NovelToon NovelToon
Lovely, Miss Agent

Lovely, Miss Agent

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:145.3k
Nilai: 5
Nama Author: Atseira

Jangan lupa, tinggalkan jejakmu 🥰

Rachelle Young, seorang Agent antisosial & kasar. Pamannya mendadak memberinya tugas, menjadi seorang pelatih bela diri di sebuah desa kecil. Menggantikan sang paman, Rachelle mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berada di antah berantah, tak membuat Rachelle meninggalkan pekerjaan aslinya. Di desa tersebut, Rachelle menemukan banyak kasus aneh dan mulai menyelesaikannya. Dibantu dengan seorang polisi bernama Luke, Rachelle memulai misi kecilnya.
Satu pesanku saat kau berada di desa itu. Jangan percaya pada siapapun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atseira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22: Sahabat Luke

“Ken, aku takut” rengek Rachelle manja. “Kamu aman bersamaku. Tenanglah... sekarang, aku akan mengobati lukamu” ujar Ken menenangkan. Rachelle perlahan, melepas pelukannya pada Ken.

Ken terlihat mengobati luka Rachelle dengan teliti. “Kenapa kamu bisa berada di tempat ini. Mereka membawamu paksa?” tanyanya kemudian. “Siapa mereka, Ken? Aku tidak mengenal mereka. Baru kali ini, aku melihat ada gudang macam gini di desa” jawab Rachelle balik bertanya.

Ken tak menjawab. Dia memilih fokus merawat luka Rachelle. “Dan kenapa kau... bisa ada di tempat ini juga?” tanya Rachelle lagi. “Aku bekerja paruh waktu di sini. Mengantar beberapa paket. Ini gudang khusus penyimpan barang. Tentu kamu tidak tahu. Kamu kan memang belum pernah berjalan-jalan ke daerah sini” jelas Ken. Meski sedang berbohong, mimik wajahnya sangat natural. Epic sekali.

“Lalu, apa yang telah kalian lakukan dengan Luke?” tanya Rachelle sekali lagi. Dia masih belum puas. “Dia salah paham dengan pekerjaan kami. Dia memeriksa dan mencoba untuk mengganggu jalannya pekerjaan kami. Mau tidak mau, kami membuatnya sedikit... pelajaran” terang Ken dengan ekspresi meyakinkan. Rachelle mengangguk pelan. Dia menatap ke arah Luke.

Di sana, Luke berusaha untuk meyakinkan Rachelle. Dia berulang kali terlihat menggeleng pelan. Sayangnya, dia tak bisa melakukan sesuatu yang lebih besar.

Gebrakan, sebuah penolakan. Tidak setuju, atas ucapan Ken. Tapi dia tidak bisa. Dia sadar, semua rencananya gagal. Hidupnya, hanya ada di tangan Rachelle sekarang. Luke akhirnya, terlihat pasrah.

“Memberinya sedikit pelajaran? Sedikit? Dia terlihat mau sekarat” tanggap Rachelle tak habis pikir. “Kamu bisa lihat. Dia kemari sendirian. Tidak ada orang yang membantunya, bukan? Kenapa?” jawab Ken balik bertanya. Rachelle berusaha memahami. “Karena dia, telah menyebar berita bohong tentang pekerjaanku. Tapi, rekan-rekan dari kepolisian sudah mengetahui pekerjaan kami. Dia tetap ngotot. Dan akhirnya, Luke dibiarkan begitu saja. Bukankah dia keterlaluan? Dia memfitnah pekerjaan kami sebagai pekerjaan yang... ilegal” tambah Ken panjang.

Rachelle memang terlihat datar-datar saja. Akan tetapi, jika kau melihatnya sangat dekat. Kau akan tahu, ada sedikit senyuman di ujung bibirnya. Dalam hati, Rachelle bertepuk tangan atas usaha Ken untuk meyakinkan dirinya. Dengan mengorbankan Luke, tentunya. Yang katanya, sahabat?

“Kenapa kamu berada di rumah Luke tadi? Kamu menyukainya Luke?” tanya Ken acak. Rachelle agak sedikit heran dengan pertanyaan tersebut. “Kenapa? Kau terlalu naksir padaku ya?” tanya Rachelle dalam hati.

Rachelle menatap ke arah Ken, sedikit intens. “Beberapa minggu ini, ada kejadian yang membuatku membutuhkan perlindungannya. Jadi, aku...” “Jadi, kamu mendadak dekat dengan Luke, hanya karena itu? Mulai sekarang, mamu tidak membutuhkannya. Ada aku di sini. Aku yang akan melindungimu” potong Ken, menyela ucapan Rachelle. “Aduh, kau keren sekali!!!!!” pekik Rachelle dalam hati. Dia benar-benar puas tanpa alasan.

“Oke, aku akan mengabulkannya!” seru Rachelle dalam hati. Dia sangat bersemangat. Tanpa pikir panjang lagi, Rachelle segera melakukan rencananya. Mendadak, Rachelle tampak memeluk Ken dengan erat.

“Aku percaya padamu. Tolong, lindungilah aku” pinta Rachelle. Seketika, wajah Ken memerah. Dia tertegun sejenak. Kemudian, dia tersenyum senang sembari membalas pelukan Rachelle.

“Aku mencintaimu” ungkap Ken. Dia terbawa suasana hingga tak sengaja mengungkap perasaannya. Rachelle menatapnya dengan tatapan kaget, ala si Rachelle yang feminim. “Barusan kau...?” tanyanya berpura-pura.

Ken buru-buru mencium bibir Rachelle, untuk menyembunyikan rasa malunya. Di hadapan Luke, yang sedang terluka berat pula. Ken sengaja melakukannya, rupanya tidak hanya untuk menyembunyikan rasa malu.

Namun, untuk membuat Luke sadar dan menjauh dari Rachelle. Karena Ken tahu, selama ini Luke selalu terlihat bersama dengan Rachelle. Ya, pemirsa. Dia cemburu.

Rachelle melirik ke arah Luke, ketika Ken menciumnya dengan kedua mata tertutup. Dia meminta izin, agar rencananya berhasil. Luke tampak mengangguk pelan.

Rachelle tahu pasti, hati Luke pasti sangat sakit. Melihat seseorang yang telah diciumnya tadi malam, sekarang malah sedang berada di pelukan orang lain. Orang yang dianggapnya sahabat pula. Sekaligus, orang yang membuat Luke terasa asing di tempat kerja. Luke yakin, Ken pasti telah melakukan sesuatu pada mereka.

Setelah mendapat izin, Rachelle pun membalas ciuman Ken. Tak lama, dia tampak melepasnya. “Ken, kau adalah orang yang sangat baik dan berharga untukku. Berjanjilah padaku, kau tidak akan melakukan hal yang seperti itu di depanku. Aku... takut. Aku takut, saat kau tiba-tiba berubah. Pas melihatmu menganiaya petugas Luke, aku seperti sedang melihat orang lain. Bukan Ken Evans” ujar Rachelle meminta. Ken terlihat mengangguk, penuh dengan penyesalan. “Maafkan aku. Aku janji, tidak akan mengulangnya lagi. Kamu... jangan takut. Ini tetap aku, Ken. Orang yang sama, seperti saat kamu melihatku di hari pertamamu sebagai pelatih” tanggap Ken dengan nada suaranya yang lembut dan menggetarkan, seperti biasanya.

Entah bagaimana bisa terjadi, Luke akhirnya di bebaskan. Dia bahkan, di antarkan menuju klinik kecil milik ibu Miya. Dengan seorang tangan kanan Ken, tentunya. Orang yang tadi juga telah membuat Luke babak belur.

Sementara Rachelle, dia juga diantarkan pulang kok. Dengan Ken, tentunya. Sebelum Rachelle masuk ke dalam rumah, Ken bahkan sempat mencium keningnya. Sebagai salam selamat malam, katanya. Dia manis sekali, bukan? Seperti stroberi yang sudah masak.

Usai memastikan Ken telah pergi, Rachelle terjaga di pintu belakang. Kalau-kalau Luke datang. Dia menunggu hingga tak sadar, tertidur di bangku taman belakangnya.

Tak lama, sebuah suara membangunkannya. Rachelle buru-buru membuka mata. Dia terkejut, ketika Luke berusaha untuk menggendongnya dan membawa dirinya masuk ke dalam rumah.

“Kau mau mati kedinginan di luar? Meski merasa bersalah, kau nggak harus menungguku di sini. Bodoh!” omel Luke pelan. Dia takut, suaranya akan terdengar oleh Ken. Karena rumah Ken dan Rachelle agak berdekatan. Keduanya telah berada di dalam rumah. Tepatnya, di sofa. Mereka membicarakan segala hal yang telah terjadi hari ini.

Rachelle tersenyum, walau agak kesal. Cara bicara Luke memang tidak selembut Ken. Tindakannya juga tidak semanis Ken. Namun meskipun terdengar agak kasar dan menyebalkan, Luke tak pernah menyakiti orang lain. Itulah yang membuat Rachelle tetap memilihnya, walau Ken memang terlihat lebih baik. Kembali di awal. Luke adalah orang yang sangat bisa Rachelle andalkan. Dan begitu sebaliknya.

“Aku sudah gosok gigi kok!” protes Rachelle. “Kau kira meski sudah gosok gigi, bekasnya bakal hilang?” balas Luke masih kesal. “Terus aku harus gimana? Melihatmu kesulitan, aku bakal diam saja? Lagipula, kau ingkar sih! Kau bilang, akan menghubungiku saat butuh bantuan. Apa? Mana?” omel Rachelle yang juga ikutan jengkel.

“Yang salah siapa sih? Kenapa kau malah marah padaku?” tanggap Luke. Rachelle tiba-tiba mengecup bibir Luke. “Nah, kalau sudah salah mesti begitu. Trik nih” komen Luke. “Oh, gitu ya? Masih merasa nggak salah? Padahal, aku sudah mengalah lho!” dengus Rachelle. Dia memalingkan wajah ke arah lain.

Rachelle sudah tak berminat untuk berdebat dengan Luke lagi. “Kau tahu, hatiku terasa... ingin sekali aku memukulnya. Tapi lagi-lagi, aku merasa tidak pantas. Aku adalah pencuri dan aku pantas mendapatkannya” sesal Luke. “Pencuri? Maksudmu, mencuriku dari Ken?” tanya Rachelle mempertegas. Luke mengangguk.

Rachelle memutar bola mata. Begitulah dia bereaksi. “Kau baru menjadi pencuri, kalau Ken adalah orang pertama yang merebut ciuman pertamaku. Paham? Jadi, hilangkan pikiran itu. Lagipula dari awal sudah kubilang, bukan? Tipeku...” “Aku, kan?” sela Luke mendadak percaya diri. “Cih, siapa bilang? Waktu itu, aku cuman bercanda kok. Biar kau tidak mengejarku, cuman buat menanyakan tentang pekerjaanku pada paman Ron” kata Rachelle mengeles.

“Harusnya, aku nggak kesini tadi. Kau sungguh telah berhasil mengacak-acak perasaanku” keluh Luke. Rachelle tersenyum puas. Dia berhasil membuat Luke makin marah. Melihat wajah Luke yang sedang dongkol begitu, membuat Rachelle makin semangat untuk menggoda.

“Bagaimana bisa kau tiba-tiba berada di rumahku? Bertemu dengan mereka pula. Dan langsung dibawa pergi oleh mereka” tanya Luke dengan pertanyaan bertubi-tubi. “Simpel saja kok. Semua karena sebuah kamera. Aku punya rekan yang bisa membobol CCTV. Dia menghubungiku, kalau rumahmu sedang dijarah” jelas Rachelle. “Kau bilang apa, hingga mereka langsung memutuskan untuk membawamu?” tanya Luke lagi.

“Aku cuman bilang, petugas Luke dekat denganku. Mungkin mereka pikir, bisa menggunakanku untuk membuatmu menyerah menangkap mereka. Dan nyatanya, no!”

“Mereka salah mengenaliku. Ayah memang baik hati dan rela berkorban. Tapi aku, keras kepala dan tukang ngotot”

“Sadar, tuh! Memang, kau sangat keras kepala. Dan karena itulah, mereka makin marah padamu. Tapi sebenarnya, aku sudah curiga sih pada temanmu”

“Ken? Aku pun begitu. Saat dia muncul, aku mendadak teringat perkataan pria itu”

“Gray, kan? Intuisinya tidak pernah salah. Dia memang sangat teliti. Dan setelah aku meminta bantuan pada kapten timku, aku menemukan sesuatu”

“Kau meminta bantuan pada kaptenmu? Aku nggak tahu, harus bilang apa padanya. Dia pasti sangat baik hingga mau membantumu melacak Ken”

“Oh, tentu! Dia sangat baik dan keren sekali!” puji Rachelle girang. Secara sadar, dia memuji dirinya sendiri. Dasar, kepedean! Untung saja Luke tidak mengetahui kalau, Rachelle lah si kapten yang baik dan keren itu.

“Pertemanan kalian sudah cukup lama, bukan? Kau pasti sudah menceritakan banyak hal padanya. Tanpa kau tahu, sebenarnya dia telah mengetahui seluruh kisah hidupnya. Terutama soal, Robin Maxwell. Ayahmu” ujar Rachelle mengawali. “Mengetahui tentangku? Apa maksudmu?” tanya Luke masih tak mengerti. “Kau bukan hanya terlalu sembrono berteman dengan orang. Kau juga nggak peka dengan seseorang yang kau panggil, teman. Kau pasti masih ingat, siapa nama orang yang telah membunuh ayahmu” jawab Rachelle makin mengejutkan.

Luke berpikir keras. Dia mencoba untuk mengingat kembali, nama seseorang yang telah membunuh ayahnya kala itu. Kasus trending topic, yang kemudian buru-buru ditutup oleh kepolisian. Walau rekan ayah Luke bersikeras menyelidikinya, kasus tetap ditutup dan dilabeli “gugur saat bertugas”.

Kini, saat Luke mencoba untuk menelusurinya kembali. Jawabannya tetap sama, tidak. Karena itu dia sempat berpikir, rekannya menolak untuk membantunya. Mungkin, takut pada atasan.

Namun ketika Rachelle muncul, Luke malah merasa semuanya terang kembali. Seperti saat dia, menyebut nama seseorang yang telah membunuh ayahnya. “Jack Evans?” ucap Luke. “Ayah Ken. Dia, Jack Evans. Sesuatu yang simpel, bukan?” ujar Rachelle meluruskan.

1
nobita
yaa awal yg menarik...
Diana Puji Astuti
kereen ceritanya...
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lln Oh iya ya nanti nanti anu tiba di anu di bawah-bawah saya telepon lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerrnnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
wow kerennnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😂😂😂😂😂😂😂😂
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mmmm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gila kerennnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren euy
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita keren begini kq g byk yg baca ya. pdhal bgs bgt
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita bgs bgini g ada yg komen dan baca
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya ❤
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerennnb
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
baca dlu
Boyscamp Official
terima kasih sudah mampir 🥰
Boyscamp Official: terima kasih sudah mampir 🥰
total 2 replies
Fina Tanjung
cerita sekeren ini kenapa sedikit bgt sih....padahal ceritnya bikin dag....Dig.....dug....
Fina Tanjung
penuh teka teki banget
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Fina Tanjung
KK isi kepala mu apa? ko bisa bikin cerita keren kayak gini sih....
Fitzu Taufik
next thor
Fitzu Taufik
semangat thor ku tunggu up nyaaa
Boyscamp Official: siap 😁😁 terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!