NovelToon NovelToon
Reincarnation In Another World

Reincarnation In Another World

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Akademi Sihir / Barat / Tamat
Popularitas:69.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kings Path

Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.

Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.

Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.

Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.

Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 22 : Sedikit Petunjuk

Zen pun ingin mencobanya, dan didepan matanya, terdapat sebuah kolom kosong yang berisikan nama potion yang akan dibuat dan bahan-bahannya.

Zen pun berkata dalam hati untuk membuat mana potion. Dan secara otomatis, ia melihat kalau bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mana potion bercahaya.

Dan saat Zen mengambil bahan-bahan tersebut, ada tanda panah yang mengarahkan Zen ke tungku alkemis seakan-akan menyuruhnya untuk memasukkan bahan-bahan kedalam tungku.

"Ho, jadi seperti ini ya kegunaan skill ini. Cukup praktis, jadi aku tak perlu menghafal cara membuat potion dan hanya bermodalkan tahu nama dan bahan-bahan yang digunakan."

Saat Zen sedang asik mencoba skill baru miliknya, ia dikejutkan oleh suara gurunya yang ternyata telah kembali.

"Hey, apa yang kamu lakukan? Apa kau mau membuat sesuatu dengan bahan yang kau pegang itu?"

"Ehh! Guru? Maaf, aku hanya ingin mencoba sesuatu." Ucap Zen yang langsung meletakkan kembali bahan-bahan yang ia ambil.

"Baiklah, jadi apa yang kamu buat?"

"Ah, aku membuat sebuah mana potion," Ucap Zen sambil memberikan mana potionnya ke Albert.

Dan Albert pun melihat-lihat potion tersebut, kemudian membuka dan sedikit meminumnya.

"Hmm, darimana kau belajar alkemis? Potion yang kamu buat cukup lumayan meskipun tak sempurna."

"Ah, aku hanya belajar otodidak, aku mempelajarinya dari buku itu," Ucap Zen sambil menunjuk buku alkemis yang ia gunakan.

"Hmm, begitu ya. Lain kali jika kau ingin mencoba hal-hal seperti ini beritahu aku dulu, jika terjadi hal-hal yang berbahaya bagaimana?"

"Iya guru, aku minta maaf."

"Hahh, baiklah nih ambil," ucap Albert sambil memberikan sebuah kertas kosong.

Zen yang tahu kalau kertas itu adalah tiket untuk menuju kemari pun mengambilnya.

"Kalau begitu istirahatlah, jangan sampai kau sakit dan tak bisa masuk keakademi."

Setelah mengatakan hal itu, pandangan Zen langsung gelap, dan sesaat kemudian ia telah berada di kamarnya.

Keesokan paginya...

Saat Zen pergi ke kelasnya, udah ada Rina yang berada di depan kelas.

Saat Rina melihat Zen yang datang, ia langsung lari ke arah Zen.

"Zen!"

"Rina? Ada apa?"

"Kau bilang kemarin malam kau akan mengajakku berlatih, tapi apa? Aku sudah menunggumu di lapangan selama 2 jam tapi kau tak datang."

"Ah, maaf Rin. Aku kemarin ada sesuatu yang mendesak, jadi aku tak bisa latihan kemarin."

"Hmm, benarkah? Jadi nanti sudah bisa kan?"

"Eh, nanti juga kelihatannya juga tak bisa."

"Hemh, kau pembohong!"

"Baiklah-baiklah, mari latihan bersama, namun saat istirahat oke? Jika sepulang sekolah aku tak bisa karena ada urusan."

"Janji?"

"Ya, sekalian nanti mengajak Aaron dan Alicia."

"Baiklah, jangan ingkar janji lagi."

Setelah itu, Zen pun masuk kedalam kelas, dan memulai pelajaran seperti biasa, hingga jam istirahat tiba.

Saat jam istirahat tiba, Zen pun langsung menuju ke kantin bersama dengan Rina.

"Ada sekitar 30 menit untuk istirahat, 10 menit untuk makan, dan sisanya kita akan berlatih di ruang latihan."

"Baiklah."

Saat mereka makan, tiba Aaron dan Alicia, dan mereka pun ikut makan bersama. Saat makan, Aaron dan Alicia Zen ajak untuk berlatih bersama saat selesai makan. Dan mereka pun menerimanya.

Setelah makan, Zen dan kawan-kawannya pun langsung menuju ke ruang latihan, disana banyak terdapat berbagai senjata yang terbuat dari kayu.

Zen pun mengambil pedang biasa begitu juga Rina. Untuk Aaron dan Alicia, mereka hanya berlatih meditasi untuk memperluas kapasitas mana mereka sedangkan Zen dan Rina latih tanding.

Zen dan Rina berlatih seperti biasa, dan setelah latih tanding selesai, Zen mengingat sebuah buku yang pernah ia beli seharga 5.000 coin dari system. Ia pun mengeluarkannya dan membuka buku tersebut.

[Ding, misi penguasaan telah dibuat.]

_______

Misi : Lakukan tebasan Vertikal sebanyak 10.000 setiap hari.

Note : Jika gagal atau tidak menjalankan misi, maka akan diberikan sangsi.

Tingkat penguasaan : 0%

_______

[Misi harian]

Lakukan tebasan Vertikal : 0 / 10.000

Hadiah : Pemulihan Tubuh.

_______

"S-sepuluh ribu tebasan?" Ucap Zen terkejut.

"Ada apa Zen?" Tanya Rina melihat Zen berbicara sendiri.

"Ah, tidak kok. Aku hanya bicara sendiri."

Setelah itu, Zen pun membaca buku tersebut, dan ia pun menemukan 10 teknik utama dari Book Of Slash. Namun anehnya, ia sama sekali tak bisa membaca tulisan dibuku itu, seolah-olah disensor. Dan ia hanya dapat membaca teknik dasar dari buku itu yang bernama Vertikal Slash.

Setelah jam istirahat habis, Zen pun memasukkan buku nya kedalam inventory dan kembali ke kelas bersama dengan Rina.

***

Sepulang sekolah, Zen pun hendak kembali ke kamarnya, namun ia sedikit curiga akan sesuatu.

Saat ia melewati sebuah lorong sepi, tiba-tiba sesosok hitam melesat kearahnya. Untung saja Zen telah menduganya dan berhasil menjauh dan tak tertangkap seperti sebelumnya.

"Apa-apaan kau ini? Kenapa kau dari kemarin mengincar ku?"

"Aku sudah bilang untuk menjauhi Rina kan? Dan kau mengabaikan peringatanku. Aku akan menyingkirkan mu sekarang," sosok hitam tersebut pun langsung melesat menuju ke arah Zen sambil membawa sebuah belati. Zen juga maju kearah sosok hitam tersebut.

Slashh!

Sosok hitam itu menebas kearah Zen, namun dengan mudah ia hindari, Zen yang berhasil menghindar pun langsung melayangkan tinjunya kearah sosok hitam.

Bughh!

Sosok tersebut menyilangkan tangannya sehingga pukulan Zen berhasil ia tahan, meskipun begitu ia masih terpental beberapa meter.

"Oy, kenapa juga aku harus menuruti kemauanmu? Rina adalah temanku dan aku adalah temannya, justru kau lah yang mencurigakan seolah-olah tak membiarkan orang lain berteman dengan Rina."

"Jangan bercanda!"

Sosok hitam itu pun kembali melesat, dan menebaskan belatinya kearah leher Zen.

Swoshh!

Zen pun sedikit mundur kebelakang menghindari serangan tersebut, dan langsung mengeluarkan dan menebaskan pedang api miliknya dari dalam inventory langsung menuju ke tubuh sosok hitam.

Klangg!

Sosok hitam berhasil menangkis pedang Zen menggunakan belatinya, hingga terdengar suara bentrokan logam besi, yang cukup kuat.

Sosok hitam yang posisinya tak diuntungkan karena terkena dampak serangan Zen, ia pun mencoba untuk mundur kebelakang namun Zen telah mengangkat pedangnya yang sudah dilapisi oleh api biru yang cukup besar.

Zen pun langsung menebaskan pedangnya secara Vertikal kearah sosok hitam.

Klangg! Takk!

Sosok hitam tersebut mau tidak mau menghalau serangan Zen menggunakan belatinya sekali lagi.

Namun belatinya tak kuat menahan serangan Zen dan belati tersebut patah, sehingga tebasan Zen mengenai pundaknya.

"Cih.." decak sosok hitam yang langsung mundur kebelakang.

Dan saat Zen melihat sobekan dipundaknya, disana terlihat seragam akademi yang ia tutupi menggunakan jubah hitam.

"Ho, kau juga murid akademi ini ya? Aku penasaran apakah kau juga sekelas denganku?"

Setelah Zen berkata seperti itu, sosok hitam tersebut langsung melarikan diri.

"Jadi dia menyembunyikan kekuatannya kah? Aku tak bisa menggunakan mata kebenaran milikku padanya karena ada mental barrier yang kuat.

Ia juga hanya bertarung menggunakan kekuatan fisik saja tanpa menggunakan mana atau qi. Sepertinya ia tak benar-benar ingin membunuhku."

Setelah itu, Zen pun kembali kekamarnya, dan bersiap untuk pergi ketempat gurunya untuk berlatih.

Bersambung>>

1
Pembenci MC naif dan lemah
si Rina ngecheat cok🗿
Pembenci MC naif dan lemah
👍
Pembenci MC naif dan lemah
rimuru?
Pembenci MC naif dan lemah
mana skil yang di fusion ya
Pembenci MC naif dan lemah
mantap banget
Pembenci MC naif dan lemah
mantap
abdillah musahwi
baru tahu aku, kalo Albert Einstein itu ternyata seorang Penyihir 😱😁
Muhammad Mk
tol0l kalau itu benaran dari earth lu juga ketahuan goblk
Muhammad Mk
api+angin=petir😹
Muhammad Mk
authornya lupa kah mana skill hasil fusion?
Muhammad Mk
no way bro ke dunia lain dan menjadi penyihir yg op💀🗿
Khairil Aril: apakah yang lain nya juga pindah ke dunia lain 🗿
total 1 replies
Muhammad Mk
seperti ini lah rupa manusia berpikir bisa menyelesaikan segalanya padahal semua juga ngikut buat masalah kan gk ad beda tuh
Muhammad Mk
hehe ada ehm ehm kah/Smile/
Hyung-Nim
author gk update lagi kah ???
udah lama aku nungguin nih
F_Zaida_C
Ternyata truck-kun belum tobat ya 😊
the Amay one
mantap
ris
yg beneritu yg mana

udara atau langit
mario82
SDH kasih vote dan like
《LEGEND》fantasy
anjrot civic turbo
mario82
Nani,, endless mana harus ciuman 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!