NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Mengejar Cinta Di Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucy81

Ayunda Milly Rendra seorang gadis cilik yang imut dan periang, pernah tinggal dengan bahagia di desa bersama dengan orang tua dan kakak laki-lakinya. Karena adanya kesalahpahaman kedua orang tuanya pun berpisah. Perpisahan orang tuanya juga memisahkannya dari sang kakak.

Ferdo Alfian Santoso adalah pewaris perusahaan pertelevisian terkenal. Alfian kehilangan ke dua orang tuanya di masa kecil dalam suatu kecelakaan. Di saat Alfian luntang lantung, dia bertemu dengan Adrian dan Ayunda yang memberikannya tumpangan sementara. Namun mereka akhirnya berpisah di saat ke dua orang tua Adrian dan Ayunda berpisah.

Pertemuan singkat Alfian dan Ayunda di masa kecil membekas di hati Alfian. Takdir seolah berpihak pada Alfian, setelah dua belas tahun kemudian dia bertemu kembali dengan Ayunda.

Apakah Alfian akan mendapatkan cintanya di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucy81, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bodyguard Tampan

Happy Reading 😊

🌸🌸🌸

Adrian membuka password pintu apartemennya. "ayo masuk Bun, Yunda", ucap Adrian saat pintu sudah terbuka lebar.

"Maaf, Bun... mungkin kamarnya sedikit sempit, karena ini awalnya ruang kerja", tutur Adrian.

Sang bunda meraih tangan Adrian, lalu menepuk pelan punggung tangannya, "Bunda sangat senang dengan apa pun yang Kau berikan, asalkan kita selalu bersama-sama", tutur sang bunda.

"Terima kasih, Bun", sahut Adrian sambil tersenyum, lalu mengarahkan pandangannya pada Ayunda, "Yunda, apakah Kau sudah melihat kamarmu?" tanya Adrian yang sudah meminta seseorang mendekor khusus kamar Ayunda.

"Apakah kamar dengan nuansa pink itu, Kak?" tanyanya bahagia.

"Iya, apa Kau menyukainya?" tanya Adrian.

Ayunda menjawab dengan tersenyum sambil mengangguk cepat.

"Bagus kalau gitu, silakan di lihat dulu, jika masih ada yang kurang", tutur Adrian.

"Siap kakakku yang tampan", balas Ayunda dengan tersenyum lebar.

***

Drrt... drrt...

Ponsel Ayunda bergetar, saat Ayunda baru saja ke luar dari kamar mandi, dia langsung berhambur meraih ponselnya di atas nakas. "Reina", gumamnya.

📞 "Hallo, dears"

📞 "Hallo, Ay... apakah aku ini bukan sahabatmu lagi?"

📞 "Maksudnya apa, Reina?"

📞 "Kenapa pindah gak bilang-bilang, hah!"

📞 "Oo... maaf sahabatku, mungkin karena aku sibuk packing, tapi btw dari mana Kau tahu?"

📞 "Tadi aku ke rumahmu, kalau saja aku tidak datang, mungkin aku tidak akan tahu sampai hari senin kita kembali bekerja"

📞 "Aku minta maaf ya, please..."

📞 "Aku akan maafkan jika Kau menemaniku shopping hari ini!"

📞 "Hmph... baiklah"

📞 "Oke see you, aku akan menjemputmu"

📞 "Oke"

Mereka saling memutus sambungan telpon, lalu Ratu melangkahkan kakinya ke luar dari kamar. "Kak, bunda di mana?" tanya Ayunda saat melihat sang kakak duduk di sofa ruang tamu, yang terlihat sibuk dengan laptop di pangkuannya.

"Mungkin masih di kamar", sahut Adrian tanpa memandang Ayunda.

Ayunda berjalan menghampiri sang kakak, lalu duduk di sebelah Adrian, "sepertinya Kakak sangat sibuk!" seru Ayunda.

Adrian menghentikan jari-jarinya yang sedari tadi sibuk bermain di keyboard laptop, yang tak lepas dari pandangan matanya. "Maaf, tadi ada email yang harus segera di balas", sahut Adrian merasa bersalah telah mengabaikan Ayunda. "Adik cantikku ini kayaknya rapi banget", serunya dengan menaik turunkan alisnya.

"Sahabatku mau datang menjemputku, Kak", sahut Ayunda.

Adrian mengernyit, "Emang kalian mau ke mana?" tanya Adrian.

"Menemaninya shopping, Kak."

"Menemani atau-- " tutur Adrian menggantung ucapannya.

"Maksud Kak Adrian?"

Adrian tak langsung menjawab Ayunda, dia tersenyum penuh arti kepada Ayunda.

"Aku beneran cuma menemaninya, Kak", kekeh Ayunda.

"Kalau Kamu ikut shopping juga gak apa-apa, Kakak gak marah kok", tutur Adrian. "Ini Kamu bawa saja", ucap Adrian sambil menyerahkan kartu kredit platinum pada Ayunda.

"Aku gak butuh ini, Kak", tutur Ayunda sambil mengembalikan kartu itu pada Adrian.

Sang bunda tiba-tiba datang menghampiri, " kalian sedang ngomongin apa? kayaknya lagi ributin masalah kartu!" seru sang bunda.

"Ini, Bun,,, adik kesayanganku mau pergi Shopping tapi tak membawa apa-apa, jadi aku memberikan kartu kreditku padanya", tutur Adrian menjelaskan pada sang bunda.

"Oo... mungkin Ayunda gak terbiasa, Nak. Ngomong-ngomong Kamu pergi sama siapa, Yunda?" tanya sang bunda.

"Reina, Bun", sahutnya riang.

Sang bunda memandang Ayunda dengan tersenyum, "Kalau sama Reina, bunda gak akan kuatir."

"Jadi Bunda ngizinin Yunda?" tanya Ayunda dengan semangat.

Sang bunda tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

"Thanks, Bun", sahut Ayunda girang.

"Eits, jangan girang dulu, Kamu gak boleh sendiri, nanti di temani sama Tony", ujar Adrian.

Ayunda merengut, "jangan dong, Kak. Yunda di jemput Reina, mungkin juga dia udah sampai", seru Ayunda.

"Kalau begitu, biarkan Tony mengikuti mobil kalian dari belakang", ucapnya.

"Yunda, ikuti saja apa kata kakakmu!" seru sang bunda.

"Oke, Bun", sahut Ayunda.

Ponsel Ayunda bergetar, Reina menelpon Ayunda untuk memberitahunya, bahwa dia sudah berada di bawah menunggunya. Lalu Ayunda pamit pada sang bunda dan Adrian kakaknya.

***

"Kau hebat, Ay. Bisa tinggal di apartemen mewah", ucap Reina saat Ayunda sudah berada di dalam mobil Reina.

"Ini bukan milikku, aku numpang tinggal di apartemen kakakku", sahut Ayunda.

"Jadi, Kau sudah bertemu kakakmu?" tanya Reina penasaran.

Ayunda hanya membalas dengan anggukan.

"Kenapa Kau tidak memberitahuku?"

"Maaf, aku belum punya waktu untuk menceritakannya padamu", sahut Ayunda.

"Aku mulai curiga, apakah aku ini benar-benar Kau anggap sebagai sahabat atau tidak!" seru Reina.

"Kau masih tetap sahabatku, dan selamanya akan tetap menjadi sahabatku", tutur Ayunda sambil menepuk pelan punggung tangan Reina.

"Oke, kalau begitu jangan pernah ada lagi rahasia di antara kita", seru Reina yang ingin membuat kesepakatan dengan Ayunda.

"Oke, sahabat terbaikku", sahut Ayunda.

"Ay... coba perhatikan mobil silver di belakang kita", pinta Reina sambil memandang spion dalam mobil. "Kayaknya dari tadi ngikutin kita terus, deh", ucap Reina.

"Oo... dia itu memang sengaja ngikutin kita", ucap Ayunda membuat Reina terkejut, "tenanglah, dia orang suruhan kak Adrian", ucap Ayunda melanjutkan.

"Ha, sejak kapan Kamu harus di kawal?" tanya Reina mengejek.

"Sejak saat ini", sahutnya lirih.

Reina tertawa saat melihat ekspresi sahabatnya itu. " Harusnya Kau senang di kawal oleh bodyguard tampan", seru Reina.

"Dari mana Kau tahu dia tampan?" tanya Ayunda sambil mengernyitkan keningnya.

"Puft, berarti Kau mengakui dia tampan", ledek Reina.

Ayunda memalingkan mukanya ke luar kaca mobil dengan cemberut.

"Eh, maaf Ay. Aku tidak bermaksud meledekmu, aku hanya sering melihat di film, kalau bodyguard itu biasanya tampan dan terlihat keren dengan setelan jasnya", tutur Reina sambil tersenyum malu.

Ayunda menoleh ke arah Reina yang masih fokus menyetir, "Hmm... pasti dari film drakor, kan?"

"Itu Kau tahu", balas Reina masih dengan tersenyum.

Tanpa terasa mereka sudah tiba di salah satu Mall terbesar di kota itu. Reina memarkirkan kendaraannya dan ke luar dari dalam mobil yang di ikuti oleh Ayunda.

Sang pengawal yang sedari tadi mengikuti mereka, pun telah memarkirkan kendaraannya tak jauh dari mobil Reina parkir. Dia masih tetap mengikuti mereka dari belakang. Reina penasaran dengan sang pengawal, dia langsung menoleh ke belakang, "astajim, Ay... dia keren sekali", teriak Reina.

Ayunda merasa malu dengan sikap sahabatnya itu, "untung masih di parkiran", gumam Ayunda.

"Ay, kenapa Kau tak memberitahuku, kalau Kau punya bodyguard setampan itu", ucap Reina dengan semangat.

Ayunda merasa malu dengan sikap blak-blakan Reina, karena dia tahu mas Tony sang pengawal, pasti mendengar jelas semua perkataan sahabat sengkleknya itu. Ayunda menarik tangan Reina dan berjalan semakin cepat, membuat Reina jalan terseok-seok.

"Pelankan langkahmu, Ay", teriak Reina, namun Ayunda mengabaikan ucapan sahabatnya itu, hingga mereka sampai di pintu lift.

*

*

Mari dukung otor 🙏

1
ManiakNovel
visualnya cakep2
Maya●●●
mampir lagi kak ucy. semangatt
Maya●●●
ayunda cute bgtttt
Maya●●●
semangat kak ucy. mmpir lagi nih
Lena Sari
itu kak Adrian ya ay.
Maya●●●
mampir lagi ya kak uccy. semngt
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
Kasih Bonda
next thor 💪
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
Kasih Bonda
next thor 💪
Elisabeth Ratna Susanti
semangat 😍
Kasih Bonda
next thor 💪.
Maya●●●
dimana2 kenapa selalu ada temen kayak gini😓
Maya●●●
ya siapa tau mau kenalan sama anjing yun😁
Elisabeth Ratna Susanti
😍😍😍😍😍😍
Kasih Bonda
next thor 💪
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Kasih Bonda
next thor 💪
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!