Sean mengakui gadis yang ditabraknya hingga hilang ingatan itu sebagai tunangannya, karena parasnya sangat mirip dengan calon tunangannya yang pergi.
Yelena didandani sedemikian rupa hingga benar-benar terlihat seperti kekasihnya.
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Ikuti terus kisah mereka dalam "Aku Hanya Boneka Pengganti".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little turtle 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deja Vu
"Tangkap aku kalo bisa...!"
Ejek Yelena sambil berlari ke arah pintu.
Seperti tidak puas dengan jatuhnya tadi. Seperti orang yang ketagihan. Tidak, mungkin seperti deja vu. Atau mungkin juga sebuah kesialan.
Yelena terjatuh. Terjatuh dengan cara yang sama. Juga dalam posisi yang sama. Bedanya, pintu kali ini bukan ditarik, melainkan di dorong. Sehingga membuat tubuh Yelena terhempas.
Lagi-lagi hanya karena sebuah pintu. Hari itu pintu seolah tak bersahabat dengannya. Seperti menyimpan sebuah dendam. Dan pembalasan dendam dengan cara yang sama dalam setiap kesempatan.
Sama seperti tadi, dia tidak bergeming dari posisinya terjatuh. Dia hanya mengangkat kedua telapak tangannya yang terasa panas akibat gesekan dengan lantai kaca dan menatapnya.
Kemudian dari bawah sana dia memperhatikan sepasang sepatu milik seseorang yang tidak sengaja menghempasnya. Perlahan mulai naik hingga atas sana. Wajah.
Aiden yang ada di belakang sana bergegas menyusul Yelena. Sedangkan pria yang berdiri di depan pintu itu hanya diam dan menatapnya. Dia menyilangkan tangan dia depan dada.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanyanya dengan dingin.
"Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa orang sibuk seperti kakak berada di tempat ini?" ujar Aiden sembari membantu Yelena berdiri.
"Kamu gak apa?" tanya Aiden pada Yelena.
Yelena menggeleng.
"Aku akan mengantarmu pulang," lanjutnya sambil memapah tubuh Yelena.
"Tidak perlu merepotkan mu untuk mengantar tunangan ku!"
Ucap Sean yang kemudian menarik tangan Yelena dengan kuat hingga sampailah dia ke pelukannya. Yelena terlihat menahan sakit di lengannya. Aiden geram melihat hal itu.
"Tidak bisakah kamu bersikap sedikit lembut?" tegasnya sambil mencengkeram sebelah kerah jas milik Sean.
Yelena mengerutkan keningnya sambil menggeleng pelan. Memberi isyarat pada Aiden agar tidak melakukan hal itu.
Aiden yang hanya bisa menurut itu terpaksa melepas cengkeramannya. Sedangkan Sean yang merasa menang itu tersenyum miring pada Aiden. Seolah berkata lewat tatapan mata itu, 'kamu tidak akan pernah bisa melawanku'.
Hup..
Sean mengambil alih tubuh Yelena, membopongnya dan membawanya pergi dari sana. Aiden hanya diam mematung sambil menyaksikan kedua orang yang semakin menjauh itu.
Dia menghela napas pasrah kemudian mendongak menatap langit cerah kala itu. Entah sejak kapan dia menjadi perduli. Sejak awal dia tidak ingin terlibat. Namun semakin dia memahami Yelena, semakin dia sadar. Bahwa gadis lugu dan baik itu tidak selayaknya menerima kebohongan besar seperti ini.
Dia merasa nyaman bersama dengan Yelena. Seperti dia menemukan sosok kakaknya kembali. Ya.. hanya sebatas perasaan itu, tidak lebih.
......................
"Kemana kita akan pergi?" tanya Yelena memberanikan diri saat Sean memasukkan nya kedalam mobil.
"Mengganti perban."
"Tidak perlu, Aiden sudah menggantinya semal~"
Brak!
Belum dia menyelesaikan ucapannya, Sean menutup pintu mobil dengan keras setelah meletakkan Yelena di kursi penumpang.
Dengan memejamkan matanya, Yelena hanya dapat pasrah. Lagi-lagi suara gebrakan. Dia mulai membenci suara-suara itu. Sejak dirinya yang seperti orang baru lahir itu membuka matanya, hal-hal yang sering didengarnya hanyalah suara gebrakan.
Dia membuka matanya. Entah sejak kapan pria yang duduk disampingnya itu menatapnya. Namun tidak bertahan lama dia memalingkan wajahnya.
Yelena tersenyum kecut.
"Aku bisa naik taxi jika kamu merasa tidak nyaman."
Tidak ada jawaban. Hanya suara mesin mobil yang baru dinyalakan sebagai jawaban.
BERSAMBUNG...
ini pasti mimpi kan kan iya kan?
masa sad ending sih?
aku nggak rela loh ini klau kayak gini huaaa😭😭😭
😅😅
harus jadi barbar, lebih badas dan syedikit jahad ya...
😁😁
bisa gak thor, si telena di bikin jadi pemeran utama+antagonis.
biar gak kalah terus2an.
emaknya juga salah sih menurutku.
sok bijak. repot sendiri jadinya.