NovelToon NovelToon
MY PERFECT HUSBAND - TRUE LOVE

MY PERFECT HUSBAND - TRUE LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Kireina

Ditengah rasa keputusasaannya tawaran itu datang tiba-tiba seolah ia sedang mendapatkan jekpot.

Tanpa ragu ia menerima tawarannya untuk menjadi kekasih kontrak seorang Rendra Xing.

Seiring berjalannya waktu, mereka menikah dan memilik anak kembar.

simak kelanjutan kisah cinta Kanaya x Rendra.

...
Copyright @Nona Kireina terbitan pertama (29.01.2020)

jangan lupa like comment juga vottingnya yaaa 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXI - REUNI

Malam itu Kanaya memakai dress biru yang berpadukan dengan warna putih, rambutnya ia

curly, dengan riasan makeup yang natural membuatnya semakin cantik.

Rendra memakai kemeja putih jas biru dipadukan celana kain biru membuat ketampanannya

semakin terlihat.

“Jadi ini kampusmu?”

Kanaya mengangguk, “Ya, tidak sebesar dan seluas kampusmu di Brazil.”

“Lalu apakah semua itu ada hubungannya?” Rendra menautkan tangan Kanaya di tangannya,

“Lihat apa, cepat jalan.” Imbuhnya.

MC memulai acara reunian itu kemudian di lanjutkan dengan games, mereka yang hadir

di reunian terlihat sangat menikmati.

***

“Naya...”

Seorang pria tampan menyapa Kanaya dan membuat Rendra cemburu.

“Revan, lama tidak bertemu.” Mereka berdua saling berjabat tangan.

Melihat pemandangan itu Rendra berdehem dan menepis jabatan tangan itu, “Jangan

menyentuh istriku.”

“Oh, jadi kau sudah menikah? Selamat ya tapi kenapa tidak mengundangku?” Revan

mengacuhkan Rendra dan terus mencecar Kanaya dengan berbagai pertanyaan.

“Emh maaf, kami hanya mengundang keluarga terdekat saja.” Kanaya begitu gugup saat

menerima tatapan Rendra, “Baiklah, kami pulang dulu senang bisa bertemu kalian

semua.”

Dalam perjalanan pulang Rendra hanya diam tak bicara sepatah katapun, “Kau marah?”

Rendra masih tak menggubrisnya.

“Kau cemburu?”

Rendra menghentikan laju mobilnya, “Turun..!”

Kanaya terkejut, “Apa? Kenapa aku harus turun?”

Rendra menatap tajam kearahnya, “Tu-run!”

Dengan kesal Kanaya turun dari mobil, tanpa belas kasihan Rendra meninggalkannya

sendirian di tengah jalan.

Kanaya menghela nafas, “Masih jauh dari rumah.” Kanaya melihat jam di tangannya,

“Sudah larut malam, apakah masih ada taxi di jam segini?”

***

Pagi hari Rendra buru-buru berangkat ke kantor tanpa menyentuh sedikitpun sarapan di

atas meja.

Kanaya hanya diam melihatnya, “Kepalaku pusing.” Lirihnya.

Di pandanginya punggung Rendra yang semakin menjauh dan hilang dari pandangannya.

“Kakak ipar.” Krystal membuyarkan lamunannya.

“Hm?” Kanaya menoleh ke arah Krystal dan tersenyum, “Ada apa?”

“Kakak ipar lihat ini.” Krystal menunjukannya selembar foto bayi perempuan yang lucu

dengan pipi gembulnya.

“Bayi?”

Tanya Kanaya dengan heran.

Krystal mengangguk, “Lihat, ini keponakanku dan kakak Rendra.” Imbuh Krystal dengan

bahagia.

Kanaya ikut merasakan kebahagiaannya, Mungkinkah

kami juga akan memiliki anak?

Tiba-tiba Kanaya terbelalak dan memegangi perut bawahnya sembari meringis.

“Kakak ipar kenapa?” Tanya Krystal dengan khawatir.

Kanaya menggeleng, “Tidak apa-apa, kakak mau istirahat dulu.”

Krystal mengangguk, “Baiklah, biar ku antar.”

***

Krystal masih merasa khawatir dengan keadaan Kanaya, segera ia menelfon Rendra namun

panggilan telfon itu tidak di angkat.

Rendra mematikan ponselnya, Ah! Susah sekali di telfon

sekarang kakak mematikan ponselnya. Krystal begitu geram di buatnya.

Kenapa kepalaku pusing sekali? Aku juga mual.  Kanaya

terbaring lemah masih memegangi perut bagian bawahnya.

“Kenapa jadi sering buang air kecil sih? Ini sudah yang ke sepuluh kalinya.” Kanaya

perlahan mencoba beridiri dan berjalan ke kamar mandi.

Kanaya merasa kepalanya begitu berat, penglihatannya remang-remang tubuhnya semakin lemas.

“Krystal...”

Panggilnya dengan lirih.

“Kakak ipar..!” Segera Krystal menopang tubuh Kanaya, “Kakak aku akan membawamu

kerumah sakit, wajahmu sangat pucat.”

Kanaya mengangguk lemas.

***

Satu jam setelah di observasi, dokter Vivi keluar dari ruangan, “Keluarga nona

Kanaya..”

Krystal beranjak berdiri dari tempat duduknya, “Ya dokter, saya adiknya. Bagaimana

keadaannya?”

Dokter itu tersenyum, “Tidak apa-apa, nona Kanaya baik-baik saja. Itu biasa terjadi

pada wanita yang hamil muda.”

Krystal terkejut bahagia, “Apa..? Hamil..?” Tanpa sadar Krystal memengang erat tangan

dokter cantik itu, “Itu benarkan, dokter tidak bohong..?”

Vivi nama dokter cantik itu menggeleng, “Tentu saja itu benar, selamat ya. Aku masih harus memeriksa pasien

lainnya. Tolong kau jaga kakakmu baik-baik.”

Krystal mengangguk, tanpa menunggu lama ia pun segera masuk ke dalam ruangan tempat

Kanaya di rawat.

“Kakak ipar...” Ucapnya dengan lirih, “Berani sekali kakak Rendra meninggalkanmu

sendirian seperti ini..!”

Segera Krystal mengirimi Rendra pesan singkat, “Kakak segeralah datang kerumah sakit,

kakak ipar sedang di rawat.”

Rendra masih sibuk dengan rapat pemegang saham hotel delux, ia juga tidak menghidupkan

ponselnya.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun Rendra tak kunjung datang kerumah

sakit. Krystal masih mencoba menelfonnya namun hasilnya tetap nihil.

Ponselnya masih mati.

Perlahan Kanaya membuka matanya dilihatnya pergelangan tangannya terpasang infus, “Aku dimana?” Kanaya mencoba untuk bangun dari tidurnya.

“Kakak ipar pelan-pelan.” Krystal membantunya untuk duduk kemudian memberinya air putih, “Minumlah.”

Kanaya memperhatikan di sekitar kamar ia tak menemukan sosok suaminya disana. Kanaya tertunduk lesu dengan kedua tangannya mengepal erat di balik selimut.

“Aku sudah memberitahukan kakak Rendra, tapi belum ada jawaban.”

Kanaya menggeleng, "Tidak apa-apa, mungkin dia sedang sibuk.”

***

Usai menghadiri rapat pemegang saham Rendra pergi ke club malam bersama

teman-temannya hingga larut malam.

Malam itu Rendra menginap di hotel miliknya,.

Masih memakai pakaian kerjanya yang berantakan Rendra menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat.

“Ponsel..”

Rendra merogoh saku celana dan jasnya namun ia sama sekali tak menemukan

ponselnya, “Dimana ponselku..?”

Ia ingat ponselnya di letakan di dalam laci meja kerjanya, dengan rasa malas

Rendra menuju ruangannya untuk mengambil ponsel.

“Di sini rupanya.” Rendra menghidupkan ponselnya di lihatnya ada panggilan tak

terjawab dan 2 pesan dari Krystal.

Segera Rendra membuka isi chat itu, ekspresinya nampak biasa-biasa saja setelah membaca chat dari Krystal.

Merasa lelah dan ngantuk Rendra berbaring di sofa dan terlelap tidur hingga pagi menjelang.

***

Melihat hasil pemeriksaan dan usg milik Kanaya, Vivi terkejut melihat hasilnya.

“Gawat, kandungannya bermasalah.” Vivi segera mengobservasi Kanaya.

Wajahnya terlihat panik namun ia berusaha untuk menyembunyikannya.

“Dokter, ada apa? Kenapa begitu panik..?” Tanya Kanaya yang masih terbaring lemah.

Vivi menggeleng,  “Ah tidak, aku tidak panik.” Vivi memberi kode kepada Krystal untuk

segera keluar dari ruangan itu.

Krystal mengerti maksud darinya dan segera pergi meninggalkan mereka berdua, “Kakak

ipar aku beli minuman dulu.”

Kanaya mengangguk, “Ya, baiklah jangan lama-lama.”

Krystal tahu jika Vivi menyimpan sebuah rahasia, ia menutup pintu itu dan mencoba untuk menguping pembicaraan mereka.

“Nona Kanaya, bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?”

Kanaya mengangguk, “Ya tentu aku sudah lebih baik. Kau merawatku dengan sangat baik.”

Kanaya tersenyum.

Vivi menggigit bibir bawahnya dan menghela nafas dengan cepat, “Nona Kanaya ada

sesuatu yang ingin kusampaikan padamu.”

“Apa?”

Kanaya sangat penasaran.

Vivi menghela nafas berat, “Gugurkan kandunganu!”

Deg!

Kanaya dan Krystal yang secara bersamaan mendengar kalimat itu sangat terkejut,

keduanya membelalakan mata.

Krystal tak bisa menahan amarahnya ia mencoba masuk kedalam, namun saat ia hendak membuka pintu itu, “Kandunganmu bermasalah.” Imbuh Vivi dengan tegas.

Krystal menghentikan aktifitasnya.

Ia mengepal erat gagang pintu itu air matanya menetes.

“Dokter katakan, berapa lama aku bisa bertahan dengan kondisi ini?” Kanaya mencoba menenangkan dirinya.

“Tidak ada yang tahu, mungkin kau bisa bertahan hingga bayi itu lahir ataupun sebaliknya. Mungkin bisa juga tidak ada yang selamat diantara kalian.”

Kanaya mendongakan kepalanya ke atas mencoba menahan air matanya yang hampir jatuh, “Benarkah? Bukankah kau mengatakan itu sebuah kemungkinan?!”

Vivi terkejut mendengarnya, “Apakah kau berfikir untuk melanjutkan kehamilanmu?!”

Kanaya menatapnya dengan nanar sendu, “Aku sudah lama menantikan bayi ini. Tidak

bisakah kau memberiku sedikit harapan?” Kanaya menangis histeris.

Krystal sudah tidak tahan lagi setelah mendengar semua itu, segera ia berlari keluar dan pergi mencari taxi untuk menemui Rendra.

Krystal juga menelfon orang di rumah dan mendapatkan jawaban bahwa Rendra tidak pulang semalaman.

“Pak, ke hotel delux sekarang!” Krystal setengah berteriak menahan emosinya.

“Ba-baik non..!”

1
Agnescerlly Cerlly
si bima enak yah...burung nya dapat terbang bebas
#_#$_#
Luar biasa
#_#$_#
Lumayan
inayah machmud
happy ending semua mendapatkan kebahagiaan nya masing-masing, ,, kecuali pak dokter siehan yg tetap jomblo. ..
inayah machmud
rasain, ,, maka nya jd cewek jgn kegatelan....
NO NAME
jejak
NO NAME
.
inayah machmud
mampus,,, ulat bulu keganjenan....🤮
Edy N
Gilee 20 menit aja udah top lha ikih 2 jam bagi ilmu nya dong 🤣🤣🤣
Edy N
lha dalah Bab awal kok main nyosor aja bang
DiElva2
2 jam?.. rendra persiapan minyak lintah ato gmn tuh? 🙄
Virginia Chndratika
ternyata tristan mandul, dan meminta bima sikakak tirinya untuk menghamili viona
💐Tuti Komalasari💐
kasihan Viona 😞
💐Tuti Komalasari💐
bukannya lagi liburan diJepang ko tiba-tiba udah dirumah aja 😇
💐Tuti Komalasari💐
tega amat si Rendra ngerjain Kanaya sampe segitunya 😠
💐Tuti Komalasari💐: Novel ke1
total 1 replies
💐Tuti Komalasari💐
masih jadi pacar udah dikasih kartu limit, enak banget Kanaya 😄
💐Tuti Komalasari💐: Novel ke1
total 1 replies
💐Tuti Komalasari💐
aku mampir dikaryamu thor untuk yang pertama kali🤗
💐Tuti Komalasari💐: Novel ke1
total 1 replies
Arsih Suro
waaahhh....bima menang banyak,
dah 2 gadis yg di perawninnya
viona dan sherly
Arsih Suro
rendra tidak sayang istri,
sedih jadi kanaya sedang hamil tidak di prioritaskan suami
Arsih Suro
rendra ga punya hati,
benci sama laki kayak gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!