Kiara Anindita, seorang anak korban dari perceraian orangtuanya.
Hidup sederhana bersama ibunya membuat dia menjadi gadis yang mandiri bahkan sejak kecil, awalnya dia memang ingin menyalahkan ibunya , kenapa sampai harus bercerai dengan ayahnya. namun setelah mendengar kisah masa lalu dari sahabat ibunya, akhirnya dia sadar.
Dan akhirnya Kiara mau berjuang bersama ibunya untuk hidup yang lebih baik kedepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon archa92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
I love You Ibu
"Apa kia ga tunggu ayah aja..? Ayah janji pulang kerja nanti ayah yang akan antar Kia pulang."Ucap ayah membujuk.
"Ibu kan sudah mau menjemput kia ayah, ayah tidak perlu repot-repot antar Kia."jawabku sambil tersenyum .
"Padahal ayah masih ingin kia tinggal disini."Ucap ayah lirih.
"Insya Allah nanti kia nginep lagi disini ya ayah."Ucapku tersenyum.
"Kia ga apa-apa di jemput pake motor ? padahal kalau mau menunggu ayah kan bisa pakai mobil.!"Ucap ayah
"Kia ga apa-apa yah,lagian lebih asik kalau pake motor, Kia lebih suka jalan pake motor.!"jawabku tegas.
"Emang apa masalahnya kalo pake motor? kenapa ayah seperti merendahkan ibu.?" ucapku dalam hati
"Baiklah, kalau begitu ayah berangkat dulu. Kia hati-hati nanti pulangnya ya. Ini uang buat jajan Kia." Ayah mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya padaku.
"Terimakasih ayah." ucapku sambil mencium tangannya.
Akhirnya ayah berangkat kerja , bunda mengantar sampai depan. Akupun ikut mengantar sampai pintu depan.
Setelah ayah berangkat ,bunda datang menghampiriku .
"Jangan terlalu boros Kia, ayah bekerja siang malam bukan hanya untuk menghidupi kamu. Sebentar lagi adik kamu akan lahir. jadi jangan terlalu mengandalkan ayah untuk meminta apa yang kamu mau.!"Ucap bunda sambil melengos pergi.
Aku menunduk diam , rasanya aku ingin menangis . Padahal uang yang ayah berikan tidak seberapa di bandingkan dengan uang jajan yang adik-adik terima. Uang yang setiap bulannya dikirim ayah ke rekening ibu bahkan aku tau jumlahnya. Kenapa harus seperti ini..? Apakah aku egois jika aku juga ingin mendapatkan seperti apa yang di terima adik-adikku.? Ahh, rasanya semakin sesak jika terus difikirkan..
Aku mengucap istighfar beberapa kali, menarik nafas panjang lalu hembuskan.
Ayo kembali pada ibu dan hidup bahagia .
Aku kembali ke kamar dan mengambil tas ku.
"Non Kia sarapannya sudah siap."Ucap bi asih.
"Iya Bi, bunda kemana .?" Tanyaku.
"Kata ibu, non sarapan saja duluan. Ibu sarapan nanti."jawab bi asih.
"Yasudah kalo gitu, bibi mau makan bareng kia.?" ajak ku.
"Ehh, ga usah non. Bibi sudah sarapan tadi." Ucap bi asih.
Akhirnya aku hanya sarapan sendirian. Bunda entah sedang apa, adik-adik juga belum tampak sejak pagi , mungkin belum bangun aku juga tidak tau.
Setelah sarapan kulihat jam sudah menunjukan pukul 08.30, ahh sebentar lagi ibu datang. Aku berjalan ke depan dan duduk ayunan di taman samping rumah.
Jika dilihat-lihat, rumah ini sebenarnya sangat nyaman. Halaman yang luas, taman yg cukup indah dan sejuk. Hanya saja semua itu tidak membuat aku nyaman, kalian tau kenapa..? ya karena sikap orang-orang di rumah ini tidak membuatku nyaman.
"Sebentar lagi ibumu akan datang, jangan mengadu yang tidak-tidak pada ibumu. Kami disini memperlakukan kamu dengan baik, hanya kamunya saja yang tidak betah tinggal disini. Jadi jangan menyalahkan kami." ucap bunda yang tiba-tiba saja sudah berada di dekatku.
Aku tersentak kaget dengan kedatangan bunda yang tiba-tiba, terlebih dengan kata-katanya.
"Maksud bunda apa.?" Tanyaku.
"Kamu sudah besar, jangan pura-pura tidak mengerti.! Bunda hanya minta kamu jangan jadi anak pengadu.!"ucap bunda .
Ketika aku mau menjawab kata-kata bunda, Suara motor membuat aku menoleh dengan cepat. Dan benar saja, motor ibu mulai masuk dari gerbang depan.
Ibu langsung memarkirkan motor di halaman rumah, sedangkan aku langsung berlari ke arah ibu. Ahhh, seperti kami sudah tidak bertemu sekian lama, rasanya aku sangat rindu.
Ibu sudah siap menyambutku dalam pelukannya.
"Kia rindu ibu...!"Ucapku dengan suara parau menahan sesak dan air mata yang tiba-tiba saja memaksa keluar.
"Ibu juga rindu Kiara." jawab ibu sambil memelukku dengan erat.
bersambung............
salken Thor
mampir yaa
Semangat up-nya Thor!
Semoga sukses selalu!