NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Terduga

Jodoh Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Spiritual
Popularitas:121.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri risdi

Kisah seorang santri bernama Zahra Khoirunnisa yang di jodohkan dengan seorang pengusaha muda bernama Arkan yang tak lain adalah teman dari kakak nya.

Di satu sisi Zahra sudah menyukai seseorang dalam hatinya. Di sisi lain Zahra tidak bisa menolak keinginan ayahnya.


"Bagaimana aku bisa menikah dengannya, sedangkan hatiku sudah untuk orang lain"_Zahra

"Aku bukan orang baik, aku pemabuk dan aku juga tidak suka wanita sepertimu" _Arkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri risdi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita lain

Setelah 2 hari tidak masuk kantor, akhirnya sekarang rutinitas ku kembali seperti semula.

Sebenarnya malas sekali aku berangkat kantor, maunya selalu bersama Zahra. Apa boleh buat, Zahra memaksaku berangkat.

"Walaupun mas pemilik perusahaan, mas tetap harus mengontrol sendiri perkembangan perusahaan mas, jangan terlalu di serahkan pada orang lain," begitu kata Zahra, dan itu memang sangat benar.

"Tapi kan yang mas bisa kerjakan di rumah kaya kemarin kemarin," Jawabku

"Tapi kan akan lebih baik di kerjakan di kantor mas, udah deh buruan kita sarapan, nanti malah kesiangan loh."

"Gak apa apa lah, aku kan bos" Ucap ku jumawa.

"Bos itu harus menjadi contoh yang baik untuk bawahan nya." Zahra berlalu meninggalkan ku ke meja makan.

"Ya udah deh kamu menang yang". Ucapku saat sudah menyusul Zahra.

Tangan nya dengan cekatan melayani ku.

"Gak ada menang atau kalah di antara suami istri, kita wajib saling mengingatkan." Dia melirikku sekilas kemudian kembali mengambil makanan.

"Iya sayang iyaa" jawab ku kalah.

Setelah itu kami pun sarapan dalam hening.

Selesai sarapan Zahra langsung menyimpan piring bekas aku dan dia ke wastafel, kemudian mengantar ku ke teras rumah.

"Ya sudah yang mas berangkat dulu ya."

"Iya, mas hati hati ya di jalan nya." Zahra mencium tanganku, ku balas mengecup keningnya.

"Iya sayang, assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam".

##

Dan disinilah aku sekarang, duduk di depan tumpukan kertas yang tidak pernah hilang dari atas mejaku.

Dua hari tidak ke kantor membuat ku harus memeriksa pekerjaan yang kemarin tertinggal, apalagi ini berkas berkas penting.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu.

"Masuk!" Ucapku.

"Maaf pak ada seseorang yang ingin menemui bapak." Ujar Radit sekertaris ku.

"Siapa? Bukannya hari ini saya tidak ada janji temu dengan siapapun?" Tanyaku penasaran, karna setahu ku aku tak ada janji dengan siapapun.

"Bu Reina pak," jawabnya ragu.

Mendengar nama itu, membuatku lemas seketika. Setelah sekian lama, untuk apa sekarang dia datang kesini.

"Biarkan dia masuk" ucap ku.

Sungguh sebenarnya aku tidak ingin bertemu dia. Tapi aku harus menyelesaikan semua agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Sesaat setelah sekretarisku keluar, seorang wanita yang tidak asing lagi untukku masuk, aku berdiri terpaku dengan apa yang ku lihat. Dia berjalan dengan pandangan lurus ke arahku. Entah mengapa, perasaanku saat ini tak bisa ku tebak sama sekali. Di satu sisi aku marah, kecewa dan di sisi lain aku merasa seperti senang melihatnya kembali.

Sekarang, dia berdiri sangat dekat denganku. Mata nya menatapku penuh kerinduan.

"Arkan," Bisiknya.

Entahlah, mendengar suaranya seakan membuat hatiku bergetar dan gelisah tak menentu.

"Aku merindukanmu," lanjutnya sambil menatap mataku sendu. Mata ini yang dulu selalu menatapku penuh cinta.

Ingin rasanya berkata, tapi mulut ini seakan terkunci. Hanya bisa menatapnya, sampai dia berdiri semakin dekat, hingga bisa ku rasakan deru nafasnya.

Tiba-tiba dia memeluku erat, membenamkan wajahnya di dalam pelukanku seakan tak ingin melepasnya lagi.

Pelukan ini mengingatkan ku pada masa masa kami menjalin kasih. Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk ku yang notabe nya sulit dekat dengan lawan jenis dulu. Tapi Reina dengan tingkah manja nya mampu meluluhkan ku.

Pelukannya kini berganti dengan sentuhan tangannya di wajahku. Sentuhan yang dulu sangat aku sukai.

Kedua tangannya menangkup wajahku, menariknya agar menunduk, dan sejajar dengan wajah cantiknya. Tiba tiba dia menempelkan bibirnya pada bibirku. Deg aku merasa desiran menjalar di seluruh tubuhku. Bukan karna bergairah, tapi tiba tiba bayangan wajah Zahra muncul dan membuat ku merasa bersalah dengan isteriku Zahra.

Karna dia belum juga menjauhkan wajahnya, aku berniat mundur untuk melepasnya. Tapi, aku di kejutkan dengan adanya seseorang yang membuka pintu ruangan ku dan muncullah zahra di ambang pintu sedang melihatku dengan wajah tertegun.

Tiba tiba air matanya mengalir seakan menjelaskan betapa dia sangat terluka.

Segera ku dorong Reina sampai tak sengaja membuat dia terjatuh.

"Aww Arkan sakit" pekik Reina

Aku sama sekali tidak peduli.

Pandanganku hanya tertuju pada Zahra. Dia sudah lari keluar dan menjatuhkan kotak makan yang ku yakini untukku.

"Sayang," panggilku berkali kali.

Tapi dia sama sekali tak menoleh.

"Zahra sayang dengarkan mas dulu," panggilku lagi yang sama sekali tak di hiraukan Zahra.

Ku kejar dia, sungguh aku takut Zahra meninggalkanku setelah ini. Aku takut kehilangan dia. Sesak di dadaku mengingat sorot kecewa dari matanya saat melihat ku tadi.

Kulihat Zahra sudah menaiki taksi. Sial, aku terlambat. Segera aku berlari kearah mobilku, bagaimanapun juga aku harus segera bicara dengannya hari ini. Aku tak ingin Zahra salah paham ini berlarut larut.

Author POV

Zahra pergi dari kantor dengan perasaan hancur. Niat hati ingin membuat kejutan untuk suaminya, ternyata malah dia yang di kejutkan denga pemandangan di ruangan Arkan tadi.

Zahra benar benar kecewa. Apapun penjelasan suaminya tidak akan bisa membenarkan apapun yang dia lihat tadi.

Siapa wanita tadi? tidak mungkin sepupu Arkan lagi. Wanita yang dengan mesra mencium bibir suaminya. Zahra benar benar tidak rela.

"Tuhan apa ini ujian pernikahan ku, kenapa sesakit ini" gumam nya.

Sedang kan di satu sisi Arkan sedang dalam perjalanan menyusul istri nya dengan perasaan kalut. Bagaimana bisa tadi dia malah mengingat kenangan masa lalu dan membiarkan wanita itu melakukan hal yang tidak seharus nya.

Dalam pikiran nya hanya ada bayangan Zahra pergi meninggalkan nya.

"Tidak, Zahra tidak akan meninggalkan ku" Ucapnya prustasi.

"Wanita sialan itu kenapa harus datang sang menghancurkan ku dalam sekejap" Arkan memukul stir mobil yang dikendarai nya.

"Zahra Zahra sayang" gumamnya.

Mengingat Zahra Arkan pun tak bisa menahan air mata nya, sungguh dia sedang ketakutan sekarang. Arkan takut Zahra benar benar akan meninggalkan nya. Arkan tak ingin kehilangan Zahra.

Dia kesal dengan hati nya sendiri karena tidak tegas sedari tadi. Akhirnya menyakiti istri nya sendiri. Sekarang malah dia sendiri yang ketakutan, sudah jelas Zahra adalah segala gala nya untuk Arkan.

"Kenapa aku ceroboh sekali sih, harusnya tadi tak ku izin kan dia masuk. Sudah jelas jelas hubungan kami sudah berakhir semenjak dia meninggalkan ku" gumam Arkan.

Penyesalan memang selalu datang di akhir. Entah lah apa yang akan terjadi selanjutnya. Hanya Arkan yang bisa memperbaiki hubungan nya dan Zahra.

##Segini dulu ya readers. pantengin terus Arkan dan Zahrah. aku selalu mengusahakan up tiap hari walaupun cuma satu part aja... Ayooo kasih author semangat terus ya.

1
Kim
apakah diam" Ustadz Rama menyukai Zahra
Aris Sunarto
ditunggu lanjutannya..😇
Aris Sunarto
lanjutanny..ada..?
Aris Sunarto
lanjutan ada dak
Nurlela
mana lanjutannya
Nurlela
lanjut nya doong mn nie
Nurlela
lanjut doong
Nurlela
kira"siapa ya yg manggil"zahra
Rinjani
upppp kok lamaaa
Wakgoes Encuzse
pasti sepupunya nya temannya zahra tu siapa namanya lupa
Aulia Caem
lanjut
Al Vi a
dunia nyata sangat jauh dari dunia novel😂
Al Vi a
ntah lah Thor.. hatiku sangat rapuh klo tentang penghianatan.. tp nyatanya Arkan tidak berkhianat.. hanya saja dia tidak tegas dalam menyikapi wanita itu..😭
Al Vi a
bahkan ustadz.. prilaku mu jauh lebih buruk dari perilaku Arkan sebelum menikah.. menyandang gelar ustadz.. namun prilakunya jauh untuk di katakan pantas sebagai seorang ustadz😏
Al Vi a
ustadz kyknya
Al Vi a
dalam sebuah hubungan KOMUNIKASI itu sangat penting
Al Vi a
Allah SWT.. akan memberikan apa yg kita butuhkan.. bukan apa yg kita inginkan..
Al Vi a
karena yg terlihat buruk belum tentu buruk juga dalem nya
Al Vi a
hhhmm karena sesungguhnya RENCANA ALLAH Jauh lebih indah dari apa yg kita inginkan..
Al Vi a
pilihan yg membingungkan memang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!