Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
***
Braaaak, (Suara pintu yang Anna tutup sekuat tenaga.
"Apa dia malu," ujar Aron heran. Lalu keluar dari kamar untuk mengambil kopernya juga koper milik Anna.
Memikirkan sesuatu, Aron tersenyum masem melihat koper Anna yang ada ditangannya.
"Lihat apa Yang akan aku lakukan padamu Anna. Ini pembalasan dariku karena kau berani meninggalkanku," ujarnya lagi.
Jika Aron begitu merasa beruntung, berbeda dengan Anna yang malah menangisi gaun pernikahan yang telah ia basahi tadi sebelum memutuskan untuk mandi.
Karena insiden tadi, ia melupakan pakaiannya bukan hanya pakaian tapi ia juga melupakan handuk, jubah mandi atau apapun itu.
"Gaunku. Kenapa kau malah basah," ucap Anna kembali menangisi gaunnya.
"Aku bukan hanya bodoh karena mencintai pria es itu. Tapi aku juga bodoh karena selalu melakukan sesuatu tanpa memikirkannya lebih dulu. Hiks, kenapa aku begitu ceroboh." Kesal Anna pada dirinya.
"Sekarang apa yang akan aku lakukan. Tidak mungkin memintanya untuk mengulurkan handuk ataupun memintanya untuk mengambilkan pakaianku. Oh Tuhan, apa salahku selama hidup di dunia ini, kenapa cobaan ini begitu berat bagiku. Hiks, sekarang reader pasti nyengir-nyengir diatas penderitaanku. Andai kalian jadi diriku, apa yang akan kalian lakukan. Hiks, Huwaaaa..." Ucap Anna berjongkok memeluk lututnya karena dingin, dan jangan lupa karena ia saat ini benar-benar menangis.
Tok, tok, tok ....
"Anna, keluarlah. Kau bisa sakit bila terlalu lama didalam sana. Apa kau ingin melihatku mati dipenggal oleh tuan Devan. Apa kau ingin secepatnya menjadi janda. Cepat, keluarlah!" Teriak Aron diluar sana.
"Hiks, lihatlah hati ini yang selalu mengkhianatiku. Kenapa bisa aku mencintainya. Oh nasibku yang malang." Batin Anna masih tak beranjak dari duduknya.
"Keluar atau akan aku dobrak pintunya!" Kembali teriakkan diluar sana membuat Anna mengambil pilihan untuk memasang kembali gaun pengantinnya yang telah basah.
"Astaga, kenapa kau memakai baju yang telah basah!" Bentak Aron namun tak didengarkan oleh Anna. Tak peduli ia langsung keluar dari kamar mandi berjalan menuju kopernya. Namun, langkahnya terhenti saat tubuhnya sudah melayang diudara.
Aron mengangkat tubuh Anna ala bridal karena geram dengan kelakuan Anna yang berubah menjadi keras kepala.
"Lepaskan aku!" Teriak Anna terus berontak Namun percuma karena Aron tak kunjung melepaskannya.
Aron yang masih murka, seketika melemparkan tubuh Anna Keatas ranjang. Membuat Anna meringsi kesakitan.
"Diam!" Bentak Aron sengaja agar Anna tak lagi berani padanya. Dan hal itu terbukti, karena Anna begitu terkejut kala dibentak olehnya. Tulang beserta sendi-sendi Anna seakan lemas tak dapat lagi bergerak.
Fisiknya memanglah lemah, tak seperti sang adik yang malah jago berkelahi. Itulah sebabnya ia tak pernah ingin mememgang tahta untuk menjadi ratu di kerajaanya.
Anna terbaring lemah diatas ranjang. Melihat Anna diam, barulah Aron mendekat padanya.
"Lepaskan pakaianmu!" Titah Aron membuat Anna menoleh kearahnya. "Aku tidak akan melihat jika memang kau belum siap." Tambah Aron mengalihkan pandangannya.
"Ini pakaianmu," ucap Aron memberikan pakaian kepada Anna.
Dibalik selimut itu, Anna segera memasangkan pakaiannya, sesekali ia melihat Aron, takut pria yang dicintainya itu melihatnya dalam keadaan polos seperti itu.
"Dasar perempuan bodoh, jelas aku bisa melihatnya dengan dari kaca itu. ah, Shit! Dibawah sana malah bangkit," batin Aron serta memgumpat kesal.
"Su-sudah selesai," ujar Anna takut-takut.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩