aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pertama jualan bakso
bruuuk
"aaaah panas" aku menggeliat dan berusaha untuk bangkit dari baskom rebusan mie,naura dan ican juga menolong ku unyuk berdiri
"makanya mas harus hati hati,kalu sudah begini kita mau ngomong apa coba,ya sudah lah mas sekarang ganti baju sana,untung saja masih ada mie kalau nggak kan hatus kepasar lagi untuk belanja" naura menggerutu
"iya iya maaf nau,kan mas nggak sengaja lagian aku nggak pernah melakukan semua ini"
"kalau mas sungguh sungguh mas pasti bisa,kecuali mas melakukan nya setengah hati"
aku hanya diam berlalu ke kamar mandi,aku seperti memakan buah simalakama,di satu sisi aku tak sanggup hidup seperti ini,dan di sisi lain ada naura yang hatus di pertahankan
aku heran kenapa naura memberikan ku pilihan yang sangat sulit untuk ku jalani
setelah selesai mandi aku kembali ke ruang dapur melihat naura dan ican mempersiapkan segala keperluan untuk jualan
"nanti jualannya dimana can?" aku bertanya pada ican sebagai basa basi
"di ujung komplek aja mas,disana kalau sore lumayan ramai mas,kalau sudah malam kita akan berkeliling nanti" jawab ican sambil memesukan sisa saus tomat dan kecap ke dalam botol
"nanti mas liat ican aja dulu,lama kelamaan kan juga bisa" kata naura tanpa melirik ku
aku hanya diam melihat mereka berdua bekerja sama
***
POV naura
hari itu saat aku sedang di dapur meneduh secangkir teh,aku mendengar bek rumah berbunyi,aku penasaran siapa yang membunyikan bel,karena selama aku tinggal di sini tidak pernah ada tamu yang mengunjungiku,kecuali teman yang ku ajak bersama ku
aku membukakan pintu tak kuduga aku melihay mas aryan ada di depan pintu,aku kaget dan tidang menyangka kalau dia datang menemui ku setelah sekian lama
aku mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan menyuduhkan secangkir kopi dan duduk bersama dengan nya
mas aryan memberikan sebuah surat dari maduku,rasanya bayang bayang masa lalu terus membayangiku
aku bertanya dengan nada ketus kepada mas aryan tentang istri mudanya,aku sangat terkejut saat dia bilang anya sudah tiada,rasanya tubuh ku lemas mendengar tutur mas aryan tapi aku mencoba untuk terlihat tidak peduli
aku mengambil suran yang di letakan mas aryan di meja saat aku akan membuka surat itu,aku menyuruh mas aryan untuk keluar
ya begitu lah aku,aku akan mudah luluh walupun itu adalah musuh ku,sebenarnya aku bukan lah wanita yang pendendam
setelah mas aryan pergi aku membuka surat dari almarhum madu ku,rasa nya hati ini sangat sesak saat membaca satu per satu kata dalam surat tersebut
michelle rindu calista yah itu lah nama putri mereka,sebenarnya aku juga sangat merindukan sosok seorang anak dalam hidupku
malam itu juga rasanya aku ingin sekali menemui rindu dan memeluknya,walaupun dia itu anak dari maduku tapi entah kenapa rasanya hati ini terikat padanya
aku masih mengulur waktu tidak untuk langsung menerima mas aryan,setiap hari mas aryan selalu memintaku untuk kembali padanya,dengan berat hati aku mengusir dia dan melemparkan barang bawaannya
aku memikirkan cara kalau aku menerima nya aku akan memberikan pelajaran untuknya,sekaligus aku juga bisa bersama dengan rindu,setelah mendapatkan ide aku menelpon salah satu temanku yang mempunyai banyak rumah kontrakan,aku meminjam satu petak untuk beberapa bulan saja,temanku menyanggupi permintaan ku
aku juga meminta tolong kepada om eko untuk menyewa gorobak bakso serta semua peralatannya untuk beberapa bulan
dan ican sebenarnya adalah sepupu jauhku dari kampung,yang sudah biasa bnerjualan bakso
setelah persiapan lengkap aku menemui mas aryan dan mengajukan beberapa syarat kalau dia tetap ingin bersama dengan ku
tak ku duga dia menyanggupi semua ini,malam itu aku menuju kota kelahirannya,semua waktu sudah aku atur agar pas sampai subuh tidak jauh dari kontrakan temanku
aku meminta mas aryan menjemput putrinya sedangkan aku menunggu di rumah kontrakan,melihat para pekerja untuk membereskan rumah agar jika mas aryan dan putri nya sampai bisa langsung istirahat
malam itu kami menikah kembali,saat itu aku mas aryan memeluk tubuh ku,tapi aku cepat cepat membalikkan badan dan menolak permintaannya
dia pergi kekamar mandi,aku tahu dia melepaskan hasrat nya di sana,tapi apalah daya ku cintaku sudah hambar padanya
***
POV aryan
jarum jam sudah menunjukan jam satu siang,semua peralatan juga sudah lengkap,aku dan ican juga sudah siap untuk berangkat ke ujung komplek
ical mendorong gerobak bakso dan ku ikuti dari belakang,aku melambaikan tangan pada rindu yang di gendong naura,mereka berdua tersenyum padaku,naura mengacungkan jati jempolnya memberi semangat padaku
aku berjalan menyusui jalan komplek dan berhenti di bawah pohon,ntah pohon apa nama nya yang pasti daunnya sangat rindang
aku dan ical duduk di bangku yang sudah disiapkan ical dari awal
"duduk dulu bang kita parkir di sini aja bang" kata ical mempersilakan ku duduk,dini lumayan ramai
banyak anak anak yang bermain bola,karena tempatku parkir dekat dengan lapangan bola yang tidak terlalu besar
"iya lumayan ramai disini,tapi kok belum ada yang beli ya" kata ku tak sabaran
"yang sabar lah bang,kalau sudah rezeki juga nggak kemana kok,"
saat kami berbincang bincang datang ibu ibu memesan bakso dua porsi ,dia membawa mangkok sendiri
"bang bakso nya dua ya,nggak pake kecap" kata ibu ibu berbadan tumbun memberikan dua buah mangkok
"oh iya buk silakan duduk dulu" kata ican dengan cepat menyiapkan bakso ibu itu
tidak sampai dua menit ican sudah menyiapkan bakso ibu itu
"ini bakso nya bu"
"berapa bang?"
"20 rebu bu,seporsinya 10 rebu"
kata ican sambil memberikan dua mangkok bakso kepada ibu itu
beberapa jam sudah berlalu dagangan kami tinggal sedikit lagi
"alhamdullilah bang hari pertama kita jualan laku banyak,semoga besok lebih banyak pembeli ya bang" kata ical duduk di sebelahku
"amin" jawabku singkat
aku bosan disini dari tadi hanya ical yang bekerja aku hanya melihat bagaimana cara dia melakukan semua pekerjaan ini,
"besok abang belajar sendiri ya menyiapkan bakso untuk pelanggan"
"hah abang belum bisa melihat kamu dengan cekatan gitu aja bikin kepala puyeng"
"lama lama juga pasti bisa kok bang,yang penting abang belajar "
aku hanya diam dan tersenyum padanya
sebelum malam dagangan kami sudah habis semua,aku dan ical bersiap untuk pulang kerumah
kali ini aku yang mendorong gerobak baksonya,aku dan ical berbincang bincang di sepanjang perjalanan
"alhamdullilah akhirnya sampai juga" kataku memarkirkan gerobak bakso du depan pintu
aku mengetuk pintu dan di sambut rindu dan naura,mereka tersenyum padaku dan menyuruhku mandi,sedangkan ican dia masih sibuk memperbaikinparkir gerobak di luar
"mandi dulu mas aku akan menyiapkan kopi " kata naura berlalu ke dapur
setelah selesai mandi aku duduk di ruang tamu yang hanya beralaskan tikar tipis
"minum dulu kopi nya mas,dan ini uang kamu jualan hari ini bersama ican" kata naura menyodorkan secangkir kopi padaku
naura dan ican menghitung uang jualan tadi
"alhamdullilah mas semuanya ada tujuh ratus ribu" kata naura tersenyum
"dan ini uang gaji mu can,besok datang lagi ya semoga besok lebih ramai lagi" kata naura menyodorkan uang nominal lima puluh ribuan tiga lembar kepada ican
dulu uang segitu hanya untuk sekali makan di restoran,ternyata bagi orang lain uang segitu begitu sangat berharga
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏