NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22, Cincin Tunangan

“Posesif amat pak,” goda Sashi sambil melirik dan mencolek kekasihnya yang saat itu bermuka sangar.

“Untung ada si Irin, dan untung Irin baik. Aku jadi bisa sabar sedikit,” ujar Rio yang masih sedikit kesal.

“Lagian kenapa sih kan cuma ngelirik, aku pun tidak tergoda.”

“Iya tau pacarku ini nggak gampang tergoda.” Rio mencubit pipi pacarnya yang tidak begitu tembem itu. “Makanya nggak usah cantik-cantik jadi orang huh.”

Rio makin gemas, Ia sampai berhenti untuk sekedar mencubit kedua pipi Sashi dan mengacak-acak rambutnya.

“Ah sayang…Rambutku,” ujar Sashi dengan muka keruhnya.

Rio lari dikejar oleh Sashi yang hendak balas dendam, mereka berdua kadang suka lupa umur. Bahkan banyak yang iri dengan hubungan mereka, selain selalu mesra, mereka juga selalu bertingkah lucu.

Malam minggu di Mall kali ini agak ramai karena sedang ada wedding expo. Jadi lantai dasar terasa penuh oleh orang-orang yang melihat.

“Sayang mau lihat wedding expo nggak?” tanya Rio. Sashi hanya menoleh ke kanan kiri.

“Mau ngapain?”

“Ya kan buat persiapan, cari-cari pandangan.”

“Emang kita mau segera menikah?” tanya Sashi dengan polosnya.

Pertanyaan Sashi sontak membuat Rio tertegun, Ia deg-deg an.

Waduh harus ku jawab apa ini? Masa Iya, ngelamar dong jatuhnya. Kalo enggak…. Aduh pusing..

“Sayang, kamu mau nonton itu nggak?” tanya Sashi sambil menunjuk ke arah vendor jewelry. “Aku mau liat cincin he..he.”

Rio mengangguk kegirangan dan dengan semangat Ia menarik tangan Sashi menuju booth vendor jewelry yang ditunjuk Sashi.

“Selamat datang…” Sapa seorang pegawainya.

“Ah iya Kak. Saya mau lihat-lihat aja dulu boleh?” tanya Sashi dengan sopan.

“Oh boleh Kak, silahkan mau cari yang gimana?”

“Oh baru mau lihat-lihat aja sih Kak he..he..”

“Beli juga nggak papa,” celetuk Rio, dan disenggol oleh kekasihnya.

“Aw. Kalo untuk tunangan kira-kira yang cocok sama pacar saya yang mana?” ucap Rio lagi.

“Oh oke, untuk kakaknya suka yang warna silver apa gold?”

“Silver kak, tapi diamond yang 1 gede gitu tipe solitare,” ungkap Sashi.

“Kenapa diamond nya 1 aja. Yang banyak aku juga sanggup sayang.” Ujar Rio, Sashi yang mendengar langsung menyenggolnya lagi mengisyaratkan untuk diam.

“Rekomendasiin yang itu aja dulu Kak," ucap Sashi sambil meringis.

“Baik kak.”

Pegawai itu dengan segera mengambilkan cincin yang dimaksud, disitu ada 2 cincin dengan masing-masing memiliki berlian yang besar. Kilauannya bahkan langsung terpancar begitu di keluarkan dari etalase, terpantul lampu.

“Ini kak,” pegawai itu menaruh 2 cincinya di hadapan Sashi.

“Yang pertama, ini diamond nya 0,7 karat harganya 20 juta 500 ribu," sambil menyodorkan cincin dengan berlian berbentuk mahkota yang cukup menonjol. Dan di coba Sashi di jari nya, cincin itu terlihat cocok.

“Yang kedua ini yang paling cocok kayaknya buat Kakaknya,” kali ini berliannya berbentuk lingkaran dan menonjol. “Ini yang tipe pure solitaire, dengan berlian kadar 1,01 karat. Bagus kan kak.”

“Harganya?” tanya Rio penasaran, sepertinya Rio tertarik dengan cincin terakhir itu.

“46 juta kak, ini cocok untuk tunangan. Dan dipakai Kakaknya sangat cocok sekali.”

“Oke aku mau,” jawab Rio tegas.

“Eh enggak kak. Sorry sorry,” Sashi menampiknya.

Ia lalu menarik pacarnya yang kalap mata itu untuk keluar dan menjauh dari expo itu. Sashi khawatir nanti pacarnya nekat membeli barang kecil seharga 2 motor itu.

“Eh sayang kenapa nggak jadi?” Rio pun bingung.

“Udah besok aja kalo mau nikah,” ujar Sashi sambil menarik Rio untuk naik eskalator.

“T-tapi..”

“Udah. Aku udah laper banget,” rengek Sashi.

Di dalam hati kecil Sashi, Ia hanya sedang bingung. Lagian ngapain beli cincin sekarang, kita aja nggak tau kapan akan menikah.

Sashi sedikit sedih memikirkannya, namun Ia tidak ingin tergesa-gesa bagaimanapun pernikahan itu bukan hal yang mudah.

Sedangkan dalam pikiran Rio, Aku harus mendapatkan cincin itu. Aku harus segera melamar Sashi, harus!

Akhirnya mereka berdua sampai di restoran tujuan mereka. Restoran korea dengan menu-menu seafood favorit Sashi.

Mereka pun duduk dan memilih menu, seperti biasa. Memilih menu adalah tugas Sashi, karena Sashi lah yang paham makanan dan minuman favorit kekasihnya. Rio tiap bersama Sashi dia bisa sedikit bersantai.

Setelah selesai memesan, Rio memikirkan cara untuk kembali ke booth jewelry tadi. Dia sedikit gelisah takut-takut cincin tadi ada yang beli. Tapi dengan alasan apa.

Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan tiba, meja mereka penuh oleh makanan-makanan seafood. Ada udang, gurita, dan biota laut lainnya. Karena ini restoran korea yang pasti memenuhi meja ialah side dish nya, ada kimchi, kimchi lobak, tauge dan yang lainnya.

“Wa.. kerangnya fresh,” ujar Sashi.

Sekarang giliran Rio yang bertugas, Ia kenakan sarung tangan plastik. Sashi sangat menyukai kerang gurita dan kepiting. Jadi dia dengan sigap mengambil kerang dari cangkangnya, memotong gurita kecil-kecil, dan memecahkan cangkang kepiting agar Sashi mudah memakannya.

“Terima kasih sayangku.” Rio tersenyum melihat kekasihnya yang selalu excited ketika makan makanan favoritnya.

Setelah selesai melayani tuan putrinya Ia baru mengambil bagiannya. Mereka makan dengan lahapnya, karena sehari ini mereka belum makan, makanan berat.

“Pelan-pelan ya sayang,” Rio mengusap bibir Sashi yang sedikit cemong. Dasar menggemaskan!

Tidak perlu waktu yang lama mereka berhasil menghabiskan semua hidangan. Sashi dengan perut kenyangnya bersender lesu.

“Habis ini kemana? Gimana kalo kita nongkrong sebentar sambil ngerokok?” ujar Rio.

“Ayuk sayang, tapi seperti biasa. Aku mau ke store aku sebentar ya,” jawab Sashi.

“Oke. Yuk.”

Tanpa menunggu lama, mereka segera beranjak dan meninggalkan restoran itu. Sebelum menuju ke cafe mereka biasa nongkrong, Sashi menyempatkan untuk ke store parfumnya dulu.

Sesampainya di store parfumnya, Sashi menuju ruangannya. Tiap Ia libur sesekali dia menyempatkan untuk mengecek parfum-parfum yang sudah di pesan khusus. Apakah ada revisi, jika ada paginya Ia langsung ke pabrik untuk mengambil apa yang diperlukan.

Sementara Sashi sibuk di ruangannya, Rio bergegas berlari keluar untuk membelikan cincin yang tadi sudah Ia incar.

“Nanti kalo Sashi nanya, aku ke toilet ya,” ujar Rio ke salah satu pegawai disana. Pegawai itu mengangguk.

Rio berlari kecil, Ia menuju eskalator dengan sedikit buru-buru. Dia menuruni lantai demi lantai dengan cepat.

Hingga sampai di lantai dasar, Ia harus menyeberangi lautan manusia terlebih dahulu untuk menuju booth jewelry yang berada di ujung. Dan sampailah Rio di booth tersebut, Ia bergegas mencari dimana pegawai yang tadi melayaninya.

Nah ketemu.

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!