NovelToon NovelToon
Bukan Suami Pengganti

Bukan Suami Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: momy siu

Bagaimana rasa nya, ? Di hari pernikahan mu, perselingkuhan calon suami mu justru terbongkar. Dengan wanita yang tak lain adalah sepupu mu sendiri.

JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN BUAT AUTHOR NYA😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momy siu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

B, S, P, 22

''Sudah, jangan terlalu kamu pikirkan. Ikuti saja air mengalir ke arah mana. ?Mama yakin pasti kamu bisa melewati ini semua.''

Eva masih membolak balikan pikiran nya sendiri. Ucapan dari Mama nya itu selalu terbayang dan mengganggu pikiran nya terus-menerus.

''Mama tak ingin memaksa kamu, Mama hanya mengingatkan kamu saja. Nak Arsen memiliki hak atas diri mu, jangan mengharamkan apa yang ALLAH halalkan, sayang.''

Mungkin memang ini sudah takdir, takdir ALLAH yang tak dapat aku sangkal. Takdir ALLAH yang memang harus aku lalui, dan takdir ALLAH yang mesti ku terima, Pikir Eva.

Aku harus mensyukuri apa yang terjadi di dalam hidup ku.? Dan menerima dengan lapang dada.

Memang mudah untuk di ucapkan, dan memang sangat sulit untuk ku kerjakan, ku jalani. Kalau ku pikir kan kembali, selama ada niatan aku yakin aku bisa, dengan membaca Basmalah aku pasti bisa. Putus Eva, mulai yakin dengan keputusan nya saat ini. Tidak dengan kemarin-kemarin yang masih bimbang untuk memutuskan.

''Eva,'' Panggil Mama Rosa. Membuat Eva menoleh ke arah Mama nya yang berada di dalam dapur, yang sedang memasak.

''Iya, Ma.'' Sahut Eva, berjalan mendekati Mama nya itu.

Bisa di lihat, Mama Rosa sedang sibuk memotong beberapa bahan untuk memasak sup daging. Seperti sayuran Wortel, kentang dan sebagai nya.

''Dari pada bengong di situ, mending bantuan Mama menyiapkan makan siang yang sebentar lagi sudah waktu nya.'' Ucap Mama Rosa, yang masih fokus dengan kegiatan nya memotong sayuran.

''Ini, kamu yang mencuci nya. Biar aku buatkan bumbu nya.'' Ucap Mama Rosa lagi.

''Iya Ma,'' Bergerak memutar kran, setelah itu Eva mencuci sayuran tersebut hingga bersih.

Eva yang sudah selesai mencuci sayuran tersebut dengan bersih, kemudian sayuran itu langsung di masukan ke dalam kuah daging yang sudah mendidih.

''Nih masukan dulu bumbu nya, sudah Mama goreng tadi.!''

''Siap Ma.''

...****************...

Suara dentingan jarum panjang terus berputar, tak terasa hampir satu jam wanita berbeda usia itu bergelut dengan peralatan dapur nya, membuat makan siang untuk para suami nya masing-masing.

''Ini semua sudah selesai, sana kamu bawakan suami kamu makan siang, sekalian bawa teh hangat nya juga.!'' Suruh Mama Rosa.

''Sudah Ma, ini Eva sudah siapkan. Tinggal membawa nya ke dalam kamar.'' Menunjukan nampan persegi panjang yang sudah siap dengan satu mangkuk sup daging. Dan satu cangkir teh hangat, di tambah satu lagi piring nasi yang nasi nya sedikit lemas.

''Kalau gitu Eva pamit ke atas dulu, Ma. '' Pamit Eva, melangkahkan kaki nya menjauh dari dapur.

''Ingat pesan Mama, ''

''Iyah Mama ku yang cantik.''

''Eh Ma, Eva lupa. ''

''Lupa soal apa, ?'' Menaikan ujung alis nya ke atas.

''Hmm, itu Ma, kalau nanti Papa pulang dan bertanya soal Eva yang sudah pulang kesini, cepat. Mama jangan kasih tau ya, soal kejadian yang sebenar nya.'' Mohon Eva.

''Eva, Eva hanya takut dengan kesehatan jantung Papa akan kembali kumat ketika mengetahui sebenar nya yang terjadi,Ma.'' Lanjut Eva lagi.

Mama Rosa tersenyum lebar dan mengangguk cepat.

''Jangan khawatir soal itu, urus saja suami kamu dengan benar.'' Dan di balas anggukan dari Eva.

...****************...

Ceklek

Susah payah Eva membuka pintu dengan membawa satu nampan yang berisi makanan.

''Huuf, akhir nya ke buka juga.'' Gumam Eva melangkah masuk, dengan satu kaki bergerak menutup pintu kamar tersebut.

Eva berjalan menuju ranjang yang di mana suami nya sudah terbangun dari tidur nya. Dan sekarang, suami nya itu sudah duduk bersandar di atas ranjang dengan menatap tingkah laku nya.

''Sudah Bangun Mas,?''

Arsen mengangguk lemah.''Sudah.''

''Bagaimana rasa nya, ? Apa sudah mendingan.?''

''Sudah, sudah lebih baik dari sebelum nya.''

''Syukur lah,'' Eva tersenyum senang.

''Kalau begitu, Mas makan siang dulu. Mumpung sup dan teh nya masih hangat.'' Menaruh nampan di atas nakas, dekat dengan suami nya bersandar.

''Mau aku suapin atau makan sendiri,'' Tawar Eva. Meraih secangkir teh hangat dan di berikan ke pada suami nya, Arsen.

''Minum dulu.!''

Arsen langsung menerima teh yang di berikan oleh istri nya itu.

''Terima kasih, dan maaf sudah merepotkan kamu.'' Ucap Arsen sedikit tak enak hati.

''Gak ada suami yang merepotkan istri Mas, itu sudah menjadi kewajiban bagi seorang istri.'' Jelas Eva.

''Mau aku suapin atau makan sendiri, Mas?'' Ulang Eva bertanya lagi.

''Apa kamu mau, kalau aku minta di suapin.?''

''Kan Eva tadi sudah bilang Mas, hal seperti ini sudah menjadi kewajiban bagi seorang istri.''

Kewajiban seorang istri. Eva kembali mengingat wejangan dari Mama nya di dalam dapur tadi.

''Mama tak ingin memaksa kamu, Mama hanya mengingatkan kamu saja. Nak Arsen memiliki hak atas diri mu, jangan mengharamkan apa yang ALLAH halalkan, sayang.''

''Mas,'' Lirih nya.

Eva berubah menjadi gugup, menundukkan kepala nya ke bawah dengan jemari nya saling bertautan.

Jantung Eva mulai deg-deg kan, antara malu dan juga gugup. Badahal hanya ingin mengutarakan kewajiban nya sebagai seorang istri.

Mungkin bagi Eva, hal yang itu cukup private bagi hubungan suami istri. Bahkan Eva melupakan kalau hubungan mereka sudah sah dan juga halal.

Sekedar bertanya, soal hubungan suami istri pada suami halal nya saja sudah malu begini. Apa lagi yang belum halal berani berbuat lebih.?

Apa Eva berani melakukan hal seperti itu. ? Bisa-bisa seharian full tak keluar dari dalam kamar nya, yang akibat malu sendiri.

''Iya, '' Jawab Arsen, dengan sesekali meminum teh hangat yang dia pegang.

Keringat dingin tiba-tiba mulai menyerang di tubuh Eva.

''Hmmm, jika membahas soal kewajiban bagi seorang istri, Mas berhak kok atas diri ku.'' Ucap Eva yang masih menundukkan kepala nya ke bawah karena malu.

''Maksud nya,?''

''Hmm, kalau mas menginginkan aku melayani Mas di atas ranjang, aku, aku sudah siap.'' Ucap Eva terbata.

Arsen menatap Eva istri nya dengan tatapan mata teduh nya.

Si Mata Teduh merupakan pribadi yang penyayang, sensitif atau perasa dan penyabar. Si Mata Teduh bisa memberikan ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya yang tengah tertimpa masalah atau musibah. Si Mata Teduh juga termasuk pendengar yang baik. Si Mata Teduh sangat cocok dijadikan tempat berkeluh kesah, apalagi jika ia memiliki pemikiran yang panjang dan terbuka terhadap suatu hal.

...****************...

...****************...

Tinggalkan jejak, biar semangat Author nya. 💋💋💋

1
Elah Nurhafelah
nama" tokoh pabeulit...
mimief
waah hamil nya berbarengan
mimief
lah...abis di aborsi mang langsing bisa "itu"
mimief
ya..memang Tuhan maha baik
melindungi kita dengan cara nya sendiri
mimief
kyknya mereka rada psikopat yaa
Mak sama anak
serem ihhh
Dewi Yanti
emag bnr sesuatu yg di dpt kn dg cr merebut milik orag lain tdk akan berakhir bahagia
Nuroden Lina
Luar biasa
Heriyani Lawi
eva ini lalat cari kudis, sdh tau kelakuan Juan seperti itu msh aja betah berada di rmhnya
Sarifah Nur Ain Nabila
Luar biasa
Ariani Munung
apapun namanya nadin itu wanita murahan . kalau gadis baik2. di undang ke hotel ujung2nya pasti tidak baik. cerita halu memang kalau mau undang ke kafe kek. jadi ceritanya bisa nyambung, kalau Nadin itu gadis baik2.. payah/Smile/
Marina Tarigan
kabir saja vio kalau memang tdk mau dimadu kan ada kakimu nuat berjln delalu melawan tp kamu ttp bertahan aneh
Marina Tarigan
pulang saja kamu ke jkrta ke rumah om mu dgn diam2 nikahmu aneh masa dipsksa nikah dtstus istri ke 2 apa3an begitu apa kamu dianggap barang srsuka hati aneh
Marina Tarigan
mulai dari awal sblm menikah dgn juan otakmu melulu sirik dan noda yg kamu pelihara membuat keluarga dekat sakit hati padamu jd imbalan petbuatan jahat adalah kekecewaan dan keterpurukan tapi sekarang kamu ditempa di jeruji besi bertobatlah pinta bimnimgan dari Tujan pasti kamu menfapatkan yg terbaik berjuanglah
Marina Tarigan
berani berbuat tanggung akibatnya jalani saja jalano saja dgn tulus
Marina Tarigan
lebai banget ketakutanmu Eva bukan karena Arsem tapi karen juanmu dan sepupumu sendiri Arsen juga dipaksa awalnya nikah sama kamu jgn lupa kamu itu
Marina Tarigan
cemburu demi kebaikan bagus tapi cemnuru ingin menghancurkan orang lain namanya setan yg akan berbalik padamu
Marina Tarigan
kalau kau sadar Juan perbaiki dirimu ke yg lebih baik ikhlaskan Eva dgn suaminya tinggalkan rumah orang tuamu yg tdk normal berjuang demi masa depanmu perbaiki dirimu
Marina Tarigan
vio ini perlu dibawa ke pshiater dan cerita seperti itu walaupun cerita halu tdk layak dibuat begitu karena semua yg berperan ini tdk punya akhlak
Marina Tarigan
karena baru hari itu bekerja Arsen tdk pikir apa2 tapi manusia laknat mempergunakan kesempatan itu mengganggu rmh tgga orang
Happy Kids
brt intropeksi diri.. burhann han burhann..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!