Berawal dari kisah Kania bertemu seseorang bernama Rakha, CEO kaya yang bersikap dingin dan arogan yang membuat mereka terjebak pernikahan kontrak karena sebuah masalah dari masing-masing pihak. Rakha seorang pria berusia 25 tahun menghindari di jodohkan dengan mamanya. Kania seorang wanita berusia 20 tahun menyelamatkan rumahnya supaya tidak disita karena jaminan jika tidak bisa membayar hutang. Penuh liku-liku di dalam pernikahan mereka. Akankah mereka dapat menyelesaikannya? Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan Di Mall
Bibi Ijah terus mendorong angkong dengan santainya melewati mereka menyembunyikan kegugupan.
"Bibi Ijah mau ke mana?" tanya Temmi.
"Bibi mau ke pasar membeli sayuran."
"Oh, lalu kardus itu apa isinya." tanyanya penasaran.
"Ini hanya barang bekas yang tidak terpakai lagi akan saya buang di tong sampah."
"Boleh di buka bibi?" tanya Teddi.
"Sudah di lem kardusnya dan jangan di buka lagi, saya harus segera membuangnya keluar rumah."
"Kenapa tidak boleh, saya harus berjaga-jaga bibi. Semua aktivitas di dalam rumah harus di perketat. Bukankah tong sampah di dalam rumah ada?"
"Tidak muat pak, ini terlalu banyak barangnya. Saya akan membuangnya di TPS luar agar segera di angkut oleh mobil pengangkut sampah."
"Bibi ke pasar saja, biar saya yang membuangnya." ujar Teddi, yang menaruh rasa curiga dengan isi kardus.
"Tidak, biar bibi saja. Bibi juga sekalian ingin keluar."
"Baiklah." jawabnya, dengan tatapan dingin.
"Sudahlah Teddi kita kembali bersantai saja, biarkan bibi membawa kardus tersebut."
Bibi Ijah segera membuka gerbang dan pergi keluar rumah sambil mendorong angkong lalu mengambil pisau kecil yang telah dia bawa di dalam tasnya karena sudah berada di TPS yang lumayan jauh dari gerbang rumah Rakha.
"Ayo non keluar, sekarang sudah ada di luar rumah." Mengiris kardus hingga terbuka.
Kania keluar kardus dengan perasaan lega " Akhirnya aku bebas." Kania mengangkat kedua tangannya ke atas karena begitu gembira.
"Siapa yang bilang nona bebas?" Seru seseorang yang tiba-tiba datang dan mengagetkan mereka.
"Pak Teddi?" tanya bibi, yang terkejut.
"Berani sekali nona menipu kami, ayo segera kembali ke rumah. Dan bibi Ijah akan di hukum karena membantunya kabur." teriak Teddi, dengan lantang.
"Jangan hukum bibi Ijah, baiklah kami akan segera kembali ke rumah." Kania melompat dari angkong dan menarik tangan bibi Ijah.
Bibi Ijah dan Kania segera memasuki rumah mewah itu lagi dengan perasaan cemas. Dan terlihat Teddi di belakang membawa angkong.
"Wah nona Kania kok bisa kabur." seru Budi.
"Makanya kalian jangan mudah percaya dengan apa yang kalian lihat. Dia mengelabuhi kita dengan cara menyamar menjadi barang bekas dan masuk ke kardus."
"Kami akan lebih ketat lagi berjaga, ternyata kau cerdas juga Teddi." Temmi mengacungkan dua jempolnya.
Kania yang mendengar mereka hanya bisa menatap sinis. Kania melihat Rhaka, yang sedang duduk.
"Tuan!" sahut Kania.
"Cih, kenapa masih memanggilku tuan. Apa kamu ingin di hukum?"
"Iya, aku panggil Mas Rakha saja deh." jawabnya.
"Ada apa kamu pagi-pagi seperti ini sudah menyapaku duluan?" tanya Rakha penasaran.
"Apa aku boleh keluar rumah hari ini?"
"Tidak boleh."
"Kenapa?."
"Karena kamu pasti akan kabur."
"Aku ingin berbelanja sebentar di sana."
"Aku temanin?"
"Kamu kan mau pergi kerja!"
"Tidak masalah demi kamu sayang."
"Aku tidak akan termakan oleh rayuanmu" batin Kania, sambil memijat pelipisnya.
Mereka pergi ke mall Jamtos, berjalan bersama melihat-lihat barang yang di jual di mall terkenal di kota Jambi tersebut.
"Oh iya Kania, aku mau ke toilet dulu. Kamu pilih-pilih saja yang mau kamu beli." Ucap Rakha.
"Iya" jawabnya singkat.
Kania menelusuri mall tersebut namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan dia segera membalikkan badannya.
"Dewi?" Kania kaget.
"Senang sekali berjumpa denganmu nona burik." Dewi mengejek.
"Hmmm walaupun burik seperti ini, aku tetap terpilih dengan tuan Rakha."
"Hei kau jangan percaya diri iya, aku pasti akan merebutnya darimu. Kita lihat saja." Memegang tangan Kania dengan kuat.
Semua orang yang berlalu-lalang sempat melihat mereka sebentar, lalu Dewi sengaja menjatuhkan dirinya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan Dewi?" tanya Kania bingung.
"Tolong, tolong saya!" teriak Dewi.
Orang-orang yang melihat mereka berdua mendekat ke arahnya.
"Ada apa Mbak?"
"Dia sudah mendorongku setelah mencuri uangku. Tolong bantu aku dia adalah orang yang jahat, dia selalu menyakitku." Berpura-pura sedih.
"Mari kita periksa." Mbak tersebut seraya mengambil tas Kania.
"Apa-apaan nih Mbak?" Masih menahan tasnya.
"Kamu masih muda sudah pintar mencuri barang milik orang lain dengan cara kekerasan."
"Tapi saya tidak melakukannya, dia berbohong."
"Penjara penuh Mbak, kalau maling mengaku." Sahut orang yang di sebelahnya menimpali.
"Sabar iya Mbak, kasihan sekali Mbak ini." Memegang pundak Dewi.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
walau gagal lagi gagal lagi