NovelToon NovelToon
Twins Love Story

Twins Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:373.1k
Nilai: 5
Nama Author: Seulmi

Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?

Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.

Siapakah yang di pilih pria itu?

'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'

Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Arka mengambil nafas panjang, "Kau tidak tahu berapa banyak perempuan yang ingin dekat denganku! dan ahh--" Hani diam saat Arka terus berbicara soal betapa populer dirinya dikalangan para wanita. Harus diakui memang bahwa itu adalah sebuah kebenaran , kemanapun Arka pergi pasti banyak perempuan yang memperhatikannya. Ia seakan punya daya tarik sendiri dalam dirinya , selain wajah nya yang tampan juga senyumannya yang tak jarang membuat para wanita meleleh, Arka punya kharisma tersendiri yang tak bisa dipungkiri.

Arka kembali menatap Hani intens "Dan sekarang! kau lagi-lagi menolak ku" lanjut Arka seakan tak percaya. Muncul keheningan diruangan itu, Hani masih tidak mau menjawab omelan Arka.

"Maaf Pak, tapi saya hanya pegawai magang, dan saya telah ditempatkan di front office, jadi---"

“Siapa yang menugaskanmu? Sandy? Dia bawahanku jadi dia tidak bisa menolak keputusanku kau dengar sendiri tadi CEO sudah menyetujui kau untuk jadi sekertaris pribadiku” Arka tak mau kalah dan tetap memaksa Hani untuk menjadi sekertaris pribadinya.

“Tapi aku—“

“Mulai besok kau akan jadi sekertarisku, peraturan yang tidak boleh kau langgar adalah menolak perintahku” Arka memotong perkataan Hani seakan tak peduli dengan Hani yang terus menolak atas persetujuan sepihak itu. Pintu lalu terbuka, Sandy masuk ke dalam dengan beberapa berkas ditangan nya.

"San! kenalkan, dia sekretaris baruku" Arka tersenyum menyambut Sandy yang dibuat kebingungan.

"Hani, kenapa kau disini?" tanya Sandy seraya berjalan kearahnya.

“a-aku ingin kembali ke Front office tapi dia menyuruhku jadi sekeretarisnya” Bisik Hani pada Sandy, Arka memperhatikan mereka berdua dengan sinis.

“Benarkah?” Tanya Sandy ke arah Arka, ia kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan Sandy.

“kalau begitu bekerjalah disini bantu Arka menyelesaikan pekerjaan nya , lagipula dia tidak pernah benar bekerja kau harus mengawasinya mengerti?”

Arka tersenyum mendengar jawaban Sandy. Kali ini kemenangan berada di pihak Arka.

“Apa?!”  Hancur sudah harapan Hani. Ia pikir Sandy akan membantunya . Nampak terlihat jelas tawa kecil pada Arka yang sudah berhasil menarik Hani untuk menjadi sekertaris pribadinya. Hani menarik nafas dalam-dalam dan menatap jengkel ke arah Arka.

🌺🌺🌺🌺🌺

Koridor kampus menjadi lebih berisik saat terdengar suara langkah kaki Hana yang terburu-buru menuju kelasnya. Ia sangat terlambat dikarenakan harus mengantar ibunya ke pasar terlebih dahulu.

"Maaf aku terlambat--" hembusan angin mengusik gorden jendela kelas yang sepi dan kosong. Tak ada satupun mahasiswa ataupun mahasiswi disana, Hana melangkah pelan memasuki kelas dengan mengeryitkan keningnya.

"Apa apaan ni? Kok kelas sepi? Apa sudah bubar?" gumamnya sembari melihat ke arah ponsel, terlihat baru 20 menit berlalu dari jam seharusnya kelas dimulai.

Hana keluar melihat tulisan didepan pintu, lalu masuk kembali, "Apa aku salah kelas?" Hana terus bertanya-tanya, ia kemudian memutuskan segera membuka grup chatting kelas yang tidak ia cek pagi tadi.

📲 Ketua : "Hari ini kelas libur, karena dosen sakit 😆 belajar sendiri oke 👍

" Apa?! Libur? lalu---" Jelas teringat saat Satya membangunkan nya pagi-pagi untuk datang ke kelas hari ini. Amarahnya mulai tersulut saat menyadari dirinya sedang dikerjai oleh Satya.

"Satya sialan!!! Sialan! Satya awas saja kau! akan aku jambak sampai tu rambut botak!!" Dengan penuh rasa kesal Hana berjalan keluar dari kelas mencari dimana Satya berada dan berniat untuk melakukan pembalasan dengan kekerasan fisik, seperti yang biasa dia lakukan.

.

Tawa riang terlihat dari bibir Satya ketika dia mengendarai motor kesayangannya dan menikmati angin yang menerpa wajahnya.

"Haahahha, dia pasti sedang kebingungan" Satya tertawa lagi membayangkan wajah kesal Hana.

Satya telah sampai didekat parkiran menuju lapangan basket. Latihan pertandingan basket antar kampus nampaknya belum dimulai, ketika sampai di tempat latihan, Satya merasa sedikit bingung, kenapa lapangan basket sepi, teman-temannya tidak ada satupun yang sampai di situ.

"apaan mereka? tadi janji jam 10, sekarang sudah jam 10 kemana mereka?" Satya menggaruk tengkuknya.

Ponsel Satya tiba-tiba berdering ia melihat nama Mike di layar ponselnya.

📱Satya : "Mike kalian dimana? latihan kita gimana?

📱Mike : "k-k-kau dimana?" suara mike terdengar bergetar.

📱Satya : "Aku baru sampai lapangan basket"

📱 Mike : "Aku diruangan klub tempat ganti baju cepat kemari! "

Sambungan lalu terputus, Satya menatap layar ponselnya dan bergegas pergi ke ruangan ganti baju yang biasa digunakan para atlet kampus.

.

"Mike---" Mata Satya berhasil dibuat terkejut saat melihat Hana bersender diruangan itu.

"Satya! kau sudah datang?" Hana tersenyum menyeringai menyambut Satya yang menghentikan langkahnya diambang pintu. Terlihat semua teman team basketnya berada didalam.

"Lama sekali sih! Cepat keluarkan kami dari sini" Teriak Jordi, yang sedari tadi disandera didalam ruangan oleh Hana. Mereka tidak boleh keluar sebelum Satya datang dan tak ada yang berani melawan keganasan Hana.

"Baik, kalian boleh keluar sekarang" Nafas lega terdengar dari teman-temannya satu team Satya.

"Kau!" tunjuk Hana pada Satya yang baru saja mau ambil ancang-ancang untuk lari.

"hehehe, ada apa Han?" Satya tau akan ada sesuatu yang terjadi, ia dengan ragu menghampiri Hana dan juga Mike.

Hana menyodorkan ponsel milik Mike yang sedari tadi dia tahan, "Terima kasih atas pinjamannya Mike"

Setelah menyerahkan ponsel milik Mike, Hana segera berlari ke arah Satya. Muncul senyuman jahat dari bibir Hana ketika Satya sang mangsa sudah ada ditangannya. ia menarik baju Satya dan segera melingkarkan lengannya dileher Satya dengan keras.

"Aaahkk! Sakit sakit lepaskan aku" Satya merengek dan meronta, bergerak kesana kemari agar Hana melepaskan lengannya.

"Kau itu keterlaluan! mengganggu waktu tidurku yang berharga, kau menipuku?" Hana menyentaknya dan mengencangkan lengannya. Satya berusaha memukuli lengan Hana agar Hana segera melepaskan.

"Maaf maaf aku hanya iseng"

"Apa?! mengganggu tidur orang kau bilang iseng?!"

"Aaahhhkk! Hana! kau sudah melanggar janji, kita sepakat kau tidak akan memukuli ku jika sudah lolos audisi" Hana teringat akan kesepakatan itu lalu ia melepaskan cengkraman nya pada Satya dan merapikan rambutnya.

"hehhee, maaf aku lupa" ucapnya sendiri sembari menunjukkan senyuman tanpa dosa.

"Dasar gila! kau makhluk macam apa, aduhh leherku sakit sekali" rintih Satya ia memegangi lehernya dan menatap jengkel pada Hana.

"itu balasan yang setimpal untukmu! sudahlah, lebih baik sekarang aku pergi saja"

"kemana?"

"kencan, bye !" Satya mengikuti langkah Hana dan mereka keluar dari ruangan ganti itu. Mike masih disana menunggu Satya didepan ruangan sementara Hana sudah melenggang pergi.

"ckckckck perempuan macam apa dia menyeramkan sekali" Gerutu Satya lagi.

"Kau sudah menyatakan perasaan padanya?" Tiba-tiba Mike menggodanya.

"Menyatakan? Kau gila! kau pikir aku ada perasaan pada perempuan barbar seperti dia?" Satya tampak salah tingkah, selama ini tidak ada yang tau kalau dia memendam perasaan pada Hana. Satya sangat pandai menyembunyikan perasaannya.

"Akui saja, kau menyukainya kan? terlihat sangat jelas" lanjut Mike.

"Jangan bicara yang aneh-aneh dia hanya teman" elak Satya.

"Teman tapi mesra?"

"Hentikan!" Satya membuang pandangannya.

"Akui saja, dia cantikkan? banyak sekali pria yang ingin berkencan dengannya walau mereka tau sepak terjangnya" Mike menggelengkan kepalanya. "Kau benaran tidak suka padanya? Dia cantik, rambutnya panjang bergelombang, sangat fashionista dan juga--"

"Dia bukan tipeku" potong Satya.

"benarkah? memang kau suka yang seperti apa?"

"perempuan yang anggun lembut, pokoknya jauh dari Hana, ahhkk sudahlah jangan bicarakan Hana lagi"

"Hahhaa bro wajahmu memerah" Mike menunjuk ke arah muka Satya yang terlihat terbakar dan memerah.

"Kau ingin dapat bogem mentah dariku?"

"Tidak mau, sudah cukup penyiksaan yang kudapatkan dari pacarmu---" Mike segera berlari setelah kembali meledek Satya.

🌺🌺🌺🌺🌺

1
ani purwanti
bagus sekali
Nung Ella
novel nya cukup bagus
Yulia Purnama
karya yg paling bagus yg pernah saya baca, bahkan saya membaca berulang-ulang kali, cuma kurang bonus chapter, jadi pas tamatnya agak gantung.
Triani
meleleh ma tatapanmu bang Sat
tar1793758
luar biasa , saya sgt suka karya kakak
Yulia Purnama
buat bonus chapter dong Thor, kehidupan pernikahan Satya dan Hana, terus masa ngidam Hani yg dimanjain Arka, seru pastii..
RiriSiput 3210
.
Lisa Lisa
aku tdj mau hani mati ksh seyta
RiriSiput 3210
.
Marupin Eny
bagus thor karya mu tidak terlalu bnyk konflik tapi sayang yg like dan komen dikit
tetap semangat thor 💪
RiriSiput 3210
nice
who am I
bagus ceritanya panjang tapi termasuk ringan buat dibaca
Ernawati
👍👍👍👍🤩
Ima Ashahri
makin seru ceritanya lanjuut
Ima Ashahri
lanjuut baca
Ima Ashahri
visualnya idolaku bangeeett thoorr makin suka bacanya
@Lala
Hana juga cantik kok
Alriani Hespiapi
saya mampir ya..
Bzaa
biar otor tetap semangat aku kirim kopay ya.. sbntr sampe, aku kirim pk goj*k😆..
Bzaa
otor semangat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!