Cinta, gadis yang berusia 18 tahun, jatuh cinta pada pria dewasa yang sudah merawat dirinya dari usia 7 tahun.
Dimas, pria dewasa berusia 40 tahun, juga memiliki perasaan yang sama dengan Cinta, anak yang telah diasuhnya sendiri selama 11 tahun ini.
Apakah kisah cinta mereka bisa menyatu dan berlabuh ke pernikahan ?
Ini revisi dari novel yang sudah terbit sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 . Omku Suamiku Part. 20
Satu bulan kemudian
Pagi hari dimeja makan seperti biasa, terkadang Cinta tidak sempat menghabiskan sarapannya, jadi mbok Nah akan mempersiapkan tempat bekal buat dimakan diperjalanan.
Seperti hari ini, Cinta belum menyentuh sarapannya sama sekali bahkan susunya pun belum diminum barang seteguk.
Dimas menyentuh ujung jarinya " Segera habiskan sarapannya ! Ntar gak keburu lagi "
"Hem " Jawabnya tetap memandang wajah Dimas
" Ada apa ? " Sambil melirik ke mbok Nah yang memasukkan beberapa keping roti yang sudah diolesi selai meminta penjelasan.
mbok Nah cuma menggeleng tanda tidak tahu.
" Sayang.....Sarapannya " ulang Dimas.
" Cinta sudah kenyang Om " tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah suaminya
" Kamu masih belum menyentuh apapun, bagaiman bisa kamu mengatakan kenyang " jawab Dimas heran
" Cinta kenyang hanya dengan memandang Om saja " ucapnya alay sambil senyum.
Mbok Nah menutup mulutnya menahan tawa .
" Hah " Dimas melongo
" Hei....Dari mana kamu pelajari rayuan receh seperti itu ?" Dimas geleng geleng kepala.
" Dari TV " Jawabnya polos.
" Astaghfirulloh ...." Dimas mengusap mukanya " Cepat habiskan susunya Cinta, ayo kita berangkat ! " tegasnya bangkit dari duduk langsung melangkah menuju keluar .
Cinta meminum susunya habis ,berlari kecil menyusul Dimas yang sudah mendahuluinya .
Syukur Alhamdulillah Den Dimas yang jadi suaminya, kalau orang lain ? Aduh gak tau bagaimana menghadapi kelakuan si Non yang kata orang sekarang labil, aduh Non ...Non....Ngerayu suami kok di depan si mbok, kan mbok jadi ikut malu
...****...
Didalam mobil kelakuan absurd Cinta masih berlanjut.
Dimas agak risih dilihati terus walaupun oleh istrinya sendiri .
melirik sebentar lanjut fokus kejalanan
" Bekalnya tidak dimakan ? "
" Ntar aja Om " jawabnya tanpa mengalihkan pandangan, bibirnya tetap tersenyum manis .
Lama lama Dimas tergidik ngeri juga dilihatin gitu. diraihnya kaca mata hitam di dalam dasboard lalu dipakainya, menghindari kontak mata langsung pada Cinta
" Om semakin tampan " ucapnya
" Astagfirullah ....Ada apa dengan kamu ? " Dimas hampir putus asa.
" Gak ada apa apa kok Om, Cinta cuma seneng aja memandang wajah Om ' jawabnya tanpa rasa malu
" memang kamu baru nyadar kalau Om genteng ? " Dimas mulai narsis.
" Enggak juga , cuma hari ini Cinta seneng aja memandang wajah Om "
...Menatapmu...
...Walau selalu...
...Tak akan pernah jemu di hatiku...
Bibir Cinta mulai bernyanyi.
Dimas terkekeh, tidak tahu mau ngomong apa lagi, Cinta Kembali memandanginya sembari mengunyah bekalnya.
" Sayang, kita sudah sampai " Dimas membuyarkan keasyikan Cinta dengan kegiatannya yang tidak berubah .
" Eh....Iya ya...." Cinta tersadar lalu menutup kembali bekalnya " Om....Kasih kiss buat Cinta dong ! " ucapnya manja mencondongkan tubuhnya mendekat kearah Dimas.
Tangan Dimas yang sudah terulur meraih handle pintu mobil mendadak kaku, berpaling kearah Cinta dengan kening berkerut.
huh
Dimas menghembuskan napas pelan, ditatapnya wajah Cinta teliti, gak ada yang aneh, Cih....Dari tadi senyum terus apa gak pegel ? batin Dimas
Tangan Dimas merengkuh kedua pipi Cinta, mendekatkan wajahnya , diciumnya dahi Cinta lama, beralih ke pipi kanan dan kiri sebentar ,terakhir di kecupnya bibir Cinta sekilas .
" Om tidak tahu apa yang terjadi dengan mu hari ini, belajar yang benar, kurangi ngobrol gak penting dalam kelas, oke ! " sambil membelai kepala Cinta lembut .
Cinta mengangguk dengan semangat, mengikuti Dimas yang sudah mendahului keluar mabil.
" Om " panggil Cinta menghentikan langkah Dimas
" Nanti kecafe 'kan ? Cinta ikut ya ! "
Dimas mengangguk dan berjalan lurus menuju ruangannya .
...*****...
Memasuki cafe, secara kebetulan bertemu dengan Aris yang baru datang .
" Wo mas bro , makin ganteng aje " Towelnya ke dagu Dimas gemulai.
" Ish ...Jijik RIS, ach ! " Dimas menepis kasar tangan Aris, Aris cuma terkekeh
Berpaling menatap cinta yang ngekor di belakang
" Hallo Cinta " Sapanya ramah
" Hai Om "
Mereka bertiga langsung memasuki ruangan Dimas. Cinta duduk manis di sofa sambil memainkan ponselnya .
Dimas duduk di kursi belakang meja kerjanya. tidak lama Vivian datang dengan setumpuk laporan. Cinta dan Vivian cuma berbalas senyum .
" Mas Aris minum seperti biasa ? " tanya Vivian pada Aris .
" Iya Vi " jawabnya sambil mendudukkan pantatnya di kursi berhadap hadapan dengan Dimas .
" Vi ...Minta tolong saya es jeruk dua ya " Pinta Dimas.
Kalau minuman Dimas tidak perlu bertanya lagi apa keinginan istrinya karena apapun makannya minumnya pasti es jeruk.
" Sayang....Kamu pengen makan apa ? " Tanyanya pada
Cinta cuma menggeleng, Kembali lagi bermain ponsel .
" Oke Vi.....Ini semua laporannya ?" sambil menunjuk berkas diatas meja
" Iya mas , kalau gitu saya balik kedepan dulu " Vivian pamit keluar ruangan Dimas.
Dimas mengangguk, sekilas melirik Cinta yang masih asik dengan ponselnya .
Alhamdulillah ....Ia sudah kembali seperti biasanya, gumam Dimas pelan
" Kenapa ? " tanya Aris berbisik
" Entalah,dari pagi tadi kelakuannya aneh " Jawab Dimas sama berbisik.
" Ngidam ? " tanya Aris enteng
" Hah ? " Dimas terpengarah.
Pupil matanya menyipit memandang Cinta. Aris pun ikut ikutan memandangi Cinta .
Merasa ada hawa dingin yang menyelimuti, Cinta mendongakkan wajahnya " amAda apa ? " tanyanya pada kedua lelaki dewasa itu .
Aris langsung tersenyum " Enggak ,kamu semakin cantik saja, Cin "ucap Aris menaik turunkan alisnya.
Dimas langsung melemparkan pulpen yang sedang dipegangnya ke arah Aris, dan Aris menangkapnya.
Cinta cuma senyum tipis, manik matanya beralih menatap kearah suaminya meminta penjelasan , Dimas tidak memberikan reaksi apa pun, netra hitamnya masih mengawasi Cinta dalam diam.
Apakah benar ? Hem....sudah satu setengah bulan kami menikah, dan aku belum ada mendapati Cinta datang bulan, apakah wanita ini belum menyadarinya ? tanya Dimas pada diri sendiri .
Karena tidak mendapatkan jawaban dari Dimas, Cinta melangkah ke belakang kursi Dimas ,ada pintu yang didalamnya terdapat kamar tempat istirahat, ada single bad dengan sprei warna babyblue, dan satu buah bantal, satu buah lemari tempat menyimpan keperluan Dimas seperti pakaian dan peralatan mandi . dan juga kamar mandi pribadi dan hanya di peruntukan buat Dimas .
" Cinta tidur dulu Om ! ngantuk " katanya berlalu menutup pintu
" Kenapa kau terkejut ? Jangan bilang kalau kau juga belum tau " ucap Aris mengejek setelah Cinta menghilang di balik pintu
Dimas tidak menanggapi ocehan Aris .
" Eh.... Cinta masih manggil Om ? "
" Kau denger sendiri kan "
" Bhuahahaha.... Om om senang dong " Aris menggoda.
" Berisik, aku sudah memberitahukan padanya, tapi dianya Keukeh gak mau merubah panggilan, ya sudah terserah dia saja "
" Tumben dia ngikut "
" Tadi juga kepikiran begitu, tapi lihatlah ! Dia cuma numpang tidur "
" Aku yakin kalau bini mu itu sudah hamil, karena aku perhatikan perubahan tubuhnya makin kelihatan sexy " ucap Aris tengil
" Brengsek kau Dia, itu istriku " Dimas meninju bahu Aris .
Aris hanya tertawa terbahak bahak , Dimas mencebik jengkel .
Kalau sudah Aris datang ,otomatis Dimas tidak bisa memeriksa laporan yang Vivian berikan ,ngobrol macem macem hingga tak terasa sudah berlalu selama tiga jam .
" Om, sudah selesai ? pulang yuk , Cinta ngantuk " ucapnya keluar dari ruangan istirahat.
" Memangnya tadi di dalem ngapain ? " tanya Dimas pelan .
" Tidur " jawabnya masih ditambah menguap kecil .
Aris bangkit dari duduknya " Percaya ucapano, bawa dia periksa " ucap Aris menepuk bahu Dimas ,lalu pamit pulang.
Dimas dan Cinta juga ikut kembali ke apartemen.
...******...
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
suka bnget sama ceritanya 😍😍😍😍