NovelToon NovelToon
KINASIH

KINASIH

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:461.2k
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

Alih-alih melawan takdir dan hasrat untuk meninggalkan sang mantan, Rinjani menelan cinta dari dua lelaki keturunan bangsawan Jawa dengan cara “anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli” sampai di usia senja.

Sementara itu, sudah lama Kaysan membuat surat wasiat untuk Rinjani dan adiknya hingga kedamaian di rumah utama dan pelangi tidak lagi warna-warni seperti sedia kala.

Lantas bagaimana akhir dari prahara cinta segitiga trah Adiguna Pangarep yang tak pernah usai? Apakah wasiat dan warisan itu menjadikan hubungan Rinjani dan Nanang kian semrawut ataukah cinta sejati yang digadang-gadang sebagai cikal bakal wasiat itu terus terjalin hingga mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KINASIH 22

Melemahkan tubuh mas Kaysan yang luruh ke tubuhku serta-merta membuatku gegas memeriksa denyut nadi di sekitar leher dengan ujung jari telunjukku. Masih ada... Masih...

“Mas... Mas... Jangan berdusta!” Aku menahan tubuh Kaysan sambil menepuk lembut pipinya dengan perasaan yang berkecamuk dalam jiwa. Satu persatu kenangan memburai dalam ingatan hingga perihnya terasa menusuk dada. “Mas... Mas kamu kenapa...”

”Bawa Ayahanda kalian masuk ke kamar!” ucap Nanang.

Aku beringsut mundur dan menubruk lutut Rahma yang gegas memelukku. “Sabar, Mbak. Sabar...”

Jati dan Suryawijaya membungkukkan badan di kedua sisi ayahnya seraya meraih tubuhnya, keduanya kompak membopong ayahnya masuk ke dalam rumah utama sementara aku langsung menyembunyikan tangisku di pelukan adik ipar.

“Piye iki, Dik?” ( Gimana ini, Dik? ) gumamku.

“Sabar, Mbak. Mas Kaysan hanya mengalami transisi.”

Transisi? Parasku berkerut-kerut oleh ekspresi heran bercampur pedih yang tidak bisa aku sembunyikan.

“Hilangnya dua penjaga dari tubuh mas Kaysan mempengaruhi keadaan yang sesungguhnya saat ini.” Rahma mengelus punggungku dengan gerakan lamban dan terasa berat.

Aku menelengkan kepala dan memberikan tatapan sinis pada Nakula.

“Kalian pasti sudah tahu rencana mas Kaysan malam ini?” kataku berang meski terdengar pelan.

Nakula menepuk puncak kepalaku seperti yang dilakukannya dulu saat aku marah dan gelisah.

“Hanya memanfaatkan momen ini. Mbak sebaiknya masuk! Temani mas Kaysan daripada marah padaku. Tidak berguna.”

Aku memejamkan mata. Rasanya aku ingin berteriak pada dunia. Berteriak mencari makna dan membawa langkahku menjauh, menghilang dari cobaan yang terlalu berat ini.

Mencintainya selamanya adalah inginku. Gusti, masihkah aku bisa berharap mendengarnya tertawa mendengar cucu-cucu kami menggoda kewibawaan suamiku yang kaku dan serius setiap hari. Cinta... Tiada mungkin yang sanggup mengganti pria terbaik dan teristimewa sepertinya bahkan Nanang sekalipun.

Aku menghela napas setelah berhasil menguasai diri.

Dunia memang tidak adil, selamanya akan terus begitu. Sejauh apa kita mampu mengusahakan keadilan itu ada di genggaman tangan, manusia hanya bisa menerima kehendak-Nya. Namun kenapa aku slalu menerima porsi paling belakang yang mengetahui segalanya di rumah ini... Andai aku tahu awal, mungkin aku terlalu rewel dan menyebabkan pergolakan batin tambahan yang menyebabkan mas Kaysan dan semuanya bimbang.

“Kalian semua makan malam lalu istirahat. Habiskan yang di masak simbok, semua masih menggunakan resep kesukaan Ayahanda.” kataku sambil beranjak dan berlalu.

Aku melewati Nanang dan Pandu yang menatapku tanpa sepatah kata keluar dari mulut mereka. Aku yakin Nanang cukup bijak menyimpulkan keputusanku tadi dengan tidak bersungguh-sungguh melaksanakan janji yang terucap kepada kakaknya dan menagih ucapanku selepas kakaknya pergi untuk selamanya.

Aku tidak benar-benar ingin dia menjagaku setelah mas Kaysan tiada. Aku akan terus menyangkal ada cinta sejati di antara kami karena itu omong kosong belaka.

Kakiku melangkah ke dalam rumah, mengikuti aroma cendana dan melati yang tak pudar dari tubuh mas Kaysan.

“Bunda.” Dalilah merentangkan tangan di ambang pintu kamar mas Kaysan.

Aku melongok ke dalam. Ragamu ada di sini mas, namun kamu di mana?

“Santai, Bun. Santai. Ayahanda cuma pingsan.” ucap Dalilah sembari mengelus punggungku.

“Ayahanda memilih berpamitan sekarang biar kita sanggup menyiapkan hati, Bun.”

“Kalian curang!” sahutku cepat. “Pernah tidak kamu merasa tidak di anggap padahal kamu adalah bagian terpenting dari hidup seseorang? Bagaimana rasanya?”

Dalilah menggenggam tenganku sambil berusaha menjangkau tatapanku.

“Bun, maaf... Ayahanda hanya bilang padaku bahwa kesengsaraan sering mencari teman.”

Aku menghela napas sembari menyandarkan kepala di kusen pintu.

“Ke depan kamu, temani saudara-saudaramu!”

“Bun... Kita nggak bermaksud bersekongkol di belakang, Bunda. Cuma ini yang di mau Ayahanda, melepas satu persatu beban di pundaknya.”

“Termasuk bunda?” kataku serak sambil menatap Dalilah. Wajah putriku tampak gusar dan berkaca-kaca. Tidak salah lagi, cinta kami seperti mitologi kotak pandora.

Pandora di larang membuka hadiah dari dewa setelah menikah dengan Epimetheus. Namun ia yang penasaran membukanya. Lepaslah, berhamburan... Masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, cemburu, kelaparan, dan berbagai malapetaka lainnya telah bebas. Semua keburukan itu menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti umat manusia. Pandora sangat terkejut dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Dia kemudian melihat ke dalam kotak dan menyadari bahwa ternyata terdapat satu hal yang tersisa dan tak terlepas dari kotak tersebut, yaitu harapan. Harapanlah satu-satunya hal yang dapat menenangkan manusia dari penderitaan yang mereka alami.

Apa mungkin harapan terakhir inilah yang menenangkan hati mas Kaysan atas semua yang telah kami lewati?

“Bun...” Dalilah setengah merengek. “Bunda, Lilah tahu ini curang. Jangan marah.”

“Pergilah... Bunda tidak mau mendengar apa pun lagi sekarang.”

Dalilah menunduk sembari menautkan jari telunjuknya seakan menyesali apa yang sudah terjadi.

“Ibu tidak marah, cuma males ngobrol.” kataku sambil mengelus punggungnya. “Kamu keluar, jadilah anak yang bisa di andalkan.”

Dalilah menoleh. Sekilas matanya membelalak lalu menunduk lagi.

Punggungku mendadak merasakan hawa yang lebih pekat dan hangat saat sesuatu mendekatiku dari belakang.

Aku menoleh. Dua laki-laki itu. Nanang dan Pandu.

Aku melangkah masuk ke kamar mas Kaysan dan menutup pintunya sampai Jati dan perawat mas Kaysan menoleh. Tergambar kekhawatiran di wajah mereka.

“Bagaimana?”

Jati mengendikkan bahu. “Dari segi kedokteran sudah Jati tangani, Bun. Tapi kan, anu to...”

“Anu opo?”

Mantuku nyengir, “Jati sudah telepon om Nanang buat bantu rawat Ayahanda, Bun.”

Aku yang menahan pintu mengepalkan tangan dan memukulnya.

“Slalu dia, slalu dia!”

Aku menarik daun pintu, sekilas tatapanku menghujam matanya yang memasang wajah datar. Kita sudah tua, bertahun-tahun bersama, dan ia... masih nyempil di hidup kami.

Aku melangkah dengan geram ke kamarku, terjaga sepanjang malam tanpa bisa sedikit pun memejam mata dengan tenang.

...----------------...

.

1
Ena Ariani
isi cerita..berbeda dari kebanyakann
Rasty Inarra
nangeesss q jann kamu peluk2 mas Kai
Atiqa Fa
hah.... meski aku t'membaca kisah Kaysan & Rinjani tapi ikutan sedih seakan² merasakan kehilangan org tercinta
KAZUMA KAWAMURA
pokoknyaaa the bestt,bawangnyaaa sampai kemana² duh gustiiii
Anna Nurhasanah
sy suka gaya bahasanya,penuh makna tp lembut
Najwa Mulyazainuri
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
aprilia ika riyanti
karyamu selalu luar biasa.... aq dulu pembaca setia mulai rinjani kaysan nanang di novel pertamamu lanjut ke daniah dan kisah cintanya terakhir mas uyaaa,,,,,ini balik lagi kesini dg kisah yg berakhir mengharu biru...kata2mu luar biasa kakak,,,ada ilmu yg tersirat,,,,hingga wong jowo ojo ngasi ilang jowone,,,melu nguri2 boso jowo./Drool//Drool/
nadya
speechless 😭😭
nadya
ikutan nyesek.. memang melelahkan menjalani pengobatan terus menerus, seperti ibu dan bude ku, mereka memilih menyerah seperti mas kay.
tapi.... kita sebagai orang terdekat yang mengharap kesembuhan tentu kecewa dan sedih dengan kepasrahan itu
nadya
karena anak2 bisa merasakan ketulusan cinta mas duda padamu jani.
mas kay, sini tak puk puk, aku juga pengen peluk kamu lho mas
nadya
yaa gimana ya jani, cinta pertama memang susah dilupakan, akan selalu tersemat disudut hati yang terdalam, suka atau tidak seperti itu adanya. mau disangkal seperti apapun tetap begitu kenyataannya. hatimu,cintamu memang untuk mas kaysan, tapi kamu pun sadar to, sanubarimu tetap tersemat nama mas duda beranak lima. makanya mas kay bisa bilang ada cinta sejati yang tak kasar mata di antara kalian
nadya
ho'o ancen ra wangon blass, nanang ki tapi aku seneng piye jal.
nadya
Luar biasa
nadya
Lumayan
nadya
memang seperti itu ketika dalam raga ada sang penjaga,ketika sakit masih bisa kuat tapi ketika penjaga meninggalkan raga maka raga tersebut akan melemah.
aah part ini makin bikin mewek, mas kaysan aku paham rasa hatimu.
nadya
paham banget gimana hati rinjani, di ragukan suami sendiri setelah belasan tahun di lalui berasam pasti kecewa. tapi, mas kaysan sebelum mufakat seperti itu pasti bisa melihat dan merasa apa yang tak dilihat dan dirasa jani.
terkadang betapapun tulus dan rasa sayang kepada pasangan, tapi entah disadari atau tidak, jauh disanubari ada rasa lain yang tersimpan rapi untuk seseorang di masa lalu dan mas kaysan mungkin menyadari itu
nadya
lama ga buka apk,tiba2 kangen dalilah.. ternyata banyak kisah lain yg blm terbaca. dan sampailah pada cerita yg terasa pilu di awal. meskipun aku pendukung garis keras jani nanang tapi sakitnya mas kaysan mampu membuat derai airmata, ada rasa tak rela
💕Rose🌷Tine_N@💋
mampirrrr.....
Nelly Mulyanti
ya Ampyunn.. miss u soo much kk author, baru sempat buka apl oren lagi dan ketemu ini❤❤❤❤
Vtree Bona
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!