Laura Evelyn menyusun rencana untuk balas dendam kepada mantan suaminya. Karena mantan suaminya telah menelantarkan dirinya dan ketiga anak-anaknya kala itu.
Laura kemudian menyewa seorang pemuda yang umurnya jauh lebih muda darinya untuk ia jadikan suami bayaran.
Apa jadinya jika Laura tertarik dengan suami bayarannya.
Saat Laura telah jatuh hati pada pria lain. Sang mantan suami, Bimasena datang kembali dalam kehidupan Laura dan berjuang untuk meluluhkan hati Laura kembali.
Apakah Laura akan menerima cinta sang mantan suami kembali?
Ataukah Laura lebih memilih bersama suami bayarannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salam paham
Saat pintu itu terbuka. Mata Bimasena terbelalak kaget ketika mendapati sang mantan istri telah berdiri di hadapannya.
Sedangkan Bimasena sendiri saat itu berdiri di ambang pintu dengan hanya mengenakan boxer dan tanpa mengenakan baju atasan.
Sejenak, pandangan mata mantan pasangan suami-istri itu saling beradu.
Hingga akhirnya Laura mendorong tubuh Bima dan ia menerobos masuk ke dalam kamar.
"Laura!" Bimasena berseru pada sang mantan istri. Karena ia merasa sang istri sudah melampaui batasnya dan bertindak tidak sopan di rumahnya.
Laura sudah tidak peduli dengan norma kesopanan dan juga privasi sang mantan suami. Ia tidak memperdulikan itu.
Yang ingin ia tahu saat itu hanyalah. Apa yang dilakukan Bima di kamarnya.
Saat kini Laura sudah berada di dalam kamar. Mata Laura terpaku melihat seorang wanita cantik dengan pakaian yang masih terbilang sopan. Duduk di sofa panjang yang berada di kamar Bimasena. Laura dan wanita itu sama sama saling memandang.
Merasa cukup tahu dengan apa yang dilakukan oleh sang mantan suami yang berada di kamar dengan membawa seorang wanita. Membuat Laura membalikkan badan dan keluar dari kamar Bima tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Laura!" seru Bima, memanggil sang mantan istri. Tetapi Laura sudah menuruni anak tangga dengan cepat.
Kembali ke dalam kamar. Bima kemudian mengenakan kembali celana panjangnya dan ia mengejar sang mantan istri.
"Laura itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan." jelas Bima pada Laura. Ketika Bima mengejar wanita ibu tiga anak tersebut yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan."
"Lalu kenapa kau mendatangi kamarku dan bertindak seperti tadi." ptotes Bima.
"Aku hanya penasaran saja. Karena aku sudah tau kelakuan mu. Aku tidak akan pernah lagi penasaran denganmu. Tujuan ku kemari sebenarnya tidak ingin mencari tahu apa yang sedang kamu lakukan. Tapi ada hal yang jauh lebih penting yang akan aku bicarakan dengan mu. Tapi karena sepertinya kamu sedang ingin bersenang-senang dengan wanita itu. Aku mengurungkan niatku. Silakan lanjutkan, dirimu sudah bebas kan. Lanjut bersenang-senang dengan wanita ****** itu."
"Kamu sudah salah paham Laura. Apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau pikirkan."
"Aku tidak peduli Bim. Biarkan aku pergi." ujar Laura, kemudian ia mengibaskan tangannya yang saat itu dipegang erat oleh Bima. Kembali masuk ke dalam mobil, Laura kemudian menyuruh sang sopir untuk langsung mengemudikan mobilnya untuk segera meningalkan rumah sang mantan suami. Sang sopir pun patuh.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Soal." Bimasena menggerutu, karena ia kembali dipergoki oleh sang mantan istri. Padahal sebenarnya apa yang mungkin Laura pikirkan tentang dirinya. Itu tidak seperti apa yang Laura pikir.
Bima tidak melakukan apa-apa di kamar kala itu.
Wanita yang ada di kamarnya adalah kenalan Bimasena. Wanita itu adalah seorang psikiater.
Selama sebulan in. Bima mengalami kecanduan alkohol.
Tidak hanya kecanduan alkohol. Bimasena juga depresi.
Setelah dirinya resmi bercerai dengan Laura. Bima sering menghabiskan waktu untuk minum-minum di bar.
Dan puncaknya, pada suatu hari. Saat Bimasena ingin keluar dari situasi yang buruk yang ia alami. Ia di kenalkan oleh temannya seorang psikiater.
Dan rencananya, Bima akan berkonsultasi dengan psikiater tersebut.
Dan kebetulan pada hari itu. Bima berniat untuk mengobrol dan bercerita dengan wanita itu yang bernama Sandrina. Yang juga berprofesi sebagai psikiater.
Tapi naas nya. Pada waktu yang bersamaan. Laura datang ke rumahnya.
Saat Laura memaksa masuk ke kamarnya sore itu. Sebenarnya Bima juga baru saja pulang dari kantor.
Saat Ia ingin ganti baju di ruang ganti dengan sudah melucuti pakaian dan celananya. Ketukan pintu yang tak sabaran membuat Bima yang kala itu hendak berganti baju melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu.
Dan pas kebetulan. Saat itu Bima juga hanya memakai celana boxernya saja.
Sebuah kebetulan yang tidak menguntungkan Bima.
Bima kembali merasa kesal dengan dirinya sendiri. Karena sudah pasti Laura akan berpikiran buruk tentangnya.
Kembali masuk ke dalam rumah. Bima langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Dan ia memberi tau wanita yang bernama Sandrina itu untuk mengcansel konseling yang sebenarnya akan Bima jalani.
"Maaf untuk suasana yang tidak kondusif ini. Itu tadi matan istri ku. Dia sudah salah paham. Mungkin kita bisa atur kembali jadwal kita untuk bisa mengontrol."
"Oke, tidak masalah. Hubungi aku kapan saja jika Pak Bima sudah siap untuk konseling." jawab Sandrina lembut.
"Mungkin lain kali. Kita bisa mengobrol di ruang kerja saja. Atau di tempat lain. Tidak di kamar." Tutur Sandrina.
"Oke, maaf untuk ketidak nyamanan ini."
"Tidak masalah Pak Bima. Aku pamit dulu."
Setelah Sandrina berlalu dari kamar. Bima kemudian meraih ponselnya dan ia mencoba untuk menghubungi Laura.
Laura
Bima
Terima kasih utk ceritanya kak Wati🙏.Semoga selalu sukses utk karya2nya..
Langsung cus ke karya kak Wati yg baru😊
heran Thor kok gak ada karma² sama Bima sedang Kinanti kena vonis sakit rahim 🤣🤣🤣
Bima mau ngapain