Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan Grisan
"jadi kenapa kamu memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia perjudoan grisan?"tanya papa aurel dengan situasi yang saat itu sangat menegangkan karna mereka butuh jawaban kuat dari sang juara judo internasional yang masih merupakan anak sekolahan
"ehmm saya kurang minat untuk ikut judo saat ini guru"jawab grisan dengan ekspresi yang juga tegang
"kamu tau?!tidak ada yang membosankan dijudo!!dengan judo kamu kuat!dengan judo kamu dihargai! dengan judo tubuhmu sehat!"tegas papa aurel
"saya gak bisa guru,saya bakal ngelanjutin perusahaan papa saya sebagai ahli waris tunggal"jawab grisan
Mereka semua terdiam dalam satu ruangan itu membuat grisan jadi tidak enak hati
"jika guru mengizinkan saya bisa menyempatkan diri sekali seminggu ke tempat ini"
"benarkah?!!"tanya papa aurel dengan ekspresi sangat senang
"iya guru"
"baiklah,kalo begitu maukah kamu latih tanding dengan bagas?"tanya papa aurel
"eh?"heran grisan
"mohon bantuannya guru!"hormat bagas pada grisan
"jangan panggil saya guru kak,saya masih pelajar"ujar grisan gelagapan
"tapi bakat dan ilmu anda lebih tinggi dari saya"tegas bagas
"eh panggil saya brother saja"
"kalo gitu jangan panggil saya kakak, brother juga bisa memanggil saya brother karna jarak usia kita juga cuman 2 tahun"jelas bagas
"ok brother"
Papa aurel segera menuntun mereka semua untuk ke ruang tanding
Aurel yang menjadi wasit dipertandingan mereka mempersiapkan perhitungan pertandingannya
"oke tim 1 apakah sudah siap?!"tanya aurel
grisan yanga sebagai 1 mengangguk
"tim 2 apakah sudah siap?!"
bagas yang sebagai tim 2 sudah mengangguk
Aurel segera meniup peluitnya dan mereka mulai saling menghantam satu sama lain
Pertandingan mereka berakhir seri dengan situasi grisan yang hampir menang namun tendangannya saat itu melesat karna sudah jarang latihan
"benar benar sang juara kita"puji papa aurel pada grisan
"maaf guru ilmu saya masih kurang banyak"tunduk grisan pada papa aurel
"hahaha itu karna kamu jarang mengulang gerakanmu"tawa papa aurel
"dan kamu luar biasa bagas!bisa menyeimbangkan kemampuan mu dengan juara judo tingkat pelajar internasional asia,latih terus kemampuan mu ampai bisa mencapai tingkat juara judo internasional dunia,saya liat perkembangan mu sampai saat ini bertambah pesat dan cepat saja,jangan pernah lelah dan menyerah!!'puji papa aurel dengan penuh semangat
"siap guru!"hormat bagas
Setelah pertandingan itu mereka pamit bersama papa nadia,bagas tidak jadi mengantar aurel karna dia harus mempersiapkan diri untuk penerbangan besok
"semangat untuk turnamen nya kak!"seru aurel pada bagas
"pasti!"balas bagas
Mereka segera masuk mobil papa nadia menuju asrama kecuali grisan yang masih tetap di judo untuk menemani bagas latihan sampai malam nanti
"owh jadi itu dia"ledek kinda
"a...apa sih"jawab aurel gelagapan
"ada apa?"tanya nadia yang bingung karna tidak tau apa apa
"hahaha nanti lo juga akan tau kok"jawab kinda
"mau mampir ke carfait dulu?"ajak papa nadia
"boleh om?"semangat kinda
"iya dong"jawab papa nadia
Mereka segera ke carfait kafe yang menyediakan menu es krim paling lengkap
Setelah selesai menikmati es krim mereka kembali menuju asrama
"makasih tumpangan nya om!"ujar kinda,aurel,dan zio
"iya sampai nanti"pamit papa nadia dan membelokkan mobilnya ke luar gerbang
"gue duluan ya!"pamit nadia sambil berjalan ke arah asrama hijau
"sampai besok!"balas aurel,kinda dan zio
"met malam sayang"ujar zio sambil mencium kening kinda
"met malam"balas kinda
Mereka segera kembali ke asrama masing masing
"lama amat mbak nemenin papanya"ledek diana
"ya ada beberapa hal dan kejadian tadi"jawab nadia
"kejadian apa?"
"kepo amat sih lu,ini es krim"
"wah makasih"
Diana segera mengambil es krim yang dibawa nadia dari carfait tadi dan memakannya
"malam malam lu makan es krim"ledek nadia
"kan lu yang bawa taik"jawab diana sambil terus memakan es krim yang dibawa nadia
Setelah selesai memakan es krim diana kembali membuka buku pelajaran yang dibacanya dan setelah itu tidur
Besok paginya
"din!!diana!!!!"teriak nadia
"apa sih lo!?,gue ngatuk ah"jawab diana sambil mempererat pelukan gulingnya
"woi udah jam 7 lewat nih!!"teriak nadia ke arah telinga diana
"woi!!lo mau kuping gue budek?!"sorak diana
"udah ah,gue berangkat dulu"ujar nadia sambil mengambil tasnya
"tunggu gue,gue siap siap dulu!"seru diana sambil segera turun dari ranjangnya dan berlari ke arah kamar mandi
Setelah bersih bersih dan beres beres dengan cepat diana dan nadia segera ke ruang makan mengambil beberapa helai roti dan memakannya sambil berlari,kakak kakak maid yang berada disana tertawa melihat aksi mereka
"gara gara lo gue telat kan"ketus nadia
"lo sih gak bangunin gue jam 6 an"
"udah gue bangunin ban*s*t lo aja yang tidur kayak kebo"
Mereka segera berlari melewati jalan terlarang yaitu gedung belakang sekolah agar cepat sampai dan tidak dihukum satpam karna terlambat
"aduh"lirih Nadia ngos ngosan karna berlari
"untung cepat 1 menit"lirih diana
"kok ngos ngosan gitu na?"tanya fairel yang tiba tiba sudah berada di dekat diana
"eh fairel,gua habis lari takut telat"jawab diana
"telat kenapa?"
"eh hmmm"diana sedang memikirkan alasan yang tidak memalukan
"dia ngorok semalam tidur kek kebo, dibangunin gak bisa"jawab nadia spontan
"hei!!"marah diana
Aurel yang duduk didepan diana dan kinda yang duduk diserang kiri diana hanya diam menyaksikan mereka
"eh beneran?!"kaget fairel
"ilfel kan lo sama dia"ledek diana
"gak kok"jawab fairel
"ha?!"kaget nadia
"kan suatu saat nanti jika diana kayak gitu bisa gue cium"ujar fairel spontan
Wajah diana langsung memerah,setelah sadar akan perkataan nya wajah fairel juga memerah dan segera kembali ketempat duduknya dengan cepat
"morning students"sapa guru bahasa Inggris yang masuk kekelas saat bel barusan berbunyi
"morning miss"jawab semua murid
Pelajaran pun dimulai seperti biasa sampai jam istirahat
"tumben lo diam aja rel?biasanya lo yang paling sering ngerocos"ujar nadia
"eh masa sih?"tanya aurel tak sadar diri
"hahahaha dia mikirin bagas di taiwan"ledek kinda
"bagas yang kemaren?!"kaget nadia
"bagas siapa sih?"tanya diana yang tak tau apa apa
"lo udah suka sama kak bagas?"tanya azila
"eh bagas tu siapa sih?"tanya diana heran
"nanti lo juga akan tau na"jawab kinda
"hai semua!"sapa grisan "boleh gue gabung disini?"tanya grisan dianggukan cepat oleh Aurel
"ada apa rel?"tanya grisan
"gimana kak bagas kemaren?"
"hmmm....bagus sih,dan kayaknya dia latihan lebih semangat dan gerakannya lebih teratur kemaren"jelas grisan
"hai guys"sapa alisya sambil menggeser kursi disamping azila kebelakang
"hai"jawab semuanya
"sendiri aja sya?"tanya diana
"iya anak anak pada ke atap mau latihan"jawab alisya
"owh kelas lo ikut penampilan bakat dance ya untuk acara kelulusan sekaligus perpisahan?"tanya kinda
"iya"jawab alisya
"lo gak ikut?"tanya aurel
"gak males"jawab alisya
"btw kelas kalian mau tampil apa?"tanya grisan
"kami belum memutuskan"jawab azila selaku ketua kelas
"ujian akhir 2 minggu lagi lo,dan 1 bulan setelah ujian kita bakal adain acara kelulusan dan perpisahan"ujar grisan
"rencana mau nampilin drama sih"ujar kinda
"trus?"
"anak anak nolak"jawab aurel
"kok gitu?"
"mereka mau yang praktis aja,lo tau sendiri kan anak anak 2A mipa pada sibuk sama kegiatan klub semua"
"hmmm iya juga sih"
"kami mau nampilin padus aja,tapi masih tagu sih"ujar azila
Grisan dan alisya mengangguk dan kembali menyantap makanan mereka
"btw yang lain kemana sih?bukannya mereka biasanya gabung sama kalian?"tanya grisan heran
"entahlah,mereka menghilangkan diri"jawab azila
"biarin aja,besok besok juga bakal gabung lagi kok"ujar aurel
Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas masing-masing sambil menunggu bel masuk berbunyi
"halo anak anak, sebelum memulai pelajaran mari kita bahas terlebih dahulu apa yang akan kita tampilankan diacara kelulusan dan perpisahan nanti!"seru guru navi selaku wali kelas 2A mipa
"ketua kelas"panggil guru navi agar azila segera ke depan menulis kan usulan murid murid
"ok guys,ada usul mau nampilin apa?"tanya azila ke teman temannya
Semua murid terdiam
Wali kelas mereka mengambil keputusan untuk melakukan voting atas pilihan nya
"azila,tuliskan drama,padus,dance,musikalisasi di papan,kita akan melakukan voting!"seru wali kelas mereka
"ok semua dimulai dari kamu!"tunjuk buk navi pada murid didepan barisan pertama sampai murid barisan terakhir
"oke jadi berdasarkan hasil voting kita akan menampilkan musikalisasi puisi!"seru azila
"ada yang keberatan?"tanya buk navi
semua murid menggeleng
"selanjutkan kita akan menentukan siapa yang menampilkan musikalisasi puisi,siapa yang bernyanyi dan membacakan puisi nya"ujar azila
"ada yang mau sportif?"tanya azila
Ada seorang murid yang mengacungkan tangannya untuk bernyanyi
"oke jadi yang bernyanyi 2 orang dan membaca puisi satu orang,ada yang mau bernyanyi atau membaca puisi secara sportif?"tanya azila
Semua murid kembali terdiam
"baik anak anak,biar ibuk yang memutuskan siapa yang akan tampil,atau kalian mau voting kembali?"tanya buk navi
Semua murid setuju untuk melakukan voting dan yang terpilih untuk menyanyi adalah ragendra zilwen yang menunjuk tangan tadi dengan septia aryunda sedangkan yang membaca puisi awalnya adalah Kinda namun karna kinda menjadi pania pada acara itu karna dia adalah anggota osis kami diganti dengan syerli aulia
Setelah memutuskan penampilan kelas mereka pelajaran dimulai kembali oleh buk navi
***
Malamnya diasrama nadia,diana,dan alisya kembali memulai penyelidikan mereka,atas izin dari kepala sekolah alisya dipindahkan ke asrama hijau setelah percobaan penembakan alisya itu dan saat ini sekamar dengan diana dan nadia
"gimana perkembangannya sejauh ini?"tanya alisya
"sepertinya mereka tidak mengirim pembunuh bayaran lagi"ujar nadia
"jadi kami aman ya?"tanya diana
"begitulah"
"sebenarnya siapa diantara kita yang merupakan mata mata itu?kenapa dia tau aku?"tanya alisya
"entahlah, kehadiran kamu hanya diketahui oleh aku dan andil gruop,sedangkan tersangkatnya memang hanya diantara kita"jelas nadia
mereka semua terdiam karna tidak menemukan titik terang siapa orang dibalik semua kejadian yang membahayakan nyawa Diana dan alisya,yang melakukan percobaan pembunuhan hanya diwaktu tertentu saja
"ahhh!!"teriak diana sambil memegang kepalanya
"kenapa na?"tanya alisya yang heran melihat tindakan diana
"di...disana"desah diana sambil menunjuk kejendela kamar mereka yang gordennya sedikit terbuka
Diana pingsan setelah mengatakan itu membuat nadia dan alisya cemas
Beberapa jam setelah itu diana tersadar
"udah baikan na?"tanya nadia cemas
"lo tadi liat apa?"tanya alisya
Diana hanya mematung dan pandangan matanya kosong melihat sesuatu dari jendelanya tadi
"na!!"teriak nadia sambil menggoyangkan tubuh diana
"a..apa?"tanya diana setelah sadar
"kenapa?lo liat apa?"tanya nadia
"ta...tadi ada orang di balik jendela berpakaian hitam memegang pisau dan tersenyum"jelas diana lirih
nadia segera membuat jendela dan tidak melihat adanya bekas kaki dan panjatan di luar "lo yakin na?"
"i...iya"jawab diana
Alisya kembali terdiam
"si....siapa itu?!siapa dibalik semua ini?!kenapa harus kita yang dijadiin sasaran?!!"histeris alisya
"sya!!!tenang sya!!!"teriak nadia menenangkan alisya
mereka berdua memeluk nadia dengan erat
setelah beberapa saat akhirnya mereka tenang dan nadia segera menghubungi orang orangnya yang memantau mereka dari jauh dan menanyai apakah ada orang yang mendekati kamar asramanya
"halo mister"sapa nadia di telpon
"hai non,ada yang bisa saya bantu?"
"segera cek cctv asrama hari ini dari pukul 7 sampai 9 malam ini dan kirimkan datanya pada saya!"
"siap non!!"
setelah memerintahkan misternya nadia segera menghubungi orangnya yang memantau asrama
"halo bob,apakah ada orang yang mendekati asrama tadi?"
"maaf nona,saya tidak melihat ada orang yang mendekati asrama"
"apakah benar?"
"iya nona"
"ketakkan penjagaan keamanan!"seru diana
"siap nona!"tegas bobi kepala pemantau keluarga wildan
Nadia memutuskan telpon dan menerima email tentang video cctv dari pukul 7 sampai 9 malam,namun memang tidak ada siapa siapa yang mendekati asrama
"fuh...jadi apa yang diliat diana tadi?halusinasi?"guman Nadia
Nadia segera melaporkan kejadian itu pada lio dan azra kepala sekolah,mereka terkejut mendengar hal itu dan segera ingin ke asrama namun dilarang oleh nadia karna memang tidak ada siapa siapa saat itu
Nadia membuka laptopnya dan mensearching di google tentang trauma dan dampak dari hilang ingatan yang perlahan ingatan itu kembali,banyak hasil yang ditemukan oleh nadia dan nama nama serta gejala penyakit itu,nadia menghembuskan nafasnya dan segera menutup laptopnya kembali
"hidup kalian terlalu berat,gue gak yakin bisa menjamin dan membantu menyelesaikan urusan kalian ini,dan gue gak tau dampak psikologis apa yang akan terjadi pada lo na,dan trauma sebesar apa yang akan lo jalanin ke depannya sya"gumam diana sambil menyelimuti ke dua gadis yang terkapar itu
Nadia berpikir sejenak mengecek keamanan kamar dan jendela kamarnya lalu memutuskan segera tidur.
Hehehehe