NovelToon NovelToon
How To Love You

How To Love You

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Ibu susu / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

"Aku ingin kamu tahu satu hal. Jika suatu saat dia menyakitimu atau pun mencampakkanmu, aku berjanji, aku tidak akan melepaskanmu bagaimana pun caranya. Aku juga tidak akan peduli lagi kamu mau menerimaku atau tidak, kamu mencintaiku atau tidak. Yang jelas, satu-satunya hal yang akan aku lakukan adalah, mengajarimu bagaimana cara mencintaiku."

.
.
.

"Aku pikir tidak mudah membuat seseorang jatuh cinta, tapi dia benar-benar mengajariku bagaimana cara mencintainya." (Tasya)

♡♡♡♡♡♡♡

Berkisah tentang perjalanan cinta Tasya (Natasya Putri) yang awalnya mencintai kakak sepupunya secara diam-diam (Fathur/Fathur Rahman).

Gadis berhijab berparas cantik bak artis Citra Kirana tersebut sudah memendam perasaannya selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya Tasya bertemu dengan Hendra, seorang pria tampan tapi playboy yang jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.

Demi mengejar cinta Tasya, pemuda berparas tampan bak Irwansyah dikala muda tersebut rela memutuskan semua pacar-pacarnya detik itu juga.

Namun, untuk mendapatkan cinta gadis tersebut tidak semudah yang Hendra bayangkan. Tasya jelas-jelas tidak bisa dia samakan dengan mantan-mantannya sebelumnya. Untuk gadis yang satu ini, dia harus berjuang berkali-kali lipat jauh lebih keras dari sebelumnya.

Di tengah usaha Hendra untuk mendapatkan hati Tasya, Fathur tiba-tiba datang. Keduanya pun lalu mengadakan sayembara untuk mendapatkan hati gadis tersebut.

Kira-kira siapa nanti yang akan menjadi pemenangnya? Baca kisah mereka di sini 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo Kita Kawin Lari!

Tasya dan ibu Susi pun duduk saling berhadapan di kursi teras.

"Tante ke sini mau memberikan undangan pernikahan Fathur untuk kamu," kata Bu Susi sambil meletakkan sebuah undangan bernuansa hitam dan emas di atas meja.

Tasya terlihat biasa saja melihat undangan itu. Kejadian seperti ini memang sudah dia perkirakan jauh-jauh hari. Dia memang sudah mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi hal tersebut.

"Tante harap kamu bisa hadir di pesta pernikahan kakak sepupumu. 2 Minggu lagi pesta pernikahan Fathur akan digelar," ujar bu Susi tanpa adanya sedikit rasa bersalah pun yang tersirat di wajahnya.

"In syaa Allah Tante, saya akan datang," ucap Tasya. Gadis itu terlihat sangat tegar.

"Oh iya, Tante harap ke depannya kamu jangan lagi berhubungan dengan Fathur," kata bu Susi lagi, sambil menggenggan punggung tangan Tasya, namun Tasya langsung menarik tangannya.

"Saya juga cukup tahu diri Tante. Saya masih punya harga diri. Saya tidak mungkin menjadi pengacau pernikahan apalagi perusak rumah tangga orang."

"Syukurlah. Tante tahu kamu gadis baik-baik. Kamu tidak mungkin melakukan hal serendah dan sehina itu," ujar Bu Susi.

"Oh iya, Tante permisi dulu, masih banyak urusan," imbuh bu Susi lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah bu Susi pergi, Tasya meremas undangan itu lalu membuangnya ke tempat sampah. Gadis itu lalu meluncur dengan skuter maticnya menuju ke kampus.

Sesampainya di tempat parkir. Tasya memarkirkan motornya dengan rapi seperti motor para mahasiswa yang lainnya. Dia terlihat sangat tidak bersemangat sekali pagi ini. Ditambah lagi kedatangan ibu Susi yang sempat membuatnya emosi.

Gadis itu berjalan dengan langkah lesu menuju ke gedung perkuliahan. Tiba-tiba seseorang menarik pergelangan tangannya dari belakang.

Tasya terlonjak kaget, lalu menoleh melihat siapa sosok yang sudah menarik tangannya tersebut.

"Fathur, lepaskan tanganku. Berani sekali kamu menyentuhku." Tasya berusaha memberontak agar Fathur bisa melepaskan tangannya.

Namun Fathur tidak bergeming, dia terus menarik tangan Tasya dengan kuat dan erat masuk ke dalam mobilnya.

"Kamu dari mana aja, Sayang? Aku kangen banget sama kamu." Fathur berusaha memeluk Tasya, tapi gadis itu langsung mendorong tubuh pemuda itu hingga bersandar pada pintu mobil.

"Jangan sentuh aku!" teriak Tasya.

"Tasya maafin aku. Aku gak bermaksud kurang ajar sama kamu. Aku hanya ... aku hanya sangat merindukan kamu. 2 Minggu ini aku khawatir banget sama kamu. Aku terus mencari kamu kemana-mana tapi aku gak bisa nemuin kamu di mana. Aku khawatir, aku ketakutan, Sya ... aku, aku takut banget kehilangan kamu. Aku cinta dan sayang banget sama kamu, Sayang."

"Cukup! Aku gak mau denger apa-apa lagi dari kamu. Buka kuncinya, aku mau keluar!" teriak Tasya, sambil menutup kedua telinganya dengan tangan. Dia tidak ingin lagi mendengar Fathur berbicara karena itu hanya bisa membuatnya semakin sakit hati.

"Tasya ... aku mohon. Dengerin aku dulu." Fathur berusaha menggenggam tangan Tasya.

"Jangan sentuh aku! Kamu bisa denger gak sih?! Hah?!" Tasya terlihat sangat marah.

"Sya, dengerin aku dulu. Aku mohon, maafin aku, Kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya." Fathur memohon-mohon sambil mengatupkan kedua tangannya pada Tasya.

"Kamu gak perlu menjelaskan apa-apa lagi, Fathur. Semuanya udah jelas. Aku janji, aku bakalan dateng ke pesta pernikahan kamu nanti." Tasya berkata sambil menghadap ke arah luar. Dadanya sudah terasa sangat berat dan sesak.

"Sya, ini gak seperti yang kamu pikirin. Aku cuma dipaksa menikah, ini bukan mauku, Sya. Aku cuma cintanya sama kamu, sayangnya sama kamu, sampai kapan pun. Gak akan pernah ada yang bisa gantiin posisi kamu di hati aku meski pun aku sudah menikah dengan wanita lain. Kamu akan selalu tetap spesial sampai kapan pun."

Tasya terdiam. Dia tidak menggubris ucapan Fathur.

"Sya, lihat aku," kata Fathur tapi lagi-lagi gadis yang dicintainya tidak menggubrisnya.

"Tasya, aku mohon lihat aku."

Tasya terus-terusan saja terdiam sambil menatap ke arah luar. Tidak terasa tetesan bening seberang kristal mengalir dengan deras di pipi mulusnya.

"Tasya lihat aku, aku mohon. Kamu gak mau aku menyentuhmu, 'kan? Jadi tolong, lihat aku. Aku mau kita bicara sebentar. Please," pinta Fathur.

Tasya pun akhirnya memberanikan diri menatap Fathur. Tidak terasa tetesan sebening kristal itu semakin mengalir lebih deras lagi melihat ekspresi menyedihkan wajah Fathur. Hatinya terasa semakin sakit melihat orang yang dia cintai sedih karenanya.

Begitu pula dengan Fathur, hatinya seperti teriris-iris melihat perilaku Tasya yang berubah menjadi kasar padanya. Itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperjuangkan cinta mereka.

"Kamu terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Semua ini pasti gara-gara aku," kata Fathur dengan mata berkaca-kaca.

"Bukan urusanmu." Tasya kembali berkata dengan ketus.

Sekitar 2 menit mereka saling terdiam dan bergelut dengan pikiran masing-masing. Namun tiba-tiba Fathur mengucapkan kalimat yang membuat Tasya terkejut dan tidak percaya.

"Sya. Ayo kita kawin lari."

"Gak! Kamu udah gila, ya?" tolak Tasya.

"Kita gak punya pilihan lain. Ayolah. Kita ini saling mencintai, jadi apa salahnya?" kata Fathur. Dia mencoba membujuk Tasya untuk menyetujui ide gilanya.

"Gak. Sekali gak ya gak. Apa kamu pikir pernikahan bermodalkan cinta aja udah cukup? Gak Fathur. Pernikahan tanpa restu kedua orang tua kita gak akan membuat kita bahagia," ujar Tasya.

"Apa kamu mau membuat malu semua keluargamu, hah?! Bukan cuma keluargamu yang harus menanggung malu, tapi keluargaku juga. Bukan hanya itu, anak cucu kita juga nanti akan ikut menanggung malu akibat ulah kita," imbuh Tasya.

Fathur terdiam. Dia sadar, yang dikatakan Tasya itu memang sangat benar.

"Lalu kita harus gimana?" tanya Fathur. Pemuda itu masih belum bisa berpikir jernih.

"Aku minta, menikahlah dengan pilihan orang tuamu. Ya, gak bisa aku pungkiri, aku juga ikut memilih dia untuk kamu." Tidak terasa air matanya kembali menetes dengan deras untuk yang kesekian kalinya.

"Lalu gimana dengan kamu kalau aku menikah dengan orang lain? Dan gimana dengan aku juga? Apakah kita berdua bisa sama-sama bahagia menikah dengan orang yang tidak kita cintai sama sekali?" tanya Fathur.

"Jangan peduliin aku. Kamu harus bahagia dengan rumah tanggamu nanti. Dan suatu saat nanti, aku pasti juga bisa menemukan kebahagiaanku sendiri," kata Tasya sambil menyeka air matanya.

"Dan untuk kamu. Aku yakin, pelan-pelan, kamu juga bisa mencintai istrimu. Dia gadis yang baik, dan dia lebih segala-galanya dari aku. Aku yakin, dia pasti bisa membahagiakan kamu nanti," imbuh Tasya, sambil meraih tissu yang ada di dashboard mobil Fathur.

1
Bundy Icha
Radit Radit ,,kmu orangnya suka hebo 😃😃😃😀💪
meli
bagus banget 👍👍👍
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt kk
N Hayati
next
N Hayati
nyaman bacanya next
Arsenius Are siwanahono
ok kenapa yg harus
_rus
Aku mampir Thor, tidak lupa dengan 5 like serta Rate-nya .... 😆

Salam Kenal dari "Sebuah Kisah Cintaku" & "Sang Ratu Sekolah" 😆🙏🏽
Mari ani
lanjut tor
Mari ani
tasya mulai perhatian ni
Mari ani
lanjut
Tysa Nuarista
semakin dibaca semakin bagus ceritanya... semangat kak...
Mari ani
aku ikutan nongol
......Maiko.....
ok lanjuuuut gas keuuun ah 😂😂😂😂
......Maiko.....
kenapa ya ini kan cerita ya bagus tapi dikit like' ya.sayang.....semangatttt thorr😘
......Maiko.....
semangat kk bagus ceritanya,,,,aku emang lebih suka cerita masyarakat biasa.jdi nyambung,,,kalo baca cerita Sutan atau bini lebih dari satu suka pusing.udih pusing di dunia nyata di tambah lgi d nunia halu 🤭,,,,saking seru bacanya gk sempet komen.tpi tenang like' no ke Tingalan end love di buku kesayangan biar gk ilang...👍😘🥰🥰🥰🥰
Sept September
itaaaaaaa
Sept September: asiappppppp cantikkkk
total 6 replies
Zum Cintya
entah kenapa sih setiap buka novel gk pernah lepas dr judul2 CEO
Nuraiman Aiman
thor setelah pernikahan radit dan tania lanjutin dong cerirax miko da tantri biar lebih seru thor👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹🌹💌💌💌💌💌💌💌
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nuraiman Aiman
sx sujam miko dan tantri💌💌💌💌💌💌💌💌💌💌
Nuraiman Aiman
iya dong tantri magang sm miko aja biar lebih dekat hatix💌💌💌💌💌💌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!