NovelToon NovelToon
SINFUL OBSESSION

SINFUL OBSESSION

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Gangster / Pembantu / Persaingan Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:746.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Elina gadis biasa dan lugu dari keluarga kurang mampu. Memutuskan untuk menjadi TKW di Negara Hongkong untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Siapa sangka, majikannya seorang ketua gangster yang di takuti, kejam dan tidak memiliki belas kasih.

Dalam sebuah pembicaraan di antara dua gangster yang sedang bertikai, Elina mendengar perbincangan mereka tentang rahasia besar aksi kejahatan yang akan mereka lakukan.

Elina hanya punya dua pilihan
1. Dia ikut terlibat
2. atau di lenyapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SO 21

Sementara Elina sendiri masih melakukan kebiasaannya sebagai asisten rumah tangga. Meski berkali kali Rayden melarangnya karena Elina sudah menjadi tunangannya. Elina sendiri masih belum mengerti apa itu tunangan dan cinta yang di berikan Rayden padanya. Elina hanya mengikuti apa yang di perintahkan Rayden selaku majikannya selama ini.

Suasana mansion milik Rayden selalu ramai dengan teriakan pria itu saat rasa kesalnya terhadap Elina berada di puncak kepala. Bagaimana tidak? Kata kata yang sudah di susun rapi, usaha Rayden yang penuh persiapan, hancur berantakan hanya karena ketidak tahuan Elina.

"ELINA!!"

"Iya tuan," sahut Elina membungkukkan badan sesaat, berdiri di depan meja yang telah tersedia hidangan makan malam, dan satu buah lilin menyala, menghiasi meja itu.

"Kenapa kau masih berdiri di belakangku layaknya pembantu, Elina?!" seru Rayden kesal. Menatap Elina yang masih berpakaian asisten rumah tangga.

"Memangnya aku harus apa tuan?" tanya Elina.

"Makan malam ini untuk kita berdua, apa kau tuli?" ucap Rayden berdecak kesal.

"Tuan aku sudah terbiasa seperti ini. Yang kutahu selama ini hanyalah bekerja dan kau majikanku, tuan."

"ELINA! pekik Rayden lagi.

" Ya tuan!" sahut Elina.

"Harus berapa kali aku katakan? kau itu tunanganku, Elina!"

"Maaf tuan, semua yang tuan katakan terasa aneh. Jadi tuan, biarkan aku seperti ini." Elina membungkukkan badannya sesaat.

Mendengar penuturan Elina, kedua tangan Rayden terangkat mengacak-acak rambutnya sendiri. "Kau memang bodoh, Elina."

"Aku mendengarnya tuan," sela Elina tersenyum tipis memperhatikan rambut Rayden yang berantakan.

"Terserah kau, Elina!" ucap Rayden marah. Menatap tajam gadis di hadapannya. Lalu ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Rayden menghubungi Mei Shin untuk menemaninya makan malam yang sudah terlanjur rusak oleh sikap Elina.

"Elina, kau tetap di tempatmu, jangan berani meninggalkanku barang sedetik." Rayden tersenyum, menyilangkan kedua tangannya di dada. Dengan tatapan lurus ke arah Elina.

"Apakah tuan baik baik saja?" tanya Elina memperhatikan Rayden yang tersenyum sendiri.

"Hem!" sahut Rayden.

Elina kembali terdiam, begitu juga Rayden hanya diam memperhatikan Elina yang masih berdiri di tempatnya. Hingga sepuluh menit berlalu, suara langkah seseorang mendekat.

"Ray!"

"Mei, kemarilah. Temani aku makan malam." Rayden berdiri saat melihat kedatangan Mei Shin.

"Apa kau merindukanku?" tanya Mei Shin dengan senyum mengembang, lalu mengecup pipi Rayden sekilas.

"Duduklah." Pinta Rayden pada Mei Shin. Namun tatapannya terus ke arah Elina.

"Wah! kau mempersiapkan makan malam ini untukku?" tanya Mei Shin tersenyum melihat sajian mewah di atas meja.

"Tentu saja!" sahut Rayden menatap ke arah Elina meski Mei Shin duduk di sebelahnya.

"Terima kasih sayang, ternyata kau masih punya rasa untukku."

"Kita makan sekarang!"

Dengan tangan Rayden sendiri, ia menyajikan makanan di atas piring untuk Mei Shin. Mereka mulai menikmati makan malamnya. Di selingi tawa Mei Shin saat menceritakan kebersamaannya waktu dulu bersama Rayden. Namun Rayden hanya diam mendengarkan, dengan tatapan terus ke arah Elina yang terlihat mulai menggaruk kakinya yang terasa pegal dari tadi berdiri. Terkadang menggaruk kepalanya, sesekali menguap karena mengantuk mendengarkan cerita Mei Shin.

"Apa? Elina sama sekali tidak bereaksi apa apa?" gumam Rayden dalam hati.

"Hei! aku di sini, kenapa kau melihat pembantu itu terus!" sungut Mei Shin kesal.

"Maaf," jawab Ray.

Mei Shin melirik ke arah Elina yang masih berdiri dengan mata terpejam.

"Kenapa kau biarkan pembantu itu mendengarkan kita?" tanya Mei Shin menatap ke arah Rayden.

"Itu urusanku, kau nikmati saja makan malamnya."

Mei Shin menarik napas gusar, lalu mereka kembali menikmati makan malamnya. Rayden terbawa suasana obrolan Mei Shin, hingga ia lupakan Elina sejenak. Detik berikutnya ia menoleh ke arah Elina, namun Rayden tidak melihat keberadaan Elina. Ia berdiri melihat ke bawah, dan Elina tengah duduk di lantai menangkup wajahnya sendiri.

"Elina!" panggil Rayden.

"I, iyya tuan!" Elina menjawab sembari berdiri dengan mata setengah terpejam.

"Kau sedang apa?" tanya Rayden berjalan menghampiri Elina, membuat Mei Shin kesal dan semakin membenci Elina.

"Aku mengantuk tuan, sudah satu jam aku berdiri. Kakiku pegal tuan."

"Maafkan aku, Elina."

Rayden mengangkat tubuh Elina lalu menggendongnya, membuat gadis itu terpekik kaget.

"Tuan, jangan lakukan ini. Aku malu tuan!" ucap Elina berusaha turun dari gendongan Rayden.

"Diamlah!" bentak Rayden membuat Elina diam dan membiarkan Rayden menggendongnya.

"Ray! apa apan ini!" seru Mei Shin kesal.

"Kau pulanglah Mei, makan malam kita sudah selesai. Terima kasih sudah menemaniku."

Setelah bicara seperti itu, Rayden melangkahkan kakinya menuju kamar Elina.

"Ray! kau membuatku marah!!" pekik Mei Shin berdiri. Melemparkan sendok ke atas piring hingga terdengar bunyi.

"Trang!"

"Awas kau, Elina." Mei Shin beranjak pergi dengan perasaan marah.

Sementara Rayden meletakkan tubuh Elina di atas tempat tidur, lalu menyelimuti tubuhnya.

"Maafkan aku, Elina. Sekarang kau tidurlah."

"Tuan, jangan bersikap aneh seperti ini. Aku tidak enak hati." Sela Elina menatap wajah Rayden yang begitu dengan wajahnya.

"Ini bukan keanehan Elina, ini cinta!" Rayden menarik wajahnya lalu berdiri tegap, menatap kesal wajah Elina.

"Tuan, aku-?"

"Apakah tidak mencintaiku?" potong Rayden.

"Aku tidak tahu Tuan!" sahut Elina.

"Ahhh sudahlah, percuma bicara serius denganmu Elina!"

Rayden balik badan meninggalkan kamar Elina dengan kesal.

"Aku mencintai tuan Ray?" tanya Elina pada dirinya sendiri. Ia coba mencerna apa itu cinta, namun ia sama sekali tidak menangkap apa yang di katakan Rayden.

1
Shifa Burhan
aku tangtang kau diposisi ken thor

semisalnya suami kasar pada mu tapi lembut pada wanita lain, suami pergi dengan pria lain tampa meperdulikan kau yang menderita

apakah kau masih mau menerima nya begitu saja

jawaban ada pada mu thor

dan kau nilai sendiri sikap mu dalam novel ini
Iyrnn_10
haduhh banyak tekatekii
fiorensia sorong
entah lah elina membuatku jengkel
Desmawati
kmu rindu gadis croboh itu ayden
Magdalena Magda
lnjut
Takeroh Ua
mungkin maksud otor payudara
Yunita Indriani
dicari kok ga ada ya cerita fake love, pindah lapak kah?
Wo Diana Koba Ngaras
prasaan yg di otak elina mkn mulu
Anonim
Masa tkw begitu
Linda Aprilia
cape lari lari terus hhha
Lasno Lasno
lanjut
Nenk Jelita
seru ih baru Nemu jln cerita ky gini
ani nurhaeni
apa elena anak nya si bos mafia yaa
ani nurhaeni
ternyata Ray ga tulus mencintaii elina
ani nurhaeni
ntarr bukan nya pada membunuh,, para mafia ituu bersaing sapetiin cinta nya elina si polos dan lugu
😂😂
ani nurhaeni
kalauu kelakuan art nya kaya elina siihh emng pantes di marahiinn
untung nya elina cuma ada di novel
sekareep muu deehh elina
ani nurhaeni
elina elinaaa
ani nurhaeni
next,,elina pastii jadii no satuu di hatii Rayden 🤭🤭
ani nurhaeni
semoga nasiib baiik ada di pihak elina
ani nurhaeni
sukaa... next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!