NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah dengan Pria Jutek

Mendadak Menikah dengan Pria Jutek

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Tiba-tiba harus menikah dengan pria jutek? Apa reaksi kamu? Kagetkan? Itu yang dialami Nara, 23 tahun. Akibat dari salah paham satu orang warga yang memergokinya sedang mesum dengan seorang pria yang merupakan tamunya saat itu.

Aldin Aldama, 30 tahun. Pria dewasa yang kebetulan bertamu di rumah Nara, membantah keras. Baik Nara maupun Aldin Aldama sama-sama membantah. Alasan apapun tidak diterima kecuali mereka menikah.

Akhirnya mulut ember plus usil salah satu tetangga orang tuanya Nara yang berhasil mendokumentasikan adegan mesum yang didapatinya, akhirnya Nara dan Aldin dipaksa harus menikah.

Bagaimana jadinya ya nanti hubungan rumah tangga yang dijalani mereka berdua, si jutek versus pendiam dan jarang marah? Padahal sebetulnya di dalam hati Aldin sudah ada rasa suka sama cewek yg sering disebutnya 'gadis kecil' itu, sementara Nara? Hatinya sih masih bercabang dua, terbersit ada rasa suka, meski. awalnya dia sudah menganggap Aldin seperti Kakak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalang Dibalik Kecurangan Shera

Aldin dan Nara tiba di apartemen. Mereka pergi bersama dengan menaiki mobil Aldin. Sedangkan motor Nara, akan ada orang yang mengantarkan. Nara langsung masuk ke kamar yang sebelahnya, namun Aldin segera menahan langkah Nara. Aldin tahu, Nara marah padanya gara-gara sikap Shera tadi.

"Masuklah ke kamar kita. Kamar itu akan di isi tamu. Nanti malam akan ada tamu datang dan menempati kamar itu," ujarnya memberi tahu. Nara sejenak mengerutkan keningnya.

"Tamu, tamu siapa? Kenapa Kak Aldin berani bawa tamu sementara hubungan kita masih rahasia seperti ini?" tanya Nara seakan tidak setuju.

"Sudah, jangan komplen. Kamu masuklah kamar kita," perintahnya lagi. Nara hanya bisa patuh apa yang dikatakan Aldin.

Tiba-tiba telpon WA Aldin berbunyi. Aldin segera merogoh HPnya di saku celana. "Rifki," serunya heran. "Halo Rif, ada apa?"

"Ohh, ok, ok, aku segera datang ya. Di Rafasya Restoran," ucapnya seolah menyetujui sebuah pertemuan. Aldin segera menutup telponnya dan menyimpan kembali HPnya ke dalam saku celananya.

Aldin menghampiri Nara yang kini duduk di tepi ranjang, kepalanya yang sakit terasa nyut-nyutan akibat jenggutan Shera tadi.

"Nara, aku pergi dulu ya. Aku ada perihal penting. Kamu istirahat dulu sampai aku datang. Kamu mau aku bawakan makanan apa? Hari ini kamu tidak usah masak. Kamu istirahat saja," ucapnya sambil mengusap kepala Nara. Nara tiba-tiba memeluk Aldin dan menangis sendu.

"Kak Aldin jangan pergi, Nara tidak mau sendiri, Nara takut," rengeknya.

"Jangan takut, aku hanya sebentar, aku ada perlu. Ini sangat penting. Hapus air mata kamu. Kamu sekarang istirahat. Jika ada yang membunyikan bel di bawah jam 7 malam, abaikan saja. Itu artinya bukan tamu kita," bujuk Aldin mencoba meyakinkan Nara.

Akhirnya Nara mencoba melepaskan Aldin walau berat hati. "Aku pergi ya," ucapnya sembari mencium kening Nara. Nara menatap kepergian Aldin dengan sendu.

Aldin mengemudikan Corolla Crossnya dan keluar dari kawasan apartemen mewahnya, membelah jalanan kota itu menuju Rafasya Restoran yang telah dijanjikan Rifki, Asistennya.

Tidak lama kemudian, Aldin sampai di Rafasya Restoran, restoran milik Sakti sepupunya itu menjadi pilihan yang tepat dan tentunya aman dari penguntit jika memang penguntit itu ada.

"Bos, akhirnya ketemu juga kita," Rifki menyapa duluan Aldin yang kebetulan baru sampai.

"Bagaimana, sudah pesan makanan?"

"Belum Bos, saya baru sampai juga lima menit yang lalu."

"Nanti saja pesan makannya setelah info yang kamu dapatkan saya terima dan saya pelajari," putus Aldin akhirnya.

Rifki membuka obrolan dengan menyodorkan sebuah map merah setebal 10 sentimeter yang dia dapat dari lemari kerja ruangan Shera.

"Bos, saya menemukan ini di lemari kerja Shera. Dan yang mencengangkan disini ada proposal pengajuan pinjaman yang nilainya sangat fantastis, dan sudah ditandatangani Bos Aldin, nama dan tanda tangan tertera jelas di sana," jelas Rifki membuat Aldin terkejut.

"Pengajuan pinjaman? Apa maksudmu?" Aldin heran dengan segera dia meraih map merah yang disodorkan Rifki.

"Buka satu persatu Bos, sebab map ini sepertinya menyimpan berkas penting mengenai kecurangan Shera, saya curiga Shera hanya motor yang digerakkan oleh seseorang," simpul Rifki. Aldin manggut-manggut dia mencoba mencerna kesimpulan Rifki.

"Maksudmu, Shera bekerjasama dengan pihak lain untuk menghancurkan perusahaan Adrian Wood?" Rifki mengangguk.

"Sebetulnya aku juga curiga, Shera pasti bekerja sama dengan pihak lain di luar sana, tapi aku belum menemukan titik terangnya siapa," lanjut Aldin.

"Coba dicek Bos, di dalam map ini siapa tahu ada misteri yang bisa menguak siapa sebenarnya pihak yang bekerjasama dengan Shera," desak Rifki.

Aldin membuka satu persatu isi map merah itu. Di sana ada laporan keuangan yang janggal yang selama ini sudah terkuak oleh Aldin dan berhasil dipecahkan Nara tempo hari. Kemudian dibukanya lagi, kening Aldin mengkerut saat menemukan sebuah kertas yang terdapat coretan, Aldin seperti mengenal coretan itu.

"Tanda tanganku, Rif," ucap Aldin seraya menyodorkan kertas yang berisi hasil coretan itu ke hadapan Rifki.

"Tidak salah lagi, rupanya Shera sedang berusaha meniru tanda tangan Bos Aldin."

"Betul, ini tidak salah lagi. Dan proposal pengajuan ini sasaran dia. Dia meniru tanda tanganku untuk mengajukan pinjaman. Kurang ajar, untung saja baru pengajuan. Coba kita lihat pihak mana yang ingin diajukannya untuk meminjam uang." Dengan tergesa Aldin meneliti kembali proposal pengajuan pinjaman yang dibuat Nara dengan memalsukan tanda tangannya.

"PT. Rahayu Mega Permana," seru Aldin dan Rifki berbarengan dengan sangat kaget.

"Bukankah itu perusahaan milik Omnya Shera, Om Dana Permana?" tanya Aldin.

"Gawat nih Rif, kita harus segera bertindak cepat, kalau tidak Shera dan Om Dana akan lebih dulu menghancurkan perusahaan Adrian Wood." Aldin terlihat sangat khawatir.

"Tenang Bos, kita kan sudah mengantongi bukti-bukti. Bukti ini dan rekaman yang berhasil dikumpulkan Bos juga Nara. Sudah jelas ini suatu bukti. Bos mau tunggu apa lagi, jangan biarkan langkah mereka semakin panjang," cetus Rifki bersemangat.

Aldin menatap Rifki penuh haru. Dalam hal ini Rifki beraksi lebih cepat dibandingkan dirinya.

"Ok, sekarang kita kumpulkan bukti lain lagi. Kayu-kayu yang hilang itu harus kita ketahui dimana diturunkannya, dan pihak mana yang menadahnya. Maka biarkan gudang tanpa pengawasan Nara untuk sementara. Ini untuk jebakan buat para pengkhianat melancarkan aksi curangnya. Mulai besok dan seminggu kedepan, buat tim khusus untuk menginvestigasi kemana kayu yang hilang ditadah dan pihak mana yang menadahnya."

"Baik Bos, lebih cepat lebih baik. Daripada kita membiarkan Adrian Wood hancur duluan, lebih baik menghancurkan dulu langkah mereka," seru Rifki bersemangat.

"Terimakasih ya Rif, tunggu bonus dariku jika kasus ini terungkap dan pihak yang melakukan kecurangan ini ditangkap dan dijebloskan ke penjara."

"Bonus apa Bos?" tanya Rifki pura-pura tidak tahu.

"Bukankah kamu sedang membangun sebuah kafe? Aku janji jika kasus ini terungkap maka aku yang akan membiayai pembangunan kafemu."

"Yang benar Bos?" Rifki bersorak senang walaupun masih belum percaya akan bonus yang diberikan Bosnya itu.

Aldin mengangguk serius, kalau bukan karena aksi cepat Rifki, maka pelaku kecurangan di perusahaannya akan sangat lama terungkap, dan bisa jadi proposal palsu atas namanya segera diajukan dan Aldin yakin perusahaannya terancam bangkrut akibat pinjaman palsu yang nilainya fantastis.

Setelah pertemuan dengan Rifki selesai, akhirnya mereka berpisah. Aldin segera menuju parkiran menghampiri mobilnya yang diparkir di halaman restoran itu.

"Kalian di mana?" Aldin menelpon seseorang.

"Ok, aku segera pulang, ini dalam perjalanan pulang menuju apartemen," ucapnya menutup panggilan telpon dengan seseorang di sebrang sana. Aldin melajukan mobilnya dengan cepat menuju apartemennya.

1
Patrick Khan
ealah Nara malah nangis.. hadehhh.. lawan lah.. mosok kalah Karo sera🤣🤣🤣🤣
mimma
Luar biasa
Lina Zascia Amandia: Halo Kak Mima, mampir lagi di karya terbaru ya.
total 1 replies
Nurdiana Saputri
seruuu
Nifatul Masruro Hikari Masaru
idih modus
Nifatul Masruro Hikari Masaru
shera nggak sih
Mrs.Labil
knp hrus ad kesepakatan ya 🤔
Mrs.Labil
aku hadir dsino jug thor, smbil nunggu pak Kapten update 😁
Mrs.Labil: hehe, agak lama memang blm ada buka NT lagi ka, syebok di dunia nyata 🤣
total 3 replies
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
si wira n genk keknya blm curiga
Lina Zascia Amandia: Bisa ditebak...
total 1 replies
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
oo Deg degan sekali pastinya
Lina Zascia Amandia: Pasti dong...
total 1 replies
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
pake kode"an segala...pdhal tinggal kasih tau yg sebenarnya
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
wah wah bau baunya mulai bucin nih
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
persekongkolan
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
hati" nara
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
ternyata beneran shera biang keroknya
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
nah gitu kan bagus.... ngomng baik"...
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
anak baru termasuk berani juga si nara
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
udah berfikir macam" ternyata mau fi jadiin mata"... kenapa gk minta bantuan baik" n gk pake perjanjian segala...sama istri sendiri lagi loh. kalo suruh bantu pasti mau
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
sebenarnya apa rencana Aldi. .bikin curiga aja
Lina Zascia Amandia: Ada deh Kak... 😊😊😊
total 1 replies
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
OMG curiga sama yg dibawa Aldin... semoga bukan menikah kontrak
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
bu juleha ini ratu gosip yg meresahkan... pasti sengaja ini bikin klwrga nara malu
Lina Zascia Amandia: Iya kayaknya....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!