NovelToon NovelToon
Meraga Sukma

Meraga Sukma

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Horor
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: mita kartika

Dimana akan ku temukan cinta sejatiku?
Aku mencintai pria bernama Reka yang hidup berbeda alam denganku. Mungkinkah aku bisa bersatu dengan Reka meski dunia kami tak sama?

Jiwaku akan berada disini setiap malam ketika ragaku tertidur. Sejak kakek ku bernama Sukma Wijaya meninggal setelah melakukan pesugihan dengan siluman ular, kini aku harus melanjutkan misinya untuk menemukan portal yang bisa membawaku kembali ke dimensiku

Lalu bagaimana hubunganku dengan Reka jika aku sudah terbebas dari sini? Mungkinkah pada akhirnya aku harus melupakan nya? Bisakah aku membawa Reka ke dimensiku dan menjadikan dia manusia seperti aku?

Baca kelanjutan ceritanya.
Harap bijak dalam membaca.


Jangan Lupa berikan Vote, Like & Coment agar author semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mita kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Aku bangun dari ranjang kayu lalu berjalan ke arah jendela dan melihat Gama sedang berdiri di depan pagar gaib tengah menunggu kedatangan ku.

Kemana Reka? Kenapa dia gak ada? Ahh kenapa juga aku mikirin Reka!

Aku sudah merasa muak dengan dimensi ini apalagi dengan cerita dari beberapa siluman di sini yang tidak jelas kebenaran nya. Aku tidak akan pernah mau mendengarkan kembali penjelasan siapapun karena aku tau pada akhirnya itu hanya akan membuat ku gila.

Pertama aku mendengar penjelasan Reka bahwa aku bisa berada di tempat ini karena kakek Sukma yang telah melakukan pesugihan dengan Dewari yang kemudian menanamkan sisik emas di telapak tangan kakek Sukma dan berpindah ke pewarisnya yaitu aku.

Kedua aku mendengar penjelasan Gama bahwa aku bisa berada disini karena Reka yang telah memberikan separuh jantung Anjani dalam bentuk cincin pada kakek Sukma kemudian berpindah dan bersemayam di separuh jantung ku setelah kakek Sukma meninggal.

Ketiga aku mendengar penjelasan dari mamah Erina bahwa aku bisa sampai disini karena mustika ular yang pada awalnya milik Anjani ternyata berpindah kepadaku setelah Anjani terbunuh oleh Agrapana sehingga mustika itu menarik sukmaku untuk pergi ke Madavia.

Dari ketiga penjelasan itu, tidak satupun yang menjelaskan juga tentang bagaimana caranya agar aku bisa kembali merasakan mimpi yang normal dan terbebas dari alam ini selama nya.

"Risha, tolong dengar dulu penjelasanku." Ucap Gama yang mengikutiku melesat menuju rumah Reka.

Aku menghentikan langkahku kemudian menoleh ke arah Gama. "Aku tau kamu bukan orang jahat, aku cuma gak tau kenapa kamu memberikan penjelasan dengan mengarang cerita."

"Aku tidak mengarang cerita, Risha. Aku hanya mengatakan apa yang aku tahu, itu saja." Sahut Gama.

"Tapi apa yang kamu udah jelasin sama aku itu sama sekali gak benar, Gama." Ucapku.

"Tapi kakek mu tidak mungkin salah kan?"

Aku mengerutkan dahi. "Maksud kamu?" Tanyaku yang merasa tidak mengerti.

"Apa yang aku jelaskan padamu adalah apa yang aku dengar dari kakek mu." Terang Gama.

"Apa?" Aku tercengang namun mulai meragukan kembali perkataan nya. "Apa aku harus percaya sama kamu?"

"Apa alasan mu untuk tidak percaya padaku?" Tanya Gama.

"Semua siluman disini membohongi aku termasuk kamu. Kamu bilang kalau Anjani mencuri mustika ular, tapi sebenarnya dia gak pernah melakukan hal itu. Buat apa Anjani mencuri mustika ular yang emang menjadi milik nya?" Ujarku yang mulai emosi.

"Risha.." Ucap Gama seakan tidak mempercayai apa yang telah aku katakan.

"Maafin aku, Gama. Aku harus pergi!!" Seruku yang kemudian melanjutkan kembali perjalanan ku dan meninggalkan Gama yang masih membeku dengan wajah sendu. Kali ini aku yang menentukan tujuanku dan Gama tidak bisa memaksaku.

Sesampai nya di rumah pohon, aku melihat Reka sedang menyiapkan makanan di meja makan nya.

"Wah, mau ada acara apa nih?" Tanyaku seraya berjalan ke arah meja makan lalu duduk di kursinya.

Reka tampak dingin, bahkan ia tidak menanggapi ku sama sekali meskipun dengan bahasa isyarat sekalipun.

Menyebalkan

Aku cemberut. "Jadi kamu gak senang aku datang kesini?"

Reka duduk di kursi tepat di depanku. "Jadi kamu sudah tidak takut lagi padaku, Risha?"

Aku mengerenyitkan dahi. "Kenapa aku harus takut sama kamu?"

"Aku tidak tahu, yang aku tahu kamu menjadi takut padaku sejak kamu mendengar cerita tentangku dari Gama." Sahut Reka seraya meraih sendok dan mulai memakan makanan yang sudah ia siapkan di meja makan.

"Jadi semua yang Gama ceritakan soal kamu sama aku itu benar?" Tanyaku memancing Reka.

"Mana aku tahu, aku saja tidak tahu gama menceritakan apa saja tentang aku." Jawab Reka seraya meraih gelas kemudian meneguk air minum di dalam gelas itu.

"Udah lah, jangan bahas itu dulu. Aku kesini cuma mau tanya soal cincin yang mau kamu kasih ke aku, itu aja!!" Ujar ku yang mengingat tujuan utama ku.

"Itu cincin peninggalan kakek Sukma. Aku hanya berusaha menepati janjiku padanya." Ucap Reka seraya meletakan gelas di meja nya.

"Emang nya janji apa yang mau kamu tepati sama kakek?" Tanya ku penasaran.

"Dulu aku sangat dekat dengan kakek Sukma, aku selalu menunggu nya Setiap kali dia akan datang ke Altar, selalu ada saja yang dia bawakan untuk ku termasuk mantel yang aku berikan padamu kemarin. Aku kesal karena kamu mengira mantel itu adalah karung goni." Jelas Reka.

"Jadi karena itu kamu sekarang bersikap dingin sama aku?" Tanyaku yang merasa bersalah. "Ya udah, aku minta maaf!!"

"Cincin itu memang bukan cincin biasa, kata kakek Sukma, ia mendapatkan cincin itu setelah satu bulan bertapa." Ujar Reka.

"Kenapa kakek ngasih cincin itu sama kamu?" Tanyaku dengan heran.

"Sebenarnya Kakek memberikan cincin itu pada Anjani namun setelah Anjani tiada, kakek Sukma memintaku untuk menyimpan cincin itu sampai aku menemukan pewaris sah nya." Terang Reka.

"Pewaris sah?" Ucapku heran.

"Kakek Sukma memberi tahuku bahwa suatu hari nanti kamu pasti akan datang. Sejak Kakek tidak pernah datang lagi ke Madavia, aku selalu menunggu kedatangan mu di dekat rumah lindung. Kakek sukma memintaku agar merahasiakan tentang kamu dari siapapun termasuk dirimu sendiri. Karena itu aku sedikit mengarang cerita pada saat menjelaskan padamu."

1
Ken Dedes
ceritanya bagus, menarik, penuh teka-teki
* bunda alin *
jangan d gantung donk cerita nya ..
* bunda alin *
jangan gantung donk ,,,
meMyra
lho uda tamat?
Des Masri
what.......?
ending yang membagongkan
Herry Ruslim
cewek polos,ga tau dunia tipu-tipu, paling juga kena di tipu orang lagi
Iseng 01
@erwan
Iseng 01
baru mau mulai baca
Nichla Fiyah
kok tamat,,, ngegantung ja gini???
Kustri
G jelas amat endingnya..

Beneran tamat????????
Devi Octa
kok tamat thor
Keysha Arsyilla Putri
Yah, ilang kemana gioknya?
Keysha Arsyilla Putri
Seru..
Semangat thor 💪
Keysha Arsyilla Putri
kan bener, Aldi gak salah...
Keysha Arsyilla Putri
wadau Samba keren ternyata 😍
Keysha Arsyilla Putri
tuh kan, Aldi di hasut Oleh Anjani
Keysha Arsyilla Putri
Kok di tusuk sih Al 😭
Keysha Arsyilla Putri
Ada apa denganmu Aldi?
Simplicityme
Siapakah orang tersebut?? 🤔
Devi Octa
semangat thorrr....di tunggu kelnjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!