NovelToon NovelToon
Pesona Pengasuhku

Pesona Pengasuhku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:391.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noor Hidayati

kisah ini menceritakan tentang Rehaan, putra konglomerat yang harus menjalani kehidupan sulitnya sejak ia masih kecil,

Rehaan harus kehilangan kedua orang tuanya sejak ia masih berusia 2th karena kejahatan Om dan Tante-Nya.

tidak cukup sampai disitu, hidup Rehaan semakin sulit sejak Nayla pengasuhnya diusir dari rumah Rehaan atas fitnahan oleh Om dan Tante-Nya,

Akankah Rehaan bisa berjuang sendiri menghadapi kejahatan Om dan Tante-Nya?"

ikuti Terus "Pesona pengasuhku" karena kisah ini juga akan diwarnai oleh kisah cinta Romantis antara Rehaan dan Nayla 😉

@Noor.hidayati 💫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagai disambar petir

Ravi pergi ke kamarnya dan membanting pintunya.

Ia terduduk di balik pintu dan menangisi kejahatan orang tuanya.

Ravi melihat foto Harendra dan Ria di dindingnya.

Kemudian Ravi bangun dan mengambil foto itu.

"Om... Tante, maafkan aku karena aku tidak bisa melindungi Rehaan dari kejahatan kedua orang tuaku, tapi hari ini aku berjanji pada kalian, jika aku akan mengembalikan semua yang telah orang tuaku rampas dari kalian, aku berjanji akan mengembalikan semuanya kepada Rehaan," ucap Ravi menjeda ucapanya karena tangisnya.

"Tapi untuk kepergian kalian, maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apapun, aku tidak bisa menjebloskan mereka kepenjara, biar bagaimanapun mereka adalah orang tuaku, maafkan untuk hal satu ini, Maafkan aku," Ravi terus menangis hingga membasahi foto mereka.

Ruslaan dan Hema melihat Ravi dari jendela kamarnya.

Hati Hema merasa pilu melihat putra kesayangannya menangis sedemikian rupa.

"Ravi memang benar, kita memang serakah, kita sangat kejam, demi memenuhi ambisi kita, kita menyingkirkan Ruslaan dan Ria," ucap Hema menangis.

"Ada apa dengan mu Hema? kenapa kamu ikut-ikutan lemah seperti putra kita?

Kita melakukan ini semua demi putra kita, masa depannya, sekarang coba kamu fikir, kita yang sudah berhasil merebut semua milik Harendra saja sekarang hidup kita pas-pasan apa lagi jika kita tidak merebutnya?"

Hema hanya terdiam mendengarnya.

"Sudahlah Hema, Ravi hanya sedang Shock karna baru mengetahui semuanya, nanti juga lama-lama dia akan kembali seperti biasanya," ucap Ruslaan kemudian berlalu pergi.

***

Pagi Hari.

Nayla telah bersiap dan menunggu Rehaan yang belum juga keluar dari kamarnya,

Karena menunggu terlalu lama, Nayla pun pergi ke kamar Rehaan, dan seperti biasa kamar Rehaan tidak di kunci, Nayla masuk dan melihat Rehaan yang masih tertidur pulas.

"Dia masih tidur, tapi aku harus pergi sekarang, jika aku pergi tanpa berpamitan dengannya, pasti Rehaan akan merasa sedih, tapi jika aku membangunkannya.. Aah... Apa yang harus kulakukan?" Nayla menggigit ujung kukunya karena merasa bingung.

Nayla pun memutuskan untuk menunggu Rehaan beberapa menit, ia pun duduk di sofa yang terletak di sisi ranjang Rehaan, setelah 30 menit berlalu, Rehaan tidak juga bangun.

Nayla pun kembali berdiri dan mendekati Rehaan.

"Rehaan... Rehaan bangunlah,"

"Rehaan... Ini sudah sangat siang bangunlah," Nayla terus mengayunkan tangannya.

"E... Rehaaaaaan!" Nayla kaget karena tiba-tiba Rehaan menarik lengan Nayla hingga Nayla jatuh ke atas tubuh Rehaan.

"Bibiii..." ucap Rehaan dengan mata yang masih terpejam.

"Jadi dia belum bangun?" Nayla menghelai nafas lega.

"Bibiii..." Rehaan kembali mengigau.

"Rehaan... Buka matamu, Rehaan bangunlah,"

Perlahan Rehaan membuka matanya dan melihat wajah Nayla yang begitu dekat dengan wajahnya.

"Bibiii...." Rehaan tersenyum memandang wajah cantik Nayla, namun senyumnya tak bertahan lama karena Rehaan tersadar hingga refleks mendorong Nayla dari atas tubuhnya.

"Ee... Bibiiii.... maafkan aku, aku tidak bermaksud mendorong bibi, A... Aku hanya merasa kaget dengan apa yang terjadi," ucap Rehaan gugup

"Memang apa yang terjadi?" ledek Nayla.

"Ee...e..." Rehaan menatap kesana-kemari karena merasa begitu gugup.

"Rehaan apa kamu sedang bermimpi?" tanya Nayla tertawa.

"Ee..mimpi?" Rehaan merasa bingung.

"Ya, Kamu terus saja menyebut bibi, bibi.. sampai kamu menarik bibi?"

"Ee... Entahlah bi aku tidak mengingatnya.... A... Aku ke kamar mandi dulu," Rehaan langsung berlari ke kamar mandi untuk menyembunyikan perasaannya.

Nayla hanya tersenyum menggelengkan kepala.

Di dalam kamar mandi Rehaan menarik nafas panjang.

Ia memegang dadanya karena merasa jantungnya berdegup sangat kencang,

Kemudian Rehaan terseyum membayangkan wajah Nayla yang begitu dekat dengannya, saat asik-asik membayangkan Nayla Rehaan kembali di kagetkan oleh suara Nayla yang menggedor pintu kamar mandinya.

"Rehaan....."

"Ee... Ya bibi..."

"Jika kamu masih lama, bibi akan pulang diantar paman Kadir saja,"

"Ee.. tidak bibi, sebentar lagi aku selesai, biarkan aku yang mengantar bibi,"

"Ya baiklah, tapi lebih cepat lagi,"

"Ya baiklah," Rehaan langsung menyalakan shower dan mulai mandi.

Beberapa saat kemudian Rehaan pun selesai,

Rehaan melihat kesemua sisi kamar namun tak melihat Nayla di kamarnya.

Rehaan pun langsung bersiap dan turun ke bawah.

"Akhirnya kamu selesai juga," Nayla langsung bangun dari duduknya.

Rehaan hanya terseyum tipis

"Baiklah kita bisa pergi sekarang?"

"Ya tentu," Rehaan membawakan tas pakaian Nayla.

Sepanjang perjalanan Rehaan terus memikirkan bagaimana caranya mengatakan pada Nayla jika ia mencintainya, tapi Rehaan tetap tidak bisa mengatakannya, karena Rehaan benar-benar merasa gugup setiap kali ingin mengatakannya.

"Rehaan,"

"Hah!" Rehaan begitu kaget saat Nayla menyebut namanya.

"Kamu terlihat sangat gelisah apa kamu baik-baik saja?" tanya Nayla yang dari tadi memperhatikan tangan dan kaki Rehaan tidak bisa diam.

"Ee... Apakah ini saat yang tepat untuk aku mengatakan pada bibi?" ucap Rehaan dalam hati.

"Rehaaaaaan!" Nayla kembali mengagetkan Rehaan.

"Ya... Bi.... Ee.... Sebenarnya... A.... Aku ingin me... Ngatakan pada bibi... Jika... Aku......"

"Awaaaassss Rehaaaaaan......." ucap Nayla yang melihat ada orang menyebrang tiba-tiba di depannya.

Dengan cepat Rehaan pun menginjak reem mobilnya.

Kepala mereka terbentur kedepan.

"Bibi... Apa bibi tidak papa?" tanya Rehaan khawatir.

"Tidak Rehaan, bibi baik-baik saja," jawab Nayla sambil memegangi keningnya.

"Rehaan kau terluka?" tanya Nayla yang melihat kening Rehaan sedikit memar.

Rehaan memegang kepalanya dan sedikit meringis kesakitan.

"Ee.. tidak papa bibi ini hanya hal kecil, kita lanjutkan perjalanan kita," Rehaan kembali menjalankan mobilnya.

******

Beberapa jam kemudian Mobil Mereka pun sampai di depan Rumah Nayla.

Rehaan membukakan pintu untuk Nayla dan betapa terkejutnya Rehaan melihat rumah Nayla yang begitu ramai orang keluar nasuk rumahnya.

Nayla juga melihat hal yang sama, hanya saja Nayla tidak merasa terkejut.

Rehaan dan Nayla berjalan beriringan mendekati rumah, dengan perasan bingung Rehaan terus melangkahkan kakinya.

"Bibi... Ada acara apa? kenapa seperti akan ada acara besar?" tanya Rehaan dengan kebingungannya.

Belum sempat Nayla menjawab perawat mendorong ibu Nelli keluar mendekati mereka.

"Nayla... Akhirnya kamu datang juga nak," ucap ibu bahagia.

Nayla pun tersenyum dan memeluk ibunya.

"Untung saja kamu datang tepat waktu nak... Jika tidak entah apa yang akan terjadi,"

"Tenanglah ibu, tidak akan terjadi apapun, Aku sudah datang sesuai keinginan ibu,"

"Ee... Bibi... Ibu... Sebenarnya ada apa ini? Kenapa banyak orang disini?

Rehaan semakin bingung dan penasaran.

"Nak Rehaan, Kami sedang menerima lamaran untuk Bibi tersayangmu ini," ucap ibu mencubit pipi Nayla.

Nayla tersenyum menundukkan kepalanya.

"Apa! Lamaran? Jadi bibi akan menikah?" bagaikan tersambar petir Rehaan begitu terkejut mendengar jawaban ibu.

Ibu mengangguk-ngangguk bahagia.

Mata Rehaan mulai berkaca-kaca, seperti tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Bersambung.....

1
Efik Kristaufik
Mantap
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita nya
Amanah Amanah
masih thooor semangat
Amanah Amanah
seru bonusnya
Amanah Amanah
malam yg haredang
Amanah Amanah
waduuuh singkat banget thoot
Amanah Amanah
romantisnya.......❤️🤔🖤
Amanah Amanah
Nayla sudah brni menggoda rehaan
Amanah Amanah
semua janji udh trpenhi tinggal satu janji lgi👍👍😅😅🤣
Amanah Amanah
akhirnyyaa ..
Amanah Amanah
rehan filingnya kuat bisa2 udh ada di rumhnayla
Amanah Amanah
kecelakaan yg membawa Nayla ke mbli ke rehaan ya thoor
Amanah Amanah
aku yg BCAnya dah...Dig.,dug
Amanah Amanah
mencaiaiiiiir thoor
Amanah Amanah
yeeeey aku ngebayangnya Bu Neli murah sma rehaan thoor
Amanah Amanah
waah gawat dh Bru jga tumbuh rsa di hti Nayla eee ibu neli sakit,
Amanah Amanah
Nayla juga sudah ada getar2 suka tu7h
Amanah Amanah
apa Bu Neli merestuinya Thor?
Amanah Amanah
kpn brhntibpanggil BBI nya
Amanah Amanah
semoga author berbaik hati mendtngkn pertolongn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!