NovelToon NovelToon
Scorpio

Scorpio

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Tamat
Popularitas:898.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lina lutfiana

Tiada yang menduga jika keputusan ketiga gadis berbintang Scorpio untuk kabur dari rumah menjadi awal kisah cinta mereka.

Diawali kebencian, dendam, dan pertengkarang akhirnya justru menumbuhkan benih - benih cinta.

Kisah manispun dimulai ketika Saralee, Adella dan Aileen mengakui perasaan mereka.

Instagram : LinaLutfiana13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina lutfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki ladang penghasilan

Adella memakai rok jeans ketat di atas lutut dengan kaos tanpa lengan berwarna putih yang ada gambar love besar berwarna merah di bagian dada. Seperti gaya Saralee tapi Adella menyukainya, terkesan simple dan keren.

Namun Adella memilih memakai sepatu sport karena lebih merasa nyaman. Apalagi dirinya kini tidak sedang dengan Tuan Keenan yang selalu memaksanya memakai pakaian layaknya seorang Puterinyang berkelas.

Sesuai janji Sam, Adella diajak menuju sebuah Mall terbesar di kota itu. Namun tanpa di duga tiba-tiba ada mobil secepat kilat yang berhenti tepat di depan mobil Sam.

Bruakk...

Karena tidak bisa mengerem mendadak, mobil Sam menabrak mobil Keenan lumayan keras.

Adella sampai ketakutan dan menutup matanya dengan kedua tangannya, jeritannya juga menggema di malam itu.

Adella dan Sam tidak apa-apa, tapi sopir mobil yang barusan tertabrak dari belakang tidak bereaksi sama sekali.

Adella kemudian mengingat-ingat kembali mobil itu, dari jenis, warna dan nomor plat Adella merasa tidak asing.

"Keenan? Sejak kapan dia menjadi orang bodoh?" batin Adella bergegas keluar.

Namun tangannya di tarik Sam agar tetap duduk di dalam mobil.

"Kamu mau kemana? Lebih baik kita segera pergi saja," ucap Sam tak ingin mendapat masalah.

"Kamu cepat pergilah! Tapi aku ingin ke sana karena aku mengenalnya," jawab Adella melepaskan diri dan segera keluar dari mobil Sam.

Setelah Adella keluar, dia segera menghampiri mobil Keenan, tapi siapa sangka Sam langsung memacu mobilnya dan pergi meninggalkan Adella sendirian.

"Lelaki brengsek," umpat Adella mengejek Sam sebagai cowok pecundang.

Adella langsung menghampiri mobil Keenan, siapa sangka pemuda itu sudah tidak sadarkan diri. Adella terkejut karena kening Keenan berdarah.

"Keenan... Keenan, bangun!" Adella mencoba membangunkan tapi pemuda itu tidak sadar juga.

Adella tidak tahu harus bagaimana, karena dirinya sendiri juga tidak bisa menyetir mobil.

Kemudian Adella melihat jika dari kejauhan ada lampu mobil yang menyala, dengan penuh keberanian Adella menghadangnya.

Mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang, sehingga mobil bisa mengerem saat Adella menghentikannya.

"Tolong saya!" teriak Adella panik.

Kemudian turun dua orang dari dalam mobil itu, Adella sendiri terkejut karena ternyata mereka berdua adalah Raiyen dan seorang gadis sebaya dia.

"Adella, kamu kenapa di sini?" tanya Raiyen cemas.

"Tolong bantu aku membawa seorang teman ke rumah sakit. Aku tidak bisa menyetir mobil," pinta Adella.

"Baiklah," jawab Raiyen.

Adella di bantu Raiyen mengangkat tubuh Keenan yang berat. Kemudian tubuh Keenan di taruh di kursi belakang.

"Nilna, kamu ikuti kami dari belakang yah!" pinta Raiyen.

"Siap, Kak," jawab gadis itu kembali ke dalam mobilnya sendiri.

Adella duduk di kursi belakang menemani Keenan yang masing tak sadarkan diri. Adella khawatir melihat wajah pemuda yang biasanya angkuh itu tapi kini pucat pasi.

Dari depan Raiyen bisa melihat Adella yang tengah gelisah.

"Apa dia tunanganmu?" tanya Raiyen.

"Dari mana kamu tahu?" Adella balik bertanya.

"Saralee," jawab Raiyen singkat.

"Iya," jawab Adella yang tidak mau cerita kejadian yang sebenarnya.

"Gadis yang tadi bersamamu siapa?" tanya Adella penasaran.

"Adik, lebih tepatnya adik tiri," jawab Raiyen dengan wajah biasa.

"Kalian terlihat akrab ya?" tanya Adella.

"Lumayan, Mamanya juga orang yang baik padaku," ujar Raiyen.

"Sangat jarang ada Mama tiri atau saudara tiri yang bersikap baik," kata Adella.

"Iya, sedangkan hubunganku dengan Papa kandungku justru tidak baik," jawab Raiyen.

"Kenapa?" tanya Adella penasaran.

"Saat aku kecil mamaku sering sakit-sakitan dan akhirnya meninggal, sejak saat itu aku tertarik dengan ilmu kedokteran agar kelak bisa menolong orang. Karena kehilangan seseorang yang dicintai terasa menyakitkan. Namun Papaku melarang dan memaksa aku menjadi penerus perusahaannya," kata Raiyen sendu.

Adella tidak menyangka jika temannya yang terlihat misterius itu memiliki rintangan untuk mengejar cita-citanya.

"Bukankah masih ada adikmu?" tanya Adella lagi.

"Dia bukan anak kandung Papa. Aku adalah anak kandung tunggal," jawab Raiyen.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah sakit. Keenan masih belum sadar juga membuat Adella panik.

Setelah Keenan di tangani Dokter, Adella meminta Raiyen untuk pulang terlebih dahulu.

"Apa kamu yakin?" tanya Raiyen.

"Iya, tidak masalah. Lagi pula kasihan adik kamu kalau kelamaan menunggu," jawab Adella menenangkan temannya.

"Kalau begitu aku pamit dulu, nanti jika kamu butuh apa-apa lagi tinggal hubungi aku," ucap Raiyen ramah.

"Iya, terima kasih banyak yah," ucap Adella riang. Dia merasa jika Raiyen adalah sosok pemuda yang ramah dan baik hati. Kemudian dia tersenyum sendiri teringat Saralee, gadis itu sering curhat kalau Raiyen orang yang menyebalkan dan sombong.

Lima belas menit kemudian Dokter yang telah mengobati Raiyen keluar dari ruangan.

"Bagaimana keadaan tunangan saya, Dok?" tanya Adella cemas.

"Pasien tidak apa-apa, hanya luka luar saja," jawab Dokter tersebut.

Adella segera masuk, di dalam Keenan sudah sadarkan diri.

"Kamu merasa baikan?" tanya Adella lega.

"Hanya sedikit pusing saja," jawab Keenan sumringah. Pemuda itu tadi bisa mendengar saat Adella menyebutnya sebagai tunangan di depan Dokter.

Adella justru merasa heran, sebab pemuda itu sedang sakit tapi malah terlihat bahagia.

"Kamu ini bodoh ya? Kalau memang mau bunuh diri jangan melibatkan aku," bentak Adella kesal.

Keenan jadi teringat lagi kejadian tadi, hatinya kembali merasa marah.

Adella kaget karena dalam seketika wajah Keenan berubah lagi menjadi seperti biasanya.

Keenan memiringkan tubuhnya membelakangi Adeela, membuat gadis itu semakin tidak mengerti.

"Apa-apaan, luarnya saja seperti bos besar yang hebat. Namun aslinya sangat kekanak-kanakan," batin Adella kesal.

"Ayo bujuk aku, mungkin aku bisa saja memaafkanmu," batin Keenan mengharap.

"Karena kamu sudah baikan aku akan pulang dulu," ucap Adella cuek.

Keenan terkejut, sebab Adella sama sekali tidak merasa bersalah telah bepergian dengan pemuda lain.

"Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?" tanya Keenan dengan nada ketus.

"Menjelaskan apa?" tanya Adella pura-pura tidak mengerti.

"Kenapa tadi kamu pergi dengan pemuda lain, dan apa-apaan pakaianmu ini. Seperti wanita murahan saja," ejek Keenan marah.

Sebenarnya Keenan merasa Adella sangat sexi dan keren, tapi jiwa pemuda itu tak rela jika Adella berdandan seperti itu untuk orang lain.

"Kamu kan sudah tahu, jika aku memang wanita murahan. Namun bukan mereka bisa menyentuhku atau merebut hatiku. Aku mendekati mereka karena uang," jawab Adella enteng.

Keenan semakin geram, karena gadis yang tidak tahu malu di depannya itu bahkan tidak mencoba untuk membela diri.

"Jadi karena uang?" tanya Keenan.

" Iya, kalau bukan karena uang aku juga tidak sudi berdekatan dengan lelaki," jawab Adella sinis.

Keenan langsung mengambil kartu ATM di dalam dompetnya. Kemudian diserahkan pada Adella.

"Lakukan apapun yang kamu mau dengan kartu ini, tapi jangan pernah berdekatan lagi dengan pemuda lain. Ingat! Status kamu adalah tunangan aku, jangan mempermalukan keluargaku lagi," ancam Keenan tegas.

Dengan senang hati Adella menerimanya, baginya harga dirinya tidak lebih penting dari kesembuhan ibunya.

"Bolehkah aku beli mobil, rumah dan perhiasan?" goda Adella.

"Terserah," jawab Keenan.

Adella seketika memeluk Keenan karena merasa senang, dengan kartu ATM yang diberikan Tunangannya dia bisa merubah nasib keluarganya.

Diam-diam Keenan tersenyum, pemuda itu menghirup dalam-dalam aroma tubuh Adella yang membuat dia langsung bergairah.

Terima kasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote yah🙏 Karena dengan dukungan kalian semoga Novel SCORPIO bisa berkembang lebih baik lagi.

1
Bang degol
crita yg bagus dan menarik saya sdah baca novel ini yg ke 2x dan tdak membosankan sma sekali wlpun udh bca sblmnya👍👍👍😊
Rida Ayu
lanjut dong kk kisah Sagara, Yudistira,arkananta beserta kekasih nya🙏
Momy Haikal
akal bulus si kaenan
Momy Haikal
hasil bercocok tanam di kolam kemarin
Momy Haikal
wija misquin ku meronta
Momy Haikal
senang nya punya calon suami sultan
Momy Haikal
rayen dong
Momy Haikal
kaenan kucing aku juga lagi sakit kirimin uang juga dong 🤣
Momy Haikal
bahagianya Tuan putri
Momy Haikal
hidup ini realistis aja ya adel
Momy Haikal
minta saja sama tunangan
Momy Haikal
suka ceritanya
Momy Haikal
suka visual cowoknya Mario Maurer lagi.idolaku
Kurnia Suharyono
bagus novelnya
Kurnia Suharyono
saidon...bagus namanya
Siti Fatimah
sudah dell move on donk lebih baik sama keenan.
Siti Fatimah
pasti raiyan
Inggri
😊
Inggri
😍
Ririn enduuut
nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!