Menceritakan kisah seorang gadis berumur 15 tahun yang di usir dari keluarga yang telah membesarkan nya sejak kecil. Ia pergi ke negara lain dan berjuang sendiri melawan kejamnya dunia demi melanjutkan kehidupan nya. Dan berakhir membawa nya ke dunia mafia yang sangat kejam dan menuntut nya untuk terus kuat
Ia berusaha mencari orang tua kandung nya, susah payah ia lakukan demi menemukan kedua orang tua kandung nya. Sampai akhirnya ia menemukan mereka, tapi sayang ia harus menerima rasa sakit terlebih dahulu dari mereka
Kisah cinta gadis tersebut? banyak yang menginginkan gadis itu untuk di jadikan pasangan mereka. Tapi sepertinya hati nya masih tertutup untuk menerima seorang lelaki dalam hidup nya. Namun seorang lelaki misterius telah mengecap nya sebagai 'GADIS KU'
Bagaimana kisah nya?
Jawaban nya ada, jika membaca cerit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~Beach Breeze~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Little Queen?
Kembali Queen fokus pada layar ponsel nya, tanpa menyadari ada seseorang yang diam-diam tengah memperhatikan apa yang ia lakukan
"AAAAAAAA...!!!"
Bus tiba-tiba menjadi riuh akibat salah satu gangster yang berhasil memasuki bus tersebut. Gangster tersebut berlumuran darah, dengan senjata yang sangat mengerikan di tubuhnya, oleh karena itu semua orang ketakutan dan berlarian ke arah belakang bus
"Ma... mau apa anda?" tanya Pak Budi hati-hati
"Duduk diam, maka kalian akan selamat!" ucap gangster tersebut datar dari balik topeng nya. Dia melirik ke arah Queen, sedangkan Queen hanya mengedipkan mata saja.
Gangster tersebut langsung mengambil alih kemudi bus dan membawa bus membelah kumpulan manusia yang tengah bertarung. Para gangster lainnya yang berjaket hitam dengan tanda diamond di lengan mereka dan ada gambar beruang putih di tengah-tengah lambang black diamond tersebut, bekerja sama membuka jalan untuk bus tersebut
Para guru dan siswa pun terheran-heran, sekaligus bersyukur karena bisa keluar dari jalan mengerikan itu. Sudah lumayan jauh bus itu berjalan, kondisi nya pun terlihat sudah aman. Anggota gengster tadi menghentikan bus, ia hendak beranjak dari tempatnya tapi sebelum itu ia membungkuk terlebih dahulu kepada Queen
"Little Queen, very interesting" batin seseorang
°•°•°•°
Sekitar pukul 11 siang mereka baru sampai di tempat kemah. Lokasinya berada di area lereng gunung yang cukup mengerikan, namun rasa mengerikan itu dapat di bayar dengan pemandangan nya yang sangat indah
Mereka diberi waktu dua jam untuk mempersiapkan tenda mereka, setiap tenda diisi tiga atau lima orang. Tentu saja Queen dkk (Queen, Alice, dan Cha-cha) berada dalam satu tenda, begitu pula Bara dkk
"Queen, makan siang yuk" ajak Alice, datang bersama Cha-cha menghampiri Queen yang tengah berdiri di atas batu tepi jurang
"Queen, gak takut berdiri di situ?" tanya Cha-cha
"Buat apa takut, mati ya mati aja" jawab Queen
"Astaga! udah ah ngeri, makan yuk sebelum stok makanannya abis" ~Alice
"Kalian aja, gue kenyang" ~Queen
"Yakin nih?" ~Alice
"Hem" ~Queen
"Ya udah lah, nanti kata Bu Delia disuruh kumpul jam 2, janlup!" ~Alice
"Hem" ~Queen
Entah mengapa Queen merasa gelisah saat pertama kali menginjakkan kakinya di hutan itu. Sebenarnya dari sebelum ia berangkat ia sudah merasa akan ada sesuatu yang datang, tapi itu apa?
Saat Queen ingin kembali menuju tenda nya, kakinya tak sengaja menginjak sesuatu yang menarik perhatian nya
"Desert Eagle Mark XIX? kenapa bisa ada di sini? masih ada isinya, belum lama juga" batin Queen, menemukan sebuah pistol
Queen merasa ada pergerakan dari belakang nya, jiwa kewaspadaan nya kini muncul. Dan dia sudah siap dengan pistol di tangan nya itu. Dengan gerakan gesit, ia langsung menodongkan pistol itu tepat di pelipis orang yang mendekati nya
"Ini gue, Bara!" ucap Bara, sambil mengangkat kedua tangan nya
"Ngapain Lo kesini?!" ucap Queen menurunkan pistol nya dan menyimpan pistol itu dalam saku jaket nya
"I don't know, dari mana Lo dapet pistol itu?!" ~Bara
"Nemu" ~Queen
"Sini gue serahin ke guru" ~Bara
"Gak usah, biar gue aja" ~Queen
"It--" ~Bara terpotong
"Hey, kalian berdua disuruh kumpul malah pacaran di tepi jurang. Gak ada tempat lain apa?" ucap seorang guru
Sontak Bara dan Queen saling menatap, dan tak lama kemudian sama-sama mengalihkan pandangan mereka, merubahnya dengan tatapan datar masing-masing
"Cha, kok gue ngerasa kek suhu nya tiba-tiba dingin banget gitu ya" tanya Alice
"Sama gue juga" sambung Eric
"Eh ngapain Lo kesini?!!" ~Alice
"Mang ga boleh? lagian ni hutan juga bukan punya Lo!" ~Eric
"Syuutt... keknya gue tau kenapa tiba-tiba dingin kayak gini. Tuh kutub utara sama selatan lagi kesini" ucap Daffin, ditangan nya terdapat botol minum dan tas milik Eric, sepertinya dia benar-benar menjalankan hukuman nya
Pandangan mata mereka langsung melihat ke arah kanan, dimana Bara dan Queen berjalan bersama dengan tatapan datar dan aura dingin yang mereka tebarkan
"Owalah pantes" ~Alice
Suara bak petir di siang bolong, menggelegar memberitahukan kepada seluruh siswa untuk segera membuat barisan
"Baiklah anak-anak, selamat datang di hutan ini, bagaimana perasaan kalian? disini kita akan memainkan berbagai game yang akan menyenangkan ataupun menguji adrenalin. Semoga kalian senang dan dapat mengambil beberapa bagian positif nya ya. Untuk selebihnya akan di jelaskan oleh ketua OSIS kita Alvian. Untuk Alvian, bapak persilahkan" ucap Pak Budi
Alvian maju ke depan "Terimakasih Pak atas kesempatan nya. Langsung saja berdiri nya saya disini, saya akan membacakan beberapa game yang akan kita lakukan selama di hutan ini" ucap Alvian dengan senyum maut nya yang ia tujukan kepada Queen, namun sayangnya tidak ada notice dari cewek yang satu itu
"Acara pertama kita buka dengan yang seru-seru saja dulu, yaitu dengan acara api unggun yang akan di lakukan nanti malam. Jadi sekarang saya akan membagi kelompok untuk mencari kayu bakar di sekitar sini. Nama yang nanti saya sebutkan langsung berkumpul dengan kelompok masing-masing ya" ~Alvian
"Eh kenapa ada Bara juga sih? perasaan tadi gue dah atur, ah sial" batin Alvian melihat daftar kelompok yang ada
"Kelompok nya ..... Kelompok terakhir ada Saya sendiri, Bara, dan Queen. Baiklah apa semua sudah berkumpul dengan kelompok nya masing-masing?" ~Alvian
"Sudah" ~All
"Baiklah, silahkan kalian boleh bergerak dari sekarang mengingat waktu terus berjalan" ~Alvian
Kayak gantungan kunci.
Tolong dilanjutin Thor,
saya penasaran banget sama kelanjutannya.
sekalian mahu promo doktor Vs Kapten by Nurul Najah
selamat membaca...