Aku adalah rajamu
Kau harus menuruti segala yang ku perintahkan
Jadilah wanitaku dan hidupmu akan bahagia
Layla tertawa mendengar semua kata-kata rayuan kuno yang sedang ditampilkan di sebuah drama kolosal. Bagaimana bisa manusia jahat dan selalu merendahkannya itu memerankan raja yang karismatik dan romantis dalam drama.
Tapi ... terpaksa Layla harus selalu menundukkan kepala pada Raja itu. Karena Layla adalah pembantunya.
"Sial ... kenapa dia tidak bisa sedikit mencontoh sikap perannya di drama?" keluh Raya sambil tterus membersihkan kamar Tuannya.
"Kau bisa jatuh cinta paddaku kalau aku melakukan itu"
Layla melihat Tuannya yang sedang bertelanjang dada dan tersenyum padanya. Debaran jantung yang tiba-tiba meningkat menandakan bahwa Layla memang sedang jatuh cinta padanya.
Bisakah Layla keluar dari pesona sang Raja atau semakin tenggelam di dalamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Lihat itu benar Zahid kan?"
"Iya, dia tampan sekali kalau dilihat secara langsung!!!" seru beberapa pengunjung cafe yang datang sebelum Zahid.
"Tapi dia dengan seorang perempuan muda? Siapa dia?"
"Yang kutahu sejak masih menjadi grup band dulu, Zahid adalah anak tunggal"
"Jadi perempuan itu kekasihnya? Cantik juga"
Menjadi perbincangan seperti ini sudah biasa dirasakan oleh Zahid. Meskipun pengawal meminta semua pegawai serta pengunjung cafe untuk tidak mengambil foto, tapi dia tidak bisa menghentikan orang bicara.
"Apa minumanmu enak?"
Tapi Zahid tidak bisa pergi karena perempuan yang sedang tersenyum karena menikmati minumannya itu. Layla terlihat seperti anak kecil yang polos.
"Iya, enak sekali"
Zahid tersenyum dan merasa kalau Layla sangat cantik sekrang. Tapi dia kemudian melihat pengawal yang berdiri diluar cafe dan teringat tentang tunangannya. Putri Tuan Harold Graham yang sama sekali tidak dikenalnya. Apa benar wajah putri Tuan Graham tidak cantik? Apa Zahid akan terkejut saat melihat wajahnya disaat mereka bertemu beberapa bulan lagi? Seandainya saja putri Tuan Harold seperti perempuan yang duduk di depannya, pasti Zahid akan senang hati menerima pernikahan ini.
"Tapi ... apa benar kalau pak Zahid tidak apa-apa minum di cafe seperti ini?" Sepertinya Layla khawatir.
"Apa kita harus pergi sekarang?"
"Iya"
"Jangan kalau kau masih ingin menghabiskan minumanmu"
"Tidak. Saya tidak bisa tenang karena terlalu banyak orang disini"
Layla segera menjauhkan minumannya dan mengambil tasnya, bersiap untuk pergi. Zahid berdiri dan segera meninggalkan cafe setelah meminta maaf kepada semua pengunjung dan pegawai cafe yang terganggu karena kedatangannya.
"Kita tidak pulang?" tanya Layla saat Zahid membawa mobil ke arah berlawanan dari rumah.
"Tidak, kita akan pergi ke sebuah tempat yang sepi kali ini" jawab Zahid lalu tersenyum penuh percaya diri.
Meskipun kali ini dia bisa tertawa, tapi ketika mobilnya mendekati tujuan sebenarnya Zahid ingin pergi ... tawa itu hilang. Tiap tahun Zahid memang selalu pergi ke tempat ini. Dan dari kejauhan, dia bisa melihat seorang perempuan berdiri di depan nisan yang ingin dilihatnya.
"Kenapa kita kesini, Pak?" tanya Layla. Pasti Layla terkejut karena dia mengajaknya ke pemakaman.
"Aku ingin mengunjungi seseorang" jawabnya lalu menghentikan mobilnya. "Tunggu disini, aku tidak akan lama" sambungnya lalu meraih jas hitam yang disimpannya di kursi belakang dengan sebuah buket bunga krisan putih.
Layla tadinya senang karena dibelikan minuman yang tidak pernah sekalipun diminumnya. Tentu saja karena dia tidak boleh datang ke cafe oleh ayahnya.Tapi ... kenapa tiba-tiba pak Zahid mengajaknya ke pemakaman? Apalagi, Layla tidak pernah tahu kalau majikannya sudah mempersiapkan diri dengan jas dan bunga. Setelah disuruh menunggu di mobil, Layla hanya bisa menurut dan diam. Lalu ... seorang perempuan melintas di depan mobil pak Zahid mengenakan gaun serba hitam dan membawa bunga. Layla seperti pernah melihat wajah perempuan itu di suatu tempat. Dimana ya?
"Benar, di pusat perbelanjaan waktu itu. Jadi mereka berdua datang disaat dan tempat yang sama juga sekarang?" kata Layla pada dirinya sendiri di mobil. Tapi kenapa mereka tidak bertemu di cafe lalu datang kemari bersama?
Tak lama, Layla melihat kedua orang itu saling berbicara dan kembali ke arah mobil.
"Jangan pernah datang lagi kemari!" teriak perempuan yang sedang dipegang tangannya oleh pak Zahid. Wah, ini merupakan berita besar. Seorang artis terkenal seperti pak Zahid ternyata memiliki kekasih. Apa karena ini pak Zahid memiliki banyak pengawal?
"Ikut aku! Aku akan membawamu kembali ke ibumu"
"Jangan campuri urusanku!!"
Mereka tidak terlihat seperti sepasang kekasih di mata Layla. Lebih tampak seperti kakak dan adik. Saudara.
"Sarah" Kali ini perempuan itu ingin pergi dan pak Zahid menahan tangannya. Wah ... Layla tidak menyangka dapat meihat drama dengan latar pemakaman.
"Aku sudah bilang, jangan campuri urusanku. Sudah cukup kau menghancurkan masa depan kakakku"
Layla kembali terkejut dengan sebuah putaran tema drama yang berlangsung di depan matanya. Pak Zahid pernah menghancurkan masa depan kakak dari perempuan itu? Mengejutkan. Kini, majikannya tidak lagi menahan kepergian perempuan yang terlihat sangat marah itu. Sebuah lirikan tajam juga diarahkan perempuan itu pada Layla, membuatnya sedikit ketakutan. Perempuan yang cantik tapi mulutnya kasar.
"Apa kau menikmatinya?" tanya pak Zahid mengejutkan Layla. Tidak dikira olehnya, majikannya ini masuk ke dalam mobil.
"Menikmati apa maksud pak Zahid?"
"Ini sudah terlalu siang. Apa kita makan siang diluar saja sebelum pulang?"
"Jangan, Pak. Sebaiknya pulang ke rumah dan saya akan memasak makan siang. Pengawal Anda pasti lelah hari ini"
"Kenapa kau mengkhawatirkan pengawalku dan bukan aku? Bukannya kau ingin bertanya tentang siapa perempuan yang bertemu denganku atau makam siapa yang kudatangi dengan Sarah?"
Sarah. Tanpa bertanya Layla mendapatkan nama perempuan yang bertemu dengan majikannya.
"Sial, aku sudah mengatakan nama Sarah" Pak Zahid memukul dahinya sendiri. Menyadari kebodohannya. Dan itu membuatnya terlihat sangat ... lucu. Layla tertawa dengan kencang karena kebodohan majikannya.
"Seharusnya Pak Zahid menceritakan semuanya kalau akhirnya seperti ini" Layla masih tertawa dan berhenti tiba-tiba ketika sebuah tangan besar dan dingin menyapu pipinya.
"Hangat. Pipimu merah dan hangat. Enak disentuh"
Layla terdiam dan tidak bisa bergerak. Tangan pak Zahid yang besar itu kini meraih wajah Layla sepenuhnya.Lagi-lagi jantungnya berdetak dengan cepat, Layla harus segera menepis tangan ini atau ... . Kenapa wajah pak Zahid terlihat lebih besar dari sebelumnya? Tadi tidak sedekat ini. Apa pak Zahid ingin ... .
Dengan cepat, Layla menepis tangan majikannya dan membawa tubuhnya menempel pada pintu mobil. Pak Zahid tersenyum lalu memegang setir mobil.
"Pakai sabuk pengamanmu. Kita pulang"
"Baik, Pak"
Dan sejak kejadian itu, pak Zahid tidak kembali ke rumahnya selama satu bulan. Dan tidak tahu mulai kapan, setiap mendengar suara mobil mendekat Layla segera pergi ke depan rumah. Tapi nihil. Tidak ada mobil yang berhenti di depan rumah maupun masuk ke dalam garasi. Pak Boni juga tidak pernah lagi mengabarkan kedatangan pemilik rumah. Hanya beberapa perintah untuk membersihkan rumah dan halaman belakang. Rasanya sunguh sepi sekali berada di rumah sendiri seperti ini. Lalu ... sebuah ide muncul di kepala Layla. Bertemu dengan ibunya. Pasti ibunya juga sangat ingin bertemu dengannya. Mereka sudah lebih dari tiga minggu tidak pernah bertemu.
Seusai mengabarkan keinginannya kepada ibunya, Layla berganti pakaian dan pergi keluar rumah. Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah restoran favorit ibunya di pusat kota. Dengan senang, Layla naik bus kota dan lupa tidak mengabarkan kepergiannya kepada majikannya. Layla tidak tahu kalau hal itu akan membuatnya dalam masalah besar.
suka author nya buat cerita seru tapi kok digantung .kesian kami para readers
😂😂😂
lama tak update.... Semoga author sehat selalu. up lagi y Author 🌹💖💖
kangen Layla
lanjutkeun, cemungut author ☺️💪💪👍
sepertinya pemikiran mrk berdua yg hrs di perbaiki