💝Malam ini Dy akan tidur bersama Aby, seperti dulu Dy pernah tidur sekali sama Aby. Belum pacaran, belum menikah tapi Mereka tidur berdua. Sebagai teman...yach ..teman...
Kenapa? Bukankah itu hal yang tabu?.
Dy tidak mengerti soal itu, tidak ada yang mengajari, yang Dy tahu adalah menjaga kegadisannya. Itu Kata Beck. Supaya suami menghormatimu, maka Kamu harus menjaga kehormatanmu.
Dulu Dy berpikir kehormatan adalah ke perawanan, tapi menurut Aby ke hormatan adalah tingkah laku. Ititude.
Cara berpakaian, cara duduk dan bla..bla..bla...
Terlalu memusingkan, tapi Dy ingat!!.
Ingat berarti mau berubah, tapi Dy tidak berubah.
Itu hal yang sulit Dy lakukan.
Dan Dy mengkambing hitamkan pekerjaannya, tugasnya, yang selalu bersentuhan dengan maut, bergumul dengan minuman, berkeliaran di Cafe, Bar atau di sarang WTS selalu bersama lelaki, dalam kelelahan sehabis membasmi lawan. Kadang bersimbah darah......
Tapi Dy selalu menjaga ke Hormatannya, menjaga bibir nya supaya tidak di sentuh para lelaki dan Dy mampu!!.
🖤🖤🖤🖤🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 22
🖤Bab. 22.
KABAR DUKA
Pagi ini Cuaca sedikit mendung, Dy datang
agak terlambat.
Gama sudah menunggu Dy di Dapur.
Nyonya sekeluarga sudah mulai sarapan.
" Selamat Pagi Nyonya.....
Maaf Saya agak telat ". Kata Dy kepada Nyonya Ida, matanya agak merah.
" Tidak apa-apa, Kamu sarapan dululah ". Sahut Nyonya Ida.
" Sudah Nyonya, trimakasih ". Kata Dy mau keluar, tapi tangannya di tarik oleh Gama.
" Hee...mau kemana, bikinin teh manis dulu ". Kata Gama tersenyum.
Dy dongkol sekali kalau Gama sudah berulah.
Apalagi Aby matanya yang tajam itu terus menatapnya, membuat Dy jengah.
" Ya Tuan Gama....". Sahut Dy langsung Ke Dapur.
" Bi bikinin teh Tuan Gama ". Kata Dy kepada Bi Ijah.
Suara Ponsel Dy terdengar....
Dy buru-buru keluar, sambil menerima telepon.
Ada khabar duka dari Spanyol.
XP.12 telah tertembak.
Tangannya gemetar mendengar khabar itu, tidak terasa air matanya menetes.
Dy bersandar di tembok diluar dapur menarik nafas panjang.
Dy terbayang wajah XP.12 yang Dy selamatkan dari kelompok Candu.
Gama mengurungkan niatnya memarahi Dy, gara-gara tidak di bikinin Teh.
Gama heran mendengar Dy berbahasa Inggris dengan fasih.
" Dy..ada apa?? ". Tanya Gama mendekat, Dia merasa prihatin.
" No..no...stay away.....stay away.". Ucap Dy menyuruh Gama tidak mendekat.
Gama diam melihat kepanikan Dy.
Cepat Dia mengambil segelas air putih untuk Dy.
Tapi Dy sudah lari ke Kamar istirahat.
Aby yang melihat Dy lari langsung mengikuti.
Samar-samar Aby mendengar suara Dy yang marah-marah memakai bahasa Spanyol.
Aby manggut-manggut, kemudian menjauh dari Kamar Dy.
Dy memakai Sweater untuk menutupi kepalanya, matanya yang merah Dy tutupi pakai kaca mata hitam.
Dy terus menggigit Bibirnya yang merah.
Gama diam tidak berani ngomong sepatah katapun.
Nyonya Ida asyik dengan Ponselnya.
Sedangkan Aby terus mencuri-curi pandang.
Hari ini Dy mengantar Nyonya Ida, Tuan Gama dan terakhir Tuan Aby ketempat kerja masing-masing.
Dy berpikir Aby sengaja menyuruh Dy mengantar kerja, padahal sebagai JM sudah pasti punya Sopir dari Hotel.
Tapi tidak apa, memang seharusnya Dy yang mengantar Aby.
Sampai di Butik Gama cepat-cepat turun membukakan Mamanya pintu.
Gama tidak ingin Dy turun karena merasa kasihan.
"Dy...Aku yang bawa Mobilnya kalau Kamu tidak kuat ". Kata Gama memandang Dy dari samping.
" Gapapa Gam, Aku tidak apa-apa. Sory tadi Aku panik". Sahut Dy suaranya serak.
Aby yang mendengar percakapan Mereka yang begitu akrab menjadi cemburu.
Setelah Dy nge drop Gama,.sekarang tinggal Aby.
" Pakai sabuk pengamanmu, Aku akan ngebut. Waktu tinggal sedikit ". Kata Dy tanpa menoleh.
Di mobil tinggal Dia saja, pasti perintah itu untuknya. Pikir Aby.
Dengan malas Aby memakai sabuk pengaman.
Tapi benar saja, Mobil itu melesat menyalip beberapa Mobil lain dan sampailah di ROMERO HOTEL BINTANG 5.
Jangan di tanya keadaan Aby....
Mobil masuk ke Basement setelah melewati Scurity.
Dy turun membukakan pintu Mobil.
" Aku akan ikut ke Kantornu". Kata Dy.
" Untuk apa? ". Sahut Adi kesal. Mukanya di tekuk, matanya sinis menatap Dy.
Aby jeles melihat Dy begitu akrab dengan Gama.
" Untuk tidur ". Kata Dy mengikuti langkah Aby.
" Jangan Kamu dekati Gama ". Tiba-tiba saja Aby nyeletuk begitu.
" Maksudnya apa?, Aku cuma berteman biasa ". Sahut Dy kurang senang. Hari ini Dy agak Sensitif.
" Kamu harus tahu batasan ". Jawab Aby.
" Kamu aneh ". Sahut Dy pendek.
Aby berjalan berendeng dengan Dy. Semua Karyawan kagum melihat kecantikan Dy yang tinggi semampai.
Memakai Sweater dan kaca mata hitam seperti Pragawati.
******
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍
Awal mula jd inget karya reni juli
Lanjuuuut
lain dari yang lain..
Biasanya spionase sensitif dengan gerakan2..