NovelToon NovelToon
R: GODS DESTINY

R: GODS DESTINY

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:178.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Levifq

Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.

"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 21 Kemarahan.

Dilain sisi Li Hui masih berdiri ditempatnya dengan santai, karena bagaimana pun bandit-bandit ini hanyalah manusia biasa. Bahkan jika dia hanya berdiri diam ditempat, senjata mereka tidak akan bisa melukai kulitnya.

Salah satu bandit yang paling dekat dengan Li Hui langsung mengayunkan pedangnya, tetapi belum juga sampai, tubuh bandit tersebut sudah terbang seperti peluru menabrak bandit lainnya. Dan ketika sudah berhenti, mulut bandit itu sudah dipenuhi darah.

"apa yang terjadi?!..." tanya bandit yang lain dengan bingung. Mereka sama sekali tidak mengerti bagaimana rekannya itu tiba-tiba terbang, karena memang mata mereka semua tidak sanggup melihat kecepatan tendangan Li Hui.

"jangan banyak tanya! Serang dia bersama-sama!" teriak bos bandit marah saat melihat banyak anak buahnya yang mulai ragu untuk menyerang Li Hui. Lantas dia mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.

"trang!"

"trang"

"....

Pedang Li Hui dan pedang besar bos bandit saling berbenturan selama beberapa detik, tetapi wajah Li Hui masih tetap tenang sedangkan Bos bandit mulai menggertakkan giginya dan merasa ada sesuatu yang salah.

"apa yang kalian tunggu?!" teriak bos bandit lagi disaat dia mundur sebentar sebelum kembali menyerang.

Sementara itu di depan kereta kuda, salah satu prajurit bangsawan mendekat kearah pemimpin prajurit.

"apa yang akan kita lakukan ketua? Apa kita tidak akan membantu pemuda itu?"

"tunggu sebentar lagi,..." balas pemimpin prajurit tanpa mengalihkan perhatiannya dari pertarungan.

"trang"

'shuush'

"aargh!"

Sebanyak 15 bandit menyerang bersamaan, tetapi satu persatu dari mereka akan tumbang akibat tebasan Li Hui yang sangat cepat, meskipun belum ada yang benar-benar mati dan hanya berguling-guling ditanah sambil berteriak kesakitan.

Dan hanya dalam waktu 10 menit, sisa bandit yang bisa bertarung hanya sekitar 6 orang termasuk bos bandit yang terlihat sulit mengatur nafasnya. Tubuhnya juga sudah dipenuhi oleh luka sehingga pakaiannya yang sebelumnya berwarna biru berubah menjadi lebih gelap karena darah yang keluar dari lukanya.

"s-Ssiapa kau s-sebenarnya? Dan kenapa k-kau menyerang kami?" tanya bos bandit saat dia sudah menjauh dari Li Hui.

"bukankah sudah kukatakan tadi bahwa aku adalah seorang pengelana?.."

"dan satu lagi, aku tidak menyerang kalian melainkan kalian lah yang menyerang aku. Lagi pula aku sudah memberikan peringatan kepada kalian sebelumnya," balas Li Hui tetap nada santai.

Mulut bos bandit itu terbuka-tertutup seolah ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak bisa keluar dari mulutnya. Lalu matanya beralih kesekitarnya yang dipenuhi anak buahnya yang terus mengerang kesakitan, tetapi sudah ada beberapa yang pingsan karena tidak sanggup menahan sakit lagi.

Wajah bos bandit itu sudah terlihat pucat dan pedangnya sudah jatuh dari tadi, menandakan dia sudah tidak memiliki niat lagi untuk bertarung.

"hahaha, bagaimana? Apa kau sudah menyesal sekarang karena mencoba merampok kami?"

Pemimpin beserta prajurit bangsawan mendekat kearah Li Hui dan Bos bandit setelah merasa pertarungan sudah berakhir. Wajah songong dan senyuman senang menyertai wajah mereka, yang membuat Li Hui mengerutkan keningnya. Tetapi pemuda itu tidak mencoba menghentikan mereka, karena ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh prajurit-prajurit bangsawan itu.

Melihat tidak ada balasan dari bos bandit, senyum sombong pemimpin prajurit semakin merekah. Lalu dia memerintahkan prajurit bawahannya untuk menangkap semua bandit, untuk dibawa ke ibukota. Tapi aksi mereka harus berhenti karena terdengar sebuah kata yang dingin dan penuh tekanan.

"berhenti..." ucap Li Hui. Yang membuat Pemimpin dan semua prajurit melihat kearahnya.

"ah. Maafkan ketidaksopananku ini anak muda. Kami adalah prajurit kerajaan Langit yang ditugaskan untuk mengawal putri Lian kembali ke ibu kota" ucap pemimpin prajurit sambil menunjuk kereta kuda yang tertutup dari tadi. Dia berharap Li Hui akan langsung takut dan berubah menjadi hormat kepadanya setelah mendengar mereka berasal dari Kerajaan Langit. Tetapi apa yang dia harapkan tidak pernah terjadi, bahkan raut wajah Li Hui tidak menunjukkan perubahan apapun sebelum mengalihkan perhatiannya kembali ke bos bandit yang sudah berlutut.

Melihat hal itu, raut wajah pemimpin prajurit langsung berubah. Senyuman yang sebelumnya terhias dibibirnya langsung berubah menjadi gertakan gigi.

"apa yang kalian tunggu?! Tangkap para bajingan ini!" teriak pemimpin prajurit untuk mengalihkan rasa kesalnya.

"hentikan itu, atau aku akan memotong tanganmu." ucap Li Hui dengan penuh tekanan kepada prajurit yang mencoba memukul wajah bandit sebelum mengikatnya.

"apa maksudmu anak muda? Apa kau mencoba menghalangi kami untuk menangkap bandit-bandit ini!?" ucap pemimpin prajurit dengan nada tinggi.

"aku tidak mencoba menghentikan kalian, tetapi jangan mereka, karena mereka akan berurusan denganku" balas Li Hui yang membuat wajah Pemimpin prajurit semakin jelek.

"jangan karena kau yang mengalahkan mereka, membuatmu besar kepala anak muda!" ucap pemimpin Prajurit sambil menarik pedangnya dari sarungnya.

Li Hui terdiam sesaat dan mengerutkan keningnya ketika melihat pemimpin prajurit itu bersiap untuk menyerangnya.

Bukankah dia sudah melihat pertarungan yang terjadi antara Li Hui dengan para bandit ini tadi? bahkan pemimpin prajurit itu tidak lebih kuat dari bos bandit ini, jadi apa motivasinya ingin bertarung dengan Li Hui?.

Tentu saja hal itu membuat Li Hui sedikit kesal, jadi dia bertanya dengan nada menantang. "jadi apa? "

"apa kau ingin menyerangku dan membunuhku?..." ucapnya lagi.

sejujurnya Li Hui tidak berharap situasi akan berubah menjadi kacau seperti ini. Tapi ketika melihat kesombongan dan tidak tahu rasa terima kasih dari para prajurit ini, membuatnya menjadi kesal dan marah.

"kalau iya kenapa?! tidak hanya membunuhmu, aku akan mencari keluargamu dan semua orang yang berhubungan denganmu, lalu akan kubunuh sama seperti aku akan membunuhmu hari ini!" balas pemimpin prajurit dengan marah. Sementara itu bos bandit yang sedang berlutut hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ketidaktahuan pemimpin prajurit itu.

"....." Setelah mendengar itu, Li Hui kembali terdiam, akan tetapi udara disekitarnya tampak bergetar karena sesuatu yang keluar dari tubuh Li Hui.

"kau hanyalah seorang manusia hina, tapi berani mengancamku?!" ucap Li Hui dengan penekanan disetiap kata-katanya.

Dia benar-benar marah kali ini, bahkan ini adalah kemarahan terbesar yang pernah dia alami kepada orang lain, sehingga secara tidak sadar dia mengalirkan Qi dari dantian elemen petirnya keseluruh tubuhnya, membuat jarum-jarum petir berwarna ungu menyelimuti seluruh tubuhnya. Tapi ada satu hal yang tidak disadari pemuda itu, yaitu matanya kini bersinar terang dengan cahaya berwarna emas, membuatnya seperti seorang dewa petir yang turun kebumi.

Hal itu disebabkan oleh Qi dari dantian warna hitamnya yang ikut tertarik dan secara otomatis mengarah ke area matanya.

"ah! apa-apaan?! bagaimana mungkin..... " raut wajah pemimpin prajurit langsung berubah ketika melihat perubahan yang terjadi kepada Li Hui. Dia berjalan mundur hingga terjatuh ketanah dengan wajah yang penuh ketakutan dan tubuh yang tidak berhenti bergetar.

'zztttzz'

Semua orang yang ada ditempat itu terkejut bukan main, karena belum pernah melihat seorang manusia yang bisa mengeluarkan petir dari dalam tubuhnya. Selain itu, tekanan yang keluar dari tubuh Li Hui membuat mereka tidak bisa bergerak dan terus gemetar.

"ada apa ini?" disaat Li Hui akan mengangkat tangan kirinya, sebuah suara manis dan lembut terdengar memenuhi tempat itu. Dan setelahnya terlihat seorang gadis muda yang mengeluarkan kepalanya dari dalam kereta kuda melalui jendela.

"tuan putri jangan keluar!" teriak pemimpin prajurit itu dengan panik.

Li Hui memutar kepalanya bermaksud melihat gadis yang dipanggil dengan sebutan tuan putri itu. Tetapi disaat pandangannya sudah terarah lurus kearah kereta kuda, kedua matanya tiba-tiba terpaku karena saling berpandangan dengan sepasang mata polos yang penuh ketakutan.

Jarum-jarum petir yang sebelumnya menyelimuti tubuh Li Hui langsung menghilang, begitu juga dengan tekanan yang keluar dari tubuhnya, membuat semua orang yang berada di area itu bisa bernafas dengan lega meskipun tubuh mereka masih bergetar.

mata marah Li Hui juga menghilang, berubah menjadi tatapan sedih dan kasihan. wajah yang dipenuhi kotoran dan pakaian yang berlobang-lobang membuat penampilan gadis kecil yang terikat dibelakang kereta kuda itu, semakin memprihatinkan.

"bos sebaiknya kita lari sekarang." ucap salah satu bandit yang mendekat kearah bos para bandit.

"tunggu dan jangan melakukan apa-apa, atau kita akan mati disini" balas bos bandit itu.

Dilain sisi, disaat Pemimpin prajurit sudah bisa bergerak, dia langsung melesat kearah kereta kuda bermaksud untuk melindungi putri Lian.

"s-saya minta maaf tuan. Tolong ampuni nyawa kami." ucap pemimpin prajurit itu sambil menjatuhkan dirinya menjadi berlutut.

"kenapa kau berlutut kepadanya Pemimpin Bong?" ucap putri Lian disaat dia turun dari kereta kudanya.

Putri Lian memang memiliki paras yang cantik, tetapi masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Xiao Que.

Pemimpin prajurit tidak membalas ucapan Putri Lian, melainkan terus menatap Li Hui dengan tatapan memohon.

"pemimpin bong!" panggil putri Lian dengan marah, tetapi masih belum mendapat balasan dari pemimpin prajurit itu.

sebelumnya putri Lian memang tidak melihat kejadian diluar kereta kuda karena sibuk dengan urusannya, sehingga dia tidak tahu apa alasan yang membuat pemimpin prajuritnya berlutut.

Sementara itu diseberang mereka, terlihat Li Hui yang sudah bisa mengontrol pikirannya. Dia melirik sebentar kearah putri Lian dan pemimpin prajurit, sebelum melangkahkan kakinya kearah gadis kecil yang masih menatapnya dengan ketakutan.

Melihat hal itu, tubuh Pemimpin prajurit semakin bergetar karena merasa Li Hui berjalan kearahnya yang memang posisi dia berlutut sejajar dengan tempat dimana gadis kecil itu berada. Sedangkan Putri Lian menatap Li Hui dengan tatapan aneh, dia merasa pemuda itu tidak memiliki sopan santun dan tidak menghormatinya.

"siapa kau?!" tanya putri Lian. Li Hui meliriknya sebentar sebelum kembali melangkah.

"tuan putri!." bentak Pemimpin prajurit, yang membuat mata tuan putri itu menatapnya dengan dingin, tetapi dia tidak peduli sama sekali.

Putri Lian bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca raut penuh ketakutan diwajah pemimpin prajurit Bong. Lalu matanya beralih kearah bandit-bandit yang terlihat lebih buruk dari kondisi prajurit-prajurit pengawalnya, dan saat dia melihat beberapa mayat, dia langsung menutup matanya dan beralih kembali kearah Li Hui.

Li Hui kini sudah berdiri tepat dihadapan gadis kecil, lalu dia menjatuhkan tubuhnya untuk berlutut. setelah itu, dia mengerahkan tangannya untuk memegang rantai yang mengikat kedua tangan gadis kecil itu.

'clang'

Hanya dalam satu sentuhan, rantai yang mengikat tangan gadis kecil itu langsung hancur.

"sekarang kau sudah bebas" ucap Li Hui dengan lembut. Gadis kecil itu terlihat masih sangat muda, mungkin berumur 5 sampai 6 tahun.

"t-terimakasih tuan" ucap gadis itu, meskipun masih terlihat jejak ketakutan dimatanya.

"jangan panggil aku tuan, namaku adalah Li Hui, jadi kau bisa memanggilku Hui-gege." balas Li Hui sambil sedikit senyum.

"apa yang dia lakukan?" sementara itu dibelakang Li Hui, putri Lian terlihat tidak senang dengan aksi Li Hui yang membebaskan tahanannya sesuka hati.

"biarkan saja putri, lebih baik kita tidak menambah masalah lagi dengan pemuda itu. "

"apa kau bilang?! Gadis miskin itu adalah tahananku, kau akan membiarkannya lepas begitu saja?"

"bukan begitu tuan putri, tetapi......jika diberi pilihan, aku akan lebih takut kepada pemuda itu dari pada anda...maafkan aku"

"apa kau bilang?!" ucap Putri Lian dengan marah, tetapi pemimpin Bong hanya membungkukkan badannya sebagai balasan.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Ana Suryana
Biasa
Repianik
sayangnya tingkatan cultivasi nya pakai bahasa inggris
Doel
Ayo up lagi...Lama bgt...
Nani Nuwa
dah lama nggak Update
Nani Nuwa
ditunggu kelanjutannya
Oo Oo
bagus novelnya thor..tetap semangat menulis dan rajin2lah promosi di novel yg populer.. jgn lupa rutin update.
Iwan Setiawan Aja
lawas banar hanyar cungul....
Kokoro No Tomo
lama jg baru update thor
Kokoro No Tomo
kenapa nih ? koq macet..!?!
Kokoro No Tomo
lama gak nongol thor
Taurus Wew
nah ini yg pinter, jg sdr sj gk bs mlh mau bawa wuming 🤣🤣🤣🤣
Kokoro No Tomo
terima kasih dan tetap menjadi orang baik.
Oo Oo
ceritanya bagus..tp krn up nya lama,byk udah lupa alur dan cerita sebelum.
ayo author semangat.
Kokoro No Tomo
mantap
Kokoro No Tomo
cerdas
Oo Oo
mantap
Gian Dido
Aiiiiis... Kentaaaaaaaaaaaaang thoooooooor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
Gian Dido
Giliran.. Kepala desa.. Semangaaaaaaaat thoooooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!