NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Mansion keluarga Kincaid kembali diselimuti keheningan yang mencekam saat jam dinding antik di aula utama berdentang menunjukkan pukul empat pagi.

Alfie melangkah masuk dengan tubuh yang terasa begitu berat dan pakaiannya yang kotor oleh lumpur dari tepi tebing sungai dibiarkannya begitu saja.

Wajahnya yang biasa tampak angkuh sekarang terlihat sangat pucat dengan gurat kelelahan dan kehancuran.

​​Tanpa sadar, langkah kakinya membawa Alfie kembali ke kamar tidur utama mereka. Selama dua tahun pernikahan mereka, kamar megah itu adalah saksi bisu bagaimana Alfie selalu memperlakukan Flossie dengan dingin, acuh tak acuh, atau menjadikannya tempat untuk meluapkan amarah sebelum dia pergi tidur di sofa ruang kerja.

​Dengan tangan yang gemetar, Alfie memutar kenop pintu dan melangkah masuk. Aroma lembut minyak lavender, wewangian khas yang selalu digunakan Flossie untuk menyambutnya pulang langsung menyambut indra penciumannya.

​Kamar itu sangat rapi, terlalu rapi, namun terasa begitu dingin dan sepi tanpa kehadiran sosok wanita itu. Alfie mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang luas.

​Di dalam kamar tidur mereka, tidak banyak barang mewah milik Flossie yang tertinggal. Di atas meja rias yang besar, deretan kosmetik mahalnya hampir kosong karena Flossie jarang menyentuhnya.

​Alfie berjalan mendekati ranjang berukuran king size tempat mereka biasa berbagi ranjang dalam keheningan, lalu duduk di tepinya.

​"Mengapa kamar ini terasa begitu kosong?" gumam Alfie pada diri sendiri.

​Alfie baru menyadari betapa sepinya kehidupan yang dijalani Flossie di dalam kamar ini, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman baginya.

Wanita itu selalu terisolasi di sini dan diabaikan olehnya setiap malam dan terus-menerus menerima tekanan serta intimidasi dari ibunya tanpa pernah ada Alfie yang membelanya.

Namun, Flossie tidak pernah mengeluh. Dia selalu menyambutnya pulang dengan senyuman tulus yang hangat, senyuman yang malam ini telah ia hancurkan sendiri.

​Pria itu bangkit berdiri dengan gelisah dan didorong oleh rasa bersalah yang perlahan mulai menggerogoti kewarasannya. Ia berjalan menuju lemari pakaian Flossie, membukanya dengan kasar, dan berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa mengalihkan pikirannya dari bayangan noda darah di sandal tepi tebing tadi.

​Di dalam lemari hanya ada beberapa potong gaun sederhana yang harganya tidak seberapa. Jauh di sudut laci paling bawah, mata Alfie menangkap sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua yang tersembunyi di balik lipatan pakaian.

​Alfie mengernyitkan dahi. Ia mengambil kotak itu dan membukanya. Di dalam kotak tersebut ada sebuah jam tangan pria bermerek mewah yang sangat elegan.

Alfie tahu persis harga jam tangan ini harganya mencapai ribuan dollar. Di samping jam tangan itu, ada selembar kertas kecil yang terlipat rapi dengan tulisan tangan Flossie yang sangat anggun.

​Alfie membuka lipatan kertas itu dengan jantung yang tiba-tiba berdegup kencang.

​“Untuk suamiku tercinta, Alfie Kincaid.

Selamat ulang tahun yang kedua sejak kita bersama. Aku tahu kamu tidak menyukai barang-barang murah, jadi aku menabung seluruh sisa uang bulanan dan hasil kerja sampinganku sebagai ilustrator selama setahun ini untuk membeli hadiah ini untukmu. Aku berharap, setiap kali kamu melihat jarum jam ini berputar, kamu tahu bahwa ada aku yang selalu menunggumu pulang dengan penuh cinta. Aku mencintaimu, dulu, sekarang, dan selamanya.”

​Alfie terpaku. Kertas di tangannya bergetar hebat seiring dengan air mata yang tanpa sadar mulai menetes dari pelupuk matanya dan membasahi surat cinta yang tulus itu.

​"Kerja sampingan?" bisik Alfie.

"Dia membeli ini dari hasil kerja kerasnya sendiri?"

​Pikiran Alfie langsung berputar kembali ke koridor rumah sakit, saat dia melemparkan foto-foto palsu dan menuduh Flossie sebagai wanita oportunis yang haus harta serta berselingkuh demi uang.

"Wanita miskin sepertimu memang hanya mengincar uang sejak awal!'"

Kalimat kejam yang ia lontarkan sendiri malam itu berbalik menghantam dadanya.

​"T-Tidak, Flossie, kenapa kamu tidak mengatakannya padaku?!"

Alfie berteriak frustrasi dan meremas surat itu di dadanya sambil jatuh berlutut di depan lemari.

"Kenapa kamu membiarkan aku mengusirmu?!"

​Rasa penyesalan yang teramat dalam dan terlambat sekarang mengalir di setiap aliran darahnya dan mencekik seluruh akal sehatnya. Wanita yang dia tuduh pelacur dan pembunuh ternyata adalah wanita yang mengumpulkan setiap sen uangnya hanya untuk membelikannya sebuah hadiah ulang tahun mewah dengan ketulusan.

​Pintu kamar Flossie tiba-tiba terbuka paksa dengan keras dan menghancurkan kepedihan Alfie.

​Asisten pribadi Alfie, Troy, melangkah masuk dengan napas yang terengah-engah dan wajah yang sangat pucat pasi.

Di tangannya, dia memegang sebuah map dokumen resmi yang berlogo kepolisian pusat.

​Alfie langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Troy dengan mata merah dan penuh harapan.

"Troy! Apa ada kabar dari tim SAR?! Mereka menemukan Flossie, kan?! Katakan padaku dia selamat!"

​Troy menatap tuannya dengan pandangan duka dan ketakutan. Ia melangkah mendekat dengan ragu-ragu dan mengulurkan dokumen di tangannya dengan jari yang bergetar.

​"M-Maaf, Pak Alfie!" suara Troy bergetar tipis dan menolak untuk menatap langsung ke mata Alfie.

"Ini dokumen hasil uji laboratorium forensik darurat yang baru saja dirilis oleh pihak kepolisian satu menit yang lalu."

​Alfie menyambar map itu dengan gerakan kilat dan membukanya dengan paksa hingga kertasnya nyaris robek.

"Apa isinya?!"

​"Pihak forensik telah mencocokkan sampel noda darah yang menempel di sepasang sandal rumah yang ditemukan di tepi batu cadas tebing jembatan tol tadi, Pak."

Troy menjeda kalimatnya dan menelan ludah yang terasa sangat pahit.

"Hasil analisis DNA memastikan noda darah itu adalah golongan darah dan kode genetik dari Ibu Flossie Kincaid."

​Alfie mematung dan seluruh tubuhnya mendadak kaku bagai batu.

​"Petugas kepolisian menyatakan bahwa dengan volume kehilangan darah sebanyak itu di tempat kejadian dan dikombinasikan dengan arus sungai bawah tebing yang sangat mematikan malam ini ...."

Troy menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Asumsi bahwa Ibu Flossie telah tewas mengenaskan, karena hanyut sekarang telah dinyatakan sah secara hukum, Pak. Kasus pencarian fisik resmi telah dihentikan."

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!