NovelToon NovelToon
Mantan Istri Tercandu

Mantan Istri Tercandu

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:95k
Nilai: 5
Nama Author: iraurah

Pernikahan yang terjalin selama lima tahun tiba-tiba saja kandas akibat perselingkuhan yang dilakukan sang suami.

Awalnya Maya berusaha berdamai dengan sang suami yang berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya. Namun, rasa sakit yang tak kunjung hilang membuat Maya akhirnya memilih untuk berpisah.

Bukannya reda, rasa sakit itu malah semakin membengkak tatkala mantan suaminya kembali menjalin hubungan dengan wanita selingkuhannya dulu.

Sejak saat itu Maya bertekad membalas dendam dengan cara halus, membuat mantan suaminya terpikat kembali lalu membuangnya begitu saja.

Akankah Maya berhasil melakukan balas dendam? Atau justru Maya terjebak dalam misinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merajuk

Keesokan harinya Maya membuat rencana baru untuk mendekati sang mantan suami, ia masih belum merasa puas dengan kejadian kemarin.

Dan hari ini ia akan kembali melanjutkan misinya.

Pukul sepuluh pagi Maya pergi ke sebuah Mall yang berada di dekat kantor Ad'ral Corp, ia sengaja memilih Mall tersebut agar bisa melewati kantor milik Adhitama.

Maya berbelanja kebutuhan sehari-hari di Mall tersebut, cukup banyak yang ia beli, setelah dirasa cukup Maya kembali melajukan mobilnya.

Namun terlebih dahulu Maya membelokkan mobil di salah satu bengkel yang berdekatan dengan perusahaan Ad'ral Corp.

Wanita cantik itu keluar dari kendaraannya, seorang montir lantas menghampiri Maya.

"Ada yang bisa kami bantu, Nona?"

"Saya ingin semua mesin di cek dan diperbaiki" ujar Maya.

"Baik, Nona. Apa ada keluhan lain?"

"Tidak ada, kira-kira berapa lama mobil selesai diperbaiki?"

"Kalau tidak ada kerusakan yang fatal bisa diambil hari ini, kebetulan bengkel sedang tidak banyak pengunjung. Mungkin sekitar dua sampai tiga jam saja" jelasnya.

"Baiklah, saya ada urusan sebentar disekitar sini jika sudah hubungi nomor telepon saya saja"

"Kalau begitu saya minta nomor Nona terlebih dahulu"

Maya pun menuliskan nomor telepon miliknya dan memberikan uang DP sebelum ia pergi dari tempat itu.

Kini tujuannya adalah pergi ke perusahaan Adhi, Maya mengambil ponsel miliknya guna menelpon lelaki tersebut.

Tanpa menunggu lama telepon pun langsung diangkat oleh Adhi.

"Hallo, May?"

"Hallo, mas. Apa kamu sedang sibuk sekarang?"

"Emm... Lumayan, ada apa memangnya? Katakan saja"

"Begini, tadi aku habis dari Mall GH tiba-tiba mobilku mogok dan harus dibawa ke bengkel terdekat. Boleh tidak aku menyimpang dulu ke perusahaan mas, aku bosan kalau harus menunggu disini" dusta Maya memberikan alasan yang cukup masuk akal, Maya sengaja berbohong agar bisa bertemu dengan sang mantan suami.

Sesuai dugaannya, Adhi pun mengizinkan Maya untuk datang ke perusahaan.

"Boleh saja, aku ada di ruangan ku sekarang. Langsung naik saja ke atas" titah Adhi.

"Terimakasih, mas! Emm... Sebelumnya apa mas sudah sarapan?" Tambah Maya.

"Aku sarapan roti tadi, kenapa kamu menanyakan itu?"

"Aku mau ke salah satu tempat makan dulu, mas mau pesan sesuatu? Nanti kita makan bersama di kantor" usul Maya.

"Boleh juga, samakan saja seperti kamu"

"Oke, aku kesana sekarang ya"

"Hmm... Hati-hati"

Senyum licik tersungging dibibir merah muda itu, Maya meletakkan ponsel di tasnya dan langsung mencari taksi yang akan mengantarkan Maya ke resto sebelum ia pergi ke tempat Adhi berada.

Tak sampai sepuluh menit ia sudah berada di depan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, ia berjalan sembari membawa makanan di tangan kanannya.

Langsung memasuki gedung kantor, sebelum naik ke atas Maya menghampiri meja resepsionis untuk meminta izin menemui Presdir, kali ini Maya sudah mengantongi janji dengan atasan mereka.

"Saya ingin menemui Presdir, saya sudah ada janji dengan beliau"

"Tentu, silahkan langsung naik saja Nona. Maaf kemarin kami tidak memberi anda izin, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya" kata dua resepsionis itu menyesal, memohon maaf pada wanita di depannya sambil membungkuk lama.

Maya tercengang, sikap mereka seperti tengah berhadap-hadapan dengan seorang bos saja. Mungkinkah mereka sudah tau siapa Maya?

"Tidak perlu seperti itu, saya sangat memaklumi pekerjaan kalian tidak perlu sampai minta maaf, kalian sudah menjalankan tugas dengan baik, pertahanan itu" Sahut Maya yang justru memuji kedua resepsionis tersebut.

"Kalau begitu saya mau langsung ke atas ya"

"Baik Nona, silahkan"

***

Di ruang Presdir, Adhi nampak fokus pada pekerjaannya. Pagi-pagi begini pekerjaan sudah menumpuk di meja kerja, semua sibuk tak terkecuali dirinya.

Saat pintu diketuk Adhi masih tak mengalihkan pandangan dari berkas serta laptop yang menyala, tapi mulutnya bergerak menyuruh orang tersebut untuk masuk.

"Masuk!"

Pintu terbuka, menampakkan Maya yang menyembul dari balik pintu.

"Mas..."

Mendengar suara Maya sontak Adhi mendongak.

"Sudah datang?"

"Hmm... Aku masuk ya" Maya pun menutup pintu kembali.

"Maaf ya aku jadi mengganggu mas Adhi"

"Tidak masalah, duduklah"

Maya menurut dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa, diikuti Adhi yang juga duduk sambil memangku laptop.

"Mobilnya sudah di perbaiki? Kenapa tiba-tiba bisa mogok?" Ujar Adhi heran.

"Entah, mungkin karena aku jarang servis rutin" ujar Maya beralasan, padahal hal tersebut tak pernah ia abaikan.

"Lain kali harus dilakukan, bahaya kalau sampai rusak parah, bisa membahayakan nyawa diri sendiri" kata Adhi bernasihat.

"Jangan dong, Shakeel kan masih butuh ibunya" cebik Maya diiringi candaan.

"Yah maka dari itu, kamu wajib berhati-hati. Memangnya kamu mau Shakeel cepat-cepat punya ibu sambung?" Adhi berkata tegas.

Maya memutar bola mata malas, "iya, ish mas Adhi kok malah marah sih?! Pasti kesel ya aku datang kesini karena mengganggu mas kerja" tuduh Maya memandang intens pria di sampingnya.

"Lho, mana mungkin. Aku kan cuma menasihati" seketika Adhi berhenti mengetik.

"Ya tapi nadanya gak usah seperti orang marah juga kali" cibir Maya sensitif, ia memalingkan muka dengan ekspresi sebal.

Dengan sigap Adhi menaruh laptop di atas meja, kemudian membujuk Maya dan menjelaskan kesalahpahaman ini.

"Maaf, aku tidak sadar kalau nada bicaraku terkesan marah. Aku sama sekali tidak bermaksud menyinggung mu, aku tidak kerepotan kok kamu datang kesini, sekali lagi aku minta maaf. Jangan marah ya..." Ucap Adhi selembut mungkin, dari dulu ia memang tak kuasa melihat Maya marah.

Maya sendiri pun tak mengerti kenapa ia jadi terbawa suasana seperti ini, mungkinkah ia kesal sebab Adhi membawa-bawa 'ibu sambung' dalam obrolan mereka? Mungkinkah Maya tengah cemburu saat ini?

"Maya...."

"Jangan marah... Maafkan aku"

Ujar Adhi berulang-ulang, tapi Maya masih terus merajuk.

Adhi menyentuh kedua pundak wanita itu dan mengarahkan Maya agar menatap dirinya, seketika pandangan mereka bertemu.

"Maafkan aku, lain kali aku akan berbicara lebih lembut. Tapi sumpah demi apapun aku tidak merasa kesal padamu sedikit pun, aku bersumpah!" Adhi mencoba meyakinkan Maya.

Dengan tatapan tajam dan bibir yang mencebik Maya terus memerhatikan Adhi cukup lama, seharusnya ia tidak seperti ini, seharusnya Maya mampu menahan emosinya dan bersikap biasa, Maya merutuki dirinya sendiri, tetapi jujur kali ini Maya seolah tak terima dengan kata-kata Adhi, Maya seakan sensitif dengan kalimat itu.

Dengan sebal Maya menghambur pelukan pada pria tersebut, sambil memukul-mukul dada bidang Adhi untuk melampiaskan amarah di dalam jiwanya.

"Mas jahat...!"

Bugh.

Bugh!

Bugh!

"Jahat... Jahat.... Jahat....!"

Namun Adhi membiarkan Maya memukulnya sesuka hati, hal ini membuat Adhi teringat akan sikap manja Maya dulu ketika sedang cemburu. Meski Adhi sadar jika kini kekesalan Maya bukan berasal dari kecemburuan, tetapi tetap saja Adhi merasa lucu dengan tingkah Maya saat ini.

Tanpa Maya sadari, Adhi justru menyunggingkan senyum.

1
Aas Azah
di ralat thor sebutan Adhi itu harusnya pria/laki-laki kalau pemuda itu untuk yg masih bujangan 😊
Yoyoh rasjan
kok lama update nya
Fazira Aisyah
bagus cerintanya thor 👍👍👍, semangat up yuk thor
Nur fadillah
Wadidawww....rujuk saja Mbak Maya...😄
Nur fadillah
Jadi sediiiih...bikin mewek 😥😥😥
Nur fadillah
Nah kan...kan...baru terasa....😥😥
Kinnong
Thor ?
Endang cute
balas dendam terbaik adalah berdamai dengan hati kita sendiri,,, mengikhlaskan masalalu agar hati kita tenang...membuktikan siapa kita sekarang bukanlah kita yg dulu...

tp mw gimana lagi... setiap orang mempunyai pemikiran sendiri seperti maya,,, mungkin karena terlalu sakit hatinya,,
N'chie Zain Ahura
slalu suka sama karya2 mu thorrr...dan selalu setia menunggu update nya
Eka Elisa
maak...
Diana Dwiari
pembalasan lbh kejam....tunggu aja wKtunya tiba adhi.....
Sri Murwati
bagus
Engkar
ko ni g dilnjut ya?
💗 ChaNaZi💗
Sedih nya jadi anak broken home
💗 ChaNaZi💗
Dona siapa sih Thor ?.apa salah ketik othor ya ? Kadang Dona, kadang Maya
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aslinya yg di ucapkan Maya keluar dari hati nya yang paling dalam
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
malu ya Adhi dengan imajinasi mu 🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwkwk rupanya Adhi menghalu, aciaan 😂😂😂
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
ya ampun teh Anna sampai onani wkwkwkwk
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
part ini bang Salman baca GK wkwkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!