NovelToon NovelToon
Setulus Kasih IBU

Setulus Kasih IBU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: yessie

Ibu adalah orang yang paling bisa mengerti dan mengenal tentang kita. Tak ada cinta yang sekuat Cinta ibu. Kasih sayangnya begitu tulus sampai tak ada yang bisa menandinginya.

Novita adalah wanita paruh baya yang berstatus single parent, dia menghidupi kedua anak-anaknya seorang diri. Masalah dalam hidupnya datang silih berganti tak ada hentinya. Namun dia selalu berusaha sabar dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya. Baginya pengalaman adalah sebuah pelajaran berharga untuk dirinya.

Tapi hati ibu mana yang tak hancur ketika kedua anaknya berani untuk membenci ibunya sendiri. Akankah mereka sadar betapa besarnya kasih sayang yang tulus dari sang ibu? Bisakah Novita bertahan dan menyadarkan kedua anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas, walaupun di balas dengan kebencian?

Yuk berkelana dalam kisah hidup Novita bersama-sama😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berat hati

“jadi jujur saja ya kak, ibu bangga dengan semangat kamu yang seperti ini. Tapi semua itu tidak mudah. Yang namanya merantau, ibarat kita itu datang di negri orang, kita harus bisa membawa sikap di sana. Belum lagi tradisi yang di miliki setiap daerah berbeda kak.”

“aku tahu itu bu.”

Novita kemudian menarik nafas panjangnya.

“baik. Sekarang ibu akan bertanya satu kali lagi. Apa kamu benar-benar siap jauh dari ibu atau adikmu?”

“aku siap bu. Sangat siap. Aku hanya butuh dukungan dan doa restu dari ibu.”

“baiklah, ibu akan mendukung keputusan atau pilihan kamu nak. Hanya ibu ingin berpesan sedikit sama kamu.”

“apa bu?”

“kamu masih ingat kan siapa ayah kamu?”

Mendengar perkataan ibunya, Raditya tertawa kecil.

“ah, pertanyaan ibu ini sangat konyol.”

“kok kamu bilang gitu?”

“terus aku mau bilang apa coba? Pertanyaan ibu ini membuat aku geli.”

“begini. Dengarkan ibu dulu. Maksud ibu adalah, kamu masih ingat sosok ayah kamu kan? Kamu tau bagaimana sikap ayah kamu? dan kamu juga sudah sangat mengenal pribadi ayah kamu dulu seperti apa kan nak?”

Radit lalu mengangguk-anggukkan kepalanya yang terlihat sedang mencerna perkataan ibunya.

“iya, lantas?”

“ibu ingin, ketika kamu hidup dan tinggal di luar kota, kamu harus bisa menjaga diri kamu. dalam artian, kamu harus pandai-pandai mencari teman di sana. Jangan sampai, kamu terjatuh di lubang yang salah nak.”

“ah, ibu. Tenang saja, jangan khawatirkan itu bu.”

“dan nanti kamu juga harus bertanggung jawab dengan pekerjaan kamu. kamu harus focus dengan misi awal kamu nak. Ibu tidak ingin menuntut apapun dari kamu, tapi ibu hanya ingin kamu bisa menjadi diri kamu sendiri seperti almarhum ayah kamu nak. jadilah pribadi yang baik."

“baik ibu. Aku akan berusaha menjadi anak yang baik seperti yang ibu inginkan. Aku hanya ingin ibu juga selalu mendoakan setiap langkah ku.”

“itu sudah pasti sayang.”

Radit kemudian memeluk ibunya.

“jadi, apakah aku di izinkan untuk merantau?”

Novita tersenyum miring seraya mengangguk-anggukkan kepala.

“sekali lagi terimakasih ibu. Aku janji, aku nggak akan mengecewakan ibu.”

Novita tersenyum melihat anaknya yang kegirangan karena di perbolehkan pergi. Tak lama Raditya melepaskan rangkulannya. Ia kembali mengenggam kedua tangan ibunya dan berkata,

“pokoknya, nanti setelah aku mendapatkan perkerjaan di sana, aku yang menanggung semua biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari ibu atau cantika.”

“radit, fokuslah dengan tujuan utama kamu nak. Ibu masih mampu untuk mencari uang atau membiayai sekolah cantika besok.”

“nggak bu, pokoknya Radit yang akan menanggung semuanya. Sekarang waktunya radit membalas pengorbanan ibu. Dan berikan Radit waktu untuk membahagiakan ibu.”

“Radit, kamu tau apa yang membuat ibu bahagia nak?”

Radit kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

“emm, sepertinya ibu akan bahagia jika aku sudah memiliki segalanya yang aku dapat dengan hasil kerja kerasku sendiri kan bu?”

“bukan itu sayang.”

“lalu?”

“kebahagiaan ibu adalah ketika kamu dan adik kamu tumbuh menjadi anak yang mempunyai akhlak mulia, mempunyai iman yang kuat, dan percaya dengan Tuhannya. Itu, itu yang hanya ibu inginkan sayang.”

“ibu. Aku banyak belajar dari ibu. Aku janji, aku akan menjadi anak yang baik, anak yang selama ini ibu inginkan. Doa kan aku terus ya bu. Aku sangat menyayangi ibu. Terimakasih ibu.” Kata Raditya sambil mencium kedua tangan ibunya.

Raditya kembali memeluk ibunya. Dia terharu mendengar ucapan ibunya yang baru saja di dengarnya.

 Dalam hati Raditya bergumam, “Setulus ini kah kasih sayang yang kau berikan kepada kami ibu. Dan sebesar ini kah rasa cinta yang kau tanamkan untuk mencintai kami. Dalam senyummu kau selalu berusaha menyembunyikan letihmu. Kau berjuang siang dan malam tanpa henti, tak sedetik pun ada yang bisa menghentikan langkahmu untuk terus memperjuangkan masa depan anak-anakmu. Ibu, terimakasih atas ketulusanmu merawat dan menjagaku. Sesungguhnya aku tak akan pernah bisa membalas semua yang telah kau berikan untukku.”

Walau bibir terucap “Ya” namun hati menolak. Itulah yang di rasakan oleh Novita. Hatinya begitu berat untuk melepas kepergian sang anak. Namun bagaimana lagi, dia juga harus mau mendukung keinginan anaknya selagi itu hal yang positive.

“radit, sebenarnya berat hati ibu nak, untuk hidup jauh dengan mu. Sejak kecil, kamu selalu ada bersama ibu dan menemani ibu di saat susah atau pun senang. Namun, kini kamu telah dewasa hingga mampu untuk mengambil sebuah keptusan. Doa ibu akan terus menyertai setiap langkah mu nak. Wujudkan mimpimu, dan gapailah semua angan-angan yang sudah kau rencanakan. Semoga pilihan mu ini tepat untuk menata masa depanmu sayang. kamu adalah anak yang baik, yang selalu bisa menjaga perasaan ibumu.” ucap Novita dari dalam hati sambil memeluk tubuh anaknya.

Tanpa terasa sebutir demi sebutir air matanya keluar membanjiri pipinya.

Radit yang melihat ibunya menangis kembali menenangkan hati ibunya. Dia juga berusaha membuat ibunya tenang tanpa harus mengkhawatirkan dirinya.

“loh, ibu menangis?”

“hem, tidak.” Ucap Novita yang kemudian menghapus air matanya seraya tersenyum berat.

“ibu. Radit tidak akan meninggalkan ibu selamanya. Kita hanya butuh waktu agar kita bisa terbiasa ibu. Pokoknya radit janji deh, akan pulang setiap seminggu sekali paling lama satu bulan sekali. Jadi ibu jangan khawtir ya. Jangan sedih lagi.” Ucap Raditya yang kembali memeluk tubuh sang ibu.

“benar ya nak. Kamu akan sering-sering pulang besok?”

“iya mommy ku sayang.”

Raditya kembali mencoba menenangkan hati dan pikiran sang ibu.

**

Beberapa minggu berlalu. Ada seorang pria muda yang datang ke rumah Novita. Pria muda itu mengenakan jaket dan membawa sebuah amplop berwarna Coklat. Pria itu kemudian mengetuk-ketuk pintu rumah Novita.

Tok, tok, tok,

“permisi.” Ucap pria itu.

Stelah mendengar ada seseorang di depan rumahnya, Raditya lalu keluar untuk membukakan pintu rumahnya.

“iya, sebentar.” Teriak Raditya.

Di buka lah pintu itu.

Cklek!

“iya ada apa ya? Anda siapa?” Tanya Raditya penasaran.

“maaf menganggu. Apa benar ini rumah blok C nomer 9?”

“iya betul, memangnya anda sendang mencari siapa?”

“ini saya kurir yang sedang di tugaskan untuk mengantarkan sebuah surat.”

“owh, memang untuk siapa mas?” Tanya raditya.

Sambil menyerahkan amplop coklat itu kepada Raditya, si kurir mengatakan, “surat ini di tujukan untuk Mas Raditya.”

“iya, kebetulan saya yang bernama Raditya.”

“ini mas, tolong di terima dan tanda tangani bukti bahwa barang sudah di terima oleh penerima.”

“baik mas terimakasih banyak.”

“sama-sama.”

Selesai menyerahkan amplop itu, si kurir langsung pergi begitu saja. Radit lalu masuk kedalam rumah sembari membuka isi amplop itu. Dia duduk di sofa ruang tamu, di bacalah surat itu.

Selesai membaca isi surat dari si amplop coklat, Raditya begitu sangat gembira.

“apa? Aku di terima di perusahaan Arka? Cepat sekali dia memproses Cv yang belum lama aku kirim. Dia memang teman terbaik. Jadi sudah tidak sabar aku ingin pergi ke kota itu. Dan aku juga sangat tidak sabar ingin segera bekerja di sana. Aku akan beri tahu ibu nanti setelah beliau pulang dari kerja.” Gumam Raditya yang kemudian melipat surat itu.

 

1
Sri Soedarta
mantap thor gk bertele" 👍👍👍
Sri Soedarta
tangkap polisi lh itu sara dan bpk'y
Sri Soedarta
mtah kmna" cerita'y thor
Sri Soedarta
terus cerita kk Cantika kok hilang ya thor
Firdha Widyaningsih
percuma jd ceo tp masalah gini kau sangat kejam ke sesama manusia apalagi terhadap wanita
Firdha Widyaningsih
tp setidaknya aku kagum akan pemikiran cantika dia ga mau dihina dan di injak" semoga km dan ibumu cepat berbaikan karna ini ada karma mu jg cantika semoga km seperti ibumu yg kuat dan tangguh menghadapi semua masalah
Firdha Widyaningsih
pasti berat jauh dengan anak apalagi harus merantau berat pasti cemas pasti seorang ibu pasti merasakan hal yg di rasakan novita
Firdha Widyaningsih
sedih jg liat pengorbanan novita hanya karna salah paham chantika membenci ibu nya yg berhati malaikat seperti itu
Firdha Widyaningsih
iyaa wajar klu chantika kecewa sm novita karna dia pergi begitu aja ga blg ke anak" nya atau gmn karna hal seperti ini lah yg membuat salah paham trs karna kita menggapnya hal ini sepele tp yg ada dampaknya besar seperti ini karna ini hal serius gitu disaat seperti ini dia pergi aja ga ngasih tau apa" seharusnya dlm kondisi gmn pun atau panik wajar tp ga sampe jd fatal gini ninggalin aja jd nya kan suami nya harus cepat ditangi anak" nya bingung harus gmn sedangkan rs itu ga bisa gegabah jg itu lah kesalahan fatal yg dilakukan novita klu dia sadar tp ga bisa dibenarkan jg sifat chantika itu ketelaluan
Sukati Saja
thor setahu aq anak ke 1 itu sulung trus yg bontot itu bungsu...
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
mksh thor
Sri Wahyuni: sama2
total 2 replies
Agus marolo
Thor kenapa lama ya
Siti Fatimah Nasa
moga cepet sembuh ya thor semangat trus thor💪💪
Sri Wahyuni
makanya kalo suka buruan nembak...diambil orang lain manyun deeh
Ida Sagita
lannnjutt tuuuurrt
Siti Qomariyah
kok g ada bahagia"nya masa yg naik tertindas trs thor trs kpn karmanya jd gedek
Siti Qomariyah
kok radit kd anak durjana gtu g ingat apa ama pengorbanan ibuknya dulu
Nur'S
mana lanjutannya..
Nur'S
horeeeeee bahagia semuanya...
Nur'S
kenapa nggak di kasihtau aza ya keadaan ibunya kepada raditya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!