Rumah tangganya yang harmonis tiba-tiba menjadi kacau semenjak kehadiran Sharon yang tak lain adalah mantan kekasih Mizi.
Desahan seorang perempuan mengalihkan fikiran Syani yang berada diujung anak tangga, dengan rasa penasaran Syani mendekati asal suara itu.
Betapa terkejutnya Syani melihat adegan didepan matanya, bagai disuguhi sebuah film dewasa, syani terpaku ditempatnya.
"Air mataku mengalir tak terbendung, aku terisak seorang diri, istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bercinta dengan perempuan lain."
Mampukah Syani mempertahankan rumah tangganya?
(harap bijak memilih bacaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutradilla Muis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
Air mataku tak hentinya turun, lidahku keluh, kakiku seolah membatu tak kunjung bisa beranjak dari posisiku berdiri, memang bukan hal menjijikan melihat seorang perempuan memijit seorang laki-laki, namun hal yang membuatnya terlihat menjijikan adalah karena laki-laki itu adalah suamiku dan perempuan itu adalah selingkuhan suamiku waktu itu, apa mereka memang sudah tidak punya urat malu untuk melakukan semua ini, disaat istri tak ada, pantaskah seorang suami disentuh oleh perempuan lain, atau pantaskah seorang wanita tanpa suami berkunjung kerumah seorang laki-laki beristri dan memijitnya disaat sang istri tidak dirumah, ah rasanya aku ingin mencabik-cabik mereka berdua tapi kakiku masih saja membatu, ingin kucaci mereka tapi lidahku terlalu keluh, hingga perempuan yang membelakangiku itu berbicara
"Mas besok temani aku kerumah sakit untuk periksa," kata perempuan itu, aku penasaran untuk apa perempuan itu kerumah sakit, dan bisa kulihat laki-laki yang tidur dengan posisi tengkurap itu tak menjawab, dan perempuan itu kembali berkata
"tidakkah kau ingin melihat jenis kelaminnya mas, Tidak lama lagi dia akan lahir" kata perempuan itu, aku semakin bingung dengan ucapannya, dan bisa kulihat laki-laki itu berbalik dan beranjak dari posisinya dan berkata
"bisakah kau diam, aku pusing mencari istriku dan kau terus saja mengoceh membicarakan dirimu sendiri" kata laki-laki itu dengan suara sedikit meninggi,
"apa kamu lupa? Aku juga sudah menjadi istrimu mas," balas perempuan itu tak kalah sengit, dan aku terkejut mendengarnya, oh shit mereka menikah dibelakangku dan ternyata sharon benar-benar hamil, kukira dia sekedar mengancam ingin memisahkan kami, aku kembali menangis dalam diam, dan mereka masih belum menyadari kehadiranku yang masih berdiri membeku didepan pintu kamar yang terbuka.
Aku memantapkan hatiku untuk bercerai, aku harus mengakhiri semua hal yang mengikatku dengan laki-laki yang tidak punya perasaan seperti mas mizi, yah aku harus melakukannya, hingga aku mengusap air mataku dan tanpa diduga gerakanku mengusap air tertangkap oleh mas mizi, betapa terkejutnya dia melihatku, begitupun sharon yang berbalik kearahku dan yah bisa kulihat perut buncitnya itu tapi aku sudah tak ingin peduli, mas mizi turun dari ranjang itu lalu menghampiriku,
"Sayang ini tidak seperti yang kamu kira" katanya kepadaku seraya ingin memelukku tapi aku menepisnya lalu memandangnya dengan sengit,
"tidak apa-apa, toh aku sudah menyaksikan hal yang lebih menjijikan dari adegan barusan" kataku dengan menyindir,
"kamu dari mana saja sayang? Aku telah mencarimu disemua pelosok jakarta tapi aku tidak menemukanmu, bahkan dimakassarpun kamu tidak kutemukan" kata mas mizi dengan tatapan sendunya,
"untuk apa mas mencariku? Oh aku tau pasti untuk meminta izinku atas pernikahan kalian kan?" kataku lagi,
"tidak sayang, kamu jangan salah faham aku hanya mencintaimu saja," kata mas mizi,
"Hah? Mencintaiku? Orang yang mencintai istrinya tidak akan menaruh benih pada perempuan lain" kataku dengan sengit,
"syani aku hanya mencintaimu, dan hanya kamu istriku sayang" kata mas mizi memohon,
"apa kamu gila mas? Kamu masih menyangkal istrimu yang tengah hamil itu? Ayolah mas aku tidak selicik istrimu yang satu itu, aku tidak akan merebut suami orang, meski sebenarnya akulah istrimu" sindirku,
"tidak, hanya kamu istriku sayang, aku terpaksa menikahinya, aku yakin anak itu bukan anakku" kata mas mizi membela diri,
"aku tidak perduli anaknya itu anakmu atau bukan mas, yang penting kamu menikahinya dibelakangku, dan aku bukan perempuan yang suka dengan milik orang lain" kataku lagi, bisa kulihat ekspresi sharon yang mungkin muak mendengarkanku bicara, hingga dia berteriak padaku,
"Apa kamu gila mas? Bagaimanapun juga aku sudah menjadi istrimu, dan sebentar lagi anak kita lahir, dan kamu syani bisakah kamu berhenti menyindirku karena bagaimanapun juga posisi kita sudah sama-sama menjadi istri mas mizi" teriaknya padaku, aku tersenyum mendengar ucapannya,
"sama? Kamu bilang sama? Aku dan kamu sama? Hahaha sayangnya aku bukan kamu yang sukanya merebut suami orang, dan apa kamu bilang istri? Apa aku mengizinkan kalian menikah? Kira-kira bagaimana jika aku menuntutmu lalu memberitahu kemedia tentang sifat licikmu?" kataku.
lanjutkan, Thor 🚴🚴🚴💦
lanjutkan aksimu, Thor.
sehat" & sukses slalu
namun dg pikiran yg berbeda..
ditunggu lanjutannya, Thor
sehat" slalu
tuh kn ... emang dasarnya Rifqa jiwanya pelakorr. demen banget mengagumi laki orang 😒😒😒
- meminta balas budi ke arkam atas kontribusi mba ifqa yang PERNAH membersamai usaha arkam dari 0
atau
- meminta cinta dan perhatian arkam KEMBALI yang dulu pernah terputus karena kesalahan mba ifqa sendiri
atau
- ingin menghancurkan rumah tangga dan kedamaian arkam ??
atau
- mba ifqa hanya sedang terobsesi karena arkam saat ini sudah mempunyai awak kapal dalam nahkoda yang dia kayuh???