NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:469.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Kejadian kelam yang menimpah Icha di masa lalu, hingga merenggut nyawa sang kakak.

Ternyata meninggalkan trauma tersendiri untuk Icha, wanita itu begitu takut kepada mereka yang berjenis laki-laki, jangankan menyapa! Menatap saja tubuh Icha langsung gemetaran disertai keringat dingin.

Namun demi memenuhi keinginan sang ayah di detik-detik terakhir hidupnya, icha rela menikah dengan pria yang tidak dia kenal.

Tapi siapa sangka di hari kedua meninggalnya sang ayah, suaminya kembali menikah lagi dengan wanita pilihan ibunya tanpa sepengetahuan Icha.

Penasaran bagaimana mana Icha menjalani semuanya?

Yuk kepo-in. 🤗

jangan lupa follow IG: vi_via129.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah baru.

" Aku tahu semua ini terasa begitu sulit untuk kamu jalani, tapi cobalah bersosialisasi dengan lingkungan yang baru ini. Orang-orang di lingkungan ini semua baik kok. tidak ada orang jahat yang perlu kamu takuti! kerena aku sudah menyelidiki daerah sini sebelum aku memilih untuk membeli rumah disini. Tapi, kalau pun masih berat juga untuk kamu lakukan, membalas sapaan orang lain dengan tersenyum, aku rasa bukan sebuah hal yang sulit kan." Ucap Riyadh. Mengingat bagaimana reaksi Icha saat ada beberapa tetangga yang menyapa mereka tadi.

Keduanya baru saja tiba di rumah baru mereka, setelah semalam dan pagi tadi terjadi sedikit drama antara Icha dirinya dan Rista. Apalagi kalau bukan Icha yang tak mau ikut bersama Riyadh dan menolak keras keinginan Riyadh untuk tinggal berdua dengannya.

Bukan tanpa sebab Riyadh berkata seperti itu kepada Icha, sebab istrinya itu langsung bereaksi dan menunjukkan ketakutannya saat mereka di sapa beberapa tetangga yang menghampiri mereka dan Riyadh tidak ingin Icha menunjukkan ketakutannya itu di depan siapapun agar tidak ada yang akan memanfaatkan kondisi Icha nantinya.

" Apa yang di katakan suami kamu itu benar? kakak juga yakin, kamu bisa melakukannya! dulu waktu ayah ingin menyekolahkan kamu lagi, kamu juga takut! lebih takut malah, tapi lihatlah sekarang kamu bisa kuliah dan mulai terbiasa dengan kehadiran orang lain, walaupun harus selalu di temani Kakak, Nadia dan Mimi." Rista turut menimpali ucapan Riyadh. Wanita itu terpaksa harus ikut mengantar adiknya ke rumah baru mereka, sebab Icha begitu keras kepala saat di bujuk. " Dan satu lagi Cha, kamu harus ingat akan status kamu, jangan sampai kondisi kamu membuat orang menilai ayah gagal dalam mendidik anak-anak perempuannya." Lanjutnya sedikit berbisik. Membuat Icha mendongak dan menatap tak percaya, wajah sang kakak.

Rista sama seperti ayah serta ibunya, mereka begitu menyayangi Icha, tapi cara mereka menghadapi kondisi Icha berbeda, Jika ibu dengan memberikan yang terbaik semampu dirinya dan memastikan Icha tetap mendapatkan pendidikannya. Ayahnya justru lebih mementingkan kenyamanan Icha dengan menurutinya. lain halnya dengan Rista yang sedikit keras dan tegas kepada sang Adik.

" Aku tahu, kakak tidak perlu khawatir! aku nggak akan mempermalukan kalian. Dan kakak tidak usah repot-repot untuk mengusir aku lagi, karena aku tahu kakak dari dulu emang tidak sayang sama Aku." Rista langsung memutar kedua bola matanya malas. Adiknya itu selalu seperti ini, Jika sedikit ia kerasi.

" Terserah kamu! mau berpikir seperti apa tentang kamu, kamu cukup tahu saja, kakak seperti ini bukan karena tidak sayang sama kamu,tapi kakak ingin kamu sembuh Cha! lupakan semua dan cobalah untuk bergantung dengan suamimu. Sekarang kakak harus pulang, mas Arga pasti sedang menunggu kakak." Wanita itu langsung berbalik untuk meninggalkan rumah itu, tanpa menghiraukan wajah sendu Icha.

" Mari kak! Saya Antar." Sahut Riyadh.

" Nggak usah, kakak sendiri aja, kebetulan kakak udah pesan taksi! kamu temani dia dan tolong jaga dia yad. Kakak pulang dulu." Riyadh menganggukkan kepalanya kemudian mengantar Rista ke depan.

" Kak Riastaaa_" Teriak Icha, Wanita itu langsung berlari menyusul sang kakak." Kak Icha nggak mau tinggal disini, Icha mau pulang aja! Icha bisa jaga diri kok." Teriak Icha, dia sudah seperti anak TK yang akan di tinggal ibunya. Berharap sang kakak mau mendengar dan menurutinya.

" Tidak Icha, kamu tinggal disini sama suami kamu! Sejak malam itu kamu sudah menjadi tanggung jawab Riyadh." Rista berbalik memeluk tubuh Icha dan berbisik di telinganya." Ingat status kamu dan jangan mempermalukan nama baik ayah." Ulangnya lagi, sebelum Rista masuk kedalam taksi yang telah menunggunya dan taksi itu pun pergi setelah Rista memberitahu alamatnya. Sementara Icha hanya bisa melihat mobil yang di tumpangi sang kakak menghilang dari pandangannya.

" Sayang, Ayo kita masuk." Ajak Riyadh, lelaki itu sejak tadi bersandar pada kusen pintu dan melipat kedua tangannya di dada, memandang istri dan kakak iparnya itu.

Icha menggeleng kepalanya, menolak ajakan Riyadh untuk masuk kedalam rumah mereka. Membuat Riyadh hanya bisa mendesah, Karena untuk membujuk pun rasanya percuma, Sebab Icha masih terlihat begitu takut berada di dekatnya. " Kalau kamu masih ingin berada disini, nggak papa! tapi jangan lama-lama di luar. Nanti aku di kira menelantarkan kamu lagi." Ucap Riyadh dengan nada bercanda, Kemudian meninggalkan Icha sendiri.

......🥀🥀🥀🥀......

Cukup lama Icha beranda di teras rumah itu, ia berjalan kesana-kemari layaknya setrikaan rusak, jika bosan ia akan duduk, tetapi wanita itu belum terlihat akan masuk kedalam rumah, walaupun perutnya mulai berdemo minta di isi, karena waktu telah menunjukkan jam makan siang ditambah, pagi tadi dia belum sempat sarapan.

Icha yang mulai lelah berusaha meyakinkan dirinya untuk masuk kedalam rumah itu, sembari meramas ujung bajunya. Saat melewati ruang tamu dan ruang keluarga, Riyadh tidak terlihat di sana! sehingga Icha berpikir suaminya itu tengah berada di kamar dan ia pun bergegas ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan.

" Aaahkkk." Teriaknya begitu mendapati Riyadh keluar dari pantry dengan membawa mangkuk berisi sup ayam yang baru ia masak.

" Cha." Riyadh meletakkan sup itu di atas meja makan, kemudian menghampiri Icha." Ka_"

" Aku baik-baik saja." Icha langsung memotong ucapan Riyadh. Sebelum Riyadh melangkah lebih dekat padanya.

" Oh, oke! Kemari lah kita makan siang bersama." Sahut Riyadh sembari menarik salah satu kursi untuk Icha. " Cha." Panggil Riyadh lagi karena istrinya itu hanya bengong di tempatnya sambil menatap makanan yang telah ia siapkan untuk mereka berdua.

Sedangkan Icha yang merasa tidak enak dan tidak ingin membuat lelaki itu menunggu, Icha pun melangkah dengan perlahan Kearah Riyadh kemudian duduk kursi yang sudah disiapkan pria itu.

Meja makan yang di desain khusus untuk empat orang itu, membuat Icha sedikit tidak nyaman makan siang bersama Riyadh, karena mereka saling berhadapan.

" Selesai makan, aku akan mengantarmu berkeliling rumah ini. Soal beres-beres kamu tidak perlu melakukannya, karena akan ada orang yang datang membersihkan rumah ini saat kamu tidak berada di rumah dan mereka akan pulang sebelum kamu datang. Jika kamu ingin memasak, kamu boleh melakukannya! aku sudah meminta Rizky untuk menyiapkan bahan makanan kita. Tapi jika kamu tidak ingin melakukannya, Kamu tidak perlu melakukannya cukup buat dirimu nyaman di rumah ini." Ucap Riyadh panjang kali lebar disela-sela makanya, sementara Icha tidak menyahutinya sama sekali.

Setelah makan siang mereka selesai, Riyadh mengantar Icha berkeliling rumah mereka, Tentunya dengan menjaga jarak sesuai ucapan Riyadh tadi.

1
Rina Arie
Lumayan
Yuni Ngsih
mantap Thor perjalanan hidup yg menyedihkan tp setelah itu mambagiakan jd susunan ceritranys hebat ....trs maju trskan d/ ceritra" selanjutnya ditunggu Thor ...👍👍👍
Sella Darwin
Luar biasa
Sulati Cus
kehancuran seorang ayah ketika merasa buruk untuk melindungi anak2 nya, tp sp yg nyangka ternyata orang terdekat penjahat nya
COOL_I4N
harus nya riyad ajak omong icha untuk terakhir kali nya terkait perceraian kl memang iyad memikirkan kebaikan untuk istrinya. bukan diam2 sdh urus perceraian. dilogika hal yg di lakukan iyad akan menambah luka icha yg sdh byk trauma dlm hidupnya. sedangkan iyad menghindar slama bbrp hr saja icha sdh terluka. ini mau ngajak cerai gak omong baik2 tp main belakang. kl memang memikirkan mental icha hrs nya diomongkan di depan dibuat seakan mengikuti apa yg icha mau. secara disini kan yg mentalnya sehat si iyad. jd memang sdh resiko hrs mau memahami icha yg tdk sehat jiwa nya
resti abineno
banyak tulosan yang salah. mohon dibaca ulang sebelum diupload
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
typooooo nya duhh
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
nyebelin iiihhh
resti abineno
mimi apa eva yang benar. diklarifikasi dg thor
resti abineno
yang benar eva atau mimi. bikin bigung
wina kemal
Luar biasa
Rita Mahyuni
wajar icha marah...sangat sensitif bagi2 org yang memiliki masalah dgn psikisnya...suka thor icha memiliki suport sistem yang baik...sabar riyadh...nanti juga dimaafkan icha...hanya author yg tahu he he
Eva Rubani
makasih..
Eva Rubani
horeee..
Eva Rubani
lanjut..
Eva Rubani
yuppps
Eva Rubani
semangat Icha..
Eva Rubani
lanjut..
Eva Rubani
buat keputusan
Eva Rubani
kepo ibu mertua hehe..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!