Baru mulai menulis dan ini cerita pertama saya, mohon dukungannya 💙
18+
Marsya seorang mahasiswi yg cerdas, cantik, tinggi semampai dia tidak suka memakai pakaian terbuka walau belum berhijab tapi pakaiannya selalu tertutup di tempat umum, bertemu dengan Malik seorang bodyguard yang kaku, cuek dan berwajah datar namun tampan di gemari banyak wanita, mereka jatuh cinta di saat Marsya hilang kesuciannya
"Sya mau kah kau menjadi bagiaan dari hidup ku"
"Kau sempurna untuk aku dan menjadikan hidup ku penuh warna" Malik berucap memegang tangan Marsya
"Pantaskah aku bersanding dengannya" Marysa berkata dalam hati
Akankah keadaan Marsya menghalangi cinta mereka
ataukah cinta mereka akan bertahan dengan rintangan yang akan mereka hadapi.
Yuukk selanjutnya baca jangan lupa dukungannya Vote, Like, Favorite dan komennya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyusun rencana baru
Malik mengajak marsya mendatangi cafe yang makanannya lezat dengan pemandangan laut yang biru membuat suasana hati marsya menjadi membaik
lalu malik meceritakan rencana cara membebaskan marsya yang akan di lakukan segera mungkin karena angga memiliki rencana menikahi marsya bulan depan maka rencana ini harsu segera di lakukan
"tapi malik kamu bantu aku gimana dengan bayaran dari angga sedangkan kamu butuh uang buat biaya kuliah" ucap marsya memikirkan keuangan malik
malik pernah bercerita kenapa bekerja menjadi pengawal karena butuh uang, marsya berpikir malik sangat membutuhkan uang itu
"ya resiko aku pilih uang atau kamu" ucap malik
"maksudnya" ucap marsya tersipu malu
"ya....ya...itu maksudnya ya resiko kalau mau bantu kamu harus ada yang di korbankan tapi engga apa apa kamu doain aku aja biar dapat pekerjaan lagi" ucap malik
"aamiin semoga kebaikan kamu di balas oleh allah ya" ucap marsya tulus
"aamiin" ucap malik
"jadi aku harus rayu angga buat ke bali gtuh" ucap marsya menarik nafas
"ya itu jalan satu satunya supaya kamu bisa kabur tanpa pasport" ucap malik
"bener juga, ya udah semoga aku bisa meyakinkan angga" ucap marsya
setelah menceritakan rencana yang akan di lakukan mereka pun segera pulang ke villa, malik tidak berani bertanya kenapa marsya tidak sadarkan diri di kamar mandi dan apa yang terjadi malam itu malik hanya terdiam dengan pikirannya sendiri dan mungkin suatu saat marsya akan bercerita sendiri
marsya menemani angga makan malam sesuai rencana yang di suruh malik tetapi marsya masih emosi dengan angga demi rencana suskses marsya akan melupakan kejadiaan itu untuk sementara
"sayang kamu sudah baikan" ucap angga dengan memegang tangan marsya
"ya lumayan" kata marsya menahan emosi dan melepaskan tangannya dari angga
"aku ada kerjaan di bali sekaliaan di undang pesta lajang jumat besok, kamu istirahat saja sampai nanti hari nikahan kita biar kamu sehat" ucap angga
"kenapa ga ngajak aku ke bali" ucap marsya sebelum mengajak angga ternyata dia sudah ada rencana ke bali
"tadinya mau sama kamu biar aku ada pasangan juga di sana tapi liat keadaan kamu masih belum sehat jadi kamu istirahat saja" ucap angga
"saya belum pernah ke bali sih, pengen tahu bali kaya apa kalau mas angga engga keberatan saya boleh ikut ga, bosen di sini saja" ucap marsya bersikap manis supaya angga mengajaknya
"tumben mau ikut, takut kangen sama aku ya" ucap angga
"ga boleh juga engga apa apa sih aku di sini saja paling jalan jalan sendiri" ucap marsya tidak mau maksa supaya angga tidak curiga
"ya sudah kamu siap siap jumat kita ke bali" ucap angga tersenyum senang melihat marsya mau berbicara lagi dengannya
marsya terdiam tidak menunjukan wajah senang padahal hati marsya senang berulang kali berkata
"yes yes yes" dalam hati marsya senang
setelah makan malam marsya masuk ke kamarnya tidak lupa mengkunci kamarnya dari dalam
pagi hari setelah menemani angga sarapan dan angga pergi kerja marsya duduk di sisi kolam menunggu malik ingin mengabari kabar bahagia
malik pun mendekati marsya yang terlihat senang wajahnya ceria tidak seperti kemarin
"sya gimana sukses ga" bisik malik
"ternyata tanpa aku ajak angga sudah ada rencana ke bali jumat besok" ucap marsya senang
"bagus, jadi kita jalani rencana kita di bali" ucap malik
"semoga lancar ya amin" ucap marsya
hari jumat pun tiba seperti biasa mereka berempat ke bandara sampai lah di bali sepanjang jalan marsya di buat kagum dengan pemandangan terlihat pantai laut luas dan sampailah di sebuah villa modern mewah halaman parkirannya luas desain bangunan tidak jauh seperti di dubai namun bedanya di bali pemandangan halaman belakangnya laut luas begitu indah ternyata villa itu milik angga, di bali angga mempunyai villa dan hotel, di sambut oleh beberapa pelayan
di ruangan kerja angga sedang berbicara dengan riki, ruangan itu menghadap ke laut bawahnya sebuah taman besar angga melihat marsya sedang berada di taman itu bersama malik dan angga melihat marsya tersenyum manis, angga cemburu, dekat angga marsya tidak pernah tersenyum semanis seperti itu
"ki sudah dapat pengawal baru" tanya angga
"sudah bos,sesuai yang bos pesan umurnya tua" ucap riki
"bagus, aku engga suka dengan pengawal ini terlalu dekat dengan marsya apalagi kata bi ana mereka berpelukaan di villa" ucap angga emosi sambil mengepalkan tangannya
"ya bos saya juga liat sepertinya si malik suka sama non marsya" ucap riki pernah melihat malik bercanda dengan marsya
"panggil pengawal itu ke ruangan" perintah angga
"baik bos" ucap riki
tok
tok
tok
"masuk"ucap angga
malik masuk ke ruangan kerja angga dan malik tidak tau angga merencanakan hal lain untuk marsya
"mulai hari ini saya tidak butuh lagi jasa pengawal, silakan kamu bereskan barang barang kamu dan saya sudah transfer uang sesuai kontrak" ucap angga
malik kaget dan rencananya membebaskan marsya gagal, malik hanya menggangguk karena kesal dan emosi lalu akan pergi menemui marsya dan angga melarangnya
"tidak usah pamit ke nona marsya kamu langsung pergi saja" ucap angga
malik pergi dengan kesal dan emosi rencananya harus di rubah dan harus menyusun rencana baru berkomunikasi dengan marsya juga sulit karena marsya tidak memegang ponselnya
marsya berada dalam kamar dia tidak tahu malik sudah pergi dan di gantika pengawal yang baru, marsya diam merenung dan bersyukur ada malik di sisinya yang akan membantu marsya melarikan diri lalu marsya teridur karena lelah
marsya berharap hari esok malik mengajaknya melihat tempat indah di bali, marsya tidak sabar ingin segera pagi
sedangkan malik keluar dari villa dengan rasa kecewa dan emosi semua renacananya yang tersusun rapih harus di rubah, malik akan merencanakan membebaskan marsya dengan rencana baru
malik harus menetap di bali karena demi marsya harus menyusun rencana, malik tidak mau mengecewakan marsya akan malik lakukan apa saja demi menyelamatkan marsya