NovelToon NovelToon
Cinta Di Stasiun Kereta

Cinta Di Stasiun Kereta

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:45k
Nilai: 5
Nama Author: Elsa Ayu

𝓐𝓼𝓼𝓪𝓵𝓪𝓶𝓾'𝓪𝓵𝓪𝓲𝓴𝓾𝓶 𝓦𝓻. 𝓦𝓫.
Ini adalah karya kedua dari saya. Mohon dukungan dan do'anya selalu!🙏😊

Dan ini adalah kisah fiksi, imajinasi dari author 🤗🙏.
Dan kisah ini hendaknya hanya dibaca untuk ***.

Menjadi kondektur kereta api bagi seorang Dimas adalah hal yang patut untuk ia syukuri. Dari situ ia belajar tanggungjawab, kepercayaan dan kebijaksanaan yang lebih besar didalamnya.



Nama lengkapnya "Dimas Adityama Putra Wijaya" Ia bertugas membantu sebagai juru langsir membantu masinis dan bertugas pula dalam menertibkan setiap perjalanan pada transportasi darat. Transportasi darat ini adalah kereta.

Suatu ketika Dimas dipertemukan dengan wanita yang cukup galak pada kali pertemuan mereka. Namun kegalakan wanita itu seketika langsung berubah, menjadi penuh kasih sayang saat sedang bersama dengan wanita yang nampak seperti Ibu dari wanita galak tersebut.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Dimas akan menaruh hati padanya? Ataukah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini dari Pak Dimas?

Embun pagi di kota S menyelimuti cuaca pagi kota S. Jalanan kota S tetap ramai dipenuhi hilir mudik para pekerja maupun para pelajar. Pagi hari itu juga seorang pekerja kurir mengantarkan buket bunga di SDN 1 Bumi Pertiwi kota S dengan tujuan kepada Bu Zalfa Aristya Az zahira.

Embun pagi mungkin bisa menghalangi matahari untuk menampakkan sinarnya, tapi tidak dengan Zalfa dan Ayunda. Meskipun cuaca masih berkabut karena tertutup embun pagi, itu sama sekali tak mempengaruhi mereka berdua untuk segera mengikuti studi banding yang akan segera dimulai kembali.

Zalfa dan Ayunda keluar dari penginapan mereka menuju ke tempat studi banding.

Saat asik berjalan sambil sesekali menikmati udara sejuk dan penghijauan yang ada di lingkungan sekolah, langkah kaki Zalfa dan Ayunda terhenti saat seseorang datang dan bertanya kepada mereka berdua.

"Mohon maaf Bu mengganggu sebentar," ucapnya cukup tak enak hati,"kalau Anda berdua kenal dengan guru peserta studi banding yang namanya tercantum dalam buket bunga ini, tolong berikan buket bunga ini kepada beliau!"

Laki-laki yang berseregam bertuliskan security itupun menyerahkan buket bunga yang dikirimkan oleh kurir bunga tadi. Pada awalnya Pak Security itu juga enggan untuk menerimanya karena yang dia tau tidak ada guru yang bernama Zalfa di SDN 1 Bumi Pertiwi. Namun setelah kurir tersebut memberikan keterangan kalau Bu Zalfa yang dimaksud merupakan guru peserta yang mengikuti studi banding maka Pak Security itupun langsung faham dan menerimanya.

Secara pelan Zalfa mengambil buket bunga yang diserahkan oleh security itu. Kini buket bunga itu telah berpindah ke tangan lembut Zalfa, perlahan-lahan Zalfa melihat kepada siapa bunga itu hendak diberikan. Dan begitu memastikan dan membaca kartu yang tersemat pada buket bunga yang dipegangnya Zalfa diam seribu bahasa saat mengetahui untuk siapa buket bunga itu dan dari siapa buket bunga itu.

Tak langsung menunjukkan kekagetannya pada Ayunda, tapi Zalfa lebih dulu berterima kasih kepada Pak Security yang masih berdiri didepannya.

"Terimakasih Pak, nanti akan saya berikan kepada nama guru yang tertera pada buket bunga ini." jelas Zalfa.

Mendengar penjelasan dari Zalfa, security itupun terasa lega dan tenang karena buket bunga yang diamanatkan kepadanya akan menemui pemilik yang sebenarnya.

"Sama-sama Bu, kalau begitu saya permisi!" Pak Security pamit undur diri dari hadapan Zalfa dan Ayunda.

Zalfa dan Ayunda masih diam ditempat. Zalfa menatap sekilas kepada Ayunda, kemudian memperlihatkan kartu nama yang tersemat indah dan rapi pada buket bunga tersebut.

"Ini dari Pak Dimas?"

Ayunda kembali tak percaya sekaligus salut pada perlakuan Dimas yang tak pernah bisa dikira-kirakan.

"Sepertinya begitu Bu, coba Bu Ayunda lihat saja animasi yang tercantum di bagian pengirimnya." Zalfa menahan gejolak dalam hatinya yang tak karuan.

Sedangkan Ayunda sekali lagi ia dibuat tak percaya dan bahagia dengan apa yang telah dilakukan oleh Dimas kepada Zalfa.

"Bu Zalfa, lihat ini!" Ayunda memegang kartu ucapan bertuliskan sebuah kalimat penyemangat.

"Semangat dan berbahagialah selalu!" Ayunda membaca kata-kata yang tertulis pada kartu ucapan tersebut. Bahkan Ayunda membaca dengan nada yang tidak biasa saja.

Senyum merekah pun terpampang pada wajah Ayunda yang merasa kalau Zalfa pantas untuk menerima cinta Dimas.

"Bu Zalfa, Pak Dimas laki-laki yang begitu perhatian, baik, manis dalam bersikap, dan bertanggungjawab." Ayunda mengeluarkan satu persatu pujiannya kepada Dimas agar Zalfa yakin untuk menerima cinta Dimas.

Zalfa masih tersenyum dengan senyuman yang sulit untuk diartikan semacam seperti antara sedih dan bahagia.

Di tengah-tengah saat Zalfa masih tersenyum dari kejauhan guru-guru peserta studi banding bergegas memasuki tempat studi banding yang akan kembali dilangsungkan. Mengetahui hal itu Zalfa buru-buru menarik Ayunda dan menyimpan buket bunga itu ke penginapan mereka selagi masih ada waktu sebelum acara dimulai.

Zalfa menaruh buket bunga itu bersama cincin dan kartu nama Dimas di atas nakas. Dalam hati ia berucap, "Terimakasih Pak Dimas, bagaimanapun jawaban saya nantinya, saya harap tidak akan membuat Anda berubah untuk tetap menjadi Pak Dimas yang baik dan bijaksana."

Tak lama kemudian Zalfa berangsur pergi meninggalkan nakas yang diatasnya terkumpul barang pemberian dari Dimas untuknya. Barang yang sederhana tapi besar nilainya karena ketulusan dari yang memberi.

...----------------...

Sedingin cuaca sedingin itu pula perasaan Dimas yang sebenarnya cukup was-was dengan jawaban Zalfa untuknya.

Disisi lain senyum merekah tiba-tiba terpampang diwajahnya. Wajahnya yang was-was pun berubah menjadi manis dengan senyumannya ketika menatap layar Smartphonenya.

"Terimakasih Pak Dimas atas buket bunganya." satu pesan masuk dari no yang semalam telah menelfonnya yaitu no Zalfa yang sudah ia simpan dalam daftar nama kontaknya.

Dengan begitu cepat Dimas mengetik dan menjawab ucapan terimakasih itu dengan,"Sama-sama☺."

Dan dipagi itu, meskipun hanya mendapat pesan masuk berupa ucapan terimakasih dari Zalfa, bagi Dimas itu sudah sangat cukup mengembalikan hatinya yang tadinya was-was menjadi lebih tenang dan bahagia.

Selesai mengirim dan membaca ucapan sama-sama dari Dimas Zalfa langsung mengnon-aktifkan smartphonenya. Ia fokus pada studi banding yang harus ia ikuti dengan baik.

Ia juga tak ingin menganggu Dimas, karena pastinya di jam-jam seperti ini Dimas tengah bertugas dan tentunya tak terlalu bisa diganggu.

Disisi lain Zalfa pun juga demikian, ia juga tengah menjalankan tugasnya dan Dimas hanya perlu bersabar selama beberapa jam lagi untuk bertemu Zalfa dan mendapat jawaban dari Zalfa.

Sama seperti Zalfa, selesai melakukan chatingan singkat tersebut Dimas menghentikan aktivitasnya dengan smartphonenya, kini ia kembali fokus pada tugas dan pekerjaannya.

...----------------...

Terasa begitu cepat waktu berlalu, kini waktu pagi telah berganti menjadi petang. Dimas yang baru selesai melaksanakan tugasnya ia bergegas lebih dulu untuk menunaikan shalat 3 rakaat diwaktu terbenamnya matahari.

Niat shalat maghrib diucapkannya dengan khusyuk bersama beberapa jama'ah yang ia imami.

Dalam sujud dan shalatnya ia berdoa, "Ya Allah siapkan hati hamba menerima apapun jawaban dari wanita yang hamba cinta dan yang ingin hamba halalkan, jika jawabannya adalah menerima cinta hamba maka hamba memohon kepada-Mu agar Engkau mudahkan langkah hamba bersamanya menuju sebuah pernikahan suci." tutur Dimas dengan kesungguhan dalam untaian do'a-do'anya, "namun jika jawabannya adalah menolak maka hamba memohon kepada-Mu agar Engkau melapangkan hati ini."

Dimas pun mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya selesai ia memanjatkan do'a-do'a tersebut dengan kesungguhan hatinya.

Disudut lain dua wanita juga tengah selesai melaksanakan shalat tiga rakaatnya juga. Mukena putih masih membalut tubuh keduanya, nampak pula satu wanita yang masih muda yang kerap dipanggil Bu Zalfa itu berdoa dengan khusyuknya.

"Ya Allah Yang Maha Lembut, Yang membolak-balikkan hati tolong tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu. Ya Allah semoga keputusan yang akan hamba ambil ini adalah yang terbaik."

Do'a Zalfa dengan kesungguhan hatinya dan penuh kemantapan. Selesai berdo'a Zalfa melepas dan merapikan mukena yang ia gunakan ke tempat yang telah disediakan di Musholla (tempat shalat) tersebut.

1
penghuni terakhir
sering sering up Thor...
Elsaajaa: Siap 💁👌
total 1 replies
penghuni terakhir
jablay yg satu ilang eh jablay yang lain datang siap memporak-porandakan Dimas...
Elsaajaa
Bener banget 🥺..

btw profilmu juga mengundang bawang @A.bahtiar Lfc 😭🤭🙂🙈
penghuni terakhir
ada rasa bawang bawangnya ....
C I W I
bagus
Elsaajaa: Makasih Kak, semoga suka terus kedepannya. Happy reading! 😊
total 1 replies
Gumiho
bagus banget deh
Elsaajaa: Terimakasih... Kakak 😊🙏
total 1 replies
VLav
apakah maafnya bisa diterima??
VLav
duhh meta knp lgi sih, mulai ngedrama yea
VLav
duh ujian apalagi untuk zalfa dan dimas, nyesek banget psti ortu zalfa
VLav
ikut lega akhirnya zalfa udh sadar dan siap melanjutkan kisahnya dgn dimas
VLav
zalfa, penderitaanmu bener2 bkin nyesek
VLav
kondisi zalfa sekarang benar2 menguji kesetiaan dimas yaa
VLav
kabar baik untuk dimas yaa
Elsaajaa
Kupingnya masih di tutup... 🥺
VLav
kalo sintia masih blm ngrti udah dikasi tau baik2 bgini, brati sintia tuh ga punya kuping
Elsaajaa
Bener banget Kakak🤩🙏
VLav
kesembuhan zalfa jelas jd kabar baik buat dimas
Elsaajaa
Aamiin.. InsyaAllah 😍
VLav
sabar dimas, smoga musibah itu mmbawa berkah yaa
penghuni terakhir
muaaaanis bgt bang Dimas.... semangat bang... semoga d segerakan hilal jodohnya
Elsaajaa: Aamiin ... aamiin, bisa dicontoh yaa! 😄😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!