"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelelahan
Keesokkan harinya seperti biasa Fery menjemput Silvi untuk berangkat bareng ke kampus. Setengah jam kemudian sampai lah di kampus. Mereka berjalan berdua bergandengan tangan. Namun sepertinya itu menjadi perhatian orang-orang yang ada di kampus.
"Lihat Fery sama Silvi mesra banget masak iya mereka pacaran?." Ucap temannya yang memperhatikannya.
"Nggak tau gua sepertinya iya sih, Padahal Silvi tuh orang nggak kaya, juga nggak cantik tapi kenapa kok Fery bisa suka, aku yang cantik aja dulu ngedeketin Fery nggak bisa masak yang jelek berhasil sih."
"Ada yang nggak beres, sepertinya Silvi memakai pelet kayak gitu kali, ya kan wajar saja Fery kan ganteng kaya pula apalagi perusahaan papanya yang terkenal secara internasional, Wanita matre tuh Silvi."
Ucap temannya terdengar ditelinga Silvi ia langsung melepaskan tangan Fery, namun Fery langsung merangkul Silvi dan memberitahu Silvi untuk tidak mendengar ocehan mereka, karena dalam hubungan pasti aja ada orang yang iri dan ingin memisahkan. Fery langsung menggandeng tangan Silvi, ia takut teman-temannya tadi malah membicarakan lebih parah lagi dan itu membuat Silvi tidak percaya diri untuk pacaran dengannya. Sesampai di depan kelas Silvi dan Fery langsung berpisah menuju kelas masing-masing.
Saat dikelas Silvi memikirkan perkataan temannya tadi. Namun ia langsung melupakannya ia berfikir masa bodo amat karena memang benar apa yang dikatakan Fery dalam hubungan pasti ada aja seseorang yang iri.
Pelajaran pun berakhir dan semua mahasiswa mahasiswi mulai berhamburan pulang. Namun Silvi langsung bergegas keparkiran menunggu Fery. Ia ingin langsung cepat-cepat pulang karena ia ingin membuat gaunnya itu. Fery yang melihat Silvi sudah di parkiran ia langsung lari menghampiri dan bergegas untuk pulang.
Sesampai di rumah Fery. Silvi langsung mengganti pakaiannya ia lalu membantu pelayannya untuk menyiapkan makanan. Fery yang melihat tingkah laku Silvi yang agak tergesa-gesa ia heran lalu menghampiri Silvi dan bertanya " Kamu kok tergesa-gesa sekali membuat makanannya."
"Iya soalnya aku akan membuat gaunku, Festival kampus kurang tuga hari lagi takutnya nanti waktunya mepet dan nggak sempet nyelesaikan." Ucap Silvi.
"Udah nggak usah bingung ya aku bantu kok nanti sekarang buat makanannya yang pelan-pelan."
"Eehhmmm makasih ya." Ucap Silvi sambil tersenyum.
Lalu Silvi pun lega dan ia melanjutkan masaknya dengan tenang.
Setelah selesai masak dan makanan pun sudah dihidangkan seluruh keluarga Fery makan bersama. Setelah selesai makan Silvi membawa bekas piring bekas makanan untuk dicuci namun Fery melarangnya, "Biar pembantu lainnya yang bawa kamu sekarang buat gaun gih ayo aku bantu." Ucap Fery sambil menggandeng tangan Silvi ke sebuah ruangan.
Fery menunjukkan ruangan yang sangat indah, didalam ruangan itu ada mesin jahit, beraneka kain, dan alat atau aksesoris jahit lainnya. Silvi melihat semua itu sangat terkejut tidak menyangka.
"Fer padahal aku cuma mau buat gaun doang loh."
"Udah ruangan ini kamu pakai aja sayang, semua ini untukmu kamu semangat ya bikin gaunnya yuk masuk dan kamu pilih sendiri kainnya semua lengkap." Ucap Fery.
"Untuk sekali lagi makasih ya."
"Iya sayangku aku ngasih semua ini ikhlas kok."
Silvi berjalan masuk ruang jahit itu ia melihat-lihat kain yang akan ia gunakan, Lalu ia berhenti dan menatap sebuah kain yang sangat indah dan sepertinya kain itu cocok untuk Silvi. Ia pun langsung mengambil kain itu, Lalu Silvi mengambil ukuran badan untuk mengukur badannya, ia minta tolong pada Fery untuk mengukurkannya. Saat Fery mengukur pinggangnya, tiba-tiba Fery memeluknya dari belakang dan berbisik "Sayang kamu kurang gemuk dikit."
Lalu Silvi langsung mencubit Fery "Hmmm ngukur yang benar dibilang aku kurang gemuk pula, nyebelin deh." Ucap Silvi sambil cemberut.
"Lah emang bener yang." Ucap Fery sambil tertawa.
"Udah lanjutin ngukurnya jangan macem-macem."
Setelah selesai ngukur Silvi mulai mengukur kain itu dan memotong nya setelah itu ia jahit. Fery membantu Silvi seperti memotong kain dan mengukur kain. Lalu saat Silvi menjahit ia memandanginya dengan lembut Sesekali ia mengusap kening Silvi, menghilangkan cucuran keringat dan mengambilkan air minum jika Silvi terasa haus.
"Sungguh aku nggak nyangka kamu sangat perhatian banget sama aku, ku kira kamu nggak akan seperti ini namun ternyata pemikiran ku jauh beda, aku ingin kita tetap seperti ini." Batin Silvi.
Tiba-tiba Silvi langsung sadar dari lamunannya saat Fery menepuk pundaknya.
"Heyy, kok malah bengong sih ayo lanjutin menjahitnya kurang dikit tuh." Ucap Fery.
"Ehhh iya... hehehehe." Ucap Silvi sambil cengengesan.
Setelah lima jam akhirnya Silvi menyelesaikan menjahitnya. Ia merasa sangat capek pundaknya kaku tangannya pegal-pegal.
"Akhirnya selesai juga kurang ngasih hiasan doang sama luarnya di beri kain brukat udah, Aduh capek banget nyelesain gaun segede ini." Ucap Silvi sambil memijit pundaknya.
"Sini aku pijitin biar nggak kaku semua." Ucap Fery.
"Ahhh nggak usah nanti biar aku pijit sendiri." Sahut Silvi menolak.
"Nggak papa aku kasian kamu capek banget kayaknya." Ucap Fery sambil memijat tangan Silvi.
Silvi merasakan hangat tangannya Fery, pijitannya membuat Silvi terasa nyaman lama-kelamaan terlalu keenakan dipijit Silvi pun ketiduran. Fery melihat itu ia langsung menyenderkan kepala Silvi dibahunya.
"Kamu capek banget sayang." Ucap Fery sambil mengusap rambut Silvi. Ia melihat Silvi tidur dengan sangat nyaman tak tega untuk membangunkannya.
Hari pun sudah mulai sore Silvi terbangun dari tidurnya, Ia kaget ternyata Fery juga ikut tidur di sampingnya. Ia ingin beranjak pergi namun tiba-tiba Fery terbangun.
"Udah bangun mau kemana?." Ucap Fery dengan wajah yang masih mengantuk.
"Mau kekamar mandi." Ucap Silvi sambil melangkah pergi.
Fery mengikutinya dari belakang.
"Kenapa ngikutin aku?."
"Mau ikut mandi boleh kan?."
"Mandi di kamar kamu lah masak iya mandi berdua kan saru dudul."
"Aku males naik ke atas." Ucap Fery sambil menguap.
"Ya dah mandi dulu sana."
Silvi lalu di panggil oleh ibunya Nurul untuk kekamarnya, Silvi kaget karena nggak pernah ibu Nurul memanggilnya kekamar, pikirnya "apa mungkin aku udah waktunya gajian tapi kan aku belum genap satu bulan." Silvi langsung membuang pemikiran kepo nya itu lalu ia langsung pergi ke kamar Bu Nurul.
Sesampainya di kamar Bu Nurul Silvi langsung kaget ia melihat sebuah benda yang sangat berkilau dan sepertinya sangat mahal, lalu ia berjalan mendekat ke benda itu.
mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍