Seorang wanita bernama Andini di jodohkan oleh seorang Pria yang sangat dingin, Meski di nikahi dan menjadi istri nya yang pertama, Andini tak merasakan di pandang ada kehadirat nya di rumah itu, karena laki-laki itu memiliki wanita lain yang diam-diam ia temui di luar sana.
entah apa yang membuat laki-laki itu menikahi nya dan memperlakukan nya seperti ini, Andini mencoba menutup mulut nya, menutup mata nya, menerima suami nya bersama wanita lain.
Karena ia tahu tak ada cinta di antara mereka.
Akan kah ada hari bahagia untuk Andini?, Yuk disimak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 - Peduli
Malam itu.
Marcel kembali ke rumah dan mencium aroma masakan yang sangat enak tercium saat ia baru saja menginjakan kaki di pintu utama.
Bu Ani yang tampak sedang menaruh piring di atas meja makan di hampiri Marcel, Marcel memeluk ibu nya itu dengan hangat.
"Harum, mama lagi masak apa?."Tanya Marcel.
"Kamu ini, mengagetkan mama saja."Ucap Bu Ani, Marcel pun tertawa kecil lalu melepaskan pelukan nya, kedua mata nya melihat Di meja makan yang di penuhi menu yang tak biasa Ibu nya masak.
"Mama belajar masak?." Tanya Marcel.
"Iya sambilan, chef nya Calon kakak ipar kamu."Ucap Bu Ani tersenyum.
Marcel yang mendengar kalau calon iparnya yang memasak pun lekas terfikirkan Andini. Betul saja,saat Marcel melihat ke arah dapur, ia melihat wanita itu keluar dari dapur membawa piring, Andini menatap Marcel dengan ragu dan tidak nyaman.
Marcel yang masih kesal dengan Andini karena Andini menikah dengan kakak nya karena uang pun, lekas berlalu pergi, namun tangan Bu Ani menahan nya.
"Mau kemana?." Tanya Bu Ani.
"Ke kamar Ma."Balas Marcel datar.
"Udah, jangan ke kamar, disini aja, bantu Andini ambilkan minum untuk kita, Sebentar lagi kita makan, mama mau panggil Kakak mu dulu dan Papa mu di di ruangan kerja."Ucap Bu Ani.
"Tapi Ma."
"Udah, cepetan." saut Bu Ani tak menerima penolakan dari putra nya itu.
Marcel lalu berjalan ke arah dapur dan berpapasan dengan Andini yang juga membawa buah keluar dari dapur, Andini melewati Marcel begitu saja, sementara Marcel menahan perasaaan di hati nya, kekesalan yang menyelimuti tak memungkiri Hati Marcel yang tersakiti melihat wanita yang ia sukai malah akan menjadi kakak Ipar nya. Ia menghela nafas lalu ia masuk ke dapur mengambil apa yang ia ingin ambil.
Di meja makan.
Semua tampak berkumpul di meja makan, Andini pun tampak canggung dan lebih banyak menundukkan kepala nya. Martin pun tampak datar menikmati makanan yang ada di hadapan nya, Sementara Marcel sesekali melihat ke arah Andini yang tak berani melihat nya.
"Wah Andini, kamu pandai sekali memasak."Puji Pak Bambang.
"Tidak begitu pandai om, Tante saya yang ajarin."Balas Andini.
"Tapi ini enak sayang, nanti kalau kalian menikah, kami gak perlu khawatir Martin akan kelaparan, justru Kami harus siapkan diri melihat Martin yang akan melebar."Ucap Bu Ani.
"Mama, aku tidak serakus itu."Balas Martin. Bu Ani tertawa melihat Martin yang tidak terima.
"Iya kan cel?." Tanya Bu Ani yang melihat Marcel banyak diam.
"Iya Ma."Balas Marcel datar.
"Padahal Mama tadi sudah minta kakak ipar mu ini jangan memasak, karena dia kan baru sembuh dari sakit, tapi dia maksa."Ucap Ani pada Marcel. Marcel yanag mendengar Andini sakit pun ada sedikit gerakan hati nya yang ingin bertanya.
"Ingat ya Andini, jangan sampai pingsan lagi kayak tadi, kamu harus jaga kesehatan agar pernikahan kalian berjalan lancar."Ucap Bu Ani.
"Nanti Martin akan mengantar mu pulang ya sayang."Lanjut Bu Ani, Andini pun tersenyum menganggukan kepala nya.
"Pingsan?." Kata itu tanpa sengaja keluar dari Marcel.
"Iya, Andini pingsan tidak jauh dari kampus kalian , untung pas ada Martin lewat, kalau tidak Haduh mama sudah tidak habis pikir, Pas hujan lagi." Tutur Bu Ani.
Marcel melihat Andini, Sementara Martin tampak melihat Marcel yang melihat ke arah wanita itu.
rumit ya masalahnya, ngeri ngeri sedap klo ada di antara Marcel, Martin dan Andini.
ini jd salah satu tragedi RT antara saudara.
awal nikah dh salah karna untuk pelarian saja krna kurang komunikasi dan tidak ada ketegasan jd berakhir, dan setelah berakhir baru sadar Martin klo dia dh sayang sama Andini.
Apapun kejadiannya klo sudah jodoh pasti di pertemukan....
Semoga Dewi dan Martin bisa menemukan kebahagiaannya.
Terutama Andini dan Marcel semoga berjodoh....😘