pernikahan yang di bangun dengan dasar perjodohan memang tak selalu berjalan mulus seperti keinginan orang tua dari ke dua belah pihak,
Almaira anastasya, usianya yang baru saja menginjak 20thn harus rela menjadi janda karena kesalahan yang ia pun tidak tau,
Antoni prajasa seorang pemuda tampan yang saat ini usianya sudah menginjak 26 thn,
tiba tiba saja di saat usia pernikahannya menginjak beberapa bulan ia menceraikan istrinya tanpa ada penjelasan apapun,
alamaira selaku istri antoni menangis di saat dirinya di talak cerai, almaira meminta penjelasan kenapa antoni, mengapa tiba tiba menceraikan dirinya, namun sama sekali antoni tak menjawab pertanyaan alamira ia lebih memilih pergi meninggalkan alamaira dengan segala luka yang ia rasakan,
namun di saat sudah resmi bercerai, antoni mulai menyadari jika benih cintanya sudah tumbuh untuk almaira,mampukah antoni meluluhkan kembali hati yang telah ia lukai begitu dalam
simak kisah selengkapnya,
cekkidot
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ftria oktvn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 21
maira berjalan dengan hati hati sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut memasuki lift untuk membawanya ke tempat apartement milik suaminya,
tak menunggu beberapa lama kini pintu lift itu terbuka maira berpapasan dengan seorang
wanita cantik dan seksi nmun apa pedulinya maira, ia hanya berjalan dan saat sampai di ambang pintu kepala maira terasa sangat pusing dan berdenyut,
baru saja ingin menekan sandi, pintu itu sudah terbuka lebih dahulu hingga persekian detik maira terjatuh dan pingsan untuk saja lengan kokoh itu dengan sigap menahan tubuh maira hingga maira tak terbentur jatuh ke lantai,
"astaga, " antoni langsung menggendong tubuh maira dan membawanya ke dalam kamar ,
membaringkan maira sambil menaruh tas milik maira di atas meja antoni dengan sigap keluar dari kamar itu dan berjalan ke arah dapur,
mengambil handuk dan baskom untuk mengompres kening maira karena sudhu badannya terasa sangat panas,
"apa yang terjadi padamu, " ucap antoni smbil mengompres kening maira,
tak ingin terjadi apa apa antoni langsung menghubungi Lexi dokter pribadinya, menunggu waktu yang mungkin agak lama antoni kini duduk di samping maira,
"sukurlah sisca sudah pergi, " gumam antoni
menunggu dengan cukup waktu yang mungkin agak lama kini dokter lexi sudah masuk ke dalam apartement milik pasien pribadinya serta sahabat karibnya itu,.
mendengat pintu terbuka antoni langsung keluar untuk menemui dokter lexi,
"kau terlihat baik, lalu untuk apa menghubungiku dan menyuruhku cepat cepat datang kemari, " ucap lexi sambil membolak balik tubuh antoni,
'bukan aku, " ucap antoni, dokter lexi menautkan alisnya,
"jika bukan kau lalu siapa, " ucap dokter lexi penasaran, tanpa menjawab antoni langsung membuka pintu kamar maira dan mempersilahkan dokter lexi untuk masuk ke dalam,
menautkan alisnya dengan berbagai pertanyaan dokter lexi melirik ke arah antoni "siapa dia, " ucap dokter lexi sambil mengeluarkan alat alatnya dari dalam tas,
memeriksa seluruh tubuh maira, "dia sepertinya terlihat syok dan kepalanya sedikit terkena benturan namun tidak parah, " ucap dokter lexi setelah selesai memeriksa tubuh maira,
"kau belum menjawab pertanyaanku, " ucap lexi kini berdiri sambil berhadapan dengan antoni,
"apa, " ucap antoni santai sambil melihat ke arah maira yang tak kunjung sadarkan diri,
"siapa dia, " geram dokter lexi,
"heh, antoni menghembuskan nafasnya sambil duduk di sisi ranjang,
"kau tak perlu tahu dia siapa yang jelas sekarang kau boleh pergi dan aku akan transfer biayanya, " ucap antoni sambil menatap dokter lexi yang masih terlihat bingung,
"jangan bilang dia simpananmu, " dokter lexi belum berniat meninggalkan apartement antoni sebelum mendapatkan jawaban pasti
antoni hanya menggedikkan bahunya sambil berdiri lalu mendorong tubuh dokter lexi untuk keluar dari kamar maira,
"hey, aku bisa sendiri," geram dokter lexi lalu menghempaskan tangan antoni,
"aku peringatkan padamu, jangan terlalu memainkan perempuan itu tidak baik," ucap panjang lebar dokter lexi saat sudah berada di luar apartement milik antoni,
Antoni tak peduli ia malah membanting pintu apartementnya dengan kasar, dan kembali memasuki kamar maira,
tak kunjung sadar, antoni kini berbalik pergi meninggalkan kamar maira dan pergi ke kamar miliknya memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket,
setelah merasa segar antoni segera keluar dari kamar mandi masuk ke dalam wolk in closet untuk mengganti bajunya, dan kembali memasuki kamar maira,
"hey, kau sudah tak sadarkan diri tadi, " ucap antoni sambil mengelus kening maira,
bingung juga kapan Jeff ketemu Maira. 🤭
begini nih kalau kelamaan update.
nb Ama maira pun aq lupa.☺️☺️😀