NovelToon NovelToon
Pak Guru Is My Husband

Pak Guru Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Putri Melati

Menceritakan seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bahkan ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sang gadis.


Dikta Ananta Pramaja
Seorang guru berwajah tampan dan berkharisma namun memiliki sifat dingin dan wajah datar ke semua orang tapi banyak sekali perempuan yang tergila-gila akibat pesonanya tapi tidak berlaku untuk gadis satu itu ia bahkan sangat tidak menyukai gurunya tersebut.


Veranda Claudysa Shakila
Gadis cantik namun barbar ini berhasil mengikat sang guru dingin bahkan sang guru tergila-gila kepadanya.

Akankan cinta Pak Dikta terbalaskan?
Lanjut baca kisah cinta Pak Dikta dan Veranda ya



Jangan lupa follow dan vote yaa!!
Selamat menikmati🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Putri Melati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaget Yang Fatal (2) ?

"ASTAGFIRULLAH" Ucap mereka bertiga secara bersamaan

Mereka sangat syok melihat pemandangan di depannya bahkan Mama Veranda langsung jatuh pingsan dengan sigap sang suami membopongnya keluar, mereka sangat kaget dan tak menyangka dengan hal yang mereka saat ini putri kesayangan mereka sedang berpelukan dengan seorang laki-laki bahkan pakaian mereka sudah acak-acakan. Bang Keinan yang sudah sangat emosi langsung mendekat ke arah ranjang.

"BRENGSEK"Ucap Bang Keinan emosi ia langsung menarik paksa tubuh Pak Dikta yang masih tertidur pulas

"Dasar bajingan lo iblis lo berani lo ngelakuin hal bejat ke adek gue" Ucap Bang Keinan dengan rahang mengeras bahkan urat-uratnya terlihat jelas

"BUG"

"BUG"

"BUG"

"Mati aja lo sialan gak guna lo hidup juga" Makin Bang Keinan ia sangat emosi

"Sudah Keinan cukup" Ucap Papanya tiba-tiba yang langsung melerai mereka berdua

"Jangan pisahan Keinan Pa dia belum mati! " Ucap Keinan dengan penekanan

"Dengerin Papa Keinan dengan kamu ngebunuh dia gak akan nyelesaikan masalah, malah akan memperumit masalah yang ada" Sentak Papanya membuat Keinan terdiam

Papa Veranda langsung mendekat ke arah Pak Dikta ia menatap Pak Dikta dengan nyalang.

Veranda yang mendengar ribut-ribut di kamarnya langsung saja membuka matanya secara perlahan-lahan, bola mata cantik milik Veranda mengerjap beberapa kali sampai pandangannya dan ia menoleh ke arah samping betapa terkejutnya ia melihat Papanya, Bang Keinan dan Pak Dikta ada disitu dengan kondisi Pak Dikta yang sudah memprihatinkan.

"Papa"Ucap Veranda membuat mereka semua menoleh ke arah ranjang tempat tidur, Papa Veranda dan Bang Keinan menatap Veranda dengan tatapan kekecewaan

"Lo udah ngecewain kita semua Ver" Lirih Bang Keinan sambil meneteskan air mata membuat Veranda bingung dengan kejadian didepannya ini

"Ini ada apa bang" Ucap Veranda bingung

"LO MASIH TANYAK ADA APA? LO MAU NGEPRANK KALO BENER NGEPRANK SELAMAT PRANK LO BERHASIL BUAT KITA SEMUA SYOK BAHKAN Mama sampai pingsan" Ucap Bang Keinan dengan membentak lalu lirih diakhirnya karna tak kuat menahan sesak didadanya

"Apa maksud Abang Mama pingsan kenapa Bang" Ucap Veranda dengan mata berkaca-kaca

"Lo masih tanyak? Liat keadaan lo sekarang dengan pakaian udah acak-acakan dengan posisi pelukan dengan seorang laki-laki di dalam kamar lo pikir itu gak ngebuat Mama kaget" Ucapan Bang Keinan membuat mata Veranda membelak seketika ia melihat kondisi bajunya yang sudah acak-acakan dan ia melihat juga ada Pak Dikta disini ia baru sadar kemana arah pembicaraan Bang Keinan, tanpa basa-basi Veranda langsung bangun dari tempan tidur dan melangkah mendekat ke arah mereka.

"Pa, Bang ini gak seperti yang kalian pikirkan" Ucap Veranda dengan berlinang air mata

"Gue gagal ngejaga lo Ver gue GAGAL" Ucap Bang Keinan yang emosi lalu memukul dinding di sampingnya membuat tangannya berdarah, Veranda yang melihat itu langsung menahan tangan abangnya dan menggenggamnya erat-erat

"Stop Bang lo gak salah, gue gak ada ngelakuin apapun sumpah Bang gue gak ngelakuin apa-apa"Ucap Veranda sambil menggemggam tangan abangnya yang langsung disentang oleh Bang Keinan

"Pa, Papa percayakan sama aku, aku gak mungkin ngelakuin ini Pa"Ucap Veranda sedangkan sang Papa hanya menatapnya dengan tatapan kosong lalu melangkah maju mendekat ke arah Veranda

PLAKK

Suara tamparan berbunyi nyaring membuat semua orang yang ada di dalam kamar itu syok mereka tak menyangka Veranda akan ditampar.

"Pa" Lirih Veranda sambil memegang pipinya yang memerah sang Papa tak menjawab lalu menjauh dari arah Veranda dan..

BUG

"Ini buat kamu yang udah kurang ajar sama anak saya"

BUGG

"Ini buat laki-laki bajingan kayak kamu"

BUUGGG

"Ini buat kamu yang berani meniduri putri saya, separuh hati saya, hidup saya" Ucap Papa Veranda dengan lirih lalu dia mengangkat kepalan tangannya untuk memukul Pak Dikta

"Stop Pa, jangan gini aku takut ngeliat Papa kayak gini ini bukan Papa" Ucap Veranda memeluk Papanya sambil tersedu-sedu

"Orang tua mana yang tak kecewa melihat anak perempuannya melakukan hal keji didepan mata" Ucap Papanya yang dibalas gelengan oleh Veranda

"Dan untuk kamu, saya yang pertama kali menciumnya, saya yang pertama kali mencintainya, saya yang pertama kali memberi kasih sayang dan kebahagiaan, lalu dengan tidak punya hatinya kamu datang menghancurkan belahan hati saya, Veranda itu jiwa saya kamu hancurkan Veranda berarti kamu menghancurkan saya "Ucapan Papa Veranda membuat hati Pak Dikta, Veranda, Bang Keinan serta Mamanya teriris sang Mama yang rupanya sudah berdiri di depan pintu menyaksikan itu semua

Veranda hancur mendengarkan kata-kata sang Papa ia tak menyangka kasih sayang yang diberikan Papanya sangat besar ia langsung berlutut di depan Papanya memohon agar sang Papa mengampuni kejadian yang sama sekali tidak ia lakukan.

"Pa, Demi Allah aku gak ngelakuin apapun aku tadi cuma les Pa terus kepala aku pusing habis itu aku gak inget apa-apa lagi. Papa harus percaya sama aku Pa hiks gak mungkin aku ngelakuin hal kotor itu"Ucap Veranda sambil memeluk lutut sang Papa

"Bagaimana saya bisa percaya Veranda Claudysa Shakila sedangkan kamu sendiri tidak ingat apa-apa" Ucap Papanya dengan nada datar nada yang sangat asing di telingan Veranda

Sang Mama yang sudah tak kuat melihat sang putri rapuh itu pun mendekat lalu mendekap Veranda sambil mencium kening gadis itu. Veranda membalas pelukan Mamanya sambil menangis tersedu-sedu.

"Aku gak ngelakuin i-itu Ma" Ucap Veranda terbata-bata karna masih menangis

"Mama percaya kan sama aku, Mama gak kayak Abang dan Papa kan yang gak percaya sama aku, Mama pasti percaya sama aku, tapi kalo Mama aku sendiri gak percaya aku gak tau lagi harus ngadu ke siapa" Ucap Veranda dengan nada yang sangat pilu membuat Pak Dikta, Sang Papa, dan Bang Keinan teriris bahkan Papanya dan Bang Keinan sudah mengeluarkan air matanya.

Papa Veranda yang sudah tak kuat melihat kehancuran putri sematawayang di depannya langsung melangkah keluar sebelum ia keluar ia berenti sebentar di depan pintu kamar.

"Saya tunggu kalian di ruang tamu" Ucap Papa Veranda dengan nada dingin lalu melangkah Pergi.

...✨✨✨...

Saat ini mereka semua telah berkumpul di ruang tamu dengan posisi Mama Papa Veranda di sofa depan, Veranda dan Pak Dikta di depan Sofa Mama dan Papa Veranda dan Bang keinan di samping kanan.

"Saya sudah putuskan" Ucap Papa Veranda sambil menarik nafas sejenak lalu menghembuskannya dengan kasar

"Kalian akan dinikahkan secepatnya" Ucapan Papa Veranda membuat mereka semua syok

"Pa" Protes Bang Keinan, Mama Lili, dan Veranda

"Papa jangan ngambil keputusan saat Papa emosi Pa"Nasehat sang istri

"Iya Pa Keinan gak setuju Vera nikah sama si brengsek itu" Ucap Bang Keinan sambil memandang Pak Dikta sengit sedangkan Pak Dikta hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata

"Aku gak mau Pa, aku masih terlalu kecil untuk nikah" Ucap Veranda tak terima

"Lagian aku gak ngelakuin apa-apa ngapain dinikahin" Ucap Veranda lagi

"Kamu bisa jamin kamu tidak melakukan apa-apa? " Tanya Papanya membuat Veranda terdiam

"Diam kamu kan? Kamu gak bisa ngebuktikan apa-apa Veranda diluar kamu ngelakukan atau tidak dengan kamu 1 kamar bahkan pelukan dengan seorang laki-laki itu sudah sangat salah" Ucap Papa Veranda sambil menahan emosi

"Tapi Pa kita bisa cari cara lain selain nikah aku gak mau Pa"Ucap Veranda dengan air mata berlinang lalu ia menoleh kesamping melihat Pak Dikta hanya diam saja

"Pak, Bapak ngomong dong ke Papa saya kalo kita gak ngelakukin apa-apa jangan diem aja Pak"Ucap Veranda sambil memaksa Pak Dikta untuk bicara

"Saya gak tau Veranda saya gak ingat apa-apa" Ucap Pak Dikta sambil menunduk membuat Veranda geleng-geleng gak percaya

"Bapak jangan bohong dong jangan membuat Papa, Mama, dan Abang saya mikir enggak-enggak tentang kita"Ucap Veranda dengan emosi ia geram dengan perkataan Pak Dikta

"Sudah cukup Veranda keputusan saya sudah bulat, buat kamu apa kamu siap tanggung jawab untuk semua ini" Tanya Papa Veranda kepada Pak Dikta

"Saya siap tanggung jawab Pak, sekalipun itu bukan saya gak ngelakukan apapun tapi saya terima konsekuensinya" Ucap Pak Dikta tegas

"Baik secapatnya kalian akan dinikahkan tidak ada bantahan dan saya tidak menerima penolakan apapun" Ucap Papa Veranda dengan nada tegas yang membuat semua orang tak berani membantah. Veranda mendengar itu sangat kecewa ke Papa nya dan Pak Dikta

"Puas anda Pak Puas udah ngancurin hidup saya, ini kan yang Bapak mau, kalo bener ini kemauan Bapak, saya ucapin selamat Bapak berhasil, Bapak berhasil buat hidup saya HANCUR SEHANCUR-HANCURNYA" Teriak Veranda lalu melangkah pergi dari apartemen Pak Dikta

1
Mulyanti
lanjut thor
kwek kwek
lanjut Thor
Irma Ariani
lanjutin thor
Ela Wati
yg fokus mbak bacanya, orang di situ di bilangin nya naik ojol
Ela Wati
yg fokus bc nya, orang di situ bilang nya naik ojol.
Ela Wati
yg fokus baca nya, orang di situ bilang nya naik ojol.
Qaisaa Nazarudin
Lanjut aja thor, masihnada aku yg nyokong karya mu di sini..Semangat dong💪🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
HAMIL SIMPATIK deh kayaknya ..
Qaisaa Nazarudin
Astaga ini kenapa lg es kutub meleleh kek gini 🤣🤣🤣 Wahh jangan2 Vera HAMIL nih!!🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Ini namanya cowok gantle man,,gak perlu bertindak bodoh ngotot ngerebut milik org lain,👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Astaga kenapa gak di kunci pintunya?? Yg ada ntar org bilang Vera yg godain gurunya mana yg blom tau mereka udah nikah..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Ngakak aku,nyebur tuh minuman ku,Dasar Y kabur mulu dari X makanya mereka susah ketemu dan gak berjodoh 🤣🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
“Sayang” dong pak manggilnya, jgn Veranda2 mulu, “saya2” mulu, Formal banget sih, kan udah saling jatuh cinta tuh kalian berdua, ngapain SAYA2 lagi..
Qaisaa Nazarudin
Berarti bukan satu klas nih dgn Vera cs..
Qaisaa Nazarudin
Bertambah lg Rivalnya pak Dikta, Untung pak Dikta gercep langsung nikahin Vera 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lho bukannya td Veranda bawak motor sendiri ya pergi sekolah dikawal sama paksu dr belakang, kok pulangnya bareng naik mobil??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Wahh Vera malah cari masalah kamu ngasih harapan kek gitu, Kalo cuman gak tau kantin dimana, kan banyak cowok satu klas tuh, kenapa gak ngajak mereka aja,,
Qaisaa Nazarudin
Pedean udah tau dia udah bersuami juga, ngotot banget🙄
Qaisaa Nazarudin
Waahh pasti sengaja nih dia pindah kesini dan malah satu kelas lg dgn Veranda, Dasar padahal udah klas X11 juga kan, ngapain pundah lg coba, apa maksudnya..🙄🙄🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Veranda gak ngajak ya sahabatnya ke nikahan nya waktu itu?? Dikta aja ngajak tuh sohibnya,,kalo sahabat doang rasanya gak papa ya Vera kasih tau, tapi mereka harus jaga rahasia,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!