NovelToon NovelToon
Duda Somplak VS Bocah Tengil

Duda Somplak VS Bocah Tengil

Status: tamat
Genre:Duda / Berbaikan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Witing tresno jalaran soko kulino. Seperti itulah orang-orang berkata.

dari yang awalnya tidak suka, dan selalu mengejek bahkan mengumpat lelaki yang bernama Brian. Lelaki berusia 37 tahun, seorang duda, dan Keysa berusia 18 tahun.

Hingga sebuah insiden mempersatukan mereka, dan dalam hati Keysa tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menikah dengan seorang duda. Dengan usia yang terpaut jauh.


Penasaran dengan kisah mereka, yuk baca dengan judul Duda somplak VS Bocah Tengil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Keluarga Axsel bangkrut

Semua terdiam saat Papa Axsel mengumumkan akan apa yang ingin dibahas sekarang.

"Pa, memangnya ada apa? Apa ada hal serius dan sekarang coba Papa beritahu kita, agar kita tidak penasaran."

Tante Linda mengerutkan dahinya, dengan hati yang bertanya-tanya. Kira-kira apa yang akan disampaikan oleh suaminya itu.

"Iya, memangnya Papa ingin mengatakan apa. Kita sudah menunggu agar Papa segera memberi tahu kita semua," ujar Brian ikut menimpali karena ia juga penasaran.

"Baiklah, dan Papa harap kalian tidak akan kaget dan menerima semua ini." Papa Axsel berbicara dengan nada serius, dan semua saling pandang.

"Kita bangkrut, dan Papa minta kamu untuk membantu melunasi hutang-hutang yang nominalnya lumayan banyak, Brian." Semua orang tercengang menatap Papa Axsel penuh dengan rasa tidak percaya. Bukannya selama ini baik-baik saja? Lantas kenapa pada saat Brian ingin pindah justru sekarang dihadapkan dengan kenyataan pahit.

"Pasti Papa sedang bercanda kan?" Tante Linda tidak percaya dan menganggap jika semua itu adalah lelucon.

"Tidak Ma, Papa serius dan kita memang sedang bangkrut. Makanya Papa mau minta tolong supaya rumahnya Brian dijual, untuk menambah cicilan, sekaligus membayar gaji pada karyawan." Saat Papa Axsel berbicara, Tante Linda mencari kebohongan dari wajah sang suami. Siapa tahu itu semua hanya akal-akalan Papa Axsel saja, tapi sayang nampaknya suaminya sedang tidak berbohong.

"Aku yakin jika ini semua adalah taktik Om mertua, untuk aku sama Om Brian tidak jadi pindah. Akan tetapi aku juga gak boleh suudzon kan dan siapa tahu Om mertua memang sedang butuh bantuan," batin Key menerka-nerka dan tidak mau berpikir negatif pada mertuanya juga.

"Apa ini soal yang kemarin Papa katakan padaku?" batin Brian.

Semuanya diam larut dalam pikirannya masing-masing. Sedangkan Papa Axsel sudah memasang wajah se-melas mungkin. Agar keluarganya percaya dengan apa yang terjadi pada saat ini.

"Pa," panggil Brian.

"Tidak Ian, kali ini Papa memang bangkrut. Tidak ada lagi yang bisa Papa lakukan selain meminta tolong sama kamu, dan rumah ini pun akan disita." Jawaban Papa Axsel membuat mereka berdua sedikit terkejut.

Hidup susah? Rasanya mereka belum bisa menerima, tapi apa mau dikata jika semua ini harus terjadi? Apa bisa menolak!

"Pa, Mama belum siap jika harus pergi dari rumah ini!" kata Tante Linda yang merasa keberatan jika dirinya harus hidup seperti dulu lagi.

"Ma, kita kan ada rumah di kampung Mama. Kita ke sana saja dan Papa akan bekerja di ladang milik peninggalan orang tua Mama? Bagaimana?"

Untuk Tante Linda, tidak ada pilihan untuk mengikuti sang suami, dan beruntungnya juga di desa yang asri di kawasan pegunungan. Masih ada peninggalan rumah dan kebun milik orang tuanya Tante Linda.

"Mama terserah Papa saja, karena untuk saat ini otak Mama lemes gak bisa berkata-kata." Tante Linda pasrah akan ajakan dari Papa Axsel.

Sedangkan Brian terlihat bingung, dan Papa Axsel pun. Bisa melihat akan hal itu karena dari sorot matanya sudah tak bisa berbohong lagi.

"Untuk kamu Brian, urus istrimu sendiri. Papa tidak mau menanggung beban hidup kalian dan belajarlah untuk mandiri," kata Papa Brian penuh dengan penegasan.

Key yang sedari tadi diam, ingin sekali rasanya berbicara. Akan tetapi, itu sungguh tidak sopan jika dirinya langsung menerobos langsung.

"Baiklah, aku tidak akan meminta bantuan pada kalian. Aku akan berusaha untuk mendapatkan uang agar tetap makan," ucap Brian penuh penekanan.

"Bagus, dan nanti rumah ini harus kosong. Lalu untuk kamu Brian, Papa menunggu uang penjualannya!" kata Papa Axsel, dimana Brian harus menjual rumah tersebut untuk membayar hutang pada bank.

"Memangnya berapa hutang yang akan Papa bayar?" tanya Tante Linda karena suaminya tidak membicarakan soal hutang tersebut. Jadilah beliau bertanya? Jika hanya satu atau dua milyar, bukannya masih sanggup untuk membayar.

Empat milyar, utang yang harus Papa bayar." Jawab Papa Axsel tetap tenang, sedangkan Tante Linda merasakan sesuatu tengah menimpa di kepalanya. Hingga rasa denyutan tiba-tiba datang, sampai tak bisa berkata-kata.

"Papa serius? Papa tidak bohong kan?" seketika Tante Linda lemas dan kini nafsu makannya sudah berkurang banyak. Akibat ikut merasakan hutang sang suami, yang tak pernah ia sangka. Jika sebanyak itu dan parahnya lagi semua aset disita oleh bank.

Huuuuh.

"Apa menurut Mama, Papa sedang berbohong? Papa tidak seburuk itu Ma, yang tega atau pun macam-macam dengan ini semua."

"Ma, Are you ok?" imbuh Papa Axsel.

"I'm fine, Pa." Jawab Tante Linda meski tak bisa dipungkiri jika ini adalah ujian terberat yang ia hadapi.

Ekhem.

"Ma, Mama makan ya. Untuk sekedar mengisi perut Mama, tidak baik jika memikirkan sesuatu dengan keadaan perut kosong. Nanti yang diserap gak ada lho," canda Key yang sengaja ia tujukan untuk sekedar menghibur Tante Linda.

"Iya Key, tapi Mama sudah tidak berselera." Jawab Tante Linda dengan sebuah senyuman yang dipaksakan.

"Ma, apa Mama mau dimasakin makanan yang biasanya Key makan jika di rumah Ibu?" Key mencoba menawarkan menu keseharian Key makan, jika berada di rumah Bu Endang.

"Memangnya menu apa?" tanya Tante Linda yang mulai terpancing dengan ucapan Key.

"Yang pasti akan membuat Tante nambah," ucap Key penuh keyakinan.

"Boleh, kalau tidak merepotkan." Tante Linda tidak enak jika harus menolak. Meski menu apa yang nantinya Key masak, tapi Tante Linda juga penasaran dengan masakan Key.

"Nanti setelah Key pulang kerja. Key akan masak dan disamping itu sekalian beli bahannya," ujar Key menyanggupi mertuanya.

Ekhem.

Ekhem.

Brian sengaja berdehem, dan menantikan Key menanyainya.

Ekhem.

Untuk yang ketiga kalinya Brian berdehem.

"Jika haus, tinggal minum. Tidak usah daraka deh!" sungut Key merasa jengkel.

"Dasar istri laknat, kamu tidak bertanya akan aku yang ingin apa kek gitu?" rupanya Brian iri dengan sang Mama, dan protes pada Key. Bukan sebuah ucapan baik yang diterima oleh Brian, melainkan sebuah ejekan.

"Aku tidak berniat memasakkan Om, karena apa? Karena Om tidak memberikan aku uang belanja! Sampai di sini paham."

Cih, enak saja pikir Key.

"Ya Tuhan."

Brian menepuk jidatnya karena bukan hanya tengil, tapi Key juga perhitungan rupanya.

"Kenapa? Mau protes, silahkan." Key tidak takut akan tatapan Brian justru wanita itu akan melawannya.

"Sudah-sudah, lanjut makan dan jangan ada yang berdebat lagi."

Belum juga nasi yang ada di atas sendok masuk ke dalam mulut. Suara bel membuat mereka saling pandang.

"Siapa pagi-pagi yang bertamu?" ucap Tante Linda.

Ting-tong.

Suara bel terus saja bunyi, hingga membuat Papa Axsel tidak nyaman dan menyuruh salah satu untuk membuka.

"Apa kalian tidak bisa membukanya sebentar. Ini sangat berisik," dengus Papa Axsel.

"Ya sudah kalau begitu. Biar Key saja yang membukanya," ucap Key sembari berjalan ke depan untuk membukakan tamu tersebut.

Sedangkan di luar, seseorang sesekali memijat kakinya yang dirasa kram. Akibat kelamaan berdiri karena sandal hak yang dipakai terlalu tinggi.

Ceklek.

"Kamu, lelet banget buka pintunya!"

1
Lili Amalia
nah, inilah novel yang selalu kutunggu.
Lisna Lisna
om om somplak aneh
Ruk Mini
aaa..udh semangat semangat 2 thorrr..de2 lom launching pun...tpi sgt menghibur..somplak.. ngakak tes tiap part y..ok tq thorr 🙏👍👍👍
Ruk Mini
hadehhhh...
Ruk Mini
key...key...
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/jadi Sadako gak tuh.../Joyful//Joyful//Joyful/
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
dasar om mertua..../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
mantan istri Brian ya..../Shhh/
Dede Mila
bertamu langsung jadi mantu.... /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Casual/ mantul dah tuh si Brian /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Dede Mila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dede Mila
Samson Wati nih si key..../Joyful//Joyful//Joyful/
Dede Mila
kocak..../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Theresia
kapan dilanjutkan karena penasaran.sebenarnya bangkrit atau hsnya ngetest istri kecilnys
Theresia
tambah seru ceritanya buat penasaran
Kusmadi Adi
v
Qaisaa Nazarudin
Gak serius lho mama Linda.Suami mu cuman mau ngetes Key doang,ini ide suami mu lho, Mana ada bangkrut 😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya Axcel jangan sombong banget, Tadi apa katanya istri Bryan kayak Mantannya si Mira itu yg Matre, Enak aja,,Noh sekarang rasain gak ada yg bisa dibanggain lagi kan,,
Qaisaa Nazarudin
Makanya JANGAN MENILAI SESUATU DARI LUARANNYA doang, 🙄
Shizi🦁🦁: betul kak, biar kampungan rsanya gak kalah kek di resto🐱🐱🐱
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ini nih yg ku bilang, Maaf ya, Di mana2 novel itu kalo ceritanya kisah duda pasti alurnya gini, saat si pria masih menduda bertahun2 mantannya gak pernah nongol, Eh setelah pria nya Nikah aja, Saat itu juga para Mantan langsung jongol, kayak jamur tumbuh setelah hujan 🤣🤣🤣
Shizi🦁🦁: wkwkwk iya ya kak. kenapa bisa begitu ya. apa karena terlalu sering melihat ini di real life
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!