Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
"Hatimu mungkin sangat tersakiti melihat orang yang kamu sayangi berpaling darimu dan lebih memilih orang lain. Tapi kamu jangan menunjukkan rasa sakit itu di hadapannya, lebih baik tunjukkan rasa percaya dirimu. Supaya dia sadar kalau dia salah meninggalkan mu" Benak Gito. Gito sangat beruntung memiliki ibu yang selalu mensupportnya. Ibunya seperti temanya selalu ada di saat dia senang maupun ketika terpuruk.
"terimakasih mama" ucap Gito setelah melewati mantan pacar dan sahabatnya.
"Sabar nak. Nanti ada akan ada yang lebih cantik dan penyanyang hadir di hadapan mu. Mama tau, anak mama akan mendapatkan pasangan yang terbaik nantinya baik untuk kamu maupun untuk anak-anak mu kelak nak" ujar ibu Gito sambil memeluk anaknya. ia tahu tahu bagaimana keadaan anaknya saat ini, orang yang ia sayangi dan selalu banggakan menghianati nya. ibu Gito menahan air matanya karena ia tidak mau anaknya sedih.
"Kita makan dulu yok nak. Atau ngga kita beli es krim yok, mama udah lama banget ngga makan es krim" ujar ibunya Gito yang ingin menghibur Gito. Gito pun mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sayang, kamu ngga apa-apa kan? lagian aku sama Gito udah ngga ada apa-apa lagi yang. Jadi ngga perlu di sembunyikan lagi." ucap mantan pacar Gito kepada pacar barunya, namun ia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena perbuatannya membuat hubungannya dengan sahabatnya yang sudah terjalin sejak TK menjadi rusak.
Saat Gito memesan es krim untuk ibunya, ternyata Gita bersama dengan adiknya sedang mengantri es krim juga.
"Kok kayak kenal"
"ah ngga mungkin sih, tadi perasaan barusan aku antar ke rumah" benak Gito
Ternyata ketika Gito pamit pulang ke rumahnya Gita di ajak Titin menemaninya untuk shopping ke mall.
Saat Gita berbalik arah betapa kagetnya ia ternyata di belakangnya adalah Gito.
"kamu ngikutin saya" bisik Gito sambil tersenyum.
Titin pun melihat Gito, langsung menyapa Gito
"Mas Gito. beli es krim juga?" tanya Titin
"iya ni." jawab Gito sambil senyum
"ya udah, kalau gitu Titin duduk aja ya kak. biar kakak sama mas Gito aja yang ngantrinya soalnya kaki Titin sakit kak kelamaan berdiri" pinta Titin dengan manja. Gita pun tidak ingin adiknya kecapean. Tetapi keadaannya sekarang tidak mendukung karena ada Gito
"ya udah. duduk sana gih, ada mama di sana" ujar Gito.
"bentar lagi dek. habis ini kita lho dek" ujar Gita
"ngga apa-apa tin, sana gih kasihan kamu lama ngantrinya" jawab Gito. ia tahu saat ini Gita pasti sangat sebal terhadapnya. Titin pun langsung bergegas meninggalkan mereka.
"udah tenang aja. saya ngga bakalan ganggu kamu kok" bisik Gito yang membuat Gita begitu geli. Tetapi saat orang yang didepan Gita ingin berbalik ia menyenggol lengan Gita yang hampir membuatnya terjatuh, dan untung saja ada Gito di belakangnya. Seketika itu ingatan Gita tiba-tiba teringat kalau dia mencium bibir Gito tadi malam.
"aduh maaf mba, maaf mas tadi ngga sengaja" ujar pembeli lain yang meresa bersalah
"iya ngga apa-apa kok bu. lain kali hati-hati Bu" jawab Gito.
Gita masih termenung mengingat apa yang terjadi semalam.
"ah pikiran apa sih ini? apa ia aku mencium pak Gito? tapi kok pak Gito ngga ada tanda-tanda sih?" benak Gita
"Gita"
"Gita"
"Gita" ucap Gito dengan keras.
"maju gih, malah termenung" ujar Gito.
Setelah memesan ia pun langsung menghampiri Titin dan ibunya Gito. Gita selalu kepikiran tentang ingatannya tadi sampai mereka datang ke rumah. Gita pun mencoba mengingat kembali secara pelan-pelan. ia ingin menanyakan kepada Gito tapi ia masih takut bingung. Berulang kali ia mengetik tapi malah tidak jadi terkirim hingga ia tidak sadar jika ia sudah terkirim kepada Gito.
"mas, apa saya semalam melakukan hal-hal aneh?"
"aduh kok terkirim sih, aduh udah centang dua lagi. harus cepat di hapus, eh kok di read. mati gue ni" ujar Gita
"memangnya apa yang kamu ingat?" tanya Gito
mau tidak mau Gita harus membalas chatnya, karena ia yang duluan chat Gito
"ya pokonya antara kita Gitu mas" balas Gita.
"ya kamu ingat-ingat sendirilah" balas Gito. ia masih terbayang wajah Gita yang dengan seksi menciumnya, baru kali ini ia begitu menikmati ciuman seseorang.
"Besok bareng saya aja ke sekolah sekalian saya mau kasi bekal dari pada kasihnya di sekolah bikin malu saya aja" ujar Gito
"lagian kenapa sih Tante senang banget bikin bekal untuk Gita? padahal kan Gita bukan siapa-siapa" balas Gita
"seharusnya kamu beruntung udah ada yang siapin bekal untuk kamu. udah ah saya mau tidur jangan ganggu saya" balas Gito yang senyum sendiri.
Semenjak saat itu hubungan Gita dan Gito terjalin sangat dekat, Gita yang akhirnya menemukan seseorang yang sangat memperhatikannya. Begitupun Gito menemukan seseorang yang mampu mengobati hatinya. Mereka sering menghabiskan waktunya bersama. Nonton ke bioskop, makan bareng, belajar bersama dan jalan bareng. .
Setelah hampir 3 bulan lebih mengenali Gita akhirnya Gito pun memutuskan untuk menembak Gita di hari ulang tahunnya ke 18 tahun pada malam minggu. ia akan terima apapun keputusan dari Gita. Namun tiba-tiba mantan Gito datang ke rumah dan ingin memperbaiki hubungan mereka, Gito dan mantan nya berbicara dari hati ke hati.
"Gito, maafin gue. gue yang salah, gue ninggalin lho demi Kevin. gue pengen kita balikan lagi seperti dulu lagi, gue tau semuanya ngga akan sama seperti dulu lagi. tapi gue pengen kita membuka lembaran baru." ujar mantan Gito sambil memegang tangan Gito.
"Gue minta maaf banget sepertinya gue ngga bisa, gue ngerasa Lo bukan jodoh gue. Dan gue tau Kevin sangat mencintai Lo, meskipun kita bukan sahabat lagi. Tapi dia pernah berjasa juga dalam hidup gue, gue ngga masalah Lo ada hubungan lagi sama Kevin." jawab Gito sambil membelakangi mantannya itu.
"ngga Gito, gue udah akhiri hubungan sama Kevin. Gue ngerasa Kevin bukan orang yang tepat buat gue. Dia orangnya suka marah-marah ngga jelas, dan dia selalu ngekang gue" ujar mantan Gito
"ya itu resiko Lo, karena Lo pernah selingkuh makanya Kevin pasti merasa Lo juga akan selingkuh darinya." jawab Gito.
Saat itu, Gita yang tiba-tiba datang terkejut melihat Gito yang sedang berbicara dengan seseorang perempuan yang tidak ia kenali. Tiba-tiba mantan Gito langsung memeluk Gito dari belakang, dan membuat kotak makanan Gita terjatuh. Gito langsung mengejar Gita.
"Gita, dengarin penjelasan saya gita" ujar Gito yang memegang tangan Gita. Gita lalu menghapus air matanya.
"maaf ganggu, tadi aku hanya mau nganterin bekal buat mas Gito. Katanya mas mau rapat di sekolah" jawab Gita dengan penuh kecewa.
"mas, lepasin dong. aku mau pulang mau belajar bentar lagi mau ujian" ujar Gita sambil menahan air matanya.
"Gita, tadi itu mantan mas. Dia cuman mau minta maaf ngga lebih Gita" ujar Gito yang tau jika Gita sakit hati melihat tindakan mantannya
"iya mas, lanjutin aja mas Gita pulang dulu" ujar Gita sambil melepaskan tangan Gito.
Gitapun langsung masuk ke mobilnya dan bergegas pulang ke rumah. Selama di perjalanan Gita merasa sangat kecewa dan terus menangis. Bagaimana tidak, orang yang ia sukai di peluk perempuan lain.
"seharusnya gue jangan terlalu berharap lebih".
Gito pun yang sedari tadi menelfon Gita tidak pernah di terima oleh Gita.
"Gita angkat dong, Lo kok gini sih. Ah apes banget sih gue" ujar Gito yang sangat kecewa terhadap mantannya. ia tidak tau harus berbuat apalagi kepada Gita. Hingga akhirnya Gito pun menyusul ke rumah Gita.
Ketika sampai di rumah, Gita langsung mengunci pintu kamarnya yang membuat ayahnya bingung.
"nak, papa boleh masuk?" tanya ayahnya yang khawatir
"jangan. Gita pengen sendiri" jawab Gita
"udah sayang, jangan ganggu ah. maklumlah anak muda keras kepala jadi susah di atur. mending kita makan malam dulu yuk" ujar ibu tiri Gita.
Tidak lama kemudian Gito pun datang
"permisi om, Gita nya ada ngga om? soalnya tadi saya telfon ngga di angkat Gita" ujar Gito.
"ada, tapi sepertinya mood dia ngga baik hari ini. soalnya dia ngga mau buka kamarnya. Memangnya kalian ada masalah apa?" tanya ayah Gita.
"masalah sedikit om." jawab Gito yang panik. Gito pun langsung menuju kamar Gita dan mengetuk pintu kamar Gita.
"Gita, saya mau ngomong" ujar Gito dari luar kamar
"Gita pengen sendiri mas, mas pulang aja. Gita ngga mau ketemu mas lagi" jawab Gita. yang berdiri di belakang pintu.
"Gita"
"Gita"
"Gita"
"Gita"
Setelah lama Gito mengetuk pintunya hingga jari gito memerah akhirnya Gita membuka pintu karena ia tidak sanggup melihat Gito yang menunggunya di luar.
"mau ngomong apa?" tanya Gita yang membelakangi Gito.
Gito lalu menutup pintu karena ia tidak ingin orang tua Gita melihat mereka.
"Gita, udah dong nangisnya." pinta Gito kepada Gita. ia pun langsung jongkok di hadapan Gita dan mengusap air mata Gita.
kelanjutan nya..