat gue, gue manusia, gue bisa lemah, menangis, tertawa, gue sama seperti yang lain, yang membedakan cara mereka menutupinya, yah itu gue, jadi jangan termakan sikap gue yang Lo liat" jedanya sejenak, tatapan matanya mulai terlihat dingin "jadi gue ngga punya pilihan selain meneruskan" nevano mengangguk melipat tangan didada tersenyum tipis melihat Keira kembali seperti semula

"baik, gue akan bertahan sampai arka benar benar dipenjara" tuturnya

nevano mengangguk-anggukan kepalanya

"gue bisa minta tolong" pinta Keira harap

"apapun kei" balas nevano

"bisa tolong lindungin keluarga gue, jaga mereka agar tetap aman, atau bila perlu Teo yang menjaga salah satu dari mereka misal papa" Keira menatap nevano dengan pupil matanya melebar

Nevano menggeleng cepat "Teo tetap sama kamu, aku akan menugaskan orang lain untuk keluarga kamu, tenang saja mereka orang orang terlatih" jawabnya, Keira mengangguk memalingkan wajahnya kesamping tampak berpikir "aku senang Kei kamu menjelaskan diri kamu, semoga aku orang pertama"

Keira kembali menatap nevano, membalas tatapannya dengan alis terangkat "gue menjelaskan sikap orang orang pada umumnya, jadi itu ngga menjelaskan tentang diri gue doang, gue juga bisa tebak karakter Lo gimana!"

"friendly, funny, easy going,"

"And handsome" tebaknya, Keira mengangguk membuat nevano terbatuk terlampau kaget dengan jawaban gadis itu yang menyetujui ucapannya begitu saja

"oh iya satu lagi playboy"

Nevano menyipitkan mata tak terima "itu cuman gosip"

"gosip, gosip yang mana?" tanya keira menantang

lelaki itu terkekeh kecil "aku tau keira, kamu sedang cemburu, lagian aku cuman dekat satu perempuan, emangnya itu masuk kategori playboy"

"tunggu-tunggu, gue cemburu, jangan pede deh loh terus dekat satu wanita ngga salah ngomong, btw cewe mana yang dekat sama Lo?"

tersenyum miring tiba tiba terlintas sebuah ide ingin menjahili gadis itu "Naya, artis terkenal itu" nevano melipat bibirnya kedalam menahan mulutnya agar tidak tertawa

Keira berdecih dengan tatapan Malas "ternyata Lo emang playboy"

Nevano terbahak lalu berhenti saat seseorang membuka pintu dan orang itu asistenya

"maaf tuan menganggu, saya ingin melaporkan bahwa Teo berhasil menangkap pelaku penembakan yang pertama namun orang itu meninggal saat akan perjalanan ke kantor polisi, sekarang sedang dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi agar mengetahui penyebab kematiannya" ucap Taylor

Nevano turun dari ranjang melangkah mendekat begitupun dengan Keira

"sebutkan gerak geriknya sebelum meninggal, dan hal hal yang mengganjal lainnya, jelaskan ciri fisik saat dibawa ke rumah sakit" tanya nevano, Keira tiba tiba merinding tangannya bergetar lalu mendadak nevano menariknya menautkan kedua tangan mereka sembari melempar senyum menenangkan setelah itu kembali menatap Taylor

"tidak ada yang mencurigakan tuan, hal yang terjadi tiba tiba saja orang itu mendadak kejang lalu pingsan, dan mulutnya berbusa. dugaan sementara sepertinya keracunan"

"bagaimana dengan penembak yang kedua kamu tidak menemukannnya Taylor?"

Taylor menunduk dengan perasaan bersalah "maafkan saya tuan, saya tidak bisa mengejar orang itu, cctv juga tidak melihat orang itu dimanapun bahkan ketika pintu masuk, sepertinya dia salah satu tamu pesta, karyawan hotel, atau bisa saja pengunjung yang menginap"

Nevano terdiam sesaat mengingat perawakan lelaki itu "minta semua data tamu, karyawan, semua orang yang datang ke hotel malam ini, saya ingin kamu mencari biodata dan biografi mereka lalu kirimkan ke saya" Taylor mengangguk "kamu boleh keluar"

Selepas kepergian Taylor nevano segera menoleh memusatkan perhatiannya pada Keira yang tampak terdiam, kedua kelopak mata gadis itu tampak turun dengan tatapan kosong, lalu segera mendongak ketika nevano mengangkat kedua tangan mereka "jangan takut keira, kita hadapi ini bersama oke!" tuturnya

rasa gelisahnya perlahan memudar. tatapan teduh milik nevano membuatnya begitu tenang, iris mata hitamnya seolah menenangkannya dari rasa cemas, tergantikan rasa nyaman apalagi melihat nevano yang tersenyum padanya otomatis Keira mengangguk lalu menarik kedua bibirnya ke atas, membetuk senyuman. Mereka bertatapan lama, Tiba tiba detak jantungnya berdetak keras, perasaan itu kembali mengingatkannya dengan Nathan, dan Keira tidak suka itu

1
Noviyanti
keren bunga mendarat
Helpdeskcs12 Hd
menarik
mantap Thor👍🏼
Rita Riau
keluarga egois,,, jgn" kematian ibu Keira ulah nya ibu angkat Keira 🤔🤭
Rita Riau
kurang asem bgt si Nevano,,, main sosor aja,,,jadi kalo dapat bogem itu sih wajar 🤭🙄
Rita Riau
perjodohan karena bisnis,,,dan nikah paksa🤔🤭
Rita Riau
mampir Thor 🙏🏼
Liswati Angelina
makin seru dan rumit ternyata
Noviyanti
bunga mendarat
Noviyanti
ceritanya keren semangat terus
💞Amie🍂🍃
Aku mampir kak, feedbacknya ya🤭
aprillia97: oke 👍
total 1 replies
Dian Lestari
Keira hidupnya terancam belajarlah ilmu beladiri sama menembak, jangan sok jago tapi ternyata nggak bisa apa2 selain nangis aja
Noviyanti
salam kenal, kita saling dukung dan bantu ya 🙏🙏😊
aprillia97: baik kak
total 1 replies
Nanik Lestari
Cengeng
Moonlight
lanjut trs thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!