Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota S (3)
Mata Lala berkaca-kaca. Kakinya terasa lemas dan langsung terduduk di lantai. Julian panik langsung menjangkau tubuh Lala dan membantunya berdiri akan tetapi terasa sangat berat.
"Lala kenapa, ada apa?" pertanyaan Julian tak digubris oleh Lala yang kini menunduk menatap nanar ke bawah rumah dengan tangan mengepal dan gemetar.
"Kau" ucap wanita itu mengernyitkan keningnya sambil mengingat-ingat sesuatu.
"Siapa kau?" sambung wanita itu bertanya pada Lala dan semakin memperlihatkan wajah kebingungan.
"Siapa kau? Aku tidak mengenalmu kenapa kau begitu ketakutan melihatku?" tukas wanita itu berteriak namun masih belum mendapatkan jawaban. Seketika Lala teringat bahwa tentu saja wanita yang di depannya tidak akan mengenalinya.
"Apa dia istri mu? Dari mana kau dapatkan perempuan aneh seperti itu dan ada urusan apa kau tiba-tiba datang kemari?" Julian yang tadinya fokus pada Lala kini kesal dengan pertanyaan dan nada bicara wanita itu angkuh sekali.
Lala masih tertunduk berpikir mencari alasan yang tepat agar wanita yang paling ia benci yang kini tengah ada di hadapannya tidak curiga dengan dirinya yang sebenarnya. Sia-sia jika harus mengingat semua yang sudah terjadi maka sekuat hati Lala mencoba tenang menghadapi orang yang sangat ia tidak ingin lihat, sedangkan Julian bangkit mendekati wanita itu dengan sorot mata yang tajam dan penuh kebencian
"Jaga bicaramu dan juga tindakanmu terutama terhadap istriku. Jika tidak aku tidak segan-segan melenyapkanmu. Kau bertanya kenapa aku kemari? apa kau lupa jika kau tinggal dirumahku dan menikmati semua kemewahan dari hasil kerja kerasku".
"Siapa kau?" tanya Lala pelan dalam posisi sudah berdiri tegak.
"Kau yang siapa? kau pikir aku hantu sampai kau ketakutan seperti itu" pekik wanita itu karena sedang tersulut emosi sebab penuturan Julian yang memang itulah kenyataannya.
"Memang entah kenapa aku sangat ketakutan melihatmu. Wajahmu terlihat aneh bagiku" jawab Lala
"Julian aku sangat tidak nyaman disini lebih baik kita pergi saja" lirih Lala
"Sudah ku katakan lebih baik kau tinggal saja" ucap Julian berbalik menatap Lala dan memegangi kedua pipi Lala
"Karena aku tahu disini memang tidak nyaman karena ada manusia sampah dan akibat kau ngotot akhirnya kau melihat hantu disini" tutur Julian dengan mengeraskan sedikit suaranya yang tentu saja maksudnya menjatuhkan harga diri wanita itu dan supaya merasa jengkel.
Julian dan Lala akhirnya pergi sebelum wanita itu kembali ke kamarnya.
"Hei bangun!" ucap wanita sambil menepuk-nepuk pipi seorang pria yang tengah tidur di atas ranjang kamarnya.
"Eh jangan ganggu aku Vela" gumam si pria menggeser kepalanya tapi masih enggan untuk bangun
"Chris bangunlah! adikmu datang!" bentak wanita itu. Christianpun langsung bangun dan duduk di tepi ranjang sambil mengucek-kucek matanya.
"Dimana dia dan mau apa?" tanyanya dengan angkuh dan hendak beranjak namun ditahan oleh Vela
"Kau mau kemana? dengarkan aku mereka sudah pergi"
"Mereka pergi kemana?"
"Aku tidak tahu, aku benci sekali dengannya setiap bertemu dia selalu menghinaku mengatakan aku menikmati kemewahan dari kerja kerasnya dan tinggal di rumahnya"
"Memang benarkan jadi masalahmu dimana?" Vela semakin kesal dengan jawaban Christian
"Dasar laki-laki bodoh! ini jugakan rumahmu"
"Memang aku bodoh, makanya aku terjebak dengan wanita iblis dan serakah sepertimu" ucap Christian santai dan bergegas ke kamar mandi
"Aaakhhhh" Pekik Vela emosi sambil meremas sprei ranjang yang sedang ia duduki
"Tapi siapa perempuan itu? sepertinya aku juga pernah mendengar suaranya tapi dimana? aku tidak mengenalnya bahkan aku baru pertama kali bertemu" Vela berdialog sendiri
*****
Selamat Pagi Bos
Selamat Pagi Bos
Selamat Pagi Bos
Sapaan-sapaan dari beberapa Karyawan pada Julian saat Julian, Lala dan Ferdinand berjalan menuju ruangan Christian.
Terdengar suara pintu dibuka
"Akhirnya kau datang menemuiku. Apa kau begitu merindukan ku bos?" Christian berbasa-basi saat melihat Julian, Lala dan Ferdinand masuk ke ruangannya tanpa mengetuk
Sosok Lelaki tampan yang sedang duduk sambil memutar-mutar kursi kebesarannya dengan seulas senyum sinisnya berhasil membuat hati Lala sesak. Sesak menahan perasaan yang tidak bisa diungkapkan.
Ingin sekali menangis tapi entah harus menangis bahagia atau menangis bersedih. Bahkan otaknyapun tidak bisa mengontrol matanya sedang memberikan tatapan cinta dan penuh kerinduan.
tbc