NovelToon NovelToon
Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Dara tak menyangka kalau suaminya akan berhianat. Sebelum menikahinya, ternyata Revan pernah bertunangan dengan Mirna.

Karena sesuatu hal, Revan dan Mirna batal menikah.
Dan saat situasi patah hati, Revan bertemu dengan Dara.

Setelah Dara menikah dengan Revan, muncul konflik dalam rumah tangga mereka. Mirna hadir lagi dalam kehidupan Revan

Mirna balas dendam karena Daralah yang menggoda Revan tunangannya.

Dara tak terima dan berusaha merebut kembali hati suaminya dengan menjadi pelakor, dengan identitas Mutia.

Berhasilkah Dara merebut cinta Revan. Ataukah dia merelakannya untuk Mirna. Yang ternyata adalah sahabatnya sendiri, semasa SMA.

Akankah cinta Yudi bersambut, yang diam- diam mengagumi Dara.

Yuk, kupas abis kisahnya di sini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

" Kak, semalam bang Revan telah cerita semuanya pada Rena. Bang Revan sangat menyesali semua kekhilafannya. Bang Revan tak ingin berpisah dengan kakak."

Dara menghela nafasnya berat, mendengar penuturan Rena adik iparnya.

" Sudahlah, Rena. Beri kakak waktu untuk memikirkan semua itu."

" Baiklah kak, aku tidak akan memaksa kakak. Kakaklah yang akan menjalani semua itu. Aku hanya bisa berdoa, untuk kebaikan abang dan kakak." ucap Rena dengan mata berkaca- kaca.

Seraya memeluk Dara. Rena memang sangat sayang sama kakak iparnya, ini.

Selain cantik dan pintar mendesain pakaian, menurutnya Dara juga lembut dan perhatian. Buktinya dia bisa membuat Revan, melupakan masa lalunya dengan, Mirna. Begitulah menurutnya.

Tapi Rena juga gak habis pikir, bagaimana Revan membiarkan masa lalunya merusak rumah tangganya?

Berselingkuh dengan Mirna, mantan tunangannya. Yang telah meninggalkannya begitu saja. Kurang lebih satu tahun, Revan kelimpungan, karena ulah Mirna.

Kini Mirna datang lagi. Menggoda Revan dengan caranya yang licik. Entah bagaimana cara dia hingga Revan jatuh ke dalam pelukannya lagi.

Sedemikian bucinnyakah, Revan dengan Mirna? Hingga ia mampu mengabaikan rumah tangganya. Dan berpaling pada pelukan, Mirna.

Rena juga sangat menyesalkan ulah abangnya itu.Apalagi sampai Mirna hamil pula, akibat perselingkuhan mereka! Tentu ini akan sangat menyakitkan bagi, Dara!

Tapi anehnya, kenapa Revan meragukan janin di dalam kandungan, Mirna? Revan mengaku, kalau dia bermasalah dengan kesuburan. Karena itulah, dia memaksa Mirna melakukan test DNA.

Tapi apa pun hasilnya nanti, tentu itu tidak akan mengubah. Betapa hati kakak iparnya ini, sudah terluka!

Tidak akan mudah untuk melupakan penghianatan itu!

" Tirmakasih ya, Ren. Doakan yang terbaik bagi kami." sahut Dara, setelah terdiam beberapa saat.

Tak berapa lama operasi Revan selesai. Dan sekarang telah di pindah ke ruang perawatan.

"Dara," Revan menatap istrinya yang duduk di sisi ranjang. Begitu Revan siuman dari pengaruh bius, istrinyalah orang yang pertama ia lihat.

" Iya, bang ini saya Dara."

" Makasih ya, telah menungguiku."

" Apa yang terjadi, kenapa sampai bisa mengalami kecelakaan?"

" Aku menghindari seorang anak, yang tiba- tiba menyeberang. Bagaimana keadaan anak itu?"

" Anaknya gak apa- apa, bang. Itu yang saya dengar." sahut Rena seraya menyodorkan gelas berisi air putih. Dara menerima gelas itu. Menyuapkan beberapa sendok, air putih ke suaminya.

Tiba- tiba Mirna muncul di ruangan Revan di rawat.

Sontak Rena kaget, dan menghalaunya ke luar.

G

" Apa yang kamu lakukan di sini?!" sergah Rena tajam ke Mirna.

" Aku mau menemui calon suami aku." sahut Mirna acuh. Dan hendak mendorong Rena.

Rena langsung menarik tubuh Mirna, keluar dari ruangan itu. Revan dan Dara hanya diam, saat Rena menyeretnya Mirna ke luar ruangan. Rena membawa Mirna ke taman, Rumah Sakit.

" Plak! Dasar perempuan tak tahu malu!" Rena memberi Mirna sebuah tamparan, di pipinya.

Mirna kaget, tak menyangka ulah Rena.

" Rena! Apa- apaan kamu?"

" Justru kamu mau ngapain ke sini? Hah!"

" Aku mau bezuk calon ayah anakku."sahut Mirna angkuh.

" Cih! Perempuan murahan gak ,tau diri! Sekali lagi kamu ngomong seperti itu. Aku tendang perutmu biar tau rasa!" geram Rena melihat tingkah Mirna yang sungguh tidak tau malu.

" Rena, kamu jangan kurang ajar begitu, ya!" beliak Mirna.

" Yang kurang ajar itu siapa? Aku atau kamu, hah!

Beraninya kamu ngomong seperti itu. Revan itu sudah punya istri. Ngapain kamu goda lagi. Di mana letak harga dirimu? Karena Revan dulu masih kere, kamu tinggalin. Setelah hidupnya mapan, kau goda lagi! Terlalu kamu." damprat Rena habis - habisan.

Mirna menatap tajam ke arah Rena. Karena semua ucapannya itu.

" Kamu jangan ngaco ya, aku dan Revan masih saling mencintai. Dan anak dalam kandunganku ini adalah benihnya."

" Kamu ngomong begitu juga, sama bos kamu dulu kan? Nyatanya sampe sekarang, mana anakmu itu? Teganya kamu menghancurkan rumah tangga orang, hanya karena ke egoisan kamu. Dan kamu hendak lakukan itu lagi pada keluarga Revan, begitu?"

" Ngomong apaan sih kamu , Ren.?"

" Faktanya kamu begitu. Mau mengelak lagi, ya.?"kejar Ŕena. Muak kali dia liat tingkah Mirna yang sok polos.

" Denger ya, Mir. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan buat perhitungan denganmu. Kalau saja rumah tangga Revan hancur gara- gara kamu!" sambung Rena lagi.

"Kita lihat saja, Ren. Siapa yang pada akhirnya akan di pilih, Revan. Aku yakin, Revan akan memilihku, karena janin di dalam rahimku adalah anak, Revan." ucap Mirna penuh kemenangan. Dia memberi secarik kertas ke tangan, Rena.

" Kali ini Revan tidak akan bisa mengelak. Karena aku telah mengandung anaknya," sambung Mirna lagi.

" Hem! Kamu pikir aku akan percaya begitu saja, dengan kertas ini, Mir!" Rena merobek kertas itu hingga jadi potongan kecil dan melemparkanya ke wajah, Mirna.

Mirna terbeliak kaget, dengan apa yang telah di lakukan Rena. Dia dengan susah payah mendapatkan surat itu, dengan entengnya Rena merobeknya.

" Mudah bagimu untuk mendapatkan surat ini, Mir. Pasti tubuhmu telah kau gadaikan lagi, untuk mendapatkannya. Dasar pel***r, murahan. Ayo, kita lakukan test ulang di sini. Apakah hasilnya sama seperti itu." tantang Rena.

Seketika wajah Mirna pucat pias! Tapi Mirna tak mau kalah.

" Siapa takut, aku yakin hasilnya pasti akan sama." tantang Mirna tak mau kalah. Hanya untuk menyembunyikan kegugupannya.

" Tidak perlu! " ucap Dara, yang sudah sedari tadi mencuri dengar pembicaraan Mirna dan Rena.

Rena kaget, karena tak menduga ke hadiran Dara di taman.

" Kak Dara!"

" Ngotot juga kamu, Mirna. Tidak perlu menunggu lama, kamu langsung mengurusnya. Hebat kamu!"

" Ayo, Ren! Buat apa juga kamu membuang waktu, dengan pelakor tak tahu diri itu.!"

" Hei, Ra! Jaga mulut kamu, ya!.

Rena dan Dara melangkah terus, tak peduli dengan teriakan Mirna.

Semakin di ladeni, semakin dia bertingkah. Perempuan yang sudah putus urat malunya itu, benar- benar nekad!

" Apa kakak akan tinggal diam, begitu saja. Tidakkah dia akan berbuat seenaknya. Kalau kakak terus-terusan begini." protes Rena. Langkahnya berhenti, menahan Dara. Menunggu jawaban dari kakak iparnya

Tapi Dara tetap bungkam.!

Dia menatap Rena. Lalu menatap Mirna. Bergantian. Lelah sekali hati dan jiwanya.

"Percuma saja menghabiskan tenaga dengan manusia yang tidak punya harga diri. Buat apa meladeni kemauannya, karena memang itu yang dia inginkan. Emosi kita terkuras habis, hanya karena dirinya. Dia itu sakit, Ren.! " akhirnya Dara bicara. Lalu, menarik lengan Rena. Meninggalkan Mirna dengan wajah memerah padam.

"Hueegh! Bicaralah semaumu Dara. yang jelas aku akan membalasmu nanti! Lihat saja.!" Mirna memandang kepergian Rena dan Dara dengan senyum liciknya. Dia memang tidak akan berhenti sebelum, Dara hancur.

Mirna benar- benar telah di butakan rasa cemburu. Bagaimana bisa Revan begitu mencintai Dara. Padahal dulu Revan sangat mencintai dirinya.

Lebih setahun dirinya menghilang, Revan belum bisa melupakannya. Revan selalu mencari keberadaan dirinya.

Semua cerita tentang Revan tak pernah terlewat dari Mirna . Karena temannya selalu rutin memberi info.

Tiba- tiba saja temannya memberitahukan pernikahan, Revan. Dengan seorang gadis yang tidak lain adalah sahabatnya , semasa SMA.

Mengapa harus Dara? Mungkin kalau bukan Dara gadis yang di nikahi, Revan. Mirna masih bisa terima.

Meskipun dirinya yang menghianati,Revan. Karena baginya Revan tunangan yang terlalu baik. Tapi dia tak bisa terima. ****

1
Maria Christanti
lanjut thor
Holipah
lanjut Thor
Lilis Yuanita
lnjt
Tipa Ghorky
yg namanya pengkhianat itu ga akan pernah bisa tobat dan selingkuh itu penyakit ga akan sembuh hanya dgn kata maaf , sekali berselingkuh dia akan mengulangi nya lagi dan lagi
Linda pransiska manalu
makasih telah mampir mak.
Shizi🦁🦁
gas mak.
Shizi🦁🦁
mak ah bisa bae buat ceritanya... biasanya kan toko roti atau toko, toko bunga ini toko kain.
Shizi🦁🦁
aku mengintip mak
Sarry Okto
penasaran dgan kehidupannya, trus lama2 ada rasa ketertarikan, jadi CLBK donk, ga ju2r sama istri. kalo gitu cukup sekian lah, jantung gak sanggup, rasanya mau darah tinggi aja.
Sarry Okto: habis laki nya tu kayak ga tegas gitu, ji2k liatnya, ketemuan sama mantan malah salting n canggung gitu
total 2 replies
Noor Zayanah
mirna mcm mana bole jadi kaya?
ada bau2 perselingkuhan lagi kahh
Linda pransiska manalu
iya kayaknya. kita lihat sejauh mana revan, mengahadapinya. makasih komennya , ya.
Sarry Okto
CLBK lgi ni, kalo iya ga kapok jga tu pelakor ma penghianat..
Rizky Sandy
masa kantor gvada cctv, yg berantakan cm Mirna baju rvan msh utuh kan,,, aneh ceritamu thor,,, cukup sampai disini,,,
Linda pransiska manalu: hehe..betul bun, terima kasih untuk kejeliannya. kejelasannya di bab berikutnya ya...
total 1 replies
Linda pransiska manalu
makasih dukungannya ya thor. kita akan mampir nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!