NovelToon NovelToon
BELENGGU CINTA ISTRI GILA

BELENGGU CINTA ISTRI GILA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:611.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sebutir Debu

Abhi Athaillah. Seorang lelaki yang sedari kecil merawat ibu nya yang mengalami gangguan jiwa harus menikah dengan wanita yang juga mengalami gangguan jiwa. Siapakah wanita itu? Akankah Abhi mencintai wanita gila itu? Dan akankah wanita itu menerima Abhi sebagai suami nya setelah kembali sehat? Mohon like, and koment nya. Serta dukungannya ya 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Cinta Segi Tiga

Hampir beberapa jam Abhi berjuang menenangkan istrinya itu. Hingga ia tenang dan bisa tidur siang. Sore menjelang magrib, Abhi setelah memandikan Tania harus cepat ke dapur karena lupa mematikan kompor dan meminta Tania memakai pembalut nya sendiri. Sementara Pampers yang ia pesan belum dikirim oleh orang kepercayaan Suryo.

Tania keluar dari kamar mandi dengan berjalan sedikit kesusahan dan wajah yang meringis.

"Sakit Abhi....."

Abhi mengerutkan keningnya.

"Apanya yang sakit?"

"Ini. kata Abhi biar tidak berdarah dan cepat sembuh. Tapi ini sakit sekali Abhi."

Tania memegang bagian sensitif nya, wanita itu merasakan kesakitan di bagian itu. Abhi tambah membuat kerutan di keningnya berlipat-lipat.

"Kok sakit....?"

Abhi memegang dagunya dan berpikir apa yang dimaksud Tania sakit. bukankah kemarin dia santai saja tak ada keluhan. Apakah ini tanda kalau Istri nya berangsur membaik.

"Buat jalan sakit?"

"Iya."

Bibir Tania manyun seketika karena baru mau melangkah ia merasa sakit di bagian sensitif nya.

Abhi ke kamar mandi. Otaknya kembali dibuat traveling karena tingkah istri nya itu.

"Oh Tuhan jangan bilang kamu memakainya terbalik Tania.... Kenapa kamu selalu menyiksa ku Tania. Lama-lama aku bisa gila seperti dirimu."

Abhi memijat pangkal hidungnya memikirkan cara bagaimana mengganti pembalut Tania. Beberapa lama Tania menangis membuat Abhi kelabakan.

Ia membawa Tania ke kamar mandi. Kacamata hitam andalan nya pun ia gunakan.

Benar dugaannya, istrinya itu memakai pembalut dengan posisi terbalik. Bagian lem ia tempelkan pada salah satu bagian paling sensitif tubuhnya itu.

Abhi memukul jidatnya dan tertawa karena kelakuan konyol istrinya. Dan menyalahkan dirinya sendiri karena membiarkan sang istri yang tak sehat memakainya sendiri.

"Aku yang bodoh, sudah tahu dia tidak waras. Aku malah menyuruh nya menyelesaikan sendiri."

Abhi berjalan luar kamar dan meminta Tania menunggu di kamar mandi. Abhi Kembali dengan sebuah gunting dan pembalut baru.

Abhi terpaksa menggunting beberapa rambut halus yang menempel pada pembalut itu. Karena jika ditarik sudah pasti istrinya kesakitan dan moodnya akan berubah hingga akan mengoceh tidak jelas hingga susah dibujuk minum obat.

Setelah selesai dengan adegan gunting menggunting Abhi mengenakan pembalut serta pakaian sang istri.

Setelah istrinya makan dan minum obat. Abhi mencoba menemani Tania tidur dikamar. ia mengusap pelan kening sang istri agar Tania cepat istirahat. Namun pikirannya tertuju pada satu perempuan yang tadi siang ia rasakan manisnya bibir merah nya.

Diruangan lain yang merupakan kediaman pak Bambang. Ada sesosok perempuan yang juga merasakan hal yang sama.

Temaram lampu di sebuah kamar yang berukuran 3 kali 4 itu tak membuat sang pemilik kamar terlelap dalam mimpinya. Mata yang coba ia pejamkan hanya menimbulkan sosok lelaki yang selalu ada dihati nya malam ini.

Sosok lelaki yang memiliki janggutnya tipis dan Mata sedikit sipit serta senyum nya yang manis. Serta rasa yang masih terasa di kedua bibir merah gadis itu membuat ia menggigit bibir bawahnya.

"Ya Rabb.... Perasaan apa ini. Berdosa kah hamba mu ini yang memikirkan suami wanita lain. Yang membayang kan sesuatu yang belum halal bagi diri ini."

Tina menutup kedua mukanya dengan bantal.

Tina duduk di atas kasurnya. Ia mengambil handphone dari meja yang ada disebelah tempat tidur nya.

Sebuah foto dari galeri ponselnya membuat Tina menyapu layar ponselnya.

"Kenapa kamu melakukan itu disaat kamu telah terikat suatu hubungan dengan orang lain bang."

Air mata Tina menetes diatas layar ponselnya.

Suasana yang tak jauh berbeda juga dialami lelaki yang memendam rasa dalam waktu yang lama.

Abhi menatap sebuah foto yang menjadi penghuni dompetnya. Foto itu selalu ada dibalik KTP nya.

"Kenapa Abang terlambat mengetahui tentang rasa mu pada Abang Tin. Maafkan Abang yang bodoh ini. Harusnya dulu Abang beranikan diri untuk menyatakan cinta padamu."

Pandangan Abhi beralih pada sesosok perempuan yang sedang terlelap di balik selimut putih. Tania tampak begitu lelap dengan irama dengkurannya.

"Maaf kan Abang yang membuat cinta kita terhalang suatu ikatan yang tak pernah Abang harapkan.Hhhh....."

Abhi mendekat ke arah Tania. Abhi membenarkan posisi selimut yang sedikit terbuka pada tubuh Tania. Kecantikan pada wajah Tania mampu Abhi lihat dari cahaya lampu tidur. Istrinya itu sangat cantik disaat, lebih cantik memang dibandingkan Tina.

Namun apalah arti sebuah kecantikan tanpa rasa cinta. Seperti pernikahan nya saat ini sebuah hubungan yang dibangun tanpa rasa cinta hanya ada sebuah kesepakatan.

"Cepatlah sehat Tan. Aku ingin terlepas dari kesepakatan ini. Aku ingin menggapai cinta ku yang tertunda."

Abhi meninggalkan Tania sendiri. Ia memikirkan sesuatu yang harus ia lakukan. Ia tak ingin kehilangan Tina setelah ia tahu bahwa cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.

"BIP"

Tina cepat membuka ponsel nya ketika melihat notifikasi tertulis pesan masuk dari Abhi.

*Sudah tidur tin!?

*Belum Bang.

*Abang ingin bicara. Bisa ketemu di tempat biasa? Kebetulan besok ada dokter yang dari kota akan memeriksa Tania.

*Jam berapa bang?

*Kayak biasanya aja.

*Aku ajak Imah ya.

*Ya.

"Apa yang ingin kamu bicarakan bang. Semoga hatiku bisa berlapang dengan setiap yang terjadi dalam kehidupan ini. Rasa ini terlalu menyiksa Tina bang. Hiks.Hiks."

Abhi yang duduk di depan teras Villa mendongakkan kepalanya ke langit yang penuh bintang.

"Semoga kamu mau menunggu Abang Tin. Bersabarlah. Abang akan berjuang agar Tania segera sehat. Abang akan siap menghadapi ibu mu. Seribu kali dihina Abang siap asal kamu bisa bersanding disisi Abang."

Abhi masuk kedalam villa setelah bermonolog pada dirinya sendiri tentang apa yang ia harapkan.

Sesampainya Abhi dikamar ia melihat jendela Tania yang belum ditutup. setelah ia menutup jendela. Suara rintihan Tania terdengar oleh Keuda telinga Abhi.

"Hehhhhhh..... hhhh....."

"Tania......"

Abhi mendekati tempat tidur Tania. Dipegangnya kening Tania. Suhu nya begitu tinggi.

"Kamu demam Tan."

Abhi cepat berlari ke bawah mengambil handuk kecil dan satu baskom air hangat untuk mengompres istrinya.

Abhi merasa sedih melihat Tania.

"Sungguh malang kamu, Apa betul kamu tidak memiliki siapa-siapa lagi?"

"Papa..... Mama..... Abhi....."

Suara rintihan Tania membuat Abhi menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Semoga kamu tidak memiliki rasa pada ku Tan. Semoga kamu kembali sehat dan kembali ke dunia mu yang dirahasiakan Suryo. Aku ingin membahagiakan seseorang yang juga mencintai ku."

Semalaman Abhi menemani Tania dengan posisi duduk di kursi dan kepala nya tertunduk di lengan Tania. Matahari menyinari kamar Tania pagi itu.

Kedua bola mata coklat Tania terbuka. perempuan bernama Tania Maharani itu melihat seorang lelaki di sebelahnya. Lelaki yang tertidur dengan posisi kepala nya tertunduk pada lengan kanan Tania.

"Awwhhh...."

"Siapa lelaki ini..... Awwhhh..."

Tangan kiri Tania memegang keningnya. Beberapa menit ia merasa sedikit membaik. Sorot matanya ia arahkan kepada lelaki yang masih tertunduk dan mengeluarkan suara dengkuran halus.

"A-Abhi....."

Tania tertegun, seketika potret-potret adegan ia dan Abhi lalui bersama. Pikirannya kosong, tatapan nya kosong namun semua potret itu seolah film yang mengalir bebas di otak Tania. Satu kata yang tertangkap oleh Tania dari sebuah adegan dimana ia sedang menangis karena pensilnya patah dan Abhi mengecup keningnya.

"Abhi ini suami kamu. Istri harus nurut sama suami ya??"

"Suami??"

Satu kata terucap dari bibir Tania.

1
syamil mauza
🤣🤣🤣,,kayaknya Suryo yg gila bukan thania
kayla
Luar biasa
kayla
ya alloh.. kak author suryo ada2 aja kasihan abhi../Facepalm/
kayla
assalamualaikum..
kka sebutir debu.. maa syaaAlloh rindu akan ilmumu.. kak /Sob/ gmna kbarnya kka?? sejak tahu novel yg kka belum up sya gak buka noteltoon lagi.. tp sekarng bbrpa hri tiba2 mau buka lagi ternyata kka bkin karya baru..
makasih kak../Rose/
Dulkarim Muda
Luar biasa
Pujierde
bapaknya abhi sm tantenya tania gimn kabarnya? kok gak kelanjutan nasib bpknya abhi dan tantemya tania ? gimn pak adi mulya mengetahui klo abhi dan tania msh hidup ?
Pujierde
apakah pak pengacara yg membuka kasus ini kembali ?
Pujierde
diih gak sadar apa ya klo mr abi anaknya dia
Pujierde
semoga bener" cinta dan syg sm tina
Pujierde
semoga bukan orgnya kenan
Pujierde
oh pantesan tania blg baru di mulai kayanya tania tau klo suaminya tina kerja di maharani grup semoga suaminya tani bukan org kepercayaan tania yg jd pengkhianat
Pujierde
seperti laki" itu bpknya abi dan perempuan itu pelakor sekaligus tantenya tania
Pujierde
Luar biasa
Pujierde
masya Allah mertua yg baik
alhamdulillah ibu kinan bener" sdh sembuh
Pujierde
kirain td mw berontak krn di potong kukunya soalnya blm lama ksn hbs meni n pedi ternyata gak berontak malah terharu
Pujierde
jgn" suami bibinya tania bapaknya abhi hmm 🤔
Pujierde
semoga Allah memberikan seorg suami yg terbaik buat tina Aamiin yg sabar yooo
Pujierde
bsng abhi takut sm mamak kamu tin
Pujierde
sepertinya tina suka dg abhi
Pujierde
baik bgt dinda mw menerima suryo pdhl secara gak lgsg di dua kan cintanya 😁🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!