NovelToon NovelToon
Azka Dan Rasya

Azka Dan Rasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:84k
Nilai: 5
Nama Author: Azkara Senja

kisah cinta yang bersemi antara Azka dan Rasya saat keduanya duduk di bangku SMA. Melewati indahnya masa-masa SMA, hingga sebuah kecelakaan yang mengharuskan kedua nya berjuang bersama menyembuhkan sebuah trauma. masa lalu yang hadir, masa depan yang menghampiri. Akankah mereka tetap bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkara Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Hari ini hari pertama Ujian Tidak Serius, eh Ujian Tengah Semester (UTS). Setiap kelas dibagi kedalam dua kelas dan dipasangkan dengan jenjang kelas berbeda. Menurut jadwal kelas XI IPA 1 akan dipasangkan dengan kelas X.1. Pelajaran untuk ujian di hari pertama ini adalah Bahasa Indonesia dan PpKN (Sorry, jaman dulu emang PpKN). Pelajaran Bahasa Indonesia, pelajaran yang setiap disuruh ngarang malah bikin siswa jadi mikir karena bingung mau bikin cerita apa. Kalo PpKN itu, pelajaran yang setiap soal essay muncul, kertas jawaban kudu terisi banyak. Soalnya pendek, jawabannya bisa satu halaman. ‘Sebutkan isi dari pembukaan UUD 1945!’ duaaar langsung pegel tuh tangan.

---

“Aduh, ruangan nya dimana ini?” Azka bingung harus kemana, Azka mencoba mencari teman-temannya tapi nihil. Beberapa saat kemudian Azka melihat Ocha yang baru saja muncul dari arah parkiran.

“Cha!” panggilnya sambil melambai-lambaikan tangan

“Oy!” jawab Ocha mendekati Azka yang sudah setengah berlari ke arahnya

“Kenapa lo?” tanyanya lagi ketika Azka sudah tepat didepannya

“Gue lupa kelas kita dimana” jawabnya

“Inih, ini kelas kita. Kita diruang 2, Iren sama Alfan dan Fabel di ruang 1” jelas Ocha sambil menarik Azka ke arah kelas. Namun baru saja hendak melewati pintu, Ocha sudah bergerak berbalik arah sambil menutup mulutnya. Ekspresinya luar biasa senang.

“Cha, Lo kesambet apaan?”

“Ka, kita sekelas sama Adek ganteng!”

“What??? Manaaa??” Azka ikut histeris

“Itu” Ocha menunjuk cowok putih yang dulu ditunjuk Ocha saat masa orientasi

“Selamet yaah, pucuk dicinta ulam pun tiba” ucap Azka sambil masuk ke kelas. Ocha mengikuti.

Azka duduk dibarisan pertama dekat jendela, kursi nomor 3. Disebelahnya adalah seorang cowok yang tingginya ampun-ampunan. ‘berasa anak TK gini gue duduk sama dia’ batinnya

Ocha berjarak 2 kursi dari Azka, dan dia duduk berselang satu kursi dari si Adek ganteng yang akhirnya Ia ketahui bernama Aldo. Azka mencoba mengenali lagi anak-anak kelas sepuluh yang ternyata beberapa diantara mereka adalah adik kelas saat di SMP dulu. Setelah melihat-lihat sebentar, mereka memutuskan untuk ke ruang sebelah. Ruangan itu terlihat lebih ramai, ada Fabel dan Iren yang sedang belajar keras untuk ujian kali ini, atau mungkin mereka sedang bergosip. Entahlah. Alfan sedang duduk bersama orang-orang yang Azka kenali sebagai Tama, Nando, dan.. JUAN! Mata mereka berdua bertemu saat Azka memasuki kelas hendak menyapa Alfan. Azka menyunggingkan senyum lalu beralih ke meja Fabel dan Iren

“Serius amat siih belajarnya”

“Hahahahaha, belajar dari Hongkong. Ini kita lagi ngobrolin ini. Gosip baru artis tadi pagi ada di berita.” Jawab Iren menunjukkan informasi di layar ponselnya.

“Gue kiraain belajar. Gataunya ngegosip” ucap Azka sambil melirik ke arah Alfan yang masih asik ngobrol dengan anak-anak kelas sepuluh.

“Ka, itu Adek macho yang kata Lo dulu” tunjuk Ocha dengan ujung bibirnya

“Oh, Juan? Iya, dia gak sekelas tapi Cha sm kita, hehe”

“Sejak kapan Lo tau namanya?” Ocha menjerit dalam diam

“Sejak … SC komputer yang cuma berdua sama Mas Alfan” jawab Azka santai

“Jadi, anak-anak yang kata Lo dibawa si Alfan itu salah satunya itu orang?”  Azka hanya mengangguk, lalu tersenyum

“Menang banyak dong Lo”

“Menang apanya? Gue lagi gak main atau tanding apa-apa. Menang apanya coba?”

“Aw, sakit Cha” Azka meringis ketika Ocha menepuk kepalanya pelan. Bel masuk berbunyi, Azka dan Ocha bergegas pindah ruangan. Sebelum keluar, Azka menyempatkan menyapa Alfan

“Hei Mas” Sapa Azka sekilas

“Hei” Alfan terkejut mendengar sapaan Azka.

“Halo Mbak”

“Eh?! Hehe iya halo” ucap Azka menjawab sapaan Juan. Azka melesat keruangannya menyusul Ocha yang sudah lebih dulu sampai.

---

“Ren, ke mushola gak?” Risa dan Ocha menghampiri Iren yang masih terlihat fokus pada lembar soalnya

“Udah, gausah terlalu dipikir sih. Yang berlalu biarlah berlalu” ucap Ocha tepat saat Azka mendudukkan diri di salah satu kursi di hadapan Iren

“Gue bukan mikirin jawaban eeelah” jawab Iren

“Trus?” tanya Risa dan Ocha bersamaan

"Lagi mikirin kenapa si Anang sama KD bisa cerai”

“Yaelaaah” ucap mereka bertiga bersamaan

Azka bangkit dari duduknya menuju kursi di sebelah Alfan yang kosong.

“Mas”

“Hem”

“Dari tadi pagi ngobrolin apasih, kita ngumpul di sono, kamu disini aja” tanya Azka sambil melirik ke arahnya.

“Lagi ngobrolin target nasyid”

“Oh, emang siapa aja sih nasyid tuh?”

“Ya berlima aja”

“Ooooh, mau denger dong kalian nyanyi” pinta Azka

“Ya, nanti kalo latihan kamu aku ajak”

“Serius?”

“Serius apaan nih Bang?” Juan dan Tama datang dari arah pintu mendekati Azka dan Alfan yang sedang mengobrol.

“Ini, Azka mau denger kita nyanyi”

“Eh-?” Azka terkejut dengan kejujuran Alfan

“Wah, Mbak mau denger kita nyanyi? Kenapa gak jadi menejer kita aja Mbak?” tanya Tama antusias.

“Menejer?” Tanya Azka bingung

“Iya, kita tuh pengen dimenejerin. Trus cariin tempat manggung gitu” ucap Tama sambil tersenyum

“Oh, gitu”

“Mau gak Mbak?”

“Mas?” Azka malah bertanya pada Alfan

“Loh, kan kamu yang ditawarin, kenapa tanya ke aku?” jawab Alfan sambil terkekeh

“Mmmm, Gue nemenin latian aja deh. Itupun kalo Mas Alfan bolehin”

“Emang Bang Alfan siapa Mbak sih?” kali ini Juan yang bertanya

“elEmmm- sahabat aku?” Azka menjawab dengan ragu-ragu. Alfan hanya tersenyum mendengar jawaban Azka.

“Iya, dia ini sahabat saya. Merangkap bocah yang suka ngintilin saya”

“Huh” ucap Azka kesal

“Lah emang iya, aku tuh berasa punya bocah yang suka ngintilin kalo lagi di sekolah gini”

“Tapi kan gak sering-sering” Azka membela diri

Alfan manggut-manggut mengalah.

“Emang Mbak kenal sama Bang Alfan dari kapan?”

“Kelas sepuluh” jawab Azka lagi

“Tapi udah kayak deket banget ya, hehe” ucap Juan lebih seperti bertanya

“Gak tau, dia nurut terus sih kalo dimintain tolong” jawab Azka asal. “Tapi sebenernya kita deket karena Gue kenal juga sama sepupu-sepupunya sih” Azka melanjutkan

“Oh. Oiya, kita mau latihan nanti hari terakhir UTS. Jadi mau dengerin?”

“Boleh dong kalo kalian gak keberatan”

“Enggak lah, nanti saya ajak mereka latian di luar mushola biar bisa denger langsung” ucap Juan kemudian

“Oke. Makasih ya” Azka tersenyum.

“Ka, ayo ke mushola. Sebelum masuk” ajak Ocha. Azka beranjak dari duduknya, sebelum melewati pintu kelas, Ia menengok dan menyunggingkan senyum pada Juan dan Tama.

.

.

Ujian hari pertama terlewati. Sesaat lalu bel pulang telah berbunyi. Sebagian besar manusia di sekolah itu sudah mulai kucar kacir dari kelas. Tapi tidak dengan empat sekawan ini.

“Ka, Lo langsung pulang?” tanya Risa yang masih anteng di kursinya

“Males sih sebenernya. Mau ngadem dulu di mushola sejaman doang mah” jawab Azka

"Lama amat sejama-- Aw sialan!!" keluh Ocha karena Azka menoyor kepalanya sebelum Ia selesai bicara.

“Gue duluan gak apa-apa?” tanya Iren yang muncul di balik pintu

“Kemana buru-buru?” tanya Azka lagi

“Hehe, mau dianter”

“Sama?” kali ini Ocha ikut bersuara

“Sama Tyo laah” akhirnya Iren masuk ke kelas menghampiri ketiga temannya setelah lama berdiri di depan pintu

“Deuh, yang langgeng sama pacarnya mah beda” ucap Azka iri

“Hehe. Emang kalian gak mau pulang sekarang?”

“Gak tau Ren, mager. Pengen rebahan dulu. Kalo udah di rumah pasti udah ribet sama belajar lagi. Ngebul Gue” ucapnya

“Tapi jangan lama-lama, besok masih ujian. Yaudah Gue balik dulu. Tyo udah nunggu di parkiran”

“Siap bos” jawab mereka bertiga serempak. Iren pergi setelah melambaikan tangan

“Eh, Gue sekarang tambah deket loh sama Miko”

“Serius  Sa?” tanya Azka dan Ocha kompak

Risa mengangguk, lalu melanjutkan informasinya “Bakal punya pacar Gue”

“Enak dong, kok Gue ndiri mulu ye?” tanya Ocha lebih kepada dirinya sendiri

“Makanya jangan kebanyakan ngeceng” jawab Azka sambil terkikik geli

“Bukan kebanyakan ngeceng Gue mah, yang dikeceng gak ada yang nyantol. Ya ngeceng lagi aja” ucap Ocha sembarangan

“Nasip ya Cha, hihihi” Azka terkikik lagi

“Sialan Lo Ka”

“Yok, ke bawah, udah sepi gini” ajak Risa bergegas mengambil tasnya dan melaju keluar ruangan bersama Ocha dan Azka disisi kanan dan kirinya

Mereka melangkah di sepanjang koridor kelas menuju mushola. Niatnya mau rebahan. Di tengah-tengah perjalanan, mereka mendengar beberapa anak kelas sepuluh sedang bergosip.

“Iya, itu loh Kak Alfan yang kayak orang Arab” ucap salah satu dari mereka

“Beneran dia deket sama Tria?” tanya satu orang yang lain

“Gak tau juga, tapi kalo di mushola mereka suka ngobrol dikit-dikit” jawab yang tadi pertama kali berbicara

“Bukannya Kak Alfan itu anak nasyid yah? Bareng sama anak-anak sepuluh satu gitu”

“Oh iyah? Bagus dong suaranya kalo gitu?”

“Ya gak tau juga, tapi katanya dia vokalis utama”

Azka, Ocha, dan Risa yang tanpa sengaja mendengar hal itu langsung saling melirik. Merasa geli anak-anak kelas sepuluh membicarakan Alfan dan memuji-mujinya. Mereka pun tertawa bersama. Namun ternyata tawa mereka membuat adik-adik kecil itu terkesiap dan langsung diam sesaat. Mereka  jadi salah tingkah, tapi memang bukan maksud mereka menguping. Anak-anak kelas sepuluh itu saja yang mengobrol terlalu kencang.

“Laku juga si Alfan” suara Risa sengaja dibesar-besarksan agar anak-anak kelas sepuluh itu tahu bahwa mereka mendengar yang anak-anak itu ucapkan.

“Si Mas Alfan ganteng soalnya” Azka ikutan berbicara dengan menekankan kata ‘Mas’ pada kalimatnya

Anak-anak kelas sepuluh itu hanya melongo melihat Azka, Ocha, dan Risa berjalan melewati mereka. Setelah agak jauh dari kumpulan anak-anak kelas sepuluh tadi, mereka bertiga pun tertawa sejadi-jadinya. Mengingat wajah-wajah polos yang berubah memerah karena malu bercampur takut. Belum lagi wajah melongo mereka mendengar kata ‘mas’ sebagai panggilan Azka pada Alfan.

“Kita jahat banget sih” ucap Ocha tapi masih sambil tertawa

“Hihihi, sekali-kali laah ngerjain Adik tingkat” Azka terkikik sambil memegang perut yang sudah sakit akibat terus tertawa

“Abis, mereka nafsu banget ngomongin si Alfan. Sebelum gue jadian, Alfan gak boleh duluin Gue laah” ucap Risa

“Kalo nanti Mas Alfan pacaran, Gue gak bisa bareng lagi dong berangkat sekolah” Azka menimpali

“Elaah ini orang pada baper. Kalo Alfan mau punya pacar biarin laah, jangan dilarang-larang. Kecuali Lo mau gantiin jadi pacarnya Alfan” ucap Ocha tersenyum jail.

“Ogah!!!”

Mereka masuk ke mushola, rebahan dan saling mengobrol satu sama lain, kurang lebih 45 menit kemudian mereka beranjak untuk pulang. Mengingat besok masih ada ujian yang harus dihadapi. Termasuk juga ujian hidup.

1
Milhiyah
setia kawan banget sih Agilnya....
Milhiyah
waalaikumussalam mantap nih ceritanya
Milhiyah
semakin seru thor ....
Milhiyah
lanjut thor
My_ChA
ini cerita yg bener2 real khdpn ank sekolah....bca cerita ini q jd ingat kenangan masa sekolah dlu...hampir sama dg apa yg pnh q rsakan... punya shbt cew cow yg bda2 kls....dsni q yg jd ocha yg gk pnh pun psngn cm punya gebetan aja.... hehehe.....ya bgtulh diantara qmi gk ada yg jodoh smpe nikah dg pangan wktu sekolah ....tp itulah kenyataan hidup...walo rasanya brt buat melepas cnt Qt...tp hrs besar ht demi kebahagiaan mereka dn org lain 😭😭😭😭
tp nm nya bca cerita q gk rla sebenarnya klo Rasya gk jd sm Azka 😭😭😭
mellifluous.dw: Izin promo ya kak☺️

Jangan lupa mampir dan baca novelku juga ya yang berjudul “Cruel Love Journey”😉

Langsung klik profilku ya kak😍

Jangan lupa tinggalkan jejak Lopyuuu😘

Salam dari saya penulis amatiran, terimakasih🥰
total 1 replies
My_ChA
mulai membaca....like like 😍😍
Muhammad Ari
keren thor.... ijin promo ya, jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" ya.... 😇😇😇
Azka: terima kasih..
total 1 replies
𝙳𝚑𝚢
Aku kesel sama Triaa, cemburunya begitu amat. jelas2 udah di jelaskan dari awal hubungan Azka sama Alfan itu gimana. jawaban Azka tepat banget aku suka,yg buat si Tria terdiam.
Keii68
daebak!
Reghiena ghiena
banjir air mata thor 😭😭😭
Azka: Terima kasih sudah baca Azka dan Rasya..💕

Yuk baca juga kisah RAGIL..
total 1 replies
𝙳𝚑𝚢
duh kak, tersentuh banget sama ceritanya sedih banget loh sama Rasya nya😢. sampe ikutan terisak kaya Azka, sampe2 rekamannya gagal berulang kali nih. ikutan nangis jadinya.

novel kaka, bener2 luar biasa bisa membawa aku sebagai pembaca masuk kedalamnya. semangat terus dalam berkarya kak💪❤
𝙳𝚑𝚢: Siap kak, makasih dukungannya🥰
total 2 replies
Rabaniyasa
aku bakalan sering mampir nih
Rabaniyasa
jejak like dulu thor..
Rabaniyasa
awal yang bagus thor
Azka: Terima kasih sudah membaca Azka dan Rasya..
Sering-sering mampir dan tamatkan yaa, 💕
Jangan lupa main ke karyaku yang lain 💜
total 1 replies
Hyemi Park
Semangat thor
Hyemi Park
Ceritanya bagus Kak Author. Semangat terus. Ak dtng bawa boom like. Jgn lupa mampir di karyaku yg Lingkaran Iblis 🤗❤ Biar saling mendukung. Makasih ya!
Azka: Terima kasih sudah membaca Azka dan Rasya. ditunggu di karyaku yang lain.. yaa
total 1 replies
by
Ceritanya seruuu!
Yuuk baca novel ku berjudul:

- Cinta di dalam perjodohan
- Cinta setelah menikah
- Kebahagiaan SEMENTARA
- SELEBGRAM

Aku tunggu kehadiran kalian... Semangat thor♥
Azka: Terima kasih sudah baca Azka dan Rasya..💕
total 1 replies
Ririn Apriani Lase
karya yg luar biasa
NAIM NURBANAH: cerita yang menarik...TOP..aku coba dubbing novel ini ya kak...sampai mewek baca nya..
total 2 replies
𝙳𝚑𝚢
𝔖𝔢𝔪𝔞𝔫𝔤𝔞𝔱 𝔨𝔞𝔨❤ 𝔠𝔢𝔯𝔦𝔱𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔟𝔞𝔤𝔲𝔰 𝔟𝔞𝔫𝔤𝔢𝔱 𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔱𝔞𝔪𝔟𝔞𝔥 𝔰𝔢𝔪𝔞𝔫𝔤𝔞𝔱 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔫𝔤𝔢 𝔡𝔲𝔟𝔟𝔦𝔫𝔤 𝔫𝔬𝔳𝔢𝔩𝔫𝔶𝔞 𝔴𝔞𝔩𝔞𝔲𝔭𝔲𝔫 𝔰𝔲𝔞𝔯𝔞 𝔫𝔤𝔤𝔞𝔨 𝔟𝔞𝔤𝔲𝔰🤭😂
𝔍𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔩𝔲𝔭𝔞 𝔪𝔞𝔪𝔭𝔦𝔯 𝔧𝔲𝔤𝔞 𝔶𝔞 𝔨𝔢 𝔫𝔬𝔳𝔢𝔩 𝔨𝔲
*𝙈𝙀𝙉𝙄𝙆𝘼𝙃 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘿𝙊𝙎𝙀𝙉𝙆𝙐
*𝙈𝙀𝙍𝙀𝙆𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙏𝘼𝙆 𝙏𝙀𝙍𝙇𝙄𝙃𝘼𝙏
*𝙋𝘼𝘾𝘼𝙍𝙆𝙐 𝘽𝙊𝙎𝙎𝙆𝙐

𝔍𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔩𝔲𝔭𝔞 𝔩𝔦𝔨𝔢, 𝔯𝔞𝔱𝔢5, 𝔡𝔞𝔫 𝔣𝔞𝔳𝔬𝔯𝔦𝔱𝔢 𝔧𝔲𝔤𝔞 𝔧𝔢𝔧𝔞𝔨 𝔨𝔞𝔩𝔦𝔞𝔫 𝔶𝔞.
𝔐𝔞𝔯𝔦 𝔰𝔞𝔩𝔦𝔫𝔤 𝔰𝔲𝔭𝔭𝔬𝔯𝔱❤❤❤
Azka: Terima kasih sudah jadi dubber untuk Azka dan Rasya.
Yang lain mampir juga yuk, di karyaku yang lain..
-RAGIL (Cinta Pertama)

beri cinta, like, dan komennya..
See u💕
total 1 replies
Lew
Semangat terus ya kak😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!