Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Sinar bulan begitu terang Menyinari seorang gadis yang telah duduk di bangku panjang yang berada di taman komplek.
"Meca" panggil Fina pelan sambil memegang bahu meca dari belakang yang sedang duduk di bangku taman.Gue boleh duduk nggak? Lanjut Fina.
Meca hanya menggeser badan nya memberikan ruang duduk untuk Fina tanpa mengeluarkan suara.
"Lo nggak apa apa Ca?"
"hmm" Meca hanya berdehem sambil menatap bulan dan bintang.
Fina yang biasanya Cerewet kaya burung beo kini bingung mau berkata apa! Fina tau kalau sekarang Meca sedang patah hati. Hening sesaat di antara mereka.
"Lo ngapain ngikutin gue fin?" kata meca memulai mengeluarkan suaranya.
"Gue nggak mau ngebiarin Lo sendiri dengan keadaan Lo yang lagi sakit hati Ca, Gue takut Lo ngelakuin Hal nekad. Siapa tau Lo nekad nabrakin diri ke semut yang lagi berjalan." Canda Fina yang ingin menghibur sahabatnya
Meca hanya tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat mendengar Candaan Fina.
" Fin gue boleh nggak meluk Lo" ucap nya dengan suara yang menahan tangisnya
Fina yang mendengar permintaan Meca langsung membentangkan tangannya tanpa menjawab.
Meca yang sudah dalam pelukan sahabatnya itu pun mulai terisak,Pipi putih nan mulus pun basah seketika bahkan baju Fina sudah mulai basah karna nya.
Menangislah Ca, Sepuas hatimu tapi janji setelah ini, nggak ada lagi Meca yang Cengeng dan hanya ada Meca yang Ceria Ok. Lirih Fina sambil mengelus punggung Meca.
"Fin! Gue gadis Bodoh,Sangat sangat Bodoh, Lo tau kenapa? karna gue nggak seharusnya sakit hati yang jelas jelas gue bukan Siapa siapanya? Gue gadis bodoh yang ngaku ngaku tunanggannya,Menjijikan. Gue malu sendiri dengan tingkah laku yang selama ini gue buat buat Centil, genit, yang aslinya bukan diri gue, BODOH. Dia bahkan jelas jelas tidak suka dengan sikap konyol gue.Dulu di kamus pribadi gue ada kata "CINTA MEMANG HARUS DI PERJUANGKAN." Tapi itu dulu dan akan ku hapus di malam ini. Tidak ada lagi kata kata itu di hidup gue karna sangat sakit Efeknya jika tak terbalaskan mungkin ada hanya kata kata "CINTA TAK HARUS MEMILIKI" itu yang pantas buat diriku saat ini. Racau Meca panjang lebar yang menggerutu diri sendiri.
"Gue boleh nggak menggurui Lo malam ini, Ca? Kata Fina sambil melepas pelukan meca.
"Silahkan jika perlu Bu guru boleh menghukum murid mu ini yang Bodoh. Kata meca dengan suara khas menangis sambil menyeka air matanya.
"Fina yang mendengar ucapan langsung menoyor jidat Meca kuat."
"Auwh.Sakit bego" rintih meca dengan bibir cemberut
"Itu hukuman buat Lo yang ngatain diri sendiri orang Bodoh, COME ON Ca! Lo itu bukan orang Bodoh, yang bodoh tuh orang orang yang menyianyiakan Lo, Lo nggak pantes untuk memperjuangkan Seseorang, Seseorang Lah yang harus memperjuangkan Lo, Paham?. Dan sekarang berhentilah berharap dengan Cinta Lo yang bertepuk sebelah tangan.Dia sudah memilih yang lain,Jadi buka lah hati untuk Orang lain.Ok! "Nasehat Fina panjang lebar sambil menghapus sisa air mata Meca yang sudah mulai berhenti.
"hemm, Gue Kecewa sama Vero Fin, harusnya dia menceritakan kalau dia sekarang punya Cewek, Dia malah bersikap Manis selama satu minggu kemaren, Dan bodohnya gue mikir dia mulai suka sama gue. Kalau dia jujur gue nggak mungkin dekatin dia lagi karena Gue bukan Cewek perebut hak orang lain. Kata meca yang sekarang menatap bulan yang begitu terang.
"Cewek rentan galau! berhenti ngatain diri Lo Orang bodoh,Gue nggak suka" protes Fina.
"Ok! dan Lo juga jangan Ngatain gue cewek rentan galau lagi." Protes meca balik dengan senyum manis yang mulai mengembang di bibirnya. Gue akan ngelupain perasaan ini sebisa mungkin.Lanjutnya berdiri melangkahkan kakinya pergi meninggalkan taman